Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 3 bab 5


__ADS_3

Seminggu yang lalu...


Selepas kepergian Merry, seseorang datang ke Apartemennya Keyzro, ia adalah Dian si Asisten pribadi yang kini juga merangkap sebagai Manager, ia datang bersama dengan seorang wanita yang enggan sekali untuk Keyzro temui.


"Gue keluar dulu ya..." pamit Dian sembari memandangi sekeliling kamar Keyzro yang berantakan tak beraturan.


Keyzro hanya diam saja tak menanggapi pamitnya Dian padanya, ia lebih memilih duduk di tepi ranjang tanpa menoleh pada wanita yang Dian bawa untuk menemui dirinya.


"Min-hyuk...ibu..." wanita itu mendekat pada Keyzro.


"Untuk apa ibu datang kesini? Apa ibu tidak bosan menghalangi hubunganku dengan dia?" Sarkas Keyzro.


"Tidak...bukan maksud ibu menghalangi hubunganmu dengan dia tapi...Min-hyuk..." Kim Mi Rae ibu dari Keyzro menarik lembut pundak kanan Keyzro.


"Apa?" Keyzro menoleh.


"Mr.Scott mengatakan jika Minjun jauh lebih cocok bersama Merry putrinya daripada kau Min-hyuk..." ungkap Mi-rae.


"Apaaaaa???" Keyzro tersentak marah.


"Tenang Min-hyuk...ini semua juga demi kakak mu Minjun, ia sudah lima tahun menikah tapi belum juga dikaruniai keturunan, jika dilihat dari garis keturunan Merry sangat cocok untuk mengandung anak Minjun, ia adalah wanita yang subur, apa kau tidak ingin melihat kakak mu bahagia? Hm..." kata Mi-rae.


"Lalu...bagaimana denganku bu? Apa kau hanya memikirkan hyung saja? Apa kau tidak ingin melihat ku bahagia?" Tanya Keyzro lirih.


"Hah...ini..." Mi-rae menunduk karena kehilangan kata-kata.


Beralih pada Keyzro yang mencari-cari keberadaan Merry, sudah dua jam lebih ia mencari akan tetapi ia tidak dapat menemukan dimana kiranya Merry berada, lelah mencari kekasihnya, Keyzro memilih beristirahat sejenak berjalan menyusuri bibir pantai pulau Lombok yang indah dan menawan.


"Mr.Scott juga sudah mengatakan keinginannya pada Merry, ia berkata jika kau masih sangat muda, apa Merry seegois itu sampai tidak memikirkan umur kalian yang terpaut usia cukup jauh? Mr.Scott mengatakan pada putrinya jika kau masih mungkin mendapatkan wanita yang lebih muda dan cantik tapi dia belum tentu bisa dapat kesempatan mendapatkan laki-laki mapan seperti Minjun"


Keyzro baru ingat kata-kata terakhir sang ibu sebelum meninggalkan Apartemen nya seminggu yang lalu, membuat dada nya semakin sesak, seharusnya ia tidak perlu bersikap kasar, seharusnya ia mengerti jika tidak mungkin Merry berubah pikiran secepat itu, pasti ada sesuatu dibalik pertanyaan Merry kala itu.


"Bodoh..." runtuk Keyzro lirih.


"Eh...pak Keyzro...anda disini?" Tegur seorang pria asing pada Keyzro.


"Tristan..." cicit Keyzro sembari berlari kecil."Dimana Myzro?" Tanya Keyzro begitu mendekat pada pria asing itu.


"Dia sedang berbicara dengan seseorang disana!" Tristan menunjuk ke arah berlawanan.


"Dia..." Keyzro membulatkan kedua bola mata mengenali siapa orang yang tengah berbincang dengan Merry.


Keyzro segera berlari kencang menuju hulu, dimana terlihat dari kejauhan Merry bersama dengan seorang wanita cantik disana.


***Plakkk...


Bruggghhh***...


"Lee Hyori!!!" Teriak Keyzro sembari berlari menghampiri Merry yang tersungkur ke bawah panasnya pasir pantai.


Wanita yang bersama Merry itu bernama Lee Hyori, ia adalah istri dari Kim Minjun.


"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Keyzro cemas sembari membantu Merry untuk berdiri.


Merry mengangguk lemah.


"Apa-apaan kau hah!!!" Bentak Keyzro marah.


"Ck...aku tidak tau apa pesona wanita penggoda ini? Pelacur ini bahkan mampu menghipnotis dua kakak beradik menjadi rival memperebutkan dirinya?" Kata Lee Hyori menatap sinis pada Merry.


"Kau!!!" Keyzro mengeraskan rahang geram.


