
Awan mendung menyelimuti kota Jakarta mengiringi kepergian Charles Veth, tepat di hari Jumat tanggal 5 Januari seorang Jenius tampan yang menjadi dosen di usia sangat-sangat muda yaitu dua puluh lima tahun, kepergian pria Albino bernama lengkap Guardiola Charles Veth Vactorika di usia empat puluh sembilan tahun, menyisakan kenangan indah sekaligus menyakitkan bagi Merry seorang wanita berdarah Prancis-Indonesia.
Kini sudah terbaring di peti jenazah jasad Charles yang mengulum senyum di balik kain kafan yang menutupi seluruh tubuh dan wajahnya.
Merry hanya bisa terisak memandangi jasad sang suami yang terbujur kaku di dalam peti berwarna hitam.
"Mer...lo yang sabar ya..." hibur Chacha menepuk-nepuk punggung Merry.
"Hm..." Merry mengangguk dalam isak tangis tanpa suara.
"Nampaknya...dia memang sudah melupakan aku...buktinya ia terisak dengan kepergian suaminya" gumam Keyzro lirih.
"Huff...dasar bocah bego!" Geram Dian membuang nafas kasar melirik sinis ke arah Keyzro.
"Lo ngatain gue?" Sentak Keyzro.
"Emang lo bego! Lo tau kan dia baru aja kehilangan suaminya, biarpun dia nikah tanpa cinta tetap aja itu suaminya Keyz, pasti ada rasa kehilangan dalam hatinya! Gitu aja nggak paham lo! Seharusnya lo hibur dia, kan bisa menarik perhatian dia, kalau lo tuh pria yang dewasa, sampai sini paham?" Kata Dian memberi petuah.
"Hm...thanks bro!" Ucap Keyzro manggut-manggut.
Dian menepuk kening geram.
Saat Keyzro hendak menghampiri Merry nampak seorang pria tengah berbicara dengan Merry, dimana dari raut wajah Merry nampak tak senang, membuat Keyzro mengepalkan tangan menahan marah.
"Baru nikah tiga hari laki lo udah mati! Emang bener kan lo perempuan pembawa sial!" Kata seorang pria berperawakan kurus pada Merry yang terdiam menunduk.
"Huff...gue nggak mau lo buat keributan ya! Suami gue baru aja meninggal, jangan sampai gue marah! Habis lo nanti sama gue!" Merry mengeram marah.
"Cih... sombong lo! Kaya juga paling hasil tidur sama om-om! Lo kan turunan pelacur!" Sahut si pria tadi.
Bugghhhh...
Sebuah tinjuan tempat mengenai rahang pria tadi, dimana tinjuan itu bukan berasal dari Keyzro melainkan dari Jhony kakak kandung Merry.
"Jadi kau mantan suami adikku? Hahh! Pantas saja adikku menceraikan mu, rupanya kau pria bermulut kotor!" Kata Jhony sembari mengelap tangan kanannya dengan menggunakan sapu tangan karena merasa jijik.
__ADS_1
"Sialan!" Sentak pria tadi sembari berdiri hendak memukul Jhony akan tetapi tidak sampai karena tinggi badan mereka berdua sangat berbeda.
"Sekali lagi kau buat ulah! Akan ku kirim kau ke neraka!" Kata Bright menodongkan pistol ke arah kening pria yang menghina Merry.
"Tunggu aja! Gue pasti laporin kalian semua ke polisi!" Ancam pria tadi yang merupakan mantan suami Merry.
"Silahkan! Lo pikir bisa nangkap keluarga Scott? Mimpi!" Keyzro menyahuti perkataan mantan suami Merry sembari melangkah maju.
"Gue terima kasih karena lo udah sia-sia kan wanita baik plus tajir seperti Merry" Keyzro memeluk bahu kanan Merry.
Merry menoleh pada Keyzro kemudian ia menyembunyikan wajahnya pada dada bidang milik Keyzro.
"Hiks...hiks...hiks...hiks..." Merry kembali terisak di pelukan Keyzro.
"Stt..ada aku...hm..." Keyzro mengeratkan pelukannya.
"Cuih...yakin lo perempuan model jablay kayak gini perempuan baik-baik?" Si pria membuang ludah sebelum mengatakan perkataan yang menyakitkan hati.
