
"Siapa yang lamban sayang?" Sapa suara pria dari arah belakang gadis kecil.
"Wah...uncle handsome...really miss you..." gadis kecil berlari memeluk pria yang ia panggil Uncle Handsome.
"Ingat ya...uncle Vero punya aunty Inez...hehehe"
Inez Asisten pribadi Merry.
"Uncle...aunty...hiks" rengek gadis kecil.
"Iya...memang uncle hanya aunty sekarang...apalagi di dalam perut aunty ada anak uncle...Gha-eun mengerti kan?" Senyum kecil terbit di bibir Vero Jensen Dison yang kini sudah menjadi suami dari Cut Inez Syahrini.
"Wah...beneran uncle...yeahhh...Gha-eun punya dedek...hehehe!" Seru gadis kecil yang bernama lengkap Kim Gha-eun Scott.
"Kamu nggak mau punya adik dari mama?" Tanya Inez.
"No...i have two sister's and two brother's, just enough for me..." sahut Gha-eun sembari melangkah cepat memeluk kaki Reynata anak pertama Merry Reynata.
"Oeni...Oeni cukup aku aja ya adiknya...ya...ya...ya..." celoteh Gha-eun.
"Hm...iya...cukup kamu aja udah buat Rey Oeni pusing apalagi ada lagi...ishh...kasihan Oeni" sahut Rasya menggunakan bahasa Korea.
"Oppa!!! Iihhhh..." Gha-eun cemberut.
"Oppa...jangan ganggu adiknya dong..." tegur Rayni.
"Habisnya seru kak...he he he" kikik Rasya.
"Rasya...stop okay...kasihan Gha-eun..." Rasyid datang langsung membawa Gha-eun ke gendongannya.
"Rasyid oppa...Rasya oppa nakal...hiks" adu Gha-eun.
"Cup cup jangan nangis lagi ya...kan masih ada Rasyid oppa yang tidak pernah lagi godain kamu..." hibur Rasyid menoel ujung hidung Gha-eun.
Penasaran kan? Kapan Vero dan Inez menikah? Terus stay di novel ku ini ya guys...
Kembali pada Gha-eun yang masih merengek manja dengan sang kakak tiri, ia memeluk ceruk leher Rasyid erat sembari menangis.
"Rasya oppa jahat hiks hiks hiks" tangis Gha-eun.
"Ssttt...maafin Rasya oppa ya...sini sama oppa..." hibur Rasya meraih Gha-eun dari gendongan Rasyid.
"Oppa nggak sayang Gha-eun...hiks" kata Gha-eun.
"Oppa bercanda sayang...mihane" ucap Rasya menepuk-nepuk punggung Gha-eun.
__ADS_1
"Janji jangan nakal lagi!" Gha-eun mengacungkan jari kelingking.
"Iya sayang..." sahut Rasya mengamit jari kelingking sang adik tiri.
Semua orang yang melihat kebersamaan Gha-eun dan keempat anak-anaknya Merry memandang penuh rasa haru, meskipun ayah dari Gha-eun sudah membuat ibu mereka kecewa serta sempat terpuruk akan tetapi tidak menyisakan rasa dendam di hati mereka untuk adik tirinya. Mereka tetap menyayangi Gha-eun dengan sepenuh hati.
Malam harinya di manssion mewah yang sudah direnovasi ulang di dalam maupun bagian luarnya. Kini sedang ada pesta besar-besaran, dimana Merry mengundang hampir semua kolega bisnisnya. Sempat terpuruk karena kembali mengalami pil pahit kehidupan rumah tangga. Ia bangkit kembali dengan tekad yang lebih kuat lagi. Dimana kini ia melebarkan sayap ke dunia fashion dan juga sebagai seorang produser. Ia menjadi produser di film pertama Hamif setelah sekian lama ia memutuskan pensiun sementara.
"Terima kasih atas kedatangan para investor pada acara malam ini...saya MK sangat berterima kasih atas apresiasi dan juga dukungan kalian semua...selamat menikmati pestanya...hm..." ucap Merry menggunakan bahasa Inggris.
Setelah mengucapkan kata sambutan, ia kembali mendampingi Almost untuk menemui beberapa koleganya. Dimana dari beberapa orang itu memang ada yang begitu akrab dengan Merry layaknya keluarga sendiri.
"Paman Zackly...tidak ku sangka kau mau terbang jauh-jauh kesini hanya untuk memenuhi undanganku!" Seru Merry memeluk sekilas Zackly ayah dari Thomas sahabat karibnya.
"Tentu saja sayang...kau adalah malaikat kami...muach..." sahut Zackly mengecup singkat kening Merry.
"Wah...thanks uncle..." Merry menyunggingkan senyuman tipis.
"Uncle...please...she my gril...okay..." protes Almost memeluk bahu kanan Merry sangat posesif.
"Wait...she my nephew!" Zackly tak mau kalah langsung memeluk tubuh Merry dari samping.
"Oh my my my...uncle...grandfa, you all...ohh...really bad..." kata Gha-eun menggelengkan kepala seraya tangan kanan berada di kepalanya.
"Hahahahaa...cucu grandfa...pandai sekali..." tawa Zackly seketika pecah.
"Permisi..." ucap suara pria dari arah belakang Merry.
"Sean!!!" Merry memekik kegirangan langsung melesat memeluk Sean amat sangat erat.
