
Pagi menjelang Merry sedang bersiap-siap menemani Vero bertemu klien penting yang menjadi topik pembicaraan kala mereka terbang dari Jakarta ke Paris. Merry mengenakan kemeja berwarna abu-abu tua dengan rok mini tapi tetap memakai stoking senada dengan warna kulitnya.
Ia membiarkan rambut panjangnya tergerai indah, rambut Merry sengaja sudah ia catok menjadi Curly membuat wajah bulatnya terlihat lebih muda dari umurnya.
"Perfect..." gumam Merry melihat penampilannya dari pantulan cermin besar.
Krekkkk...
Merry membuka pintu kamar Hotel tempat semalam ia tertidur pulas.
Gerakan slowmotion pun dimulai, Merry keluar menyibak rambut panjangnya ke belakang punggung membuat orang-orang sekitar yang tak sengaja lewat terpanah akan kecantikan alami yang dimiliki olehnya. Tak terkecuali Vero yang membuka mulutnya melihat penampilan Merry yang memang sangat cantik.
"Tutup mulutmu son!" Tegur Jackson menutup mulut putranya dengan ujung jari telunjuk seraya terkekeh.
"Eh...pak Jackson...udah siap juga ya..." sapa Merry tersenyum ramah.
"Panggil om saja ya..." kata Jackson merangkul akrab bahu kanan Merry.
"Eh...iya om...hehe" sahut Merry tertawa kecil.
Ting...
Suara pintu lift terbuka, Merry mengamit lengan Jackson berjalan keluar area Hotel menuju gedung bertingkat tempat pertemuan berlangsung.
"Hai Mr.Scott...apa kabar?" Sapa Jackson merangkul sekilas pria bule yang memakai jas hitam pekat.
"Baik...bagaimana denganmu?" Sahut Mr.Scott tersenyum tipis.
"Baik..." Jackson membalas senyuman Mr.Scott sembari duduk di kursi ruang rapat.
"Dia..." Mr.Scott menunjuk ke arah Merry.
"Hai...Mr.Scott...saya Asisten pribadi Mr.Jensen" sapa Merry menggunakan bahasa Inggris sebisanya.
"Hai..." cicit Mr.Scott dengan mata berkaca-kaca.
Merry menghampiri Mr.Scott yang duduk jauh di tengah sana."Apa anda baik-baik saja?" Tanya Merry sopan.
"Hmm...baik...snfff..." Mr.Scott menitikan air mata.
"Maaf...anda yakin?" Tanya Merry cemas.
"Iya sayang...aku baik-baik saja...sangat baik setelah melihatmu..." jawab Mr.Scott fokus memandang wajah cantik Merry Reynata.
Merry memutar haluan berdiri di belakang Mr.Scott lalu memijat bahu Mr.Scott.
"Apa sudah merasa lebih baik?" Tanya Merry tersenyum tipis di belakang Mr.Scott.
"Hmmm...sangat baik...hiks..." batin Mr.Scott lirih.
Satu persatu peserta rapat masuk ke dalam ruang rapat, ada sosok yang sangat tidak ingin Merry temui. Benar dugaan Merry, sosok itu langsung berkata kasar begitu melihat wajahnya.
"Sedang apa kau disini? Seorang pembantu di lokasi syuting ikut rapat?" Tegur seorang wanita berparas cantik pada Merry.
"Jaga ucapan anda!" Sentak Jackson meradang.
"Mr.Jackson...apakah anda perlu membawa pembantu ke rapat Perusahaan anda?" Tanya wanita itu memandang remeh pada Merry.
"Duduklah...jangan terlalu banyak bicara nyonya!" Merry menyipitkan mata geram.
"Kau siapa memerintahku?" Bentak wanita itu.
"Nyonya Kim Mi Rae...anda adalah seorang CEO dari Perusahaan besar, apakah anda tidak memiliki nilai etitude yang baik? Sehingga anda selalu meremehkan orang lain..." kata Merry menahan matanya yang pedih menahan tangis.
"Mrs.Kim...anda harap tenang...dia adalah tamu istimewah saya!" Kata Mr.Scott sembari meraih tangan kanan Merry.
Merry menurut berdiri di samping kanan Mr.Scott.
"Cih...dasar janda miskin...semua pria ia goda..." decih Mi-Rae dalam hati.
