Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Countinue 8


__ADS_3

Membangun rumah tangga bukan hanya memberi nafkah secara ekonomi saja akan tetapi juga perlu kejujuran serta cinta yang tulus dalam membangun rumah tangga, jika Sakinah saja tidak bisa di dapat dalam rumah tangga kita, maka Mawada dan Warohmah tidak akan pernah ada.


Seperti yang dialami Merry dan Keyzro dimana mereka berdua hanya Merry saja yang memberikan segala cinta, sayang dan kejujuran hati yang melimpah untuk Keyzro. Ada perasaan sesak yang mengukung hati dan pemikiran Merry untuk melanjutkan rumah tangganya dengan sang suami Keyzro.


Pengkhiatan sangat amat menyiksa hati juga menguras hati sampai terasa dunia ini runtuh. Belum lagi pikiran Merry yang menjadi berputar-putar di poros yang sama yaitu aku terlalu banyak kekurangan maka dari itu ia selingkuh, tapi apa kekuranganku? Apa dia tidak bisa hanya melihat kelebihanku saja daripada melihat kekuranganku? Kira-kira itulah yang ada dibenaknya setiap kali ia teringat akan perselingkuhan sang suami.


"Dorrr..." kejut Inez ketika masuk ke ruang kerja Merry.


"Ishhh...ngagetin aja lo!" Merry tersentak.


"Lagian kamu Mer...mikirin apa sih?" Inez duduk perlahan karena perutnya sudah mulai membesar.


"Ck...bumil kepo ya...hehe" kekeh Merry sembari mendaratkan bokongnya di sofa empuk.


"Mer...kamu kan udah di Indo nih, kenapa nggak kamu selesaikan urusan rumah tangga kamu sama Keyzro sih? Bicarakan baik-baik...kalau bisa jangan sampai kalian cerai beneran" kata Inez.


Merry tersenyum lirih lalu mengelus sayang perut Inez yang membuncit.


"Apa menurut kamu, aku masih bisa kembali bersatu dengan dia?" Tanya Merry.


"Masalah hati urusan kamu Mer, aku sebagai sahabat serta adik ipar yang baik hanya bisa memberi saran saja" jawab Inez.


"Lupain deh soal masalah aku, gimana kandunganmu? Apa Vero merawat kamu dengan baik?" Merry mengalihkan pembicaraan dengan senyum terpaksa.


"Banget-banget dia manjain aku Mer...makasih ya...berkat kamu aku bisa menikah dengan pria yang aku suka dari dulu..." Inez mengusap perutnya tersenyum bahagia.


"Aku bahagia jika sahabat ku bahagia..." sahut Merry.


"Permisi...maaf mengganggu mom..." suara pria serak-serak basah memasuki ruang kerja Merry.


"Kamu Tristan...ada apa?" Tanya Merry melangkah menghampiri Tristan.


"Ada meeting penting siang ini...sebagai Produser, mom harus pergi ke lokasi syuting, disana juga akan ada meeting untuk membaca naskah para pemain" jawab Tristan.


"Okay..." Merry menoleh ke belakang lalu bertanya."Kamu mau ikut aku Nez?"


"Hmm...nggak deh, aku mau numpang aja buat ke kantornya kak Vero, boleh nggak?" Jawab Inez.

__ADS_1


"Boleh lah...yuk!" Seru Merry sembari berjalan keluar ruangan.


Perjalanan yang ditempuh Merry hanya membutuhkan waktu setengah jam. Merry berusaha keras untuk tidak menangis ketika bertemu Keyzro. Ia menarik nafas dalam kemudian keluar dari dalam mobil.


Klotakkk klotaakkk klootakkk


"Eh bu Merry...silahkan masuk ke ruang rapat..." Ipong menyambut kedatangan Merry dengan senyuman manis.


"Ck...apa-apaan sih kamu ini bang...biasa aja kelez...he he he" kekeh Merry sembari melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan.


"Myzro!!!" Keyzro langsung berdiri tegak begitu melihat wajah yang amat sangat ia rindukan.


"Silahkan dimulai..." ujar Merry.


Beberapa jam kemudian pembacaan naskah selesai, Merry melanjutkan rapat hanya dengan sutradara dan asisten sutradara serta penulis skrip.


"Jadi...film ini memerlukan waktu enam sampai sepuluh bulan sampai rampung...begitu?" Merry membaca skrip para pemain yang terlibat.


"Iya...apa ada yang tidak berkenan bu Merry?" Tanya seorang wanita berumur tiga puluh tahunan yang berpenampilan mirip seorang laki-laki.


Hamif memandangi wajah putrinya berkata dalam hati."Memang kini...kamu bukan putri yang dulu manja dan cengeng...aura kepemimpinanmu sangat terasa nak...bapak bangga..."


"Si Merry emang beda banget sekarang, makin cantik dan glowing...beda banget sama yang dulu...belum lagi sekarang dia jadi Produser, makin kecil aja gua ngerasa rendah mau jadi temannya" gumam Ipong.


