Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {bagian 19}


__ADS_3

"Selamat datang...ingin pesan apa?" Sapa pegawai stand milk tea pada seorang pengunjung.


"Ian..." Keyzro menatap sendu Dian yang kini jauh lebih langsing karena kekurangan bobot tubuhnya.


"Keyz...snff...bang$*t!!!" Dian keluar dari dalam stand langsung melayangkan tinju mengenai perut Keyzro.


Bughhhh


"@nj!n9 si@l4n!!! b4ng$4t lo!!! br3ng$3k!!! Hiks...bangk3...hiks...hu...hu...hu..." Umpat Dian menangis lirih.


"Maaf..." ucap Keyzro memeluk sahabatnya sekaligus Asistennya itu dengan sangat amat erat.


"Hiks...lo enggak tau gimana nasib gue selama lo enggak ada disini...hiks...tega banget sih lo...hu...hu...hiks..."


"Maaf Ian...gue terpaksa melakukan itu, maaf udah buat lo jadi kayak gini"


"Snfff...lo tau kalau Merry kecelakaan pas di Paris?" Tanya Dian melepaskan pelukannya dari Keyzro.


"Maksud lo Ian???" Keyzro tersentak membulatkan kedua bola matanya.


"Merry kecelakaan lo enggak tau Keyz? Kan lo ama dia ada disana? Begimane sih nih urusan?" Dian mengkerutkan alis bingung.


"Gue enggak tau soal itu Ian...suer!" Keyzro mengangkat telapak tangannya.


"Astoge...beneran dah...lo enggak tau?" Pekik Dian.


Keyzro menggelengkan kepala.


Flashback on...


Setahun yang lalu Dian sedang berada di Rumah sakit karena sang ibu sedang menjalani perawatan penyakit jantung yang selama ini di derita oleh ibunya. Dian tanpa sengaja melewati tempat terapi yang biasa digunakan untuk orang-orang yang mengalami patah tulang atau saraf terjepit. Dan disana ia melihat Merry yang sedang menjalani terapi berjalan.


"Merry..." gumam Dian sembari masuk ke dalam ruang terapi saraf.


"Eh...kak Dian...apa kabar kak?" Tanya Merry tersenyum tipis menoleh ke arah pintu.


"Mer...lo kenapa? Kok bisa sih kayak gini???" Tanya Dian menatap sedih kedua kaki Merry yang terseret-seret karena masih menjalani terapi.


"Nanti aku ceritain ya..." jawab Merry menoleh sekilas ke arah Dian lalu kembali melanjutkan terapinya.


Flashback off...


"Jadi begitu Keyz...lo beneran enggak tau soal itu ya?" Dian mengakhiri ceritanya dengan melemparkan pertanyaan.


"Gue beneran enggak tau Ian...snff..." Keyzro menitikan air mata penyesalan.


"Pada saat-saat terpuruknya hanya Vero dan Darrel yang selalu bergantian nemenin Merry terapi, tapi...ya gitu deh...Merry mah slow lempeng aja ama mereka berdua, lain sama mereka berdua yang masih ngarep ama Merry"


"Ian...gue mau ketemu Myzro...tapi gue malu...juga takut dia enggak mau maafin gue"


"Keyz...beribu maaf masih tersedia di hati Merry...tapi kalau urusan perasaan gue enggak jamin dia masih ada rasa ame lu!" Dian menepuk-nepuk pundak Keyzro beberapa kali.


"Ian...menurut lo...gue enggak bakal bisa balikan sama Myzro?" Keyzro menautkan alis menampilkan wajah murung.

__ADS_1


"Huff...kan gue udah bilang tadi barusan Keyz...masalah dia mau nerima lo lagi apa enggak ya...itu semua hanya Merry yang tau" sahut Dian."Eh...ngomong-ngomong lo jadi nominasi sebagai aktor muda terbaik tahun ini...gue denger dari Chacha, si Merry itu kerja jadi Asisten Darrel, kali aja masih jodoh, lo bisa ketemu Merry..."


"Thanks Ian...gue balik duluan ya...lo masih bisa terus tinggal sama ibu lo di Apartemen gue, gue terima ibu dan adik lo buat tinggal bareng gue..."


"Eh...thanks bro..." ucap Dian.


"Gue mau ke salon dulu, gue mau buat gaya rambut yang sama seperti dulu saat pertama kali gue ketemu Myzro...bye..." Keyzro berkata sembari berlari mundur kemudian berbalik setelah mengucapkan selamat tinggal.


