
Malam indah di kota Paris-Prancis semakin terlihat indah dengan langit yang berhiasi bintang-bintang serta sinar teduh dari sang rembulan malam. Merry Reynata berdiri di balkon menghadap keluar memandangi pemandangan indah itu tersenyum miris sesekali ia mendesah lelah.Guratan kegundahan nampak di wajahnya kini, hembusan angin menyapu rambut panjang Merry terlihat sangat cantik dari bawah sinar rembulan menambah kecantikan alami yang ia miliki meski tanpa polesan make up di wajahnya.
"Sangat cantik..." gumam seorang pria dari kejauhan melihat Merry dari teropong sebuah senjata laras panjang.
"Hei...fokus!" Tegur kawan pria itu menepuk bahu pria yang sedang membidik target.
"Itu dia..." desis pria yang membidik tadi.
***Dooorrrr...
Prankkk***...
Pria itu melayangkan tembakan ke arah mobil hitam bermerk Alphard, seorang wanita cantik keluar dari dalam mobil tersebut, karena insiden penembakan itu terjadi kegaduhan disana, riuh pecah serta rusuh karena banyaknya pengunjung yang berhamburan keluar dari sebuah gedung pusat perbelanjaan.
Merry melihat dari kejauhan langsung masuk dan menutup rapat pintu kamarnya, ia menggeser hordeng lalu beranjak duduk di atas King Bed menyelimuti diri dengan bedcover.
"Hiks...apa itu??? Hu...hu...hu..." Merry menangis ketakutan.
**Tok
Tok
Tok**
Suara ketukan pintu membuat Merry tengah dilanda ketakutan semakin takut.
Brakkkk...
Pintu didobrak dari luar, muncul beberapa orang berseragam militer setempat masuk ke dalam kamar hotel. Merry semakin enggan beranjak dari atas King bed. Ia memilih tetap menutupi dirinya di balik bedcover.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya seorang pria bule menyibak bedcover yang menutupi Merry.
"Hahhh...jaa..aa...nnn...ggga....nnn!!!" Merry tergagap.
Grepppp...
"Syukurlah...kamu baik-baik saja..." ucap pria bule itu memeluk erat tubuh Merry yang bergetar.
"Hiks...kamu bukan orang jahat kan? Hiks...hiks..." Merry menangis mencengkram kuat jas pria bule yang tengah memeluknya.
"Bukan..." jawab pria bule itu melepaskan pelukan dari tubuh Merry.
"Alhamdulillah...hahhh..." ucap Merry kemudian tak sadarkan diri.
"Marry!!!" Jerit pria bule itu menitikan air mata.
"Kita bawa dia ke rumah sakit Sir..." kata seorang pria bertubuh tinggi besar dengan seragam militer melekat di tubuhnya.
"Siapkan mobil!!!" Titah pria bule."Cepat!!! Snfff..." teriak pria bule itu lalu langsung menggendong Merry ala bridal style, kemudian ia berlari menuju lift terdekat.
Sekitar 2 jam kemudian segerombol pria militer angkatan darat tiba di sebuah Rumah Sakit terbesar di kota Paris.
Petugas tenaga medis yang sudah lebih dulu dihubungi oleh pengawal pria bule yang menolong Merry, mereka semua segera melarikan Merry ke ruang ICU. Disana pertolongan keselamatan Merry pun dilakukan.
"Bagaimana Dok? Apa dia baik-baik saja?" Tanya pria bule itu panik.
"Anda tenang saja Mr.Brown dia hanya shock..." jawab sang Dokter tampan menepuk bahu kanan pria bule yang bernama lengkap Jhony Brown Scott.
__ADS_1
"Thanks God..." ucap Jhony mengusap kasar wajahnya yang berkeriat.
"Dia akan dipindahkan ke ruang VVIP seperti pesan Mr.Scott..." kata sang Dokter menunduk hormat lalu pergi.
Kesokan harinya di sebuah Manssion mewah, seorang pria berumur 56 tahun mengamuk pada putra pertamanya. Amukan pria itu membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana tidak? Meski umurnya sudah hampir mendekati usia 60 tahun akan tetapi tubuhnya tinggi besar dengan postur tegap tidak ada punggung membungkuk pada diri pria ini.
"Apa kau sudah gila hah!!!" Bentak pria paruh baya pada seorang pria muda yang tak lain adalah putranya sendiri.
"Dad...ku mohon...aku hanya ingin membalas dendam wanitaku" sahut pria muda itu keras kepala.
"Siapa dia???" Tanya pria paruh baya itu lagi.
"Aku tahu siapa yang dimaksud oleh putramu itu...Zackly..." ujar pria paruh baya yang menggunakan tongkat penyanggah sembari berjalan perlahan menghampiri dua pria yang tengah gulat urat.
"Georgio...kau..." pria yang bernama Zackly memapah Georgio lalu duduk di sofa panjang."Kau tidak perlu datang jauh-jauh abangku...cukup kau panggil aku ke rumahmu...jangan membuatmu repot-repot kelelahan mendatangiku..." lanjut Zackly menatap sendu.
