Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Countinue 10


__ADS_3

Lebih baik ia membawa cinta ini pergi bersamanya daripada hidup akan tetapi terasa seperti orang mati. Cukup baginya menunggu tiga tahun lamanya untuk kembali melihat wajah sang istri yang begitu sangat ia rindukan. Pikirnya jika mati mungkin beban yang ada dibenaknya akan segera lenyap bersamaan dengan nyawanya.


"Mihane...joengmal mihane...Merry...Myzro...sarangheo" Keyzro menangis lirih.


"Eughhh...hm..." Merry menggeliat lalu membuka penuh kedua matanya.


"Oppa!!!" Pekik Merry lalu memeluk Keyzro.


"Hiks hiks hiks...so sorry Myzro...please...comeback to me...i'm really miss you and we children" ucap Keyzro.


Patsss...


Merry seketika melepaskan pelukannya.


Bugh


Bugh


Bugh


"Bodoh bodoh bodoh dasar oppa bodoh! Snfff..." Merry memukuli dada bidang Keyzro sekuat tenaga.


"Maaf...maaf sayang...aku sungguh takut kehilanganmu..." ucap Keyzro lirih.


"Hiks hiks hiks...jangan kayak gini lagi ya...janji...snff..." Merry mengacungkan jari kelingking.


"Hm...promise..." sahut Keyzro melingkarkan jari kelingnya pada jari kelingking Merry kemudian mengecupnya.


"Aku masih cinta sama kamu oppa...tapi rasa sakit ini...belum bisa begitu saja aku lupakan...bujuk aku...rayu aku...terus dan terus...jangan pernah menyerah...hiks" Merry mengungkapkan isi hatinya dengan derai air mata kesedihan.


"I know...i know honey...snff..." sahut Keyzro.


"I love you Kymy..." ucap Merry.


"Love you more Myzro..." balas Keyzro.


Keyzro meraih tengkuk Merry sedikit memiringkan kepala sembari menutup kedua matanya.


"Astoge dragon! Lo kenapa Keyz? Eh...sorry..." pekik Dian langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


Merry langsung beranjak dari posisinya berlalu keluar kamar Keyzro.


"Isshhh...si4lan lo banci!!! Baru juga gue damai sama istri gue!" Maki Keyzro kesal.


"Iya...mangap! Lagian ini apa? Kok bisa lo di infus sama ini nih...kantong darah udah hampir habis...lo habis ngapain?" Sahut seraya bertanya Dian mendaratkan bokongnya di sofa empuk.


"Bunuh diri" jawab Keyzro santai.


"Eh...orang gila! Ngapain lo bunuh diri segala? Ya Allah Keyz...ck...lo tau berapa banyak biaya yang pasti dikeluarin bini lo untuk menutupi kejadian ini? Astaghfirullah...Keyzrooo..." amuk Dian beranjak berdiri ia segera mengejar Merry.


Keyzro tertegun sejenak.

__ADS_1


"Hahh...iya...Ya Allah...apa yang sudah hamba lakukan? Hamba kembali menyakitinya dengan menanggung beban berat ini...Astaghfirullah..." gumam Keyzro menjambak kasar rambutnya.


Sementara Keyzro baru menyadari akibat ulah gilanya, Merry terlihat baik-baik saja tanpa beban padahal memang bukan sedikit yang harus ia keluarkan dari kantong pribadinya untuk menutupi ulah suaminya itu. Lumayan menguras isi ATM pribadinya akan tetapi semua itu tidak terlalu menjadi masalah bagi dirinya kini sudah sangat membaik dari segi keuangan.


Iya...memang sangat diwajarkan jika sekarang ia terlihat santai. Jika dulu uang sepuluh ribu rupiah saja sangat berharga bagi dirinya kini uang ratusan juta yang ia keluarkan bukan apa-apa baginya bukan bermaksud menyombongkan kekayaan akan tetapi sekarang ia bisa menghasilkan uang ratusan juta dari chanel youtube dan masih banyak lagi pundi-pundi rupiah yang ia miliki.


Tristan terdiam kala Merry datang mengenakan mukena sobek dibagian bawah, meski samar-samar ia melihat bayangan Merry keluar dengan tergesa-gesa. Ia memilih diam karena memang kapasitasnya hanya sebagai seorang pria yang hanya dianggap anak oleh Merry membuat ia tidak berani buka suara, meskipun ia tahu dengan jelas jika pengeluaran Merry untuk hari ini tidaklah sedikit. Semua itu karena ia memang memiliki akses untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran dari ATM pribadi Merry dikarenakan ia adalah Asisten sekaligus Sekertaris pribadi Merry.


"Aku sudah siap...yuk kita berangkat!" Ajak Merry begitu selesai memoleskan make-up diwajahnya yang semakin mungil saja.


"Hm...okay mom..." sahut Tristan.


Surabaya pukul 09:30.


