
Tiga hari yang lalu...
Hotel bintang lima tempat pasangan pengantin baru Merry Reynata dan Charles Veth menjadi saksi kejadian unik di malam pertama pasangan pengantin baru ini, dimana selesai Merry membersihkan diri, ia memberikan kejutan pahit bagi sang suami Charles Veth.
Berjalan perlahan Merry menghampiri Charles yang sedang duduk di kursi balkon kamar Hotel, disana Charles memandangi indahnya kota Jakarta di malam hari.
"Char...kamu tidak tidur?" Merry bertanya dengan telapak tangan menempel di bahu kiri Charles.
"Hm... sebentar lagi" jawab Charles singkat.
"Ya sudah... aku tidur duluan ya..." pamit Merry memutar arah haluan.
***Grepppp
Bruggghhh***
Sekuat tenaga Charles menarik pergelangan tangan kiri Merry sampai tubuh mungil istrinya itu terjatuh di pangkuan nya.
"Mau kemana? Hm..." dengan membelai kepala Merry, Charles melontarkan pertanyaan nyeleneh yang membuat Merry tersipu.
Glekkkk
Susah payah Merry menelan ludah melihat tatapan mata Charles seakan ingin memakannya.
"Busyet...laki mah semua sama aja..."
Tiba-tiba...
Preeettttttt...brooodddd...
"Ups...sorry..." ucap Merry memblushing malu.
"Hm..." sahut Charles.
"A...a...ku...benaran nggak sengaja..." kata Merry.
"Iya aku tau...hm..." Charles membelai sayang pipi kanan Merry.
"Tatapan kamu kayak orang marah gitu...huh..." kata Merry.
Charles tersenyum tipis lalu membetulkan posisi Merry yang semula berada di pangkuan nya, kini ia berdiri dengan memeluk Merry dari arah belakang.
"Untuk apa minta maaf? Yang tadi itu hanya angin yang keluar dari tubuhmu... hehhehe..." kekeh Charles.
"Hm...ternyata kamu bisa tertawa juga ya..." Merry tersenyum membelai lengan Charles yang melingkar di bahu nya.
"Auch...hiks..." Merry meringis memegang perut.
"Kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya Charles panik.
Merry memejamkan sebelah mata menahan sakit yang mendera perutnya.
__ADS_1
"Itu...itu...aku ke toilet dulu..."
Merry berlari kencang masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi, wajah Merry semakin memerah tatkala ia menyadari jika sakit perut yang ia rasakan adalah tanda akan tamu bulanan hadir.
"Char...aku..." Merry memelas pada Charles.
"Kenapa? Hm..." Tanya Charles lembut meraih tangan kanan Merry.
"Itu...tamu...tamu bulanan aku datang...maaf..." jawab Merry menunduk lesu.
"Hm...tunggu sebentar..." pinta Charles sembari berlalu pergi.
Charles keluar dari kamar, ia berjalan cepat menuju lift, sesampainya ia di lantai dasar, ia bertemu dengan Geonarld supir pribadi yang merangkap sebagai asisten pribadi nya.
"Anda mau kemana tuan?" Tanya Geonarld.
"Antar aku ke minimarket terdekat!" Titah Charles.
"Baik tuan..." sahut Geonarld.
Sesampainya mereka berdua ke sebuah minimarket, Charles keluar dari dalam mobil berjalan cepat masuk ke dalam minimarket. Disana ia nampak kebingungan karena tak tau harus membeli pembalut dengan merk apa? Lantas ia bertanya pada salah seorang pengunjung minimarket yang seorang perempuan muda.
"Permisi...apa pembalut yang nyaman untuk wanita pakai jika ia sedang datang bulan?" Tanya Charles.
"Hahh...oh...yang ini pak..." jawab pengunjung wanita tersebut sembari menunjuk tempat pembalut wanita dengan merk ternama.
Setelah itu ia pun memborong pakaian dalam wanita sampai tak tersisa, begitu selesai ia menunggu kasir minimarket menghitung barang belanjaan nya.
"Totalnya delapan ratus lima puluh ribu pak..." kata si kasir ganteng.
"Ini..." Charles menyerahkan blackcard pada kasir.
"Busyet...beli pembalut aja pakai blackcard...sultan..." gumam sang kasir dalam hati.
"Terima kasih..." ucap Charles kemudian pergi.
Sekitar dua jam ia baru kembali ke kamar Hotel, Merry masih menunggu Charles dengan harap-harap cemas. Begitu Charles Masuk ke dalam kamar, ia langsung menyambutnya.
"Kamu darimana aja sih?" Tanya Merry sedikit kesal.
"Ini...aku nggak ngerti apa-apa soal pembalut, jadi...ini...terimalah..." kata Charles tersipu malu.
"Pfftt...makasih..." menahan tawa Merry menerima sekantong penuh pembalut wanita dan pakaian dalam.
Selesai dengan rutinitasnya, Merry kembali menghampiri Charles yang sudah berbaring ganteng di atas kingbed.
"Sini..." panggil Charles menepuk-nepuk bantal di sisi kanan nya.
Merry menurut segera berbaring di samping Charles.
__ADS_1
"Apa masih sakit?" Tanya Charles.
Merry mengangguk manja.
Charles tersenyum tipis lalu mulai mengusap perut rata milik Merry dengan penuh kelembutan.
"Apa setiap bulan selalu sakit seperti ini?"
"Hm...hari pertama sangat sakit..."
"Oh..."
"Terima kasih ya suamiku...muachh..." Merry mencium pipi kiri Charles setelah mengucapkan terima kasih.
"Sama-sama istriku...hehe..." sahut Charles.
Kedua pasangan pengantin baru itu tertawa bahagia.
Kesokan paginya, Charles sudah bangun lebih dulu dari sang istri, ia memperhatikan setiap detail wajah wanita yang kini sang menjadi istrinya, mengulum senyum ia membelai pipi kanan Merry.
"Eughhh...eh...ada pangeran...ganteng banget..." racau Merry membuka sedikit mata ia memeluk erat pinggang Charles.
Charles menggeser tangan Merry karena sesuatu sudah tegang di bawah sana.
"Ih...pelit banget sih! Bahkan di mimpi aja kamu pelit! Huh..."
"Pff... cepat bangun istriku...atau aku akan memakanmu..." bisik Charles.
"Eh...kok kayak nyata banget sih ini mimpi?" Batin Merry.
"Eh...tunggu!" Merry membuka penuh kedua bola matanya."Argghhh...kamu ngapain disini?"
Charles semakin gemas dengan tingkah sang istri, ia segera beranjak dari atas kingbed.
"Kamu nggak lagi amnesia kan? Aku suami kamu...kamu lupa? Hahhh!" Bisik Charles.
Merry terperanjat kaget langsung terduduk.
"Eh...maaf...Charles...itu...anu...eh..."
"Aku mau mandi dulu ya...kamu tidur saja lagi"
***
**
*
Masih flashback ke masa-masa pernikahan Merry dan Charles yaa guys...
See you later...
__ADS_1