Keyzro menatap tajam pria itu kemudian ia menarik kerah kemeja pria itu lalu membantingnya keluar.
"Hehehe...lo liat aja, dia selain jablay juga perempuan setan yang membawa kesialan!" Kekeh mantan suami Merry sembari beranjak berdiri.
Tanpa ancang-ancang Keyzro berputar delapan puluh derajat dan...melayangkan sebuah tendangan indah di kepala mantan suami Merry sampai ia kembali tersungkur.
"Lo kalau mau menghina orang sebaiknya lo ngaca banyak-banyak! Paham!!! Cuihhh..." Keyzro meludahi mantan suami Merry.
"Anj**9!!! Mentang-mentang lo tinggi, lo kira gue takut sama lo! Sini lo!!!" Tantang mantan suami Merry sembari mengepalkan tinju layaknya hendak bertarung.
Tidak sempat ada baku hantam antara Keyzro dan mantan suami Merry, karena Georgio keburu menembakkan tembakan peringatan, tembakan itu ia arahkan pada kaki mantan suami Merry namun tak sampai mengenainya.
Dorrrr
"Cukup berlagak sok hebat kau pria hina! Kasihan sekali cucu-cucu ku memiliki ayah bermulut kotor seperti dirimu! Enyah kau dari hadapanku, sebelum peluru berikutnya bersarang di kepala mu yang kosong itu!" Kecam Georgio geram.
"Sialan!" Maki mantan suami Merry kemudian ia pergi.
__ADS_1
"Thanks uncle..." ucap Keyzro.
"Huff... seperti apa kehidupan putri ku saat menikah dengannya?" Keluh Georgio mendesah lirih.
"Hm...jika aku menceritakan semuanya pasti kau tak akan sanggup uncle" kata Keyzro.
"Snfff...aku ayah yang buruk! Hiks..." berlinangan air mata wajah tua Georgio karena rasa bersalah sudah membiarkan putri nya menderita selama berpuluh-puluh tahun.
"Sudah uncle... lebih baik kita temui Merry..." kata Keyzro merangkul bahu kiri Georgio.
Di Bandara Internasional Soekarno Hatta sudah terparkir pesawat pribadi milik Charles Veth, rombongan keluarga Merry dan yang lainnya masuk ke dalam pesawat, ada yang mengiris hati disini, Merry meminta jasad sang suami untuk di keluarkan dari dalam peti, ia meminta jasad Charles dipindahkan ke kamar kabin pesawat, dan...inilah hasilnya, ia berbaring di samping jenazah sang suami, sudah kering air matanya hanya memandangi kain kafan putih saja, tak ada ketakutan sama sekali dalam dirinya, ia terus saja membelai sayang wajah suaminya itu dari balik kain kafan yang tertutup.
Flashback on
"Dad...aku mau tidur bersama suami ku untuk yang terakhir kalinya, jadi ku mohon pindahkan ia ke kamar kabin ya..." pinta Merry menatap sendu peti jenazah sang suami.
"Baik...tunggu sebentar ya nak..." sahut Georgio kemudian meminta Bright dan Jhony memindahkan jasad Charles dari dalam peti.
Flashback off
Semua orang termasuk keempat anak-anaknya Merry menatap sedih, Merry yang berbaring di samping jenazah suaminya, Reynata putri pertama Merry tak kuasa menahan tangis melihat kondisi sang ibu yang amat menyedihkan. Terpukul atas kepergian seorang pria yang baru tiga hari menjadi ayah nya membuat Reynata sangat sedih.
"Padahal papa Charles pria yang sangat baik...kenapa umurnya pendek sekali...hiks..." gumam Reynata.
"Sabar sayang..." Eva mengusap lembut lengan kanan Reynata yang ia rangkul.
"Oma tau kan? Mama tulus sama papa Charles, walaupun mama nggak cinta tapi mama tulus sama papa, oma...hiks..." kata Reynata berkaca-kaca.
"Hm...oma tau dan semua orang juga tau seberapa tulusnya hati mama kamu..." sahut Eva.
***
**
*
__ADS_1
See you next chapter...ðŸ˜