Dua pasang mata beradu pandang, nampak sekali dari sorot mata keduanya kebahagiaan yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Setelah Merry menikah dengan Keyzro, Sean menghilang bak ditelan bumi, tidak ada komunikasi sama sekali antara keduanya dalam kurung waktu yang sangat lama. Sampai dimana Sean mendapat kabar jika Merry depresi hebat kala ia tinggal di manssion Bright. Barulah ia muncul di hadapan Merry, ia yang selalu setia berada di sisi Merry pada saat itu, meskipun Bright juga berada disana akan tetapi Sean lah yang mampu membangkitkan semangat Merry kembali ke kehidupannya. Ia yang memberikan kekuatan untuk Merry agar bangkit dan tidak lagi rapuh dengan keadaannya. Semua itu ia lakukan lantaran rasa bersalahnya terhadap Merry, ia tahu jika Merry pun sudah mengetahui identitas wanita yang menjadi perusak rumah tangganya akan tetapi ia masih saja bisa bersikap baik terhadap Sean bahkan membiarkan Gha-eun sang putri menganggap Sean sebagai pengganti ayahnya.
"Dia siapa?" Tanya Almost mengkerutkan kedua alisnya.
"Dia Sean...anak dari mantan musuh Scott..." jawab Zackly tersenyum memandangi wajah sang keponakan.
"Kamu datang...aku rindu kamu..." ucap Merry tersenyum sumringah.
"Aku sudah sering mengatakan ini kan? Aku akan selalu ada untukmu...selalu dengan cinta yang ada di hati ku ini..." sahut Sean menyibak rambut panjang Merry ke belakang telinga.
"Hm...terima kasih Sean..." Merry kembali memeluk Sean.
"Mom...i am here..." kata Gha-eun menekuk wajah cemberut.
"Ya Allah...putri mama cemburu kah?" Merry menggendong Gha-eun kemudian mencium kening putri kecilnya.
__ADS_1
"Hai sayang...apa kabar?" Sapa Sean.
"I am good dad...and you?" Sahut Gha-eun tersenyum manis.
"Gha-eun...panggil uncle Sean...bukan daddy..." kata Merry.
"Tidak...dia ayahku mom..." sahut Gha-eun.
"Dia bukan ayah kamu sayang...dia paman kamu..." Merry membelai sayang kepala Gha-eun.
"Kalau dia bukan ayahku...siapa ayahku? Dimana dia? Kenapa dia belum muncul juga?" Tanya Gha-eun berkaca-kaca.
"Dia..." Merry melirik ke arah keempat anak-anaknya.
Seakan mengerti arti lirikan sang ibu, Rasyid langsung maju ke depan mengambil alih Gha-eun dari gendongan sang ibu.
"Oppa...mana ayah Gha-eun?" Gha-eun menangis sesegukan memeluk ceruk leher Rasyid.
Rasyid menelan slavinanya kasar, bulir mutiara bening membasahi wajahnya yang kini terlihat lebih dewasa.
"Huff...Gha-eun...ada oppa...mama...oeni...cukup kan buat Gha-eun...ayah Gha-eun sibuk bekerja, jika ia sudah selesai dengan pekerjaannya, ia pasti akan menemui Gha-eun...mengerti kan maksud oppa???" Tutur Rasyid lembut membelai sayang rambut panjang adik kecilnya.
"Ck...si sialan itu!" Maki Rasya murka sembari menitikan air mata kemarahan.
"Rasya...dia ayah Gha-eun yang berarti ayah kita juga...yang terjadi pada mama dan papa Keyz...itu urusan mereka bukan urusan kita...jangan menyimpan dendam Sya..." kata Rayni membelai punggung Rasya.
"Sampai mati pun aku tidak akan pernah memaafkan bajin9an sialan itu!" Sahut Rasya berjalan cepat keluar dari kerumunan pesta.
Selesai pesta meriah dengan keharuan di dalam keluarga Merry. Kini Reynata merenung di balkon kamarnya, ia menatap langit malam yang sedikit dihiasi bintang dan redupnya cahaya bulan. Ia teringat terus akan pertanyaan Gha-eun, tanpa ia sadari ada yang terasa hangat membasahi kedua pipinya.
"Kamu belum tidur sayang?"
Reynata menoleh ke belakang.
"Mama tanya kok nggak jawab sih sayang?" Merry merengkuh tubuh putrinya ke dalam dekapannya.
"Hu hu hu hu hiks...hiks...hiks hiks hiks hiks...hu hu hu hu..." Reynata menangis mencengkram gaun tidur Merry.
"Sst...kenapa nangis? Hm..." Merry menangkup wajah putrinya memiringkan sedikit kepala ia hiasi bibirnya dengan senyuman tipis.
"Maafin Rey mah...maaf karena Rey belum bisa kasih apa-apa ke mama...hiks hiks hiks...bahkan Rey udah nggak punya waktu buat dengerin curhatan mama..." ucap Reynata lirih.
"Hm...kamu ini ya sayang..." Merry tersenyum dalam tangisan tanpa suara.
"Jujur...aku masih sayang kamu oppa..." ucap Merry dalam hati sembari berlalu keluar dari kamar Reynata.
__ADS_1
"Aku merindukanmu...Myzro..." ucap Keyzro di depan gerbang Manssion.
To be countinue...