"Kau kira aku setua itu hah!!!" Sentak Georgio terkekeh geli.
"Hehehe...kau memang selalu muda abangku..." sahut Zackly.
"Thomas...kemarilah..." titah Georgio memanggil pria yang sedang menunduk mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Paman...hiks..." rengek pria muda yang bernama Thomas Shrivorch.
"Hahahaa...kau masih bisa merengek manja setelah hampir saja membuat adik sepupumu itu jantungan!" Tawa Georgio tertawa lepas.
"Eh...adik sepupu? Maksud paman?" Tanya Thomas mengkerutkan alis bingung.
"Hmm...Zack...aku ingin kau melindungi dia! Jangan sampai identitas dia terungkap!" Kata Georgio pada Zackly adik kandungnya.
"Dia??? Siapa???" Zack mengkerutkan alis.
"What the f**k!!!" Pekik Zackly terkejut.
"Ada apa dad? Siapa dia? Adik sepupu? Apa maksud perkataan paman?" Tanya Thomas beruntun.
"Sttt...pelankan suaramu..." Georgio memberi peringatan dengan jari telunjuk menempel di bibirnya.
"Maaf..." ucap Thomas.
"Ada mata-mata Genk Withe Wolf disini!" Kata Georgio memberi isyarat agar Thomas dan Zack untuk tidak bersuara."Kita ke ruang bawah tanah!" Titah Georgio berjalan tertatih dengan tongkat penyanggahnya.
Sementara di Rumah Sakit, pria yang menolong Merry masih setia menunggu disana. Ia menggenggam erat tangan kanan Merry menyatukan tangan itu pada keningnya.
"Bangun sayang...abangmu ada disini..." desis Jhony lirih.
"Euggghh...jangaaannnn!!!" Merry berteriak langsung sadar begitu saja ia terduduk di atas Bed hospital.
"Sttt...ada aku...jangan takut!" Jhony mendekap erat kepala Merry memberi ketenangan disana.
"Hiks...hiks...hiks...hu...hu...hu...hiks...hu..." Merry menangis sesegukan.
"Stt...sttt...stttt..." Jhony menepuk-nepuk sayang pucuk kepala Merry.
Sejam kemudian Merry berhenti menangis akan tetapi ia kembali menutup mata namun bukan pingsan melainkan ia kelelahan karena satu jam lebih ia menangis tanpa jedah.
"Jaga dia baik-baik! Aku harus memberi pelajaran pada anak gila itu!" Titah Jhony pada pengawal pribadinya.
__ADS_1
"Baik tuan..." sahut pengawal pribadi Jhony.
Jhony pun bergegas menuju Manssion sang paman Zackly, anak gila yang ia maksud tadi adalah Thomas, ia benar-benar geram akan kelakuan adik sepupunya itu. Ia meradang melihat kondisi Merry tadi sangat memprihatinkan.
Ckkktttt...
Jhony menghentikan mobilnya di Manssion Zackly, ia turun dari mobil dengan membawa senapan laras panjang miliknya. Berjalan cepat masuk ke dalam Manssion, ia tidak menemukan target yang ia cari di dalam sana, segera ia menuju ruang rahasia yaitu ruang bawah tanah.
Brakkkkk
Pintu sebuah ruangan di dalam tanah dibuka paksa oleh Jhony.
"Thomasssss!!!" Teriakan Jhony menggemah dalam ruangan yang cukup luas itu.
"Hikkk...hik...cgkkk..." Thomas cegukan begitu mendengar suara Jhony."Paman...cgkkk...bagaimana ini? Hik...cgkkk..." Thomas berlindung di belakang Georgio.
"Jhon...kau sudah datang..." sapa Zack mencairkan suasana.
"Mana putramu yang bodoh itu?" Tanya Jhony geram.
"Abangku sayang...maaf...aku tidak sengaja..." kata Thomas gemetaran melihat senapan yang dibawa oleh Jhony.
"Sini kau!" Jhony menarik jaket hody yang dikenakan oleh Thomas.
Buggghhh...
Jhony memukul kening Thomas dengan menggunakan gagang senapan sampai kening Thomas mengeluarkan darah segar.
***Tes
Tes
Tes***
Kening Thomas meneteskan banyak darah.
"Apa yang kau lakukan hah!!!" Bentak Georgio marah.
"Adikku gemetaran dad...dia terus mengigau...meracau karena kejadian tadi malam!" Sahut Jhony geram.
"Maafkan putra paman nak...ku mohon...ya..." pinta Zackly memelas.
"Ck...sudahlah..." Jhony menjambak rambutnya sendiri lalu duduk manis di kursi empuk sembari memijat-mijat kepalanya.
****
***
**
*
Siapa ya kira-kira mereka semua? Apa hubungan mereka dengan Merry Reynata?
Stay terus disini ya guys...😊
See you...
__ADS_1
Next episode.