Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {bagian 30}


__ADS_3

Charles Veth terlahir prematur, enam bulan usia kandungan sang ibu kala itu sangat dengan terpaksa harus melakukan operasi Caesar dikarenakan pendarahan hebat akibat ulah sang ayah kandung Abraham Veth, ia adalah sosok pria yang sangat kejam, rela melakukan apapun demi mendapatkan sesuatu, meski harus berbuat keji dengan menendang perut istrinya.


Terlahir cacat karena penglihatan yang ia miliki tak sesempurna manusia pada umumnya, untuk memperjelas penglihatannya, Charles terpaksa memakai lensa contacts untuk beraktivitas, bukan lensa contacts biasa, lensa contacts yang ia pakai itu adalah hasil dari eksperimen Perusahaan milik sang ibu, setelah berusaha bereksperimen selama kurung waktu 2 tahun, akhirnya sang ibu dan para Profesor ahli di bidang ini mendapatkan hasil yang sempurna, dimana Charles bisa melihat dengan jelas.


Kini Charles memandangi kedua matanya dari pantulan cermin besar, ia mengerutkan alis menatap lirih kedua bola mata yang berwarna abu-abu muda, selesai ia memakai lensa contacts barulah terlihat warna abu-abu tua di kedua matanya.


"Seumur hidup aku akan terus bergantung pada benda sialan ini!!!" Ia berteriak keras hingga menggemah suaranya.


"Tuan..." panggil seorang pria beruban padanya.


"Ada apa?" Tanya Charles.


"Tuan...kita tidak bisa menunda lagi, jika kita lebih banyak mengulur waktu maka nyawa Tuan...akan..." ucapan pria paruh baya itu tergantung saat manik-manik tajam menatapnya.


"Aku lebih memilih mati daripada harus menghancurkan tubuh Ratu ku!!!" Sentak Charles.


"Tapi Tuan...Tuan besar dia..."


"Akan ku robek dadanya dan mengeluarkan jantungnya dari tempatnya jika ia berani menyentuh Ratu ku!!!" Kecam Charles sembari memakai mantel hitam panjang kemudian berlalu pergi.


"Geo...kau masih ingin bekerja denganku?" Tanya Charles pada sang sekretaris pribadinya.


"I..i..yaa...Tuan..." jawab sekertaris yang sering disapa Geonarld.


"Bagus! Antar aku ke cafe Love is You!" Titah Charles.


"Baik!" Sahut Geo.


Sudah hampir dua jam ia duduk di dalam cafe tapi tak nampak sosok yang ia tunggu sedari tadi. Ia lantas beranjak dari tempatnya berjalan menuju bilik kasir.


"Apa saya bisa mendapatkan nomor telpon pemilik cafe ini?" Charles menatap datar gadis manis berwajah bundar yang berdiri di balik meja kasir.


"Maaf Mr...kami tidak..." sang gadis terdiam sejenak.


"Buat apa Lo mau tau nomor telpon Merry?" Suara lantang datang dari Chacha yang sudah berdiri tegak di belakang Charles.


"Aku ingin membicarakan hal bisnis dengannya" aku Charles.


"Oh...okay...Lo ikut gue sekarang!" Ajak Chacha.


Dengan menumpang mobil mewah milik Charles, mereka berdua tiba di kampus ternama yang letaknya cukup jauh dari lokasi Cafe.


"Tuh...yang Lo cari ada disana!" Tunjuk Chacha pada seorang wanita yang tak lain adalah Merry Reynata.


"Terima kasih..." ucap Charles.


Sementara yang sedang jadi bahan obrolan tengah sibuk memperbaiki tataan rambut seorang pria yaitu Darrel.


"Nah... ganteng kan!" Seru Merry.


Menyunggingkan senyuman manis Darrel mencium mesra pipi kanan Merry.


Cup...


"Rel...!!!" Merry memekik malu.


"Tunggu aku ya..." kata Darrel.


