Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 3 Bab 1


__ADS_3

Setahun kemudian...


Klotak...klotak...klotak...


Suara dari hentakan kaki seorang wanita cantik menggemah indah mendayu-dayu menyusuri Bandara Internasional Soekarno Hatta. Wanita bertubuh mungil terlihat sangat menggemaskan akan tetapi ia juga terlihat sangat elegan dengan balutan setelan kemeja kerja abu-abu tua serta tataan rambut panjangnya yang ia biarkan terurai indah menambah kesan bak seorang pemimpin sebuah Perusahaan besar, terhiasi senyuman tipis wanita cantik itu berjalan anggun sampai di depan loby Bandara, disana sudah ada sebuah mobil sedan berwarna silver dengan label Mercedes Benz terlihat anggun dan juga mewah.


Mobil Mercedes Benz termahal di urutan pertama berasal dari seri S-Class. Mercedes sendiri menyebut mobil S-Class ini sebagai seri ekslusif dengan target pasar ekslusif.


Harga mobil Mercedes S-Class termurah yaitu tipe S 450 I yang dibanderol sekitar Rp2 miliar dan yang termahal adalah seri Maybach S 560 dengan banderol sekitar Rp6 miliar. Mercedes Benz S-Class ini banyak digunakan oleh eksekutif dunia hingga petinggi negara di berbagai belahan dunia. Sekian penjelasan tentang sebuah mobil mewah yang hanya bisa dimiliki oleh sebagian orang yang berdompet tebal setebal alis Jaja Miharja hehehe😂.


Kembali pada wanita cantik tadi, kini ia sudah berada di dalam kursi belakang mobil sedan mewah, ia tengah membaca satu persatu lembar demi lembaran berkas yang ia terima sesampainya ia masuk ke dalam mobil.


"Isstt...sampai kapan aku bekerja dan bekerja seperti ini...aku bosan...hiks..." gumamnya.


"Karena kau putri dari Georgio Scott..." sahut seorang pria tampan dari balik kemudi ia melirik seraya tersenyum tipis pada kaca spion depan.


"Ishhh...kau ini Bright!" Geram wanita yang kini berusia tiga puluh delapan tahun itu memukul bahu pria yang bernama lengkap Bright Twilight.


"Hahahaha...kau sangat imut nona" tawa Bright.


"Huh...nyebelin!" Wanita itu mengkerucutkan bibirnya kesal.


"Oh ya...nona Mary...ku dengar dari Jhony, kau bertengkar dengan tuan Scott? Apa benar?"


"Hahhh...aku tidak ingin membahasnya, karena jika ingat apa yang dikatakan Daddy, aku ingin sekali menenggelamkan kepala ku ke dalam air...ishhh..." keluh wanita cantik yang kini sudah tidak lagi menyandang gelar janda miskin, ia adalah Merry Reynata S, ia sekarang sudah menjelma bak putri kerajaan, bagaimana tidak, ia menjadi pewaris tunggal untuk harta kekayaan peninggalan sang suami Charles Veth, belum lagi Briana mantan tunangan sang ayah juga memberikan lebih dari lima puluh persen kekayaan yang ia miliki untuk Merry, kini tidak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa merendahkan dirinya.


"Hm...kalau aku boleh memberikan saran, menurutlah pada ayahmu nona" kata Bright.


"Bright...aku sudah menuruti semua keinginan Daddy, aku pergi ke Champ organisasi mafia itu demi menuruti keinginannya, apa itu tidak cukup, satu tahun aku harus hidup berjauhan dengan anak-anak ku, belum lagi...arghhh...disana aku disiksa kau tau!" Keluh Merry berteriak kesal sembari membalik berkas-berkas yang tengah ia baca.


"Hm...aku tau...tapi...tuan Scott bukan tipe orang yang sembarangan dalam mengambil keputusan, ia pasti sudah memikirkan untung-rugi nya jika ia sudah membuat pemikiran" kata Bright.


"Aishhh...dasar kau pelayan setia Daddy...huh..." Merry semakin menekuk wajah cemberut.


Sekitar dua jam perjalanan, mereka berdua tiba di sebuah Mall dibilangan Jakarta Barat, disana Merry berjalan menyusuri Mall menuju tempat meeting akan dilaksanakan. Sesampainya ia di Restoran Jepang, ia masuk ke dalamnya, tiba ia di meja nomor empat belas, ia segera menyapa dua pria, yang satu masih muda dan yang satu lagi sudah lumayan tua bisa dikatakan begitu.


