Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 3 bab 6


__ADS_3

Melepas rindu kedua insan yang tengah dimabuk asmara ini seakan larut akan suasana yang ada, ciuman hangat nan memabukan membuat mereka melupakan batasan satu sama lain sampai keduanya kini sudah terbaring di atas ranjang.


Keyzro membelai lembut rambut indah kekasihnya itu dengan tatapan mata sayu ia kembali memangut bibir indah milik Merry.


Suara dering ponsel milik Merry memaksa mereka menghentikan aktivitas panas mereka.


"Hm...sebentar oppa..." pinta Merry mendorong dada Keyzro, ia bangkit meraih ponsel miliknya lalu menggeser layar berwarna hijau.


"Hallo..." ujar Merry.


"Maaf mengganggu Mrs.Merry..." ucap suara pria dari seberang sana.


"Hm...tidak apa-apa..." sahut Merry.


"Mrs.Merry...ada masalah pada desain real estate di Swiss yang baru saja tadi siang kita memenangkan proyek ini" kata pria itu.


"Masalah apa? Mr.Jeremy?" Tanya Merry.


"Seseorang menjiplak hasil desain kita, dan orang itu adalah mantan kekasih Liu Lim..." jawab pria yang dipanggil Mr.Jeremy.


"Huff...lalu??? Apa yang Liu-liu katakan tentang masalah ini?" Merry menghelah kesal.


"Dia bilang, jika desain itu miliknya, kekasihnya mencuri laptop miliknya sebelum mereka putus" jawab Jeremy.


"Ya Allah...ada saja..." gumam Merry memijat kening."Kita akan lakukan evaluasi lagi mengenai permasalahan ini...kumpulkan para pemegang saham dan ivestor, kita harus menjelaskan masalah ini agar tidak sampai mereka mendengar kabar ini dari pihak lawan"


"Baik Mrs.Merry...saya akan kerjakan" sahut Jeremy.


Merry menutup akses panggil suara dengan wajah penuh kekesalan.


"Ada apa?" Tanya Keyzro karena ia tidak mendengar dengan jelas pembicaraan antara Merry dengan Jeremy.


"Ada masalah besar oppa...hufff...rasanya aku ingin membuang otakku ke laut saat ini..." keluh Merry mengerutkan alis.


"Masalah apa? Hm..." Keyzro merengkuh tubuh mungil Merry ke dalam dekapannya.


"Aku harus terbang ke Swiss besok siang, ada yang menjiplak hasil desain Arsitek ku..." jawab Merry.


"Hm...aku tidak mengerti apa-apa mengenai pekerjaan ini, jadi...aku hanya bisa mendukung mu dari belakang..." hibur Keyzro.


"Hm...makasih oppa..." ucap Merry mengangguk cepat.


Keesokan paginya Merry sudah berangkat pagi-pagi sekali menuju Perusahaan milik ayahnya Georgio Scott. Ia seperti biasa didampingi oleh sekertaris pribadinya Tristan. Disana mereka mengumpulkan para pemegang saham guna menjelaskan duduk permasalahan mengenai desain yang bocor. Sebelum para pemegang saham mendengar dari mulut pihak lain, Merry ingin meluruskannya terlebih dahulu.


"Saya minta maaf atas kesalahan yang diperbuat oleh Arsitek kita, dan saya berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin, jadi...saya harap...para pemegang saham mohon pengertiannya dan kelapangan dada untuk masalah ini..." Merry membungkuk hormat di akhir kalimat.


"Aku sudah katakan pada Mr.Scott agar jangan putrinya yang mengelolah Perusahaan ini, tapi dia keras kepala dan...inilah hasilnya...kita akan mengalami kerugian jika proyek real estate ini jatuh ke tangan pihak lain!" Kata seorang wanita cantik berumur empat puluhan.


"Iya...benar...dia hanya anak pungut! Yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak!" Sahut pria modis klimis menoleh sinis pada Merry.

__ADS_1


"Saya tau...kalau saya hanyalah anak pungut tapi bukan berarti saya tidak serius dalam menjalankan Perusahaan ini!" Merry mengepalkan tangan kanannya menahan kesal.


"Ishh...kau hanya orang bodoh yang dipungut oleh Georgio!" Maki pria klimis itu.


"Terserah anda mau memaki saya seperti apa? Meeting hari ini selesai...terima kasih!" Sahut Merry menunduk hormat lalu pergi.


"Merry...kamu baik-baik saja?" Tanya pria berwajah bak idol k-pop.


"Minjun oppa...maaf karena kau harus mendengar tentang masalah ini...tapi tenang saja...aku akan segera menyelesaikan permasalahan ini" sahut Merry.


Tes Tes Tes


"Merry! Hidung kamu berdarah!" Seru Minjun panik.


"Hah...iya...-..." Merry seketika tak sadarkan diri.


"Merry!!! Bangun Merry..." pekik Minjun gusar.


"Apa yang terjadi hyung?" Tanya Keyzro begitu tiba.