"Ck...dasar..." Merry tersenyum menggelengkan kepala.


Drap...Drapp...Drapp...


Suara langkah kaki memaksa Merry menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Kamu..." Merry membulatkan kedua bola matanya.


"Hai...aku merindukan kamu..." Charles langsung saja menarik Merry ke dalam dekapannya.


"Ini vampir bener-bener deh..."


"Sorry Mer...tadi kata dia mau bicara soal bisnis makanya gue bawa aja dia nemuin lo disini...sorry..." Chacha menggigit ujung lidahnya.


"Hm..." Merry memutar bola mata malas.


"Kamu terlalu kuat meluknya..." desis Merry.


"Hahhh...maaf..." Charles menjauhkan diri dari Merry.


"Aku masih bekerja...kamu bisa tunggu sebentar sampai aku selesai bekerja?" Pinta Merry.


"Iya...tentu...dan...maaf..." Charles menunduk.


"Aish...lagi-lagi bikin gue nggak tega...hufffttt..."


Sang mentari sudah berada di puncaknya, selesai sudah pekerjaan Merry sebagai Asisten Aktor tampan Darrel.


Selesai merapihkan barang-barang bawaan Darrel. Merry hendak menemui Charles akan tetapi belum sampai ia di tempat dimana ia meminta Charles untuk menunggu, sepasang tangan membengkapnya dari arah belakang.


Malam pun tiba...sekarang ini Merry terbaring di atas bangkar, ia merasakan sakit di kedua tangan dan kakinya, terkejut bukan kepalang menyadari rasa sakit yang ia rasakan karena kedua tangan dan kakinya terikat tali tambang.


"Tolong!!! Tolong!!!" Merry berteriak histeris sesegukan meringis kesakitan.


Terdengar suara langkah kaki dari arah pintu, Merry melirik sekilas, jantungnya berdebar hebat, entah apa lagi yang harus ia hadapi kali ini, bak adegan di serial drama, berulang kali ia harus mengalami penyiksaan batin seperti ini. Seketika Merry memejamkan kedua mata terlalu takut untuk melihat siapa yang sudah menculiknya?


"Maaf nona manis...aku terpaksa menculikmu..." ucapan manis keluar dari bibir seorang pria berkepala plontos.


"Kamu siapa? Apa apa salah saya?" Tanya merry mengeraskan rahang geram.


"Putra mu? Siapa dia? Aku tidak mengenal putra mu! Apakah kau sadar wahai pria tua jika apa yang kau lakukan saat ini adalah tindakan kriminal?" Cecar Merry marah.


"Lihatlah sisi kanan mu adalah putraku!" Sahut pria itu.


"Charles...dia putra mu?"


"Ya...dia adalah putraku, putra semata wayang ku jadi kumohon padamu untuk menyelamatkan nya nyawanya kini berada di tanganmu kumohon gadis baik..."


"Apa yang terjadi padanya? Apa penyakitnya serius?"


"Iya..dia terkena leukimia sudah stadium akhir dan kau adalah anak Tuhan darahmu susum tulang belakang mu bisa menyelamatkan nya"


"Pantas aja ya terlihat pucat rupanya dia sedang sakit..." cicit Merry lirih.


"Hiks hiks hiks hiks kasihanilah ia kumohon gadis baik..." pinta pria tadi.


"Kalau memang demikian untuk apa kau menculikku? Cukup kau katakan saja dan meminta bantuan ku untuk apa sampai bertindak seperti ini?"


"Aku terpaksa melakukannya karena dia tidak mau meminta bantuan mu karena ia tidak ingin sampai membuatku mu kesulitan karena itu aku harus melakukan semua ini di belakangnya"


"Kau sungguh arogan tuan!" Cibir Merry.


"Terserah kau akan menganggapku apa aku hanya ingin menyelamatkan putraku!"


"Eughhh..."


Lenguhan dari Charles mengalihkan perhatian Merry.


