
Seminggu yang lalu...
"Kau ingat ini baik-baik!!! Jangan pernah putramu mendekati sepupuku lagi! Atau aku akan membuatmu harus melakukan acara pemakaman untuk putramu yang bodoh ini!!!" Ancam Thomas lalu pergi dari Hotel tempat Kim Mi Rae menginap.
"Min-Hyuk...ibu mohon...menikahlah dengan Lee Yoo Na...ya...jangan membuat masalah baru" bujuk Mi-Rae.
"Baik bu..." sahut Keyzro menunduk pasrah.
"Oppa...pikirkan sekali lagi..." pinta YooNa.
"Aku sudah tidak bisa kembali pada Myzro...kau tahu dia...bukan wanita yang akan menerima kembali seorang pria yang meninggalkannya..." ungkap Keyzro lirih.
"Oppa..." desis YooNa.
Dalam kisah cinta Myzro dan Kimmy lika-liku yang mereka hadapi bukan sekedar restu saja melainkan kebekuan hati Merry yang sekarang ini jauh lebih beku dari sebelumnya, sering mengalami pengkhianatan membuat hatinya yang beku menjadi semakin beku dan dingin.
Terbukti sampai detik ini baik Vero maupun pria yang lain belum bisa meluluhkan hati Merry. Bahkan Vero yang sudah mempertaruhkan nyawanya menyelamatkan Merry dari sarang Smith saja tidak mampu meraih hati Merry.
"Mer...sudah siap?" Tanya Vero tersenyum meraih kedua tangan Merry.
"Hm..." dengan mengangguk Merry berusaha untuk berdiri.
Sudah tiga bulan Merry menjalani terapi berjalan, seakan keajaiban sedang berlaku sudah tiga bulan ini ia merasakan getaran di kedua kakinya. Dan...ajaibnya kata Dokter yang menangani Merry, kemungkinan besar ia akan bisa berjalan lagi.
"Ayo!!! Kamu pasti bisa!!!" Seru Vero menyemangati Merry.
"Iya...ishhh..." Merry berdiri masih dibantu oleh Vero.
"Aku lepas ya...pegang kesini..." Vero menaruh kedua tangan Merry pada besi penyanggah terapi berjalan.
Sesekali meringis Merry terus mencoba berjalan, satu...dua...langkah mampu Merry gerakan kakinya berjalan maju.
"Bagus!!!" Seru seorang perawat wanita tersenyum senang.
"Hufff...hahhh...pasti bi..ii...ss...s..aaa!!!" Ucap Merry.
Setelah berlatih lebih dari satu jam Merry akhirnya beristirahat di bangsalnya.
"Kamu sudah berusaha Mer...pasti bisa jalan lagi!" Vero mengepalkan tangan memberi semangat.
"Iya..." Merry mengangguk cepat.
***Tok
Tok
Tok***
Suara ketukan pintu mengarahkan ekor mata Vero dan Merry pada pintu bangsal.
"Hai Mer..." sapa seorang pria pada Merry.
"Darrel!!!" Pekik Merry kegirangan.
Darrel berjalan cepat mendekat, kemudian ia menggenggam tangan kanan Merry lalu mengecupnya."Syukurlah kamu masih selalu bersemangat...ada kami Mer...jangan putus asa ya..." ucapnya.
"Hehehe...enggak apa-apa putus asa asal jangan putus makan...bisa metong gue...hehehe" celetuk Merry tertawa.
"Dasar kamu ya..." Darrel mencubit gemas hidung mungil Merry.
Vero turut menyunggingkan senyum di bibirnya, mendapati banyak sekali orang-orang yang peduli pada Merry, ia pun merasa sangat bahagia, memang Merry selalu ramah pada semua orang, bahkan pada Bara yang membuat ia menderita kala itu, ia masih bisa meminta pengampunan pada Vero untuk Bara. Alhasil hanya putri Pengusaha itu saja yang tewas dipenjara sedangkan Bara masih bernafas disana.
"Habis ini kita jalani pemeriksaan rutin ya bu Reynata..." ucap seorang suster cantik pada Merry dengan senyuman lebar ia membantu Merry duduk di kursi rodanya.
"Iya suster...makasih..." sahut Merry.
Dokter yang memeriksa keadaan kaki Merry, ia tersenyum tipis menoleh pada Merry yang menatap penuh harap.
"Bagus...nona Merry...kamu akan segera sembuh!" Seru sang Dokter tampan.
"Yang benar??? Dokter Gibran enggak bohong kan???" Merry memekik kegirangan.