"Semoga suatu hari nanti hati Merry akan mencair..." gumam Dian.


Sementara di Paris sedang terjadi perang saham antara Perusahaan milik ayahnya Sean yaitu Smith dengan pesaingnya yang kuat Perusahaan milik Zackly ayah dari Thomas.


Foxy Entertaiment dengan Izzy Entertaiment adalah dua Perusahaan Agensi terbesar di Paris, pasar saham sedang bersaing antara kedua Perusahaan ini, Thomas bersaing ketat dengan Sean untuk memenangkan hati Georgio, mereka sebenarnya adalah satu keluarga akan tetapi dalam urusan bisnis tidak ada namanya istilah kekeluargaan. Di dunia bisnis murni mencari laba sebanyak-banyaknya dan dalam hal ini, baik Sean maupun Thomas ingin memenangkan hati Georgio untuk sebuah tradisi yaitu Pernikahan sedarah. Dalam keluarga mereka biasa mengadakan Pernikahan sedarah, sebagai contoh ibu dan ayahnya Thomas yaitu Zackly Shivorch dan Jillian Light adalah sepupu jauh, nenek moyang mereka berdua kakak beradik, maka dari itu Thomas bersikeras ingin memenangkan hati Georgio untuk mendapatkan Pernikahan sedarah.


Dulu sekali dia dan Keyra sepat hendak dijodohkan, Zackly di urutan keluarga meskipun lebih muda dari Georgio ia tetap adalah seorang kakak di silsilah keluarga. Karena kakek dari Zackly adalah kakak dari neneknya Georgio. Begitulah silsilah keluarga rumit ini.


"Kau sungguh menginginkan Pernikahan ini Thom?" Tanya Zackly pada putranya untuk memastikan jika ini memang kehendaknya bukan paksaan dari pihak manapun.


"Iya ayah...aku ingin menikahi Marry..." jawab Thomas tegas.


"Kasih aku alasan mengapa kau ingin menikahi Marry? Ck...maksudku Keyra...apa alasanmu ingin menikahi Keyra?"


"Apa lagi ayah? Karena aku mencintainya"


"Kau yang benar saja Thom, bagaimana kau bisa mencintainya? Padahal kau baru saja mengenalnya?" Zackly menekankan pertanyaannya pada Thomas.


"Yah...aku jatuh cinta pada pandangan pertama, percaya atau tidak...aku sungguh mencintainya...sumpah demi nama ibuku dan hidupku...aku mencintainya...tulus di dalam hatiku...aku selalu mengingatnya dari pertama kali aku bertemu dengannya sampai detik ini tidak pernah satu detikpun aku tidak mengingatnya ataupun merindukannya" Thomas menjawab sembari terus menatap layar ponsel miliknya.


"Siapa lagi? Marry...sudah dua hari ia tidak pernah menghubungiku" sahut Thomas mendesah lirih.


"Ehhh...wahhhhh...ck...ck...ck..." Zackly geleng-geleng kepala.


"Pertama kali aku bertemu dengan Marry...ia tersenyum manis padaku, meski aku hanya seorang pengantar makanan, tidak pernah sedikitpun ia memandang remeh diriku...itu yang membuatku kagum padanya, sangat jarang wanita di dunia ini bahkan di negara ini yang hanya memandang dari jabatan dan harta semata, sedangkan ia...ia bisa ramah pada semua orang, bahkan pada pengemis jalanan, ia bisa dengan mudah tersenyum ramah...itulah yang membuatku jatuh cinta padanya..." ujar Thomas tersenyum tipis kala melihat foto-foto Merry yang ia ambil dari akun media sosial milik Merry Reynata.


"Hufff...aku mengerti...ingat...kau masih harus memenangkan proyek foto model Brand Gucci, itu akan jadi proyek terakhir pertandingan saham antara kau dan Sean...kau mengerti?" Zackly mendesah lelah sembari berdiri dari duduknya.


"Aku pasti akan mendapatkan proyek itu! Untuk dia...aku pasti bisa melakukan apa saja" sahut Thomas.


"Hm..." Zackly mengangguk kemudian keluar dari ruangan Thomas.


Sementara di Indonesia...


"Hacuuuhhhhh...snfff..." Merry mengosok kasar hidungnya yang mungil.