"Permisi...maaf kami terlambat..." dua orang pria tampan masuk dengan setelan jas berwarna senada.
"Oppa..." desis Merry dalam hati.
__ADS_1
"Kau yang bernama Min-Hyuk?" Tunjuk Mr.Scott pada salah satu dari pria yang baru saja masuk ke dalam ruang rapat.
"Iya...selamat pagi...Mr.Scott..." sahut pria muda membungkuk hormat.
"Myzro..." batin pria yang membungkuk tadi.
Pria yang membungkuk itu tak lain adalah Keyzro Erdigo Guelinez, ia terkejut melihat Merry yang berdiri di samping Mr.Scott.
"Myzro...kamu..." Keyzro hendak melangkah menghampiri Merry namun sayang lengannya sudah ditahan oleh seseorang.
"Oppa mau kemana?" Tanya gadis cantik mengamit mesra lengan kanan Keyzro.
"Aku..." Keyzro menoleh pada Merry yang memalingkan wajahnya.
"Kita mulai rapatnya sekarang!" Ujar Mr.Scott.
Rapat pun dimulai, semua orang memiliki pendapat masing-masing menyuarakan suara mereka, sekitar satu jam lebih empat puluh lima menit rapat pun selesai. Nampak wajah penuh kemenangan di wajah Vero dan Jackson karena mendapat Jackpot di rapat kali ini. Merry turut bahagia dengan keberhasilan Perusahaan milik ayahnya Vero.
"Duh...kamu memang gadis pembawa keberuntungan sayang...terima kasih nak..." Jackson mencium kening Merry sekilas.
"Hei!!! Aku saja belum pernah mencium dia!" Tegur Vero kesal.
"Kalau begitu...cium-lah..." sahut Jackson menepi ke sisi kiri Merry yang masih berdiri di samping mr.Scott.
"Hahahahaa...kamu memang gadis yang cantik..." Mr.Scott tertawa lepas sembari beranjak berdiri, ia memeluk bahu kanan Merry.
"Terima kasih..." ucap Merry memblushing.
"Sial sekali wanita ini!" Batin wanita yang mengamit lengan Keyzro.
"Yoo-Na...kau kembali ke Hotel lebih dulu, aku masih ada urusan" titah Keyzro enggan mengalihkan pandangannya pada Merry yang nampak sangat bahagia jauh di depannya.
"Tidak mau..." rengek wanita yang disebutkan namanya oleh Keyzro.
"Kali ini saja...biarkan aku menyelesaikan masalahku..." kata Keyzro lembut.
"Oppa harus ikut aku balik ke Hotel!" Yoo-Na menarik lengan Keyzro keluar ruang rapat.
"Wajah secantik ini...mampu mendapatkan pria manapun...jangan bersedih hanya karena satu laki-laki yang tidak memperjuangkanmu..." kata Mr.Scott menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
"Hmm..." Merry mengangguk lirih.
"Nae hyeongcheoleom yaghan nom ttaemun-e ulji ma!"(Jangan menangisi pria lemah seperti adikku!) Seorang pria tampan setampan aktor Korea melangkah menghampiri Merry.
"What did you just say? I don't understand Korean"(Apa yang kau katakan barusan? Aku tidak mengerti bahasa Korea) tanya Merry.
"Sorry...sorry that my little brother hurt your heart, he is still too young to make such a difficult choice" (maaf ... maaf adikku menyakiti hatimu, dia masih terlalu muda untuk membuat pilihan yang sulit) kata pria itu tersenyum tipis sembari mengulurkan tangan."My name is Kim Minjun" lanjut pria tampan itu memperkenalkan diri.
"Merry..." balas Merry menyambut ramah uluran tangan dari Kim Minjun.
"I'm also sorry for what my mother said to you earlier..."(Saya juga minta maaf atas perkataan kasar ibu saya pada anda) ucap Minjun.
"It's okay...no problem" sahut Merry.
"Maaf...kau sudah bisa melepaskan tanganmu dari Asisten ku!" Kata Vero menggunakan bahasa Korea yang sedikit agak kasar.
"Hahh...sorry..." Minjun tersentak mundur ke belakang.
"Sudah gila aku terpanah karena dia...wajah biasa saja...biasa saja...wajah dia tidak secantik wanita Korea namun mampu menghipnotis pandanganku..." batin Minjun menjerit meruntuk.