"Charles.. are you okay?" Merry bertanya menoleh ke sisi kanan tempat Charles terbaring.

__ADS_1


"Queen apa yang terjadi?" Charles bertanya balik karena ia juga tidak mengetahui apa yang sudah terjadi?


"Kau sudah sadar nak...hiks...ayah sungguh takut terjadi sesuatu padamu..." pria berkepala plontos itu menghampiri Charles.


"Ayah...apa yang kau lakukan padaku? Dan juga pada Queen? Cepat lepaskan dia jangan membuatku muak denganmu!" Gertak Charles mengeram marah.


"Nak..hanya dia yang bisa menyelamatkan mu...kumohon dengarkan aku turuti perintahku..."


"Abraham Veth!!! Akan ku ambil jantungmu jika kau berani menyentuhnya!!!"


"Huwahhh...hahahahahhaaa...hhhaaha..." pria yang dipanggil dengan sebutan ayah oleh Charles tertawa keras mendengar luapan emosi dari sang putra.


"Kau sudah terlalu lama mengulur waktu..." ujar pria tua bernama Abraham itu tersenyum licik.


"Sial kau!!!" Teriak Charles.


Entah kekuatan monster darimana datangnya, Charles berhasil melepaskan diri, ia mendorong tubuh sang ayah sampai terperantuk ke dinding, setelahnya ia benar-benar merobek dada sang ayah, Abraham tewas seketika setelah jantun9nya dikeluarkan begitu saja oleh Charles.


"Arggghhhhhhhhh..." Merry berteriak histeris menyaksikan adegan sadis yang dilakukan oleh Charles pada ayahnya.


Klanggg


Pisau lipat terjatuh dari tangan kiri Charles yang berlumuran darah Braham Veth.


"Jangan...jangan mendekat...hiks...hiks...hiks...ku mohon...jangaaaaaannnn!!!"


Charles menetaskan air mata melihat wajah ketakutan dari wajah Merry.


"Orang lain boleh takut padaku tapi jangan kau jangan kau takut padaku kumohon Queen..." Charles menunduk sedih menatap manik-manik coklat tua milik Merry.


Brakkkk...


Suara pintu didobrak dari luar, masuklah seorang pria berwajah kusut, pria itu mendorong Charles menjauh dari Merry, ia melepaskan ikatan di tangan dan kaki Merry kemudian menggendongnya ala bridal style.


"Myzro...kita pulang..." kata pria yang menyelamatkan Merry.


"Oppa...huwahhh...hiks...hiks...hiks..." Merry mendekap erat pria yang menyelamatkannya itu menangis ketakutan."Kenapa baru datang? Aku ketakutan setengah mati...hiks..."


"Maaf...setelah ini...aku akan lebih waspada..."


"Keyz...bawa Merry ke rumah sakit!" Titah seorang pria.


"Hm...kami duluan Jhon!" Sahut Keyzro menganggukkan kepala.


Jhony yang datang terlambat segera memapah Charles yang terlihat pucat pasih, Jhony membawa Charles ke rumah sakit dengan mobil miliknya.


Sementara Jhony mengurus Charles dan Keyzro mengurus Merry, Georgio beserta para centengnya membersihkan lokasi kejadian. Sebelum peti berwarna hitam itu ditutup, ia menembakkan satu peluru ke kepala mayat Braham Veth.


Dorrrrr...


"Kau memang pantas mati!!!" Kata Georgio geram.


Flashback on


Georgio bersama Jhony baru saja tiba di tanah air Indonesia, mereka berdua dijemput oleh Mark, sebelum datang ke tempat dimana Merry tengah diculik, Jhony mengirim pesan singkat pada Keyzro, ia juga mengirim lokasi terakhir dimana Merry berada.


"Bocah ingusan itu bisa apa?" Cibir Georgio.


"Aku percaya padanya..." sahut Jhony.


Flashback off...


See you next episode...❤️😘

__ADS_1


__ADS_2