Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 3 bab 9


__ADS_3

Flashback ke beberapa bulan yang lalu sebelum Merry pergi meninggalkan kota Paris-Prancis. Merry menemani sang ayah Georgio Scott pergi ke sebuah acara pesta peresmian Jalan Raya Super, disana ia disulap bak seorang Dewi dengan memakai gaun putih panjang memperlihatkan tiap lekuk tubuhnya yang menggoda iman kaum Adam.


Georgio sengaja mendadani putrinya untuk acara kali ini karena ia ingin sekalian mencari calon pendamping untuk putrinya itu.


"Ikut daddy menemui rekan-rekan bisnis daddy, kali saja ada salah satu dari putra mereka yang mungkin bisa menjadi suamimu kelak" titah Georgio.


"Dad...aku sudah punya Kymy..." kata Merry tak terima.


"Ck...pria bau kencur itu bisa apa Key?" Tutur Georgio.


"Dad...don't insult my lover!" Protes Merry.


"Whatever" Georgio mengangkat kedua bahu seolah tak peduli akan protesan dari putrinya.


Merry hanya bisa pasrah mengikuti Georgio menemui beberapa rekan bisnisnya, satu persatu ia menyalami rekan bisnis Georgio, bukan cuma satu atau dua kali, rekan bisnis Georgio menawarkan putra mereka untuk menjadi suami Merry. Akan tetapi itu semua percuma saja karena hati Merry hanya untuk Keyzro seorang.


"Hai...apa kabar?" Sapa seorang pria berkulit putih bersih pada Merry.


"Minjun oppa!" Pekik Merry senang.


"Hm...kau semakin cantik saja Merry..." puji Minjun pria berkulit putih seputih susu murni.(namanya juga orang Korea😁)


"Terima kasih..." ucap Merry memblushing malu.


Senda gurau Merry dan Minjun diperhatikan oleh Georgio dari kejauhan ia merasa bahagia melihat raut wajah Merry nampak senang setelah bertemu Minjun. Timbullah disana ide gila Georgio ingin menjodohkan Merry dengan Minjun.


"Apa yang daddy pikirkan sih? Masa aku dijodohkan dengan pria yang sudah beristri?" Merry mendelik marah sesampainya di manssion Georgio.


"Ia lebih dewasa daripada adiknya, lagipula...ia dan istrinya itu akan segera bercerai" sahut Georgio.


"Apa??? Wah...daddy benar-benar hebat, daddy menemukan aku hanya untuk mengekang kebebasanku!" Merry mendesah frustasi.


"Ini demi kebaikanmu...Minjun adalah pria yang paling cocok untuk menjadi suami mu!" Sarga Georgio tak mau kalah.


"Dad...jika menjadi putrimu semenderita ini...aku sangat ingin membuang nama Scott di belakang namaku!" Merry melayangkan protes keras dengan mata berkaca-kaca.


"Keyra!!!" Tanpa sadar Georgio membentak Merry.


"Keyra sudah mati! Aku Merry Reynata bukan Keyra Scott!!! Cukup aku menderita selama ini, kau memintaku ke Champ mafia selama satu tahun, aku harus berpisah dengan anak-anak ku selama satu tahun belum lagi kau membuatku dan dia tidak bisa bersama dalam jangka waktu yang sangat lama! Hiks...sungguh daddy...aku membenci nama Scott di belakang namaku jika aku hanya untuk kau jadikan sebagai boneka!!!" Merry berteriak marah di akhir kalimat kemudian berlalu pergi.


"Keyra..." desis Georgio lirih.


"Hah...hufff...aku tak habis pikir denganmu dad, kau meminta putrimu menjadi seorang pelakor? Wah...hebat..." sindir Jhony lalu mengejar Merry.


