
Korea Selatan pukul sepuluh pagi hari Jumat tanggal 5 February tahun 2027.
Perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi dan produksi serta expor-impor dengan nama Kim-Dong Grup ini merupakan sebuah Perusahaan milik Keluarga Kim Mi Rae ibu dari Keyzro Erdigo Guelinez. Dalam menjalankan Perusahaan milik ayahnya itu, Kim Mi Rae selalu bekerja keras demi memajukan nama besar Kim-Dong Group, semula Perusahaan ini hanya sekedar Perusahaan kecil yang bergerak dalam bidang expor-impor saja tapi kini Perusahaan ini sudah berkembang pesat berkat usaha dan kegigihan Kim Mi Rae dan sang suami Jonathan Nasution atau lebih dikenal dengan nama Kim Dong Sik.
Setelah mendapatkan project jalan raya super dari Perusahaan milik Georgio Scott, Perusahaan ayahnya Kim Mi Rae menjadi salah satu Perusahaan terbesar di Korea Selatan hingga Mancanegara. Maka dari itu tidak heran jika kini Perusahaan ini masuk ke dalam jajaran sepuluh besar Perusahaan ternama di Korea.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu memaksa Jonathan mengalihkan perhatiannya dari beberapa pekerjaan yang tengah ia kerjakan.
"Masuk!" Titah Jonathan.
"Permisi pak...ini ada paket untuk ibu Mi-rae..." sahut pegawai wanita sembari membungkuk hormat.
"Ohhh...hm...letakkan disana" titah Jonathan menunjuk meja kerja Kim Mi Rae yang tak berpenghuni.
"Baik..." sahut pegawai wanita itu.
"Terima kasih..." ucap Jonathan.
"Iya pak...saya permisi dulu..." pegawai wanita itu pun keluar dari ruangan Jonathan.
"Ini paket siapa?" Tanya Kim Mi Rae begitu tiba meja kerjanya.
"Aku tidak tau" jawab Jonathan.
Kim Mi Rae membuka paket tersebut kemudian ia terdiam begitu melihat isi dari dalam paket miliknya.
"Saya tidak pantas menerima ini...silahkan anda mengambilnya kembali" ucap Mi-rae setelah membaca isi pesan di dalam paket.
"Apa yang dikembalikan?" Tanya Jonathan seraya beranjak menghampiri sang istri.
"Ini..." Kim Mi Rae menunjukkan sebuah gelang giok berwarna hijau muda.
"Ini...kan..." ucapan Jonathan menggantung kala mengenali gelang giok itu.
"Min-hyuk memberikan ini pada Merry, tapi... sekarang ini..." Kim Mi Rae menatap lirih gelang warisan keluarganya.
"Nampaknya benar-benar pupus harapan Keyzro" Jonathan menimpali perkataan Kim Mi Rae dengan tatapan yang sama.
Malam harinya di kediamannya Kim Mi Rae, suasana muram nampak terasa dikarenakan sikap Keyzro pada sang istri Kim Yoo Na, dimana sikap dingin Keyzro bukan kali pertama ia tunjukkan, dari malam pertama pernikahan sampai sudah lebih dari lima bulan lamanya ia tidak pernah sekalipun menyentuh istrinya.
"Oppa mau pergi lagi?" Tanya Yoo-na.
"Hm..." jawab Keyzro.
"Oppa istirahat dulu, jangan langsung kembali ke kantor, kita makan malam dulu ya..." pinta Yoo-na lembut.
"Tidak usah! Aku tidak lapar!" Sahut Keyzro dingin.
"Min-hyuk..." panggil Mi-rae.
"Iya..." Keyzro berjalan menghampiri ibunya.
"Bisa bicara sebentar?" Mi-rae mengelus sayang lengan kanan Keyzro.
"Hm..." Keyzro mengangguk masuk ke dalam kamarnya.
"Yoo-na...bisa kau keluar? Aku hanya ingin bicara berdua saja dengan putraku" kata Mi-rae.
"Iya ibu..." Yoo-na keluar dengan menahan kesal.
"Ada apa Bu?" Tanya Keyzro.
"Ini...baru saja tiba, dia mengembalikan ini pada ibu" Mi-rae menjawab sembari memberikan sebuah kotak berwarna hitam.
