
Kisah perjalanan cinta Merry dan Keyzro masih belum menemukan titik temu sampai detik ini dikarenakan hanya satu pihak saja yang memiliki keinginan kuat untuk memperjuangkan kisah cinta ini, keinginan kuat dari Keyzro saja tidak akan bisa membuat kisah cinta ini berlabuh di pelaminan.
Kisah cinta Myzro and Kymy disertai rahasia besar tentang siapa sebenarnya Merry Reynata, siapakah ia sehingga bisa menjadi seorang putri di kerajaan mafia Internasional?
Di balik peristiwa buruk yang menimpa Merry Reynata kali ini terselip pula sebuah rahasia yang mau tidak mau harus dibongkar habis oleh yang bersangkutan yaitu Georgio kepada Merry putri kandungnya.
Kini tangan rentah milik Georgio menggenggam erat sebelah tangan Merry yang masih terbaring tak sadarkan diri.
Bulir-bulir mutiara bening menyeruak tanpa permisi menyisakan rasa sesak di dada Georgio melihat keadaan sang putri yang lagi dan lagi harus mengalami kejadian buruk, ini bukan kali pertama Merry menjadi target kejahatan musuh-musuhnya Georgio, jika saja ia lebih berani mengungkapkan kebenaran pada sang putri, mungkin saja Merry akan lebih waspada dan mawas diri. Ia terlalu takut jika Merry mengetahui kebenaran ini ia akan membencinya, karena terlalu lama Georgio menyadari jika anak kecil yang ia bawa kembali ke rumahnya tiga puluh lima tahun yang lalu bukanlah putri kandungnya.
Terlebih lagi Georgio mengetahui bahwa selama ini sang putri menjalani kehidupan penuh dengan penderitaan. Dari mulai putus sekolah, harus bekerja di usia sangat dini untuk menghidupi keluarganya dan ditambah menikahi seorang pria brengsek.
"Baru melihat kejadian seperti itu saja putriku sudah sangat ketakutan...bagaimana bisa aku memintanya berlatih di camp The Blodd of Black???" Lirihnya dalam hati.
"Permintaan dari bibi Briana mungkin bisa kita lakukan dad...tapi kita harus menggatakan kebenarannya pada Merry..." Jhony menepuk pelan bahu kanan sang ayah.
"Tapi kau tau bukan? Jika ia sudah memiliki tambatan hati?" Georgio berdesis lirih.
"Tapi dad...kau tau jika itu permintaan terakhir dari bibi Briana, bagaimana bisa kita mengabaikan perasaan orang yang sudah meninggal?" Kata Jhony memandangi wajah adiknya yang terlihat pucat.
"Charles sudah tau jika ibunya sudah tiada?" Tanya Georgio.
Jhony mengangguk seraya berkata."Sudah...karena itu ia merasa jika keinginan ibunya sama dengan keinginannya saat ini, lagi pula Charles mengidap penyakit kanker, tidak akan lama lagi ia pun akan menyusul ibunya dad..."
"Lantas? Apa yang harus kita lakukan agar Keyra mau menikah dengannya?"
"Ceritakan siapa ia sebenarnya dad...hanya itu satu-satunya cara agar Keyra kita bisa menerima perjodohan ini..."
"Eugh..."
Suara lenguhan Merry menyadarkan perdebatan sengit bapak dan anak ini, mereka berdua pun spotan saja menoleh pada Merry yang sedikit demi sedikit mulai membuka mata.
"Nak...kau sudah sadar..." Georgio membelai pucuk kepala Merry dengan lembut kembali ia bertanya."Apa yang kamu rasakan sekarang sayang?"
"Mr.Scott???" Cicit Merry mengkerutkan kening menatap nanar wajah keriput milik Georgio.
"Daddy...panggil aku daddy..." pinta Georgio lirih.
"Hahh!!!" Pekik Merry.
"Iya...aku adalah ayah kandung mu nak...maaf atas apa yang sudah kamu alami selama ini...sumpah demi nama Tuhan...aku sangat menyesal karena baru bisa menemukanmu setelah sekian lama...hiks..." ungkap Goergio lirih.
"M..m...ma...kkk...ss...uddd andaaa???" Merry yang sudah pulih kesadarannya segera beranjak dari baringnya begitu mendengar penuturan dari mulut Goergio Scott.
"Adikku...itu benar...kejadiannya sudah sangat lama, kami baru mengetahui jika anak perempuan yang dulu daddy bawa bukanlah dirimu adikku, anak perempuan itu kecelakaan dan setelah kami mengecek kecocokan DNA ternyata ia bukanlah putri daddy, begitulah kira-kira singkat cerita, aku dan daddy mencari tau informasi tentang dirimu berdasarkan wajah kalian berdua yang hampir tidak ada perbedaannya, begitulah perjalanan kami sehingga bisa menemukan mu..." Jhony menggenggam kedua tangan Merry, ia menceritakan kebenaran sembari bercucuran air mata.
Merry terdiam tak merespon apa yang diceritakan oleh Jhony padanya, di dalam hatinya kini terselip sedikit kekecewaan, bagaimana pun juga ia hanyalah manusia biasa yang bisa saja merasa kecewa dan sakit hati.
__ADS_1
"Katakan sesuatu nak...apa kamu bisa menerima kami? Kami...-" Georgio hendak menaruh tangannya di atas tangan Jhony yang menggenggam tangan Merry akan tetapi segera ditepis oleh Merry."Nak..." cicit nya kemudian.