"Hm...coba kamu rasakan titik saraf disini!" Titah Dokter tampan Gibran sembari menekan bagian kaki bawah letaknya di bawah dengkul.
"Ishhh...sakit..." desis Merry memejamkan kedua mata.
"Bagus! Kamu merasakan rasa sakitnya, berarti kemungkinan sembuh akan semakin besar" ujar Gibran.
"Wahhh...terima kasih banyak Dok...hmm..." Merry tersenyum harap menatap kedua kakinya.
__ADS_1
"Oh ya...lain kali kalau mau terapi, jangan bawa-bawa bodyguard dong!" Bisik Dokter Gibran.
"Eh..." Merry memiringkan kepala ke sisi kiri.
"Ishhh...imut banget sih!" Dokter Gibran mencubit gemas kedua pipi Merry.
Brakkkk
Suara pintu terbuka mengarahkan padangan Gibran dan Merry pada pintu ruangan Dokter Gibran.
"Bagus ya...ngakunya sibuk, sibuk sama janda gatel ini ya!" Sentak seorang gadis cantik bertolak pinggang menatap tajam ke arah Merry yang berbaring di atas bed hospital.
"Shireen...apa-apaan sih kamu!" Dokter Gibran berdiri dari duduknya menghampiri gadis cantik yang tengah merajuk.
"Kamu yang apa-apaan! Telpon aku enggak kamu jawab, chat aku juga kamu abaikan! Aku calon istri kamu Bran!!"
"Shireen!!!" Bentak Gibran kesal.
"Kamu bentak aku gara-gara janda gatel ini hahhhh!!!" Sang gadis cantik bernama Shireena itu berteriak kencang memaki Merry.
"Dih..." Merry mengangkat kedua bahu tak peduli.
"Dia itu pasien aku! Tolong kamu yang sopan!" Teguran keras diberikan oleh Gibran mendelik geram.
"Pasien apa yang sering kamu kirimkan chat setiap malam hah!!!"
"Kamu sadap hp aku???" Gibran mencengkram kuat lengan kanan Shireena.
"Ssaakkkitttt...Brannn!!!" Shireena memekik kesakitan.
"Ambil ini! Aku batalkan pernikahan kita!" Gibran membuka cicin tunangannya lalu memberikannya ke tangan kiri Shireena.
"Bran...bukan begitu...aku...snff..." gugup Shireena berlinangan air mata.
"Cukup! Kamu boleh pergi!" Gibran menarik Shireena keluar dari ruangannya.
"Ini apaan sih??? Kenapa jadi ngerasa bersalah ya gue???" Batin Merry.
"Maaf ya...kita teruskan pemeriksaannya" ucap Gibran duduk kembali di sisi kanan bed hospital.
"Gibran...tunangan kamu...dia..."
"Eh...iya...enggak apa-apa kok" Merry menarik cepat tangannya.
"Pantas saja Vero tergila-gila sama kamu Mer...bahkan ketampananku tak mampu menggoyahkan hatimu..." batin Gibran.
Selesai pemeriksaan rutin, Vero membawa Merry kembali pulang ke rumahnya, sedangkan Darrel sudah pamit lebih dulu karena ada jadwal pemotretan untuk sebuah sampul majalah.
***
***
**
*
Setahun kemudian...
"Jangan menatapku...menongaklah..." titah suara lembut dari bibir seksi seorang Merry Reynata.
"Ck...pelit!" Darrel menggerutu sebal.
"Hm..." Merry geleng-geleng kepala."Gue udah jinjit aja susah masangin dasi di leher lo! Jadi jangan bikin gue geer dengan lo natap gue!"
"Loh...kok rubah lagi sih Mer...kan kita udah sepakat, jangan pakai lo gue!" Rengek Darrel.
"Lagian lo...eh...kamu juga sih..." sahut Merry memblushing.
"Cieeee...pipi kamu kok merah sih..." ledek Darrel membelai pipi kanan Merry.
"Ck...Darrel!" Merry menepis tangan kanan Darrel.
"Hmm...aku harap kamu mau buka hatimu untuk aku Mer..." batin Darrel.
Beberapa bulan yang lalu Merry sudah sembuh total, kini ia bisa berjalan kembali, setelah panjang masa terapi dan pengobatan yang ia jalani akhirnya semua yang sudah ia upayakan membuahkan hasil yang baik. Kini ia tidak lagi duduk di kursi roda. Ia berjalan dengan kedua kakinya sendiri.
