Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {bagian 16}


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar kota Jakarta, disini kini Merry terlihat jauh lebih baik, ia menainkan tombol pada kursi roda otomatis, perlahan kursi roda otomatis pemberian dari Jhony bergerak maju. Melihat ke kanan dan ke kiri Merry terus berjalan maju dengan kursi rodanya itu.


Begitu menemukan objek yang ia cari, segera lambaian tangan ia arahkan ke objek yang sedari tadi ia cari-cari.


"Merry!!!" Suara melengking berasal dari seorang wanita yang berlari kecil ke arah Merry yang tersenyum di kejauhan.


"Apa kabar Cha?" Tersenyum Merry menyambut kedua tangan Chacha.


"Baik...lo sendiri?" Chacha berjongkok di hadapan Merry.


"Baik..." Merry tersenyum simpul.


"Hufff...lo masih bisa senyum Mer, padahal kaki lo masih belum sembuh juga" Chacha berdiri lalu beralih mendorong kursi roda Merry.


"Mau bagaimana lagi Cha...ya...begini sudah memang nasib gue"


"Mer...soal Keyzro...dia..."


"Gue udah tau kok, dia nikah sama cinta pertamanya kan?"


"Mer..." desis Chacha lirih.


"Cha...gue bukan orang berada, gue sadari itu, gue enggak berhak berharap lebih...jadi lo tenang aja ya...gue okay kok" kata Merry lembut membelai punggung tangan kanan Chacha.


"Snfff...memang lo kakak gue paling b*g#!" Kata Chacha berusaha untuk tidak menangis.


..."Begini banget sih lo Mer...bikin hatiku gue sakit aja...hiks..."...


"Jangan sedih Cha...bohong kalau gue bilang sekarang gue baik-baik aja, perasaan gue hancur banget Cha...semua janji dan kenangan manis yang udah terlanjur ada di hati dan ingatan gue, biarkan Allah yang menyembuhkan, seiring berjalannya waktu..."


"Lo emang beda ya Mer...enggak heran deh...wajah cantik gue kalah dari wajah pas-pas'n lo!" Gurau Chacha menyeka kasar air mata yang lolos dari celah matanya yang agak sipit.


"Dasar lo ya...adek durjanah!!! Hehehe..." Merry terkikik geli.


Flashback on


Rumah Sakit kota Paris...

__ADS_1


Jhony lebih memilih pergi dari bangsal Merry daripada harus terus menerus melihat wajah Sean. Sungguh Jhony kini sangat membenci Sean karena sudah membuat adik kesayangannya menderita kelumpuhan.


"Kau sungguh berhati malaikat Marry..." kata Sean menatap sendu manik-manik berwarna coklat tua milik Merry.


"Hmm...tidak juga Sean...aku hanya manusia biasa, aku juga bisa marah...kesal ataupun membenci tapi...aku selalu lebih memilih memaafkan daripada memendam kebencian dan kekesalan di hati" sahut Merry.


"Marry...laki-laki yang kau cintai hari ini menikah di Hotel milik ayahku" ungkap Sean.


"Oh..." Merry hanya menyahut *Oh* saja.


"Kau tidak sedih?" Tanya Sean.


Merry menggeleng seraya berkata."Bukan tidak sedih...hanya saja...aku tidak ingin bersedih hanya karena seorang laki-laki, ada empat anakku di Indonesia yang menungguku...mereka lebih penting dari laki-laki itu..."


"Marry..." desis Sean lirih.


Merry tersenyum tipis menoleh pada jendela memandang langit yang sedikit berawan.


Flashback off...


Malam yang indah untuk ditangisi bagi Merry. Ia lebih memilih menghabiskan waktu bersama keempat anak-anaknya di rumahnya, rumah pemberian dari Georgio untuknya sebagai kompensasi atas kejadian yang menimpa dirinya saat di Paris beberapa minggu yang lalu.


Merry pasti akan merasa selama ini sudah dibuang oleh keluarga aslinya. Meskipun kebenarannya bukan seperti itu akan tetapi pasti Merry tidak dapat menerima kemalangan lebih dari sekedar kehilangan kekasih maupun kehilangan kakinya.


"Ma...mama beneran enggak sedih om Keyz udah nikah?" Tanya Reynata sembari memijat kaki sang ibu.


"Hmm..." Merry menjawab dengan anggukan kepala.


"Harusnya aku enggak kasih dia kesempatan, memang semua cowok tuh sama aja! Sama-sama sulit berpegang pada janji-janjinya" Reynata menggerutu kesal.


"Hehehe...dasar kamu nak...nak..." Merry terkekeh membelai sayang punggung tangan anak perempuannya itu.


"Kak..." Merry tersenyum merentangkan kedua tangannya.


"Iya ma..." Reynata lantas memeluk Merry dengan erat."Mama jangan sedih ya...kan masih ada kakak dan adik-adik yang sayang banget sama mama..."


"Hm...snff...hiks...kak...mama lelah kak..." Merry mengangguk lemah.


"Ma...aku mau mama bahagia, kalau mama bahagia, kakak dan adik-adik pasti jauh lebih bahagia..." ujar Reynata.

__ADS_1


"Iya nak...mama punya kalian...itu saja sudah cukup kak...hiks...hiks...maafin mama ya nak...mungkin ujian ini buat mama jauh lebih bisa menghabiskan banyak waktu bersama kalian, selama ini mama sibuk kerja tidak ada waktu untuk sekedar bermain bersama kalian...hiks...maafin mama nak..."


"Kami sayang mama!!!" Seru Rayni dan Rasyid juga Rasya berhamburan memeluk Merry.


"Terima kasih sayang-sayangnya mama..." ucap Merry tersenyum dalam tangis.


Selesai adegan tangisan haru, Merry terlelap dalam dekapan keempat anak-anaknya.


Eva mengintip kebersamaan Merry dengan keempat buah hatinya, ia tersenyum miris melihat putri kesayangannya itu selalu saja bisa melihat hal buruk yang terjadi dari sudut pandang yang berbeda dari pemikiran orang kebanyakan. Putrinya itu memang selalu berpikir positif atas apa yang terjadi dalam hidupnya, ia tak lantas menyalahkan keadaan maupun menyalahkan Tuhan seperti kebanyakan manusia serakah pada umumnya yang memiliki pemikiran sempit menyalahkan keadaan dan merasa Tuhan tidak adil. Lain dengan putrinya Merry Reynata, ia bisa berprasangka baik akan cobaan yang hadir selalu bisa mencari hikmah dari cobaan yang ada.


"Bu..." panggil Hamif membelai lembut punggung Eva.


"Pak..." sahut Eva dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa ibu tidak masuk saja ke kamar Merry?" Tanya Hamif.


"Hiks...ibu tidak tega melihat putri kita pak...kasihan sekali nasibnya...hiks..." Eva mengamit lengan kanan Hamif, menyandarkan kepalanya di bahu Hamif.


"Sabar bu...Merry saja bisa sabar, kita punya putri yang sangat kuat hati dan pikirannya bu..." hibur Hamif pada sang istri.


"Hmm...bapak benar...putri kita memang malaikat tanpa sayap" Eva tersenyum miris.


***


**


*


***


***


Kapan Keyzro menikah Thour?


Kok bisa nikah sama cewek lain?


Kapan Merry dan Keyzro mesra-mesraan lagi Thour?


See you next episode...😊

__ADS_1


__ADS_2