"Lo percaya deh...si Merry meskipun udah kaya raya tapi tetap rendah hati...noh liat..." celetuk Udin bagian Genset yang juga merupakan teman seperjuangan Merry dulu kala menjadi Pembantu umum.


Yang dimaksud oleh Udin ialah sekarang ini Merry meladeni setiap orang yang ada di lokasi tempat syuting untuk berselfi ria, ia tak segan merangkul tersenyum juga menyentuh orang-orang yang penuh dengan peluh keringat. Senyuman Merry seakan tak ada habisnya mengembang indah seindah siang hari dengan cahaya matahari terik bersinar terang.


"Terima kasih MK...mbak MK aslinya cantik banget..." ucap seorang wanita berseragam cleaning service sembari tersenyum senang.


"Terima kasih kembali...semangat kerjanya ya...hm..." sahut Merry.


Crrinngggg...


Wajah Merry seakan berkilau begitu tersenyum lebar dibalik sinar matahari.


"Hm...pasti...makasih mba MK...hm..." sahut semua orang yang ada di lokasi kejadian. (Hehe begitulah kira-kira)

__ADS_1


"Mom...setelah ini kita harus ke Bandara, besok para pemain juga akan terbang ke Surabaya, jadi...mom duluan yang kesana karena ada lauching parfum baru kita" kata Tristan.


"Hm...yuk berangkat!" Sahut Merry."Saya pamit ya...sampai ketemu lagi ya...hm..." Merry melambaikan tangan pada kerumunan cleaning service dan para kru film yang bertugas.


"Iya...hati-hati ya mba..." semuanya melambaikan tangan serentak.


Merry tersenyum tipis kemudian berlalu pergi.


Kini di parkiran basement Keyzro menunggu Merry dengan perasaan gelisah. Seperti setrikaan ia bolak-balik kesana kemari sembari memandang pintu masuk parkiran.


"Myzro..." desis Keyzro begitu melihat wajah istri tercinta kemudian berlari menghampirinya.


"Oppa..." gumam Merry.


"Myzro...kita perlu bicara" pinta Keyzro memelas.


"Kita bicara nanti ya...sekarang aku harus pergi...sampai ketemu di Surabaya" sahut Merry lalu masuk ke dalam mobil mewah miliknya.


Mobil ber-plat nomor B 13 MK itu merupakan hadiah ulang tahun dari Sean, bukan cuma mobil yang Sean berikan pada Merry di ulang tahun Merry yang ke empat puluh dua tahun. Sebuah pesawat jet pribadi juga dibelikan Sean, pesawat itu ia pakai kemanapun Merry pergi dinas bekerja. Bukan tanpa sebab Sean menghambur-hamburkan uangnya untuk Merry, semua itu ia lakukan karena ia ingin Merry menikmati segala fasilitas terbaik dari yang terbaik, jika Merry pergi dengan menumpang pesawat komersil maka ia akan kesulitan jika hendak turun dari pesawat karena kini ia juga terkenal sebagai beauty flogger, dimana subricuber yang ia miliki lebih dari satu milyar lebih. Akan jadi pusat perhatian nantinya, keadaan itu pasti akan membuat Merry merasa tidak nyaman.


"Mom...aku rasa...sudah saatnya momi melancarkan rencana momi waktu itu, aku yakin, dia akan menyanggupi apa yang momi inginkan darinya" kata Tristan sembari memainkan sebuah tablet yang berisi jadwal kerja Merry.


"Hm...aku tau...kita lihat...setelah oppa tidak memiliki aset apa wanita itu masih mengejar-ngejar oppa seperti anjin9 pudel" sahut Merry sembari memakai kacamata hitam.


"Hm...dulu saja dia takut saat Sean dipecat oleh ayahnya padahal cuma bercanda tapi dia langsung begitu aja ninggalin Sean...ishhh...kakak sepupu momi bodoh bisa cinta sama wanita ular itu" gerutu Tristan kesal.


"Ck...kamu sendiri juga bodoh, mau sampai kapan suka sama momi hahh...cari gadis lah atau cowok yang bisa kamu nikahi...he he he" kekeh Merry.


"Ishhh...momi mah...iihhh..." rengek Tristan.


Sekedar informasi Tristan berperawakan layaknya laki-laki akan tetapi ia menganut kepercayaan bergender bebas, karena ia memiliki kelamin ganda akan tetapi ia masih enggan memutuskan untuk operasi kelamin, ia juga belum yakin ingin menjadi seorang wanita atau seorang pria. Tapi...jelas sekali di matanya begitu banyak cinta untuk Merry.


"Aku akan selalu mencintaimu mom...apapun yang terjadi...cintaku tak akan pernah lenyap sekalipun ragaku sudah tak disini lagi..." kata Tristan tersenyum tipis memiringkan kepala ke sisi kanan.


To be countinue


 

__ADS_1


__ADS_2