"Mama sakit?" Tanya Reynata begitu masuk ke dalam kamar sang ibu.


"Eh...enggak kak...cuma dingin kali ya...AC mama kan baru aja di service jadi lebih dingin deh kayaknya" Merry menjawab dengan menebar senyum menangkap bayangan sang putri sampai putri cantiknya itu duduk di tepi King bed.


"Oh ya mah...aku lihat di berita selebriti om Keyzro balik ke Indo ya?"


"Hm..." sahut Merry pura-pura acuh tak acuh.


"Dih...kok mama tanggapannya begitu sih...emang mama enggak kagen gituh sama om Keyz?" Goda Reynata.

__ADS_1


"Kak...mama enggak mau bahas dia...maaf ya nak..." sahut Merry lembut membelai sayang rambut kriwil Reynata.


"Mah...kan kata mama, setiap manusia bisa melakukan kesalahan dan hanya Allah Yang Maha Sempurna, tapi kok mama enggak bisa maafin om Keyz sih?"


"Kak...memaafkan sudah mama lakukan kok tapi kalau untuk kembali...bukan mama namanya yang akan menerima kembali pria yang sudah membuang mama"


"Mah..." desis Reynata berkaca-kaca.


"Kak...mama bukan wanita yang baik dan bukan juga wanita soleha tapi...mama juga ingin dihargai dan disayangi dengan sepenuh hati bukan setengah hati...kalau om Keyz benar-benar cinta sama mama, kenapa dia meninggalkan mama? Walaupun memang mama yang minta putus tapi kan dia kalau benaran cinta pasti terus berjuang mendapatkan hati mama lagi, kamu ngerti kan nak..." kata Merry panjang lebar menjelaskan pada putrinya dengan tutur kata selembut mungkin.


"Jadi mama tetap enggak mau nerima om Keyz lagi?" Tanya Reynata sedih.


"Enggak...jangan menerima kak...bahkan untk berteman saja mama enggak sanggup, di depan mama dia peluk cewek itu, nyesek kak mama...snff..." Merry menunduk merasakan hangatnya air yang mengalir di pipinya tanpa permisi.


"Maaf ya mah...Rey udah buat mama sedih..." ucap Reynata menghapus jejak air mata ibunya dengan kedua telapak tangannya.


"Kak...mama mau jujur sama kakak...mama kangen sama om Keyz kak...tapi hati mama sakit...kalau ingat kejadian pas om Keyz meluk itu cewek...hiks...hiks...nyesek banget kak...hiks...hiks..." Merry menangis lirih.


"Mah..." Reynata memeluk Merry sangat erat."Maafin Rey ya mah...udah buat luka mama ke buka lagi!"


"Bukan salah kamu kak...mama yang lemah...hati mama lemah...entah karena memang mama terlalu bodoh menilai seseorang atau memang mama yang mudah tertipu tidak bisa membedakan mana cinta mana yang cuma penasaran" kata Merry.


"Mah...mama orang baik, Rey percaya kalau suatu hari nanti pasti ada cowok yang benar-benar cinta sama mama, kan mama pernah bilang ke Rey, kalau kita kehilangan sesuatu maka itu bukan yang kita butuhkan karena Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita mau, jadi...mama jangan sampai enggak mau buka hati lagi ya mah..." ujar Reynata.


"Pfff...anak mama udah gede ya...bisa nasehatin mama sekarang!" Merry mengulum senyum sembari melepaskan pelukan Reynata, ia mencubit gemas ujung hidung si putri manis kesayangannya.


"Hehehe...Rey ke kamar dulu ya mah...mama tidur gih...besok kan harus bangun pagi ke rumah om Darrel" tawa Reynata sembari berpamitan.


"Iya...assalammu'alaikum...selamat malam putri mama yang manis..." sahut Merry mengulum senyum di bibirnya.


"Wa'alaikumsalam mah...selamat malam juga mama...muachhh..." terakhir Reynata mencium kening ibunya lalu pergi.


"Tanpa terasa kamu sudah 16 tahun nak...kamu sudah berubah hanya mama yang masih sama...masih sama tidak pandai menilai orang..."


***


***


***


**


*


Athour kok lama banget sih Keyzro bersatu sama Merry?


Sabar ya guys...


Masih harus menyiksa emosi dan menguras air mata di next episode...


See you...😘😘😘


Athour sayang kalian...😘

__ADS_1


__ADS_2