Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu...


Merry Reynata melanjutkan hari-harinya yang penuh bunga-bunga cinta...cinta Keyzro padanya sangat-sangatlah hangat, sehangat mentari pagi dan selembut sinar rembulan malam.


Tapi sayang seribu kali sayang, hubungannya dengan Keyzro masih harus melewati masa sulit yaitu Vero Jensen Dison yang masih belum menyerah. Seperti saat ini, Vero dan Keyzro berebut untuk mengantar Merry pergi bekerja.


Merry memutuskan pindah ke rumah Hamif setelah didesak oleh Eva ibu angkatnya. Nah...disinilah Merry harus menghadapi dua pria muda yang memperebutkan dirinya...


"Gue aja yang antar!" Kata Vero menarik lengan kiri Merry.


"Gue pacarnya lebih berhak!" Kata Keyzro tak mau kalah.


"Ini dua brondong belum pernah kena sun sama selop ya!!!" Geram Merry dalam hati.


"Baru pacar belum jadi suami!" Vero kembali menarik lengan Merry.


"Sebentar lagi gue bakal halalin kok!" Sahut Keyzro keras kepala.


"Cih...lo aja enggak berani ngakuin Merry depan umum, gimana lo mau halalin dia?" Decih Vero meledek Keyzro.


"Alasannya lo tahu kan? Lagian Merry juga enggak keberatan kok!" Kata Keyzro membela diri.


"Lo ya!!!" Kompak Vero dan Keyzro saling menunjuk satu sama lain.


"Kalian bisa lepasin gue enggak?" Merry menoleh ke kanan dan kiri geram.


"Kamu ikut aku Myzro!" Tak sadar Keyzro menyentak Merry.


"Ihhh...gue enggak mau diantar siapun! Minggir!!!" Merry mendorong Keyzro dan Vero.


Brugggghhhh


"Myzro..." desis Keyzro.


"Kak Merry..." desis Vero.


"Mulai hari ini...kalian berdua aku blacklist dari daftar tamu! BYE!!!" Merry berbalik melangkah pergi.


"Ojek!!" Teriak Merry menghentikan seorang pengendara motor.


"Gue bukan ojek!" Kata si pengendara motor yang diberhentikan oleh Merry.

__ADS_1


"Duh...lu enggak paham situasi apa ya? Tolong gue dong...please..." menangkup kedua tangan Merry memohon pada si pengendara motor.


"Ishhh...ngerepotin aja! Dah nih...naik!" Menggerutu si pengendara tapi tetap memberikan helm pada Merry.


"Pengangan!" Sentak si pengendara motor.


***Brummmm...


Greppppp***...


"Pelan-pelan b*g*!!!" Bentak Merry marah sembari memeluk erat pinggang si pengendara motor.


"Ck...cewek emang bikin repot!" Keluh si pengendara mengabaikan bentakkan Merry.


Ckkiiitttt...


"Lo mau turun dimana?" Tanya si pengendara motor.


"Nah...ini dia...makasih ya..." Merry tidak menjawab pertanyaan dari si pengendara motor tersebut karena fokus pada rumah mewah yang ada di hadapannya.


"Hei...lo mau kabur gitu aja!" Teriak si pengendara motor sembari membuka helm.


Bak adegan yang sering terlihat di drama-drama, gerakan slowmotion pun hadir, si pengendara motor tadi berwajah sedikit lebih imut dari tampilan luar yang memakai helm terlihat garang, tapi ketika ia membuka helm-nya wajahnya nampak sangat menggemaskan, dengan wajah pipih juga bibir tipisnya itu membuat ia bak seperti boneka hidup.


"Gue tau kok!" Tersenyum miring.


"Dih...pede mampus lu!" Merry bergidik mengangkat kedua bahu.


"Masih untung gue tolongin!" Si pengendara mengomel pada Merry.


"Ck...nih...kembaliannya ambil buat beli skincare!" Merry berdecak kesal sembari memberikan selembar uang seratus ribu ke tangan kanan si pengendara motor.


Si pengendara motor hanya terdiam memandangi punggung Merry sampai masuk ke dalam rumah mewah itu.


"Hmm..baru kali ini...cewek enggak tertarik sama ketampanan gue...menarik juga tuh cewek..." tersenyum smirk.


"Hai...Darrel..." sapa seorang gadis cantik pada si pengendara motor.


"Eh...lo Mil..." sahut si pengendara motor sembari turun dari jok motor.


"Kamu ikut syuting sinetron ini juga?" Tanya gadis cantik yang bernama Milan.

__ADS_1


"Hm..." si pengendara motor itu mengangguk.


"Yuk bareng masuknya!" Milan mengamit lengan kanan si pengendara motor yang ternyata juga seorang aktor.


"Iya..." Darrel si pengendara motor tampan itu membiarkan Milan bergelayut manja di lengannya.


Darrel dan Milan masuk bersamaan ke dalam rumah mewah yang menjadi lokasi syuting sinetron stripping. Ekor mata Darrel mencari keberadaan wanita yang tadi ia tolong tapi tidak menemukannya. Sedikit kesal karena dianggap tukang ojek, ia merasa harus menemukan wanita tadi. Itu-lah kira-kira yang dipikirkan oleh Darrel saat ini.


Sementara yang dicari oleh Darrel, justru sedang asik bercanda dengan para kru dan staf yang lain.


"Rasa kopi lu masih sama Mer...mantavvvvv..." Ipong mengacungkan ibu jari pada Merry.


"Ngerayu molo lo bang! Hehehe" Canda Merry.


"Seriusan ya Pong...kopi buatan jendes emang endes...hehehe" timpal salah satu bagian genset yang bernama Udin.


"Dih...ape sih udin terkudin-kudin...bawa status mulu lo bang! Hahaha" Sahut Chacha ikut tertawa.


"Wah...kalian pada jahat banget sih sama Merry..." Inez memeluk bahu kanan Merry.


"Apaan sih Nez...kite lagi berjanda juga! Hehehe" kata Ipong tertawa senang.


"Anyingggg...berjanda...hahhaa...g*lo!!!" Merry ikut tertawa.


"Seru amat ya...ada apaan sih?" Tanya suara seorang pria dari arah belakang mereka semua yang berkumpul.


"Mau tau aja...sih...lu!!!" Merry membalikan badan terkejut melihat pria yang bertanya itu ternyata...


Edtssss....tahan...


Next episode ya guys...


See you...


Like...


Vote...


Coment...


Tinggalkan jejak ya guys...

__ADS_1


Thank you...😘😘😘


__ADS_2