Baru sekitar enam bulan Merry menjadi Asisten Darrel, semua atas permintaan dari Hernandez ibu dari Darrel, sudah sering Hernandez memberikan Asisten untuk putranya itu tapi selalu saja tidak pernah bertahan lebih dari dua minggu. Itu semua karena Darrel memang enggan memakai Asisten, pikirnya cukup Managernya Mitha yang membantunya, ia tidak membutuhkan Asisten lagi karena Mitha sendiri adalah kakak sepupunya jadi memang Darrel tidak terbiasa dengan orang asing.
"Aku naik ke atas panggung dulu ya...kamu istirahat...jangan kerja apa-apa! Paham!!!" Kata Darrel memberi ultimatum di akhir kalimat.
__ADS_1
"Iya bawel!" Merry memutar bola mata malas.
Darrel pun naik ke atas panggung untuk acara penghargaan yang selalu diadakan setiap satu tahun sekali, yaitu penghargaan FESTIVAL FILM INDONESIA. Sebuah microphon sudah berada di tangan kanan Darrel, ia mulai membawakan acara.
"Selamat malam semuanya...sehat semua kan??? Hehehe..." kata Darrel dengan candaan renyah ia tersenyum ke arah para hadirin yang hadir di acara tersebut.
"Rel...nominasi aktor kali ini ada aktor yang udah setahun enggak kelihatan batang hidungnya nih...kamu tau kan siapa dia?" Timpal seorang host wanita pada Darrel.
"Oh...iya pasti...aku tau orangnya siapa?" Sahut Darrel dengan senyum terpaksa."Ngomong-ngomong Melodi...kita langsung aja ya...kita langsung aja baca nominasi aktor pendatang baru terbaik, gimana?"
"Boleh tuh...aku juga penasaran!" Sahut host wanita Melodi pada Darrel.
"Dan...nominasinya adalah!" Seru Darrel.
Sebuah layar monitor sangat lebar memuat wajah semua nominasi yang tadi disebutkan oleh Darrel.
"Yuk kita buka!" Melodi membuka amplop merah hati yang di dalamnya ada nama aktor yang akan menjadi pemenang nominasi.
Darrel mengangguk tersenyum hangat.
"Peraih nominasi aktor pendatang baru terbaik adalah..." ucapan Melodi tergantung oleh musik yang sering kita dengar dalam acara seperti ini.
Jeng Jeng Jeng
"Peraih nominasi aktor pendatang baru terbaik adalah...Keyzro Erdigo Guelinez dalam judul Film Sampul Cinta Segitiga!!!" Melodi berteriak di akhir kalimat.
Prok Prok Prok
Suara tepukan tangan riuh menggemah meriah, semua para hadirin saling memandang satu sama lain. Bahwasannya tidak nampak Keyzro hadir di dalam acara tersebut.
"Baiklah...mungkin bisa diwakilkan oleh..."
"Tunggu!!!" Seru suara berat dari arah belakang deretan para aktor dan aktris.
***Tap
Tap
Tap***
Darrel membulatkan kedua bola matanya begitu sosok itu naik ke atas kodium.
"Ini..." Melodi membungkuk hormat memberikan sebuah piala emas pada seorang pria yang naik ke atas kodium.
"Terima kasih..." ucap pria itu tersenyum tipis.
"Sama-sama..." sahut Melodi.
Sementara di belakang panggung Merry terperosok ke dinginnya lantai melihat pria yang ada di atas kodium itu.
"Mer..." panggil seorang pria berlari kecil menghampiri Merry.
"Vero...aku..." Merry menoleh ke belakang.
"Bangun Mer...aku bantu..." kata Vero seraya membantu Merry untuk berdiri.
"Merry..." desis Darrel bercucuran keringat langsung menarik Merry ke dalam dekapannya.
"Myzro..." panggilan lirih datang dari bibir tipis Keyzro yang berdiri di belakang Darrel yang mendekap Merry.
"Rel...aku mau...pulang..." Merry mencengkram kuat jas mahal Darrel.
"Hmm...Ver...lo bawa mobil gue!"
"Okay..." sahut Vero.
"Myzro..." Keyzro menghadang langkah Darrel.
"Hyung...please...don't bother she first..." ujar Darrel melangkah pergi.
"Myzro...너무 보고 싶어 (Neomu Bogosipeo)"{Aku sangat merindukanmu} gumam Keyzro mengepalkan tangan kanannya.
****
***
**
*
__ADS_1
Stay terus ya guys...see you next episode...😘