"Kami harus kembali ke Hotel...kami pamit Mr.Scott!" Vero merangkul posesif bahu kanan Merry seraya berpamitan.
"Iya...silahkan..." sahut Mr.Scott menganggukan kepala.
Tiga pria dan satu wanita itu pun keluar dari ruang rapat, mereka berjalan beriringan menuju lift, setibanya di dalam lift, Vero masih enggan melepaskan tangannya dari bahu Merry. Terus menerus menempel seperti perangko kantor pos.(hehehe begitulah kira-kira)
Ting...
Lift mendarat di lantai dasar, Vero masih sangat posesif sampai di dalam mobil pun ia enggan melepaskan Merry dari dekapannya. Jackson nampak sangat bahagia melihat Merry yang tidak melakukan perlawanan yang berarti.
Sekitar satu jam perjalanan mereka tiba di Hotel bintang lima tempat mereka akan menginap untuk seminggu ke depan. Vero mengantar Merry sampai ke depan kamarnya. Sementara Jackson kembali ke kamarnya untuk bersiap pulang ke Jakarta-Indonesia.
"Istirahatlah...jangan menangisi pria itu lagi...ku mohon kak..." kata Vero sedih.
__ADS_1
"Tidak...aku tidak akan pernah menangisi dia lagi...semoga memang aku bisa untuk tidak menangisi dia lagi..." sahut Merry lalu masuk ke dalam kamarnya.
Vero menunduk sedih ia pun masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Merry.
***Zraassss
Zrassss***
Zrasssss***
Suara dari air shower menenangkan diri Keyzro untuk sesaat sebelum akhirnya ada sepasang tangan yang memeluk pinggangnya dari arah belakang.
"Oppa...aku mau jadi milikmu..." bisik suara indah menggoda imron Keyzro yang tidak tertutup sehelai benang pun.
Brughhhh...
Keyzro mendorong kuat Yoo-Na wanita yang menggodanya sampai terbentur ke dinding kamar mandi.
"Oppa..." desis Yoo-Na merasakan sakit di lengan kirinya.
"KELUAR!!!" Keyzro berteriak membentak Yoo-Na.
"Oppa...lihat aku! Bagian mana dari tubuhku ini yang tak sebanding dengan dia? Hahhh!!!" Yoo-Na beranjak dari tempat ia terjatuh berdiri dengan tubuh polos tanpa selembar kain yang menutupi tiap lekuk tubuhnya.
Keyzro terdiam memandangi tubuh Yoo-Na dari atas sampai ke bawah.
"Hm...snfff...hahahahaha..." Keyzro tertawa menyeka kasar air mata yang mengalir samar di pipinya tersamar oleh air dari shower yang mengalir.
"Oppa...aku akan menyerahkan segalanya...hanya untukmu..." kata Yoo-Na sembari melangkah perlahan ia hendak mencium bibir Keyzro.
"Dengarkan aku!" Bisik Keyzro sembari menjauh dari Yoo-Na.
"KELUARRRRRRR!!!!!" Keyzro berteriak dengan tingkat nada 8 oktaf membuat gemahan memenuhi kamar mandi.
"Aku benci oppa! Hiks..." Yoo-Na berlari keluar dari kamar mandi.
***Brakkkkk...
Klikkkk***...
Keyzro menutup kasar pintu kamar mandi lalu menguncinya.
Buggghhh...
Keyzro lantas menghantamkan kepalanya sendiri ke dinding kamar mandi.
***Zrasssss...
Zrasssss...
Zrasssss***...
Masih dengan shower yang mengalirkan air dingin, Keyzro menangis di dalam kucuran air mendekap erat tubuhnya sendiri.
"Hiks...hiks...hiks...Myzro...hiks...bagaimana ini? Aku tidak bisa...hiks...hiks...tidak bisa melupakanmu...hiks...hiks..." Keyzro memukul-mukul kepala menangis tanpa henti.
"Arggggggghhhhhhhhhhhhh!!!!! Hiks...hiks...hiks..." Teriak Keyzro masih menangisi wanita yang sama.
***
**
*
Duh...kasihan thour...kapan dong Merry sama Keyzro bersatu???
Maaf ya teman-teman...
Novel bercerita tentang romansa modern juga perlu drama-drama kecilnya...
See you...
Next episode...😊
__ADS_1