
Malam hari dimana seorang Merry Reynata berjalan di bawah guyuran hujan deras. Payung hitam yang menadahkan air agar tidak membasahi badannya, ia pegang erat-erat sembari terus berjalan perlahan menuju rumahnya. Dalam perjalanan menuju kediaman mewah nan nyaman, ia melewati sebuah taman indah dengan lampu-lampu warna-warni menjadi hiasan disana.
Sejenak ia tertegun kemudian melangkahkan kaki masuk ke area taman.
"Hosh...hoshh...hoshh..." suara seseorang mengatur nafas mengalihkan perhatian Merry, ia segera berbalik arah.
"Oppa!!!" Pekiknya terkejut.
"Myzro..." desis Keyzro sembari melangkah maju.
Grepppp
Keyzro langsung memeluk Merry dengan begitu eratnya seraya berkata."Cukup maaf darimu Myzro...aku tidak akan meminta lebih dari kata maaf...ku mohon...maafkan aku..."
Payung hitam seketika terjatuh, melemah hati Merry seiring basah air hujan membasahi tubuh mungil Merry, guyuran hujan deras semakin deras ditambah kilatan petir membuat suasana sedikit lebih suram serta mencengkam. Dimana kini Merry hanya bisa mengangguk pasrah.
"Hm..." anggukkan diiringi tangis tanpa suara, mewakili kepedihan hati Merry saat ini.
"Alhamdulillah...terima kasih Myzro..." ucap Keyzro melepaskan pelukannya.
Keyzro berbalik badan memunggungi Merry.
"Hiks...sungguh aku tersiksa Myzro, selama lebih dari setahun aku meninggalkan luka untukmu...rasa bersalah ini sangat menyiksa...hiks...aku tahu...aku tidak pantas untuk memintamu kembali...tapi...hiks...rasa sesak ini melihatmu bersama dengan pria lain...aku tidak sanggup...hiks...maaf...keegoisanku membuat lukamu yang dulu semakin dalam dan tak ada celah untuk sembuh..." ungkap Keyzro terisak sedih.
"Ya Allah...aku mencintainya...tapi...akankah aku bisa menerimannya kembali???" Merry bergumam dalam hati.
Air mata kedua insan ini tersamar dengan guyuran hujan. Baik Merry maupun Keyzro tersiksa batin satu sama lain. Belum lagi perkara siapa dirinya? Datang lagi masalah baru tentang restu Georgio yang tidak diketahui oleh Merry. Ia tidak bisa membohongi perasaannya jika kini ia sangat ingin sekali datang kepelukan pria yang kini berdiri memunggungi dirinya tapi...lagi-lagi harga dirinya melarangnya untuk merendah.
"Aku pamit Myzro...kelak kita bertemu sebagai teman...ku mohon jangan menghindar...ngerti???" Keyzro menoleh sekilas mengulum senyum miris.
__ADS_1
"Hm...iya..." sahut Merry yang juga tersenyum.
Keyzro kembali melangkahkan kaki, sementara di kejauhan Dian memandangi pemandangan itu dengan pandangan penuh rasa iba, melihat dua orang yang sudah ia anggap sahabat bertarung hati yang tak ada ujungnya.
"Apa yang bisa gue lakukan kali ini???" Gumam Dian lirih.
Flashback off
Dian menyetir dengan hati-hati karena hujan sangat deras, melalui kaca spion belakang ia melihat Merry yang berjalan menuju sebuah taman. Ia pun lantas menoleh pada Keyzro yang terlihat murung.
"Keyz...lo mau ke rumah Merry?"
"Iya...kenapa?"
"Noh...orangnya ada disono!" Tunjuk Dian dengan menggunakan dagunya.
Keyzro sontak saja keluar dari dalam mobilnya berlari kencang menghampiri Merry.
Flashback off
Ia tak ingin lagi kembali menjadi wanita bodoh yang memberikan kesempatan kedua pada pria yang sudah sering menyiksa hatinya.
"Hiks...maafku selalu ada untukmu Kymy...bahkan hatiku yang kau sakiti masih sangat mencintaimu...hiks...hiks...hiks..."
"Mer..." panggil Vero dari arah belakang.
"Vero...hiks..." Merry berdiri dari tempatnya lalu berjalan berlawanan arah dari tempat Vero berdiri.
"Tunggu!!!" Pinta Vero.
__ADS_1
"Ver...aku mau sendiri dulu..." ucap Merry.
"Mer...tanya hatimu...apakah layak kamu melepaskan perasaan hanya karena rasa takut? Trauma yang kamu alami tidak akan pernah hilang jika kamu masih bergelayut pada masa lalu" kata Vero.
Tap Tap Tap
Suara langkah kaki Vero terdengar nyaring meski hujan masih mengguyur dengan lebatnya.
"Mer...aku sudah berulang kali menyerah tapi aku masih mau berusaha mendapatkan hatimu...masih banyak tapi-tapi yang lainnya...tapi aku tidak bisa menyerah, tapi aku tidak ingin menyerah, tapi aku tahu kalau hatimu masih miliknya..." tutur Vero.
Merry membalikkan badan menghadap Vero.
"Apa maksud kamu?" Tanya Merry.
"Ingat...ketika kamu mabuk karena tak sengaja meminum koktail? Kamu bilang dengan jelas...kalau kamu sangat mencintainya...kamu ingat???" Jawab Vero sembari memayungi Merry.
"Hm...itu sudah berlalu Ver...aku ingin menikmati rasa sakit ini, hingga nanti aku tidak akan mau jatuh cinta lagi..." kata Merry.
"Terus??? Apa kamu pikir itu akan bagus untuk kamu? Hahhh!!! Mer...kamu sudah bukan anak remaja yang harus galau merana seperti ini! Dewasa sedikit Mer, jangan melihat dari satu sisi, lihat dari sisi lainnya, apa kamu mau terus menerus tersiksa???" Cecar Vero menggebuh-gebuh.
"Lalu? Kalau aku kembali padanya...apakah ada jaminan jika dia tidak akan ninggalin aku lagi? Menurutmu menjadi dewasa itu harus berulang kali bersikap bodoh!!! Kamu enggak ngerti rasanya jadi aku Ver!!!" Sahut Merry dalam satu tarikan nafas.
"Lihat...disana!!!" Titah Vero sembari menunjuk.
"Dia..." desis Merry.
***
**
__ADS