"Cukup!!!" Merry berteriak kencang.

__ADS_1


"Jangan berlagak sok suci kau pelacur!" Maki Hyori.


"Hei Lee Hyori!!!" Keyzro kembali membentak istri kakaknya itu.


"Oppa...please..." pinta Merry memelas.


"Huff...ayo kita pergi!" Keyzro menghelah nafas lalu memapah tubuh mungil kekasihnya.


"Kau mau kemana? Bukankah kau harus menjelaskan sesuatu?!" Teriak Hyori menggebu-gebu.


"Huff...dengarkan aku Mr.Hyori" Merry berbalik arah menghadap Lee Hyori.


"Aku tidak ada niatan untuk merebut suamimu, jika kau ingin marah bukan marah padaku tapi marahlah pada dirimu sendiri! Bagaimana bisa kau selalu membiarkan suamimu sendirian dan tidak ingin memiliki keturunan padahal sudah lima tahun kalian menikah!" Lanjut Merry berkata dengan mimik wajah tegas tanpa adanya rasa takut.


"Apaa???" Hyori membulat kedua bola matanya marah.


"Pikirkan sekali lagi, aku atau kau yang salah dalam hal ini? Sudah ku katakan padamu jika aku tidak tertarik untuk memenuhi perjodohan ku dengan suamimu! Tapi...kau masih menamparku!" Sarkas Merry berapi-api.


"Hei!!! Kau!!!" Hyori mengepalkan tangan geram.


"Tidak ada lagi yang perlu aku jelaskan, ku katakan sekali lagi, aku tidak berminat untuk melakukan perjodohan dengan pria yang sudah beristri, lagi pula..." Merry meraih tangan kiri Keyzro kemudian menggenggamnya erat."Lagi pula...aku sudah punya pilihan ku sendiri...Kymy..." lanjut Merry tersenyum tipis menatap wajah Keyzro.


"Myzro..." cicit Keyzro.


"Yuk kita pergi!" Ajak Merry.


Keyzro mengangguk cepat lalu berbalik arah memunggungi Lee Hyori.


Tanpa terasa langit malam sudah menghampiri hari yang melelahkan bagi Merry. Ia tak habis pikir dengan apa yang diinginkan oleh ayah kandungnya, bagaimana bisa ia berniat menjodohkan putrinya dengan pria yang masih memiliki istri, kekesalan Merry semakin menjadi kala Lee Hyori tahu-tahu mengajaknya bertemu hanya untuk menamparnya dan juga menghinanya.


"Myzro...maaf..." ucap Keyzro.


"Hm...aku yang seharusnya minta maaf oppa...maaf karena aku mengabaikan perasaan mu selama ini...aku hanya terpengaruh dengan ucapan Daddy" kata Merry.


"Apapun itu...sekarang...kita sudah bersama...terima kasih Myzro..." Keyzro memeluk Merry dari arah belakang.


"Hm...kamu benar...langit malam ini semakin indah karena ada bintang terang disini..." kata Keyzro menarik lembut dagu Merry hingga siempunya menongak menatap dirinya.


"Cih..." decih Merry terkekeh.


Keesokan harinya...


"Mentang-mentang orang tua lo yang bayarin tiket pesawat kita, lo jadi gede kepala hah!!! Nyokap lo cuma jablay murahan aja belagu lo!" Seorang gadis yang pas-pasan wajahnya memaki Reynata dengan tatapan menghina.


"Jaga mulut lo!!!" Sentak Reynata marah.


"Kenapa lo nggak seneng hah!!!" Tantang gadis itu pada Reynata.


Reynata mendorong kuat tubuh gadis remaja itu sampai tersungkur, kemudian ia menindihnya lalu memukuli wajah gadis remaja itu berulang-ulang kali.


"Reynataaaa!!!"


Kelompok remaja yang tadi menonton bergulatan menoleh ke sumber suara. Mendapati seorang wanita yang berteriak tadi adalah ibu dari Reynata, mereka pun memubarkan diri.


"Apa-apaan kamu hah!!!" Bentak Merry sembari menarik kasar lengan kanan putrinya.


"Dia ngatain mama...ma...Rey nggak terima!" Sahut Reynata hendak menyerang kembali gadis remaja itu lagi.


"Cukup Rey! Kamu nggak lihat dia sudah tidak berdaya?" Merry menahan lengan kanan Reynata.


"Tapi ma..." protes Reynata.


"Nak...jangan ya..." pinta Merry lembut.

__ADS_1


"Tristan!" Panggil Merry pada Asistennya.


"Yes...mam..." sahut Tristan berdiri tegak.