"Selamat siang...bapak Deo dan bapak..." Merry menatap bingung pria yang satunya lagi.


"Dirga...Dirga Pratama..." pria yang lebih muda itu mengulurkan tangannya.


"Oh ya...saya Merry Scott..." sapa Merry.

__ADS_1


"Hm...anda lebih cantik aslinya daripada fotonya..." sahut Dirga tersenyum simpul.


"Hm..." Merry menampilkan senyum terpaksa.


"Deo Pratama...maaf atas kelancangan anak saya...ibu Merry..." pria yang jauh lebih tua itu membungkuk hormat.


"Hah...oh...tidak apa bapak Deo...santai...rileks..." sahut Merry.


"Nah...silahkan duduk Bu..." ucap Deo menunjuk kursi dengan sopan.


"Silahkan..." Dirga menarik kursi untuk Merry.


"Eh...iya...terima kasih..." ucap Merry.


Suasana tegang perlahan mencair karena memang begitu sifat Merry yang mudah akrab dengan orang lain, ia tidak segan bergurau tapi dalam batas kesopanan, setelah menandatangani kesepakatan, ia pun pamit undur diri.


"Terima kasih atas waktunya bapak Deo dan bapak Dirga..." ucap Merry bergantian menyalami kedua pria yang kini resmi menjadi rekan bisnisnya.


"Sama-sama...saya harap kerjasama kita berjalan dengan lancar..." sahut Deo.


"Saya permisi..." Merry menunduk hormat kemudian berlalu pergi.


"Siap nona..." Bright semangat empat lima segera tancap gas mengikuti arahan dari sang majikan.


Sementara di sebuah Sekolah Menengah Atas, Reynata anak perempuan pertama Merry, ia tengah asik bercengkrama dengan teman-temannya sampai kegaduhan mengalihkan perhatian Reynata pada sebuah objek yang sedang berjalan santai diikuti barisan murid yang berjalan dibelakang mengikuti sosok wanita cantik berambut panjang.


"Reynata...mama pulang..." teriak Merry tersenyum lebar.


"Mama!" Pekik Reynata sembari berlari kecil.


"Hmm...Rey kangen ma..." rengek Reynata manja.


"Mama juga..." sahut Merry.


"Itu mamanya Reynata? Wah...cantik banget..."


"Seriusan mamanya Rey?"


"Gila...mamanya Rey masih muda banget..."


"Anjrit...nyokapnya Rey cantik parah..."

__ADS_1


Bisik-bisik tetangga mulai terdengar mendayu-dayu menyusup ke dalam telinga Reynata dan juga Merry.


"Rey sudah kelas tiga SMA ma...masih aja mama yang jadi pusat perhatian bukan Rey...huh..." gerutu Reynata cemberut.


"Dih...nggak heran kan? Mama kamu ini kan cetar membahenong...hehehe" kekeh Merry.


"Iya deh...iya..." Reynata terkikik geli dengan kenarsisan sang mama.


"Rey...sudah pulang kan?" Tanya Merry.


"Belum sih ma...masih ada pelajaran tambahan Bahasa Mandarin" jawab Reynata.


"Yah...padahal mama kesini buat jemput kamu loh..."


"Mama ijin deh tuh ke pak guru yang disana, yang tampangnya garang itu" Reynata menunjuk seorang guru dengan perawakan montok sedang berbincang dengan seseorang.


"Okay..." kata Merry lalu ia menghampiri guru yang dimaksud oleh Reynata.


"Selamat siang pak..." salam Merry sopan.


"Iya...selamat...si...ang..." sahut si guru montok itu terbata-bata.


"Permisi pak...saya ibu dari Reynata Syaqillah...boleh saya minta ijin untuk membawa putri saya pulang lebih dulu, karena sudah satu tahun kami tidak bertemu...saya mohon ijinnya pak..."


"I..i...ya...silahkan...Rey...kamu boleh pulang..." sahut guru Bahasa Mandarin itu.


"Terima kasih..." ucap Merry tersenyum.


"Wah...malam ini pasti aku akan bermimpi indah..." kata hati guru Bahasa Mandarin itu sembari memandangi punggung Merry dari kejauhan.


Keesokan harinya...


"Hm...ternyata kamu belum berubah ya oppa..."


***


**


*


Ets...tahan guys...see you next chapter ❤️❤️❤️❤️🤗

__ADS_1


__ADS_2