__ADS_1
Keyzro tertegun sejenak tak lama berselang lama, air mata Keyzro mengalir deras tanpa permisi membuat sesak di dada Mi-rae semakin menjadi. Sebenarnya ia tidak ingin memberitahu Keyzro tentang hal ini akan tetapi Jonathan mengatakan jika menyembunyikannya juga tidak akan berdampak apa-apa, pasalnya itu hanya akan membuat keadaan semakin runyam saja. Dimana sepengetahuan Keyzro, gelang giok itu masih berada di tangan Merry. Siapa sangka jika Merry mengembalikan gelang tersebut tanpa sepengetahuan Keyzro?
"Min-hyuk...ini..." Mi-rae meraih tangan kanan Keyzro lalu mengusap lembut dengan menggunakan ibu jari, mencoba memberi kekuatan disana.
"Bu...snff...aku harus pergi!" Kata Keyzro kemudian berjalan cepat keluar dari kamar.
Di luar sana tepat di ruang makan, Yoo-na masih setia menunggu Keyzro.
"Oppa...mari kita..."
"Aku berangkat!" Kata Keyzro acuh pada Yoo-na.
Yoo-na hanya bisa tertunduk lirih karenanya.
Kembali ke masa kini, Merry Reynata sudah bukan lagi seorang pembantu umum yang dulu selalu bekerja serabutan. Kini ia menjelma bak seorang CEO yang sering kita lihat di beberapa drama Korea.
Selayaknya seorang CEO, sekarang ini ia sedang berada di sekolah putri pertamanya Reynata Syaqillah, disana ia ada janji temu dengan pemilik yayasan.
"Terima kasih bu Merry mau menyempatkan diri untuk datang ke sekolah kami ini..." ucap seorang wanita berumur sekitar lima puluhan.
"Sama-sama ibu Ani..." sahut Merry.
"Begini bu Merry, kami sedang mencari donatur untuk kegiatan karyawisata ke Lombok, nah...maksud kami, bisakah ibu menyediakan akomodasi transportasi untuk karyawisata ini? Saya dengar dari Reynata, katanya ibu memiliki pesawat pribadi, jika ibu tidak keberatan, kami pihak sekolah meminta tolong untuk ibu menyediakan akomodasi transportasi pribadi demi menghemat biaya, begitu bu Merry" kata ibu Ani Maharani ibu kepala sekolah.
"Oh...itu...hm...saya tidak punya pesawat pribadi seperti apa yang dikatakan oleh putri saya Reynata, akan tetapi saya bisa membelikan tiket pesawat untuk tiga puluh lima siswa yang tidak mampu jika itu diperlukan, dan untuk guru-guru yang lain, saya juga bisa membelikannya, bagaimana bu?" Ungkap Merry mengepalkan tangan geram akan perkataan sang putri.
"Wah...itu saja cukup bu Merry, terima kasih banyak ya bu..." seru bu Ani senang.
"Kalau begitu saya pamit undur diri bu Ani...nanti biar Asisten saya yang menghubungi pihak sekolah untuk data-data siswa yang tidak mampu" kata Merry seraya berdiri.
"Baik bu Merry...sekali lagi terima kasih bu..." ucap ibu Ani.
Merry keluar dari ruang kepala sekolah, ia mencari keberadaan Reynata, tak berselang lama mencari, ibu dan anak ini bertemu di kantin sekolah.
"Jadi...bisa jelaskan sama mama nak? Kenapa kamu bisa lancang sekali mengatakan pada ibu kepala sekolah kalau kamu punya pesawat pribadi?" Merry bersedekap menatap putrinya itu.
"Huff...kak...dengarkan mama ya nak...apa yang kita miliki sekarang bukanlah milik mama, tapi milik grandpa, grandpa pasti tidak keberatan jika kamu meminta ia untuk menyediakan pesawat pribadi miliknya itu tapi kan...jarak antara Indonesia dengan Paris bukan jarak yang dekat nak...paham kan?" Kata Merry membelai sayang pucuk kepala Reynata.
"Hm...maafin Rey ya ma..." ucap Reynata.