"Bawa gadis itu ke rumah sakit terdekat, setelah itu, atur pertemuan ku dengan orang tuanya, setelah kita kembali ke Jakarta kita langsung menemui orang tua gadis ini" titah Merry.


"Baik mam..." sahut Tristan.


Sementara Tristan membawa gadis remaja sombong itu ke rumah sakit, Merry melakukan persiapan untuk kembali ke Jakarta bersama dengan Reynata, ia juga menghubungi Jhony jauh-jauh hari untuk mengirimkan pesawat pribadi milik Georgio. Dan...alhasil sekarang ini ia bisa kembali ke Jakarta bersama rombongan karyawisata yang lain.


Pesawat pribadi milik Georgio ini menjadi buah bibir dikalangan guru-guru dan para murid SMA Bakti Mulia. Dimana mereka semakin penasaran akan pekerjaan dari ibu Reynata yaitu Merry Reynata.


"Wah...ibu dari Reynata kaya banget ya..."


"Nggak heran deh Reynata sering naik mobil mewah kalau berangkat ke sekolah..."


"Iyalah...ibunya kaya...anaknya pasti enak deh...minta apa aja pasti dikasih"


Begitulah kira-kira bisik-bisik tetangga di dalam pesawat. Jangan ditanya Merry sedang apa? Kini ia sungguh-sungguh ingin meluruskan kepada semua guru dan murid-murid yang lain, siapa ia sebenarnya dan apa pekerjaan yang ia kerjakan, ia tidak ingin jika putrinya harus mendengar hinaan lagi tentang dirinya yang disebut sebagai simpanan kakek-kakek tajir.


Sesampainya rombongan di Bandara, mereka kembali ke rumah mereka masing-masing akan tetapi Merry dan Reynata pergi ke rumah sakit tempat gadis remaja yang menghina Merry tengah dirawat.


Disana sudah ada orang tua dari si gadis remaja itu dan ternyata ibu dari gadis sombong itu adalah rekan bisnis Merry.


"Ya ampun...dunia sempit banget ya...ternyata anak saya malah cari gara-gara sama orang hebat seperti ibu Merry..." seru seorang ibu-ibu hebring.


"Ya...memang sempit" sahut Merry tersenyum sinis.


"Hm...ehem...itu...maaf bu Merry...saya sebagai ibunya tidak menindidik Helena dengan baik...maaf ya bu..." ucap ibu dari gadis remaja sombong itu.


"Ku pikir siapa orang tua gadis yang berani menghina ku...rupanya hanya ibu Ulina..." sarkas Merry.


"Anu...bu...saya..." ibu-ibu yang bernama Ulina Hanifah itu tersenyum kikuk.


"Aku langsung pada intinya...ini ada uang kompensasi dari saya karena anak ibu terluka, saya minta maaf atas sikap kasar putri saya, akan tetapi saya memberi anda peringatan, jika sampai putri anda menghina saya lagi atau membully putri saya lagi...saya akan memasukan dia ke Penjara anak" kata Merry sarkasme.


Ulina dan sang suami yang bisa membungkam mulut mereka, pasalnya yang mereka temui bukanlah Merry Reynata dua tahun yang lalu saat masa orientasi siswa semester awal, dimana dulu tidak ada aura seperti sekarang ini, aura seorang pemimpin yang kuat, amat sangat mereka rasakan saat ini.


Selesai memberi ultimatum pada gadis sombong dan orang tua nya itu. Merry pergi bersama Tristan menuju SMA Bakti Mulia.


Flashback on


Reynata sedang menikmati angin di pinggir bibir pantai pulau Lombok, ia bersama dengan kedua sahabatnya Alya dan Salwa, sedang asik menikmati pemandangan, datang tiga gadis remaja teman sekelas Reynata. Mereka terdiri dari Helena, Fatimah, Zahra. Tiga gadis remaja itu lantas langsung menyindir Reynata dengan kata-kata pedas seperti.


"Zahra...lo cium bau sesuatu nggak?" Tanya Fatimah.


"Bau apaan Imah?" Tanya balik Zahra tersenyum smirk.


"Bau tempat jablay pada nongkrong...hahaha" tawa Fatimah.


"Oh ya...mana jablay nya?" Seru Zahra.


"Tuh...disana ada kelompok jablay lagi berlagak jadi orkay" celetuk Helena.


"Maksud kalian apa hahh!!!" Sentak Reynata marah.


Flashback off


***


**


*

__ADS_1


Kira-kira apa yang mau Merry lakukan ya sama keluarga gadis remaja sombong itu???


See you next chapter ❤️❤️❤️


__ADS_2