Kembali ke masa kini, Merry menemui Minjun di Cafe miliknya, mereka berdua membahas rencana konyol Georgio yang ingin menggagalkan pernikahan Merry dan Keyzro, tinggal hitungan Minggu saja bagi Myzro And Kymy bersatu, akan tetapi masalah muncul seakan tak mengijinkan kedua insan ini untuk bersatu dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

__ADS_1


"Jadi...apa oppa sungguh akan menceraikan istri oppa?" Tanya Merry mengkerutkan kening.


"Hm...itu urusanku Merry, disini aku hanya ingin memberitahumu jika ayahmu ingin aku yang menikah denganmu, ia menyiapkan sebuah ide yang menurut ku ini sangat gila" jawab Minjun sembari memainkan jari telunjuknya yang berputar di atas cangkir.


"Apa ide gila ayahku?" Tanya Merry penasaran.


"Ia ingin menculik Keyzro dan menggantikan aku untuk ijab qobul pernikahan" jawab Minjun sedikit tersenyum kecut.


"Ehhh...wah...daddy!" Merry mengepalkan tangan kanan geram.


"Tapi tenang saja...ide gila itu tidak akan mungkin terjadi karena kini Jhony sudah membuat daddy mu menerima pernikahan ini" imbuh Minjun.


"Hah...eh..." Merry termenung.


"Kau ingat saat kita bertemu di rumah sakit? Saat kau berkunjung ke Korea?" Tanya Minjun.


"Hm...aku ingat!" Jawab Merry.


"Ibuku tulus menerimamu sebagai menatunya karena kau sudah menyelamatkan nyawa ibunya" ungkap Minjun.


"Aku hanya mendonorkan sedikit darahku saja, apa yang istimewa dengan itu?" Ujar Merry.


"Mungkin bagimu hanya sedikit darah tak akan merugikanmu tapi tau kah kau jika pendonor darah biasanya akan meminta bayaran? Dan...kau memberikan darahmu secara cuma-cuma" tutur Minjun tersenyum.


"Hm...aku mengerti oppa..." ucap Merry.


Di sebuah Aula Hotel Mewah di bilangan Jakarta Barat, suasana pernikahan amat kental terasa, dekorasi serba putih menambah kesan suci akan sebuah pernikahan yang akan digelar disana.


Jhony membawa ayahnya untuk menemui Merry, di dalam ruang rias Merry sudah nampak cantik dengan kebaya putih panjang serta rambut yang disanggul rendah. Make up natural lebih menarik dan bercahaya menghiasi wajah Merry yang kini jauh terlihat lebih cantik daripada wajahnya yang dulu ketika ia belum mendapat gelar sebagai anak angkat Georgio Scott.


"Daddy..." cicit Merry memandang ayahnya yang ada di depan pintu.


"Hm..." Georgio mengangguk sembari melangkah maju.


Georgio meraih kedua tangan Merry lalu menggenggamnya erat kemudian berkata."Jangan benci daddy sayang..."


"Tidak...aku tidak pernah membencimu dad...maafkan ucapanku yang sudah keterlaluan saat itu, aku hanya emosi sesaat, maaf daddy..." Merry menitikan air mata seraya mencium punggung tangan ayahnya.


"Sttt...jangan menangis di hari bahagia mu ini...maafkan aku putriku...selama ini kau sudah cukup menderita karena harus hidup dalam belenggu pahitnya kehidupan...kau pantas bahagia Keyra..." Georgio membelai sayang pucuk kepala Merry.


"Makasih dad..." ucap Merry memeluk sang ayah.


Selepas pertemuan mengharukan itu, Georgio menggandeng mesra sang putri menuju tempat ijab qobul, senyum sumringah menghiasi bibir ayah dan anak ini, begitu tiba di kursi kayu berbalut kain putih, dengan penuh kehati-hatian Georgio menduduki Merry disana.


"Jaga putriku..." bisik Georgio pada Keyzro.

__ADS_1


Keyzro mengangguk.