"Hm...sudah...jangan nangis ya, mama nggak marah sama kamu, sana kembali ke kelas" kata Merry.
"Iya ma..." sahut Reynata.
Sepergian Reynata, Merry memijat keningnya pusing akan kelakuan putrinya itu. Ia tidak ingin keadaannya saat ini mendorong putrinya kepada sifat takabur, karena ia tahu jika kesombongan hanya akan membawa dampak negatif bagi kehidupannya yang sudah sangat membaik saat ini.
"Nona...kau disini?" Sapa Bright baru saja tiba di parkiran sekolah.
"Hm...kamu bright...ya...aku baru mau pergi" sahut Merry.
"Apa ada masalah nona? Wajahmu masam sekali?" Tanya Bright cemas.
"Tidak ada...aku duluan ya..." pamit Merry sembari masuk ke dalam mobil.
Mengemudi dengan pikiran tak tentu membuat Merry tidak konsentrasi, tanpa ia sadari lampu lalulintas sudah berubah warna menjadi hijau tanda harus jalan, akan tetapi ia terdiam sampai ada seorang pria menggedor kaca mobil, barulah ia tersadar dari lamunannya.
"Hahh..." Merry tercekat segera membuka kaca mobil."Maaf pak...saya..."
"Huff...kamu memang tidak bisa membuat aku tenang ya..." ujar seorang pria tersenyum tipis menggelengkan kepala.
"Oppa..." cicit Merry.
"Geser...biar aku yang antar kamu" kata pria itu.
Merry mengangguk pindah tempat ke kursi penumpang.
__ADS_1
"Kita mau kemana? Hm..." Tanya Keyzro pria tampan yang kini menjadi idola kaum hawa.
"Terserah...kemana saja..." jawab Merry sendu.
"Hmm...sini..." Keyzro menadahkan tangan kirinya.
"Hahh...iya..." Merry menaruh tangan kanannya di atas tangan kiri Keyzro.
"Ada aku...apapun alasan kamu melamun tadi...aku ada disini untukmu...mengerti..." kata Keyzro.
"Hm...terima kasih oppa..." ucap Merry.
Kemesraan antara Merry dan Keyzro sungguh membuat banyak pasang mata memandang iri, bagaimana tidak? Sekarang ini...sengaja Keyzro membuka kap penutup mobil, sehingga mobil itu kini menjadi terbuka, hembusan angin membelai lembut rambut panjang Merry, sangat indah dipandang mata, terlebih bagi Keyzro yang kini dimabuk cinta dengan janda beranak empat ini.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen Keyzro, mereka menjadi pusat perhatian, baik yang sedang berkendara maupun para pejalan kaki. Sesekali Keyzro membelai sayang kepala Merry, dimana itu menjadi adegan yang sangat romantis seperti adegan sinetron Indosiram.😅
"Kamu mau makan apa? Biar aku yang masak" tanya Keyzro sembari menggulung baju lengan panjang yang ia kenakan menjadi sedikit ke atas.
Terpampang jelas bagaimana otot-otot tangannya nampak kekar juga gagah.
"Seriusan ini pacar gua ya...?" Batin Merry.
Tak...
Keyzro menjentikkan jari di depan wajah Merry.
"Ada apa? Hm..." Keyzro memiringkan kepala ke sisi kanan.
"Tidak ada...sudah masak sana..." sahut Merry memalingkan wajah.
"Kamu demam ya? Kok merah begitu wajah kamu?" Tanya Keyzro cemas.
"Ck...tidak...aku baik-baik saja!" Merry mendorong pelan dada Keyzro.
"Hm..." Keyzro menunduk menyunggingkan senyum nakal.
"Lihat aku..." titah Keyzro menarik cepat dagu lancip milik Merry.
"Ishh...oppa...ihh..." rengek Merry semakin merah wajahnya seperti udang goreng.
"Hehehe...imut banget...pacar siapa sih?" Kekeh Keyzro.
"Huh!" Merry mengkerucutkan bibir nampak menggemaskan.
Keyzro geleng-geleng kepala.
****
***
**
*
Berikut kemesraan Merry dan Keyzro...
Jangan baper ya guys...😅
Udah...segitu dulu ya guys...
__ADS_1
See you next chapter ❤️❤️🤗