"Min-hyuk...cepat bawa Merry ke rumah sakit!" tutur Minjun.


Keyzro langsung menggendong Merry di belakang punggungnya, berlari cepat menuju tempat parkir, masuk ke dalam mobil ia terus menggenggam tangan Merry. Kekhawatiran nampak dari wajah Keyzro mengingat darah yang menetes dari hidung Merry tak juga berhenti.


Sesampainya di rumah sakit, Merry lantas dilarikan ke unit gawat darurat. Disana Dokter jaga sudah bersiap. Semua orang menunggu dengan perasaan harap-harap cemas.


"Sebenarnya sudah sering hidungnya mimisan seperti ini...entah karena terlalu lelah bekerja atau stres yang berlebihan Mrs.Merry selalu mengalami mimisan" tutur Tristan menunduk sedih.


"Apa kau bilang? Lalu mengapa kau tidak mengatakannya pada ayahnya dia Mr.Scott!" Geram Keyzro membentak Tristan.


"Aku ingin...tapi..." Tristan semakin menunduk.


"Tapi...dia melarang mu...benar???" Sambar suara pria dari arah belakang.


"Mr.Jhon!" Pekik Tristan menegakkan kepala.


"Hm...aku tau apa yang harus ku lakukan...kalian jangan ada yang masuk sebelum aku selesai bicara dengan adikku!" Kata Jhony berlenggang masuk ke dalam ruang UGD.


"Bagaimana keadaan adik saya Dok?" Tanya Jhony.


"Keadaan sangat buruk pak...saat ini ia mengalami depresi ekstrim, penyebabnya bisa karena terlalu keras berpikir dalam melakukan pekerjaan" jawab sang Dokter.


"Oh my God!" Jhony membelai sayang pucuk kepala Merry.


"Keadaan bisa memburuk karena bisa saja ia mengalami kerusakan otak...tanda-tanda fisik yang mencerminkan kerusakan otak meliputi: Sakit kepala terus-menerus (persisten) Kelelahan mental yang ekstrem. Kelelahan fisik yang ekstrem...begitulah kira-kira yang bisa saya jelaskan" tutur sang Dokter.


"Snff...ini semua salahku...karena membiarkan ia menanggung beban seberat ini..." kata Jhony berkaca-kaca.


"Anda harus kuat pak...hibur adik anda agar bisa lekas sembuh, ia harus mengambil waktu meliburkan daya kerja otak nya" hibur sang Dokter kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


"Eughhh...eughhh...sa..aa...kkk...iittt..." Merry melenguh membuka perlahan kedua mata ia melihat sekeliling dan merasa asing.


"Kamu sudah sadar?" Jhony menggenggam kedua tangan Merry.


"Eughhh...kak...kamu nangis?" Merry meraih wajah Jhony lembut.


"Snff...hiks...hiks...maaf..." Jhony menangis pilu.


"Sstt...kak...maaf untuk apa?" Merry membelai wajah Jhony.


"Maaf karena membuatmu menanggung beban seberat ini...hiks...mulai sekarang berhentilah bekerja di Perusahaan ayah maupun Perusahaan milik Charles, biar aku yang mengurus sisanya" kata Jhony.


"Kak...aku sudah berjanji pada semua pemegang saham dan investor, bahwasanya aku akan menyelesaikan permasalahan tentang desain yang bocor, aku tidak bisa mengingkari janjiku..." kata Merry.


"Tapi..." Jhony menatap sayu sang adik.


"Kak...bagi mereka aku hanyalah anak pungut yang tidak berguna, aku akan membuktikan pada mereka bahwa aku mampu menduduki posisi ini" potong Merry.


"Huff...baiklah...tapi...biarkan aku mendampingi mu...ya...hm..." pinta Jhony pasrah.


Malam sudah berganti pagi, kini Merry sudah berada di pesawat untuk terbang ke Swiss, banyak yang mendampingi dirinya dalam perjalanan menuju Swiss. Bukan hanya Tristan saja yang menemani ada Keyzro, Jhony dan Thomas serta Sean. Lima pria tampan senantiasa setia menemani Merry.


"Terima kasih kalian semua..." ucap Merry penuh haru.


"Sama-sama..." sahut ke lima pria serempak.


Sedang melempar senyum tiba-tiba saja Tristan memeluk Merry.


"Mam...jangan sakit lagi!" Kata Tristan.


Merry terenyuh mendengar kata-kata Tristan."Hm...terima kasih ya...kamu sudah mengkhawatirkan aku..." ucapnya.


"Tidak sampai perlu berterima kasih...ini sudah menjadi tugas ku..." Tristan berlutut satu kaki menongak menatap mata Merry.


"Ehemm..." dehem Keyzro sudah mode cemburu.


"Aishh...cemburu sama anak bau kencur! Kau sudah gila ya!" Thomas memiting leher Keyzro gemas.


"Ishhh...ia tetap saja seorang pria!" Protes Keyzro.


"Hahahahahhaaa..." semua orang dalam pesawat menertawakan Keyzro.


***


***


***


See you next chapter 💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2