"Wow...nggak disangka ya Key...antusias pembeli disini jauh lebih besar dari yang di Jakarta..." decak kagum Almost melihat keramaian pengunjung di butik milik Merry.


"Ya...kamu benar Al...aku seneng banget..." sahut Merry.


"Ngomong-ngomong...Key...apa hubunganmu dengan pria yang semalam?" Tanya Almost.


"Siapa? Sean? Hm...dia hanya sahabatku Al...apa kau cemburu? Hehe" jawab Merry terkekeh ria.


"Ck...tidak usah ge'er!" Decak Almost memalingkan wajah ke samping.


Merry menggelengkan kepala sembari menyusun botol-botol parfum pada rak kaca.


"Mom...setelah ini kita harus ke lokasi syuting, kamu ingin pergi atau tidak?" Kata Tristan membacakan jadwal kerja Merry.


"Hm...hati-hati dijalan...kabari aku kalau sudah sampai sana" sahut Almost.


"Iya sayang..." Merry mengedipkan sebelah mata sebelum keluar dari butik.


"Kau ini!!!" Almost melotot galak.


"Sial sekali dia...selalu saja membuat debaran di dada ku setelah itu pergi...ishhh..." batin Almost kesal.


"Tunggu!" Almost menarik pergelangan tangan kanan Merry.


Brughh


Merry berakhir dalam pelukan Almost.


"Ada apa?" Merry bertanya menatap lekat manik-manik biru sebiru lautan.


Almost mencium bibir Merry tanpa permisi membuat si empunya mendorong kuat dada Almost.


"Apa kau sudah gila hah!!!" Bentak Merry marah.


"Hahh???" Almost tertegun sejenak.


"Sekali lagi kau kurang ajar! Awas!!!" Ancam Merry kemudian pergi.

__ADS_1


Merry pergi ke toilet wanita dengan rasa kesal dihati ia mencuci bibirnya.


"Apa-apaan sih dia tuh! Menyebalkan!" Gerutu Merry kesal.


"Mom..." panggil Tristan.


"Kamu ngapain di toilet wanita Trist?"


Tristan menarik tengkuk Merry kemudian mencium singkat bibir seksi Merry.


"Hah???" Merry melotot bingung.


"Ciuman pertama dan yang terakhir mom...aku mencintaimu mom..." ucap Tristan.


"Tristan...ini...apa-apaan sih Trist? Tadi Almost sekarang kamu! Astagfirullah!!!" Merry memijat kening.


"Setelah tugas hari ini selesai aku akan terbang ke Thailand mom...karena itu ku katakan itu adalah ciuman pertama dan yang terakhir...setelah ini aku akan berusaha mencari cinta yang lain...aku akan berusaha mencintai wanita lain" kata Tristan kemudian pergi.


"Eh???" Merry termenung.


Perjalanan darat menempuh waktu tiga puluh delapan menit, Merry tiba di sebuah rumah mewah yang menjadi lokasi syuting. Berjalan anggun ia menyusuri rumah mewah yang luasnya sekitar lebih dari seribu lima ratus meter. Terdapat hamparan taman bunga yang tengah bermerkaran. Merry tersenyum tipis begitu melihat hamparan bunga mawar putih yang tumbuh subur.


Tristan mengabadikan senyuman manis Merry melalui ponsel pribadinya nampak sekali dari raut wajah Tristan begitu mengagumi kecantikan Merry Reynata yang tak pudar meski sekarang sudah memasuki usia empat puluh tahun.


Setelah puas menikmati keindahan taman bunga, Merry melanjutkan langkah kakinya menuju set adegan. Disana sudah ada para kru film yang bertugas begitu juga Hamif dan Keyzro.


Melihat keberadaan Merry disana Keyzro lantas langsung datang menghadap Merry dengan setangkai bunga mawar putih ditangan kanannya.


"Welcome back in my life honey...i love you..." ucap Keyzro.


Merry tersenyum tipis kemudian meraih tangkai bunga mawar putih itu lalu mencium wanginya."Thank you honey..." ucap mesra Merry.


"Aku syuting dulu ya sayang...kabari kalau kamu sudah mau pulang" kata Keyzro.


"Hm...semangat..." sahut Merry menggunakan bahasa Korea.


"Iya..." Keyzro tersenyum tipis sembari berlari kecil menuju set adegan.


"Apa mom sudah berdamai dengan si br3ngs3k itu?" Tanya Tristan tak suka.


"Iya...dia masih suami ku Trist...ayah dari Gha-eun" jawab Merry.


"Hm...i know..." Tristan memutar bola mata malas.


"Trist...kamu bilang mau terbang ke Thailand? Buat apa?" Giliran Merry yang bertanya.


"Itu mengenai masalah gender ku mom, aku sudah memutuskan menjadi seorang pria..." jawab Tristan.


"Oh ya...why? Kenapa tiba-tiba banget?"


To be countinue

__ADS_1


__ADS_2