"Kemana saja kalian? Saat aku diejek oleh teman-teman ku karena tak mampu membeli buku sekolah? Kemana kalian saat aku harus putus sekolah karena kekurangan uang? Hiks...kemana kalian saat lelaki brengsek itu menganiaya ku sepanjang pernikahan? Kemana saja kalian saat mertua ku menuduhku mencuri? Kalian kemanaaaaaa? Hiks...hiks...hu...hu..." Merry berteriak di akhir kalimat meluapkan kekecewaan yang ada.
"Keyra..." desis Jhony lirih menoleh pada Georgio yang kehilangan kata-kata.
"Hiks...aku menderita selama ini...hiks...tiga puluh tahun selama hidup ku, banyak sekali kesedihan yang harus aku lalui seorang diri...hiks... hiks...hiks..."
Mendengar tangisan pilu sang putri, Georgio segera merengkuhnya dalam pelukan, ia memeluk erat tubuh Merry yang bergetar hebat karena menangis.
"Lepas! Aku tidak butuh kalian! Kalian pergi saja! Tinggalkan aku sendiri! Hiks... seperti dulu...hiks...hiks..."
Dengan marah Merry mendorong Georgio sampai hampir saja terjatuh. Beruntung sepasang tangan kekar menangkap tubuh rentahnya.
"Charles???" Jhony beranjak dari tempatnya menghampiri Charles.
"Apa kau sudah baik-baik saja?" Tanya Jhony menggunakan bahasa Perancis.
Charles mengangguk."Aku ingin bicara empat mata dengan Queen..." ucapnya.
Jhony dan Georgio mengangguk lalu kemudian mereka berdua keluar dari BANGSAL.
Merry masih menangis tanpa suara, sekarang ini perasaannya tak menentu, antara bahagia juga kecewa bersamaan menyeruak masuk ke dalam hati kecilnya.
Charles duduk di tepi ****BED**** HOSPITAL, ia menarik lembut pergelangan tangan Merry mendekapnya erat. Charles terus menerus menepuk-nepuk punggung Merry, masih bergetar tubuh Merry saat ini, ia tak mampu menghentikan air mata yang mengalir tanpa permisi.
"Aku akan membahagiakan mu mulai detik ini saat ini aku berjanji akan membuatmu bahagia, sisa umur ku akan ku gunakan untuk membahagiakamu...aku berjanji..." ujar Charles lirih membelai sayang rambut hitam panjang milik Merry.
Siang berganti malam, sudah hampir sepuluh jam Merry tertidur. Ia terbangun langsung menoleh ke sisi kanan, ada Charles yang tertidur pulas. Lemah sapuan tangan Merry membelai pipi kiri Charles.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku bisa tiba-tiba saja menjadi putri seorang mafia?" Ucap Merry sedih.
"Kamu sudah bangun Myzro?"
Merry mengalihkan padangan memandang pintu masuk BANGSAL berdiri disana sosok pria tampan dengan membawa satu kantong plastik berwarna putih.
"Oppa..." cicit Merry.
"Hm...kamu lapar gak?"
"Ngak!"
Kriuuukkkkk...
"Aishh..." Merry tersipu mendengar suara perutnya sendiri.
"Hehehe...imutnya..." kekeh sosok pria tampan itu sembari membuka bungkusan berisi bubur hangat.
__ADS_1
"Vampir itu masih disini?"
"Hm...nama nya Charles oppa! Bukan vampir!"
"Iya...nih...buka mulut kamu...aaa..."
"Aku bisa makan sendiri!" Merry memalingkan wajah ke samping.
"Cepatlah...tangan aku pegel nih...aaa..." rengek Keyzro aktor asal Korea ini terlihat sangat menggemaskan di mata Merry.
"Ishh...dasar...hehe..." Merry terkekeh lalu membuka mulutnya.
Satu suapan masuk ke dalam mulutnya, perlahan-lahan Merry mengunyah makanannya. Keyzro mengembangkan senyum di bibirnya sembari meneruskan suapan demi suapan sampai bubur yang ada di dalam kotak bekal habis tak tersisa.
"Aku keluar dulu ya...beli minum dan makanan buat vampir itu, aku nggak tau dia ada disini" pamit Keyzro setelah selesai merapihkan barang bawaannya.
Sepergian Keyzro, Charles yang ternyata sudah bangun sedari tadi mulai membuka kedua matanya, ia merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, kemudian mengambil selembar tissu dari atas nakas, ia menyeka lembut sudut bibir Merry.
"Masih ada sisa disini...apa dia buta tidak membersihkan bagian ini?" Cerocos Charles membuat Merry tertawa kecil.
"Hehehe...imut juga kamu kalau sedang marah...hehehe"
Charles terhenti sejenak."Kamu sudah tidak takut padaku?"
Merry menggeleng kemudian berkata."Aku hanya shock melihat kekejaman yang ku lihat, kamu seperti monster saat itu..."
"Aku sudah pernah memperingatkan dia agar tidak mengusik mu, jika sampai ia berani menyentuhmu maka aku akan melakukan apa yang aku katakan padanya" sahut Charles menunduk.
"Char...jangan benci ayah kandung mu sendiri... dia melakukan semua itu karena khawatir..."
"Kamu tidak tau dia Queen...dia pria paling kejam...dia pantas mati mengenaskan!" Charles membulat kedua bola mata dengan iringan air mata di dalamnya.
Merry terenyuh mendengar hal itu, ia pun menggenggam tangan kiri Charles memberi kekuatan hati dalam genggaman tangan itu.
"Kamu pria baik Char...kamu berbeda dengan dirinya..." ucap Merry.
"Jika aku pria baik...maukah kau menikah dengan ku???" Charles menampilkan tatapan memohon pada Merry.
"Eh..." Merry sontak saja menarik tangannya.
***
**
*
See you chapter...🤗
__ADS_1