Sesuai amanat dari mempelai wanita, nama binti di belakang nama mempelai wanita diganti menggunakan nama Georgio Scott. Merry menyembunyikan kebenaran dari ayah dan ibunya yang merawatnya selama ini, bahwa ia bukanlah putri dari mereka berdua Akmal dan Wanti sampai detik ini tidak mengetahui jika putri kandung mereka yang asli sudah meninggal dunia.


Bukan tanpa sebab Merry menyembunyikan kebenaran ini, ia tak ingin jika kedua orang tua yang sudah merawatnya itu terluka karena kehilangan putri mereka.


Ijab qobul berjalan dengan sangat lancar dan baik, malam harinya masih di tempat yang sama, Merry dan Keyzro menjadi raja dan ratu sehari. Ada yang istimewa di pernikahan Merry dan Keyzro, dimana hadiah dari Jhony sang kakak membuat siapa saja yang menyaksikan pemberian hadiah itu tercengang, bagaimana tidak? Jhony memberikan hadiah pernikahan sebuah pesawat terbang dan sebuah kapal pesiar mewah.


"Ini nggak salah Ti? Merry dapat hadiah kayak gini?" Bisik Akmal pada Wanti.


"Mana saya tau pak?" Sahut Wanti kebingungan.


Satu persatu tamu undangan menyalami Merry dan juga Keyzro, raut wajah bahagia dari pasangan pengantin baru ini tergambar jelas di wajah keduanya.


Keyzro tak henti-hentinya memandangi wajah istrinya dengan senyuman mengembang indah di bibirnya yang tipis.


Sesekali ia menggoda Merry dengan kedipan mata membuat Dian sang manager bergidik jijik.


"Cih...sabar kali Keyz!" Decih Dian kesal.


"Huh...iri lo!" Dengus Keyzro.


"Oppa...jangan mulai deh..." bisik Merry senyum terpaksa ke arah para tamu undangan.


"Dia duluan Myzro..." Keyzro merengek memeluk pinggang ramping Merry.


"Haduehh...laki gua gini amat ya..." batin Merry.


Kita tinggalkan keanehan Keyzro, beralih pada Georgio dan Kim Mi Rae serta Jhonatan, mereka bertiga duduk di satu meja yang sama, mereka asik memandangi putra dan putri mereka yang nampak sangat bahagia pada malam ini.


"Kau beruntung memiliki putri sebaik dia...dia benar-benar malaikat tanpa sayap..." kata Mi-rae tersenyum tipis.


"Hm...kau benar Mrs.Kim, dia adalah malaikat tanpa sayap karena ia mampu menghapus jejak sakit hati dihatinya dengan menerima putramu sebagai suaminya..." sahut Georgio.


"Maafkan aku Mr.Scott...dulu memang aku sangat dibutakan dengan harta dan adat yang ada, dimana bagi kami warga Korea sangat memalukan jika anak laki-laki keluarga menikah dengan seorang janda" ucap Mi-rae sedih.


"Kau tau Mrs.Kim? Saat ku tanya putriku...apa dia membencimu? Dengan tegas ia menjawab tidak...karena kau adalah ibu dari pria yang sangat ia cintai maka ia harus bisa mencintaimu lebih dari ia mencintai suaminya..." tutur Georgio penuh dengan rasa bangga di hati.


"Mr.Scott yang lalu biarlah berlalu...kini putra-putri kita sudah bersatu, maka biarkanlah mereka bahagia dengan memberikan mereka restu yang tulus serta doa yang tulus... Insyaallah...Allah akan mengabulkan doa tulus dari orang tua yang baik..." kata Jhonatan.


"Kau benar bung...kita tidak perlu membahas masa lalu...bersulang besan..." sahut Georgio sembari mengangkat gelas wine miliknya.


"Bersulang..." seru Jhonatan bersama sang istri.


__ADS_1


Visual aja ya guys...kalian bebas berimajinasi...😁


See you next chapter ❤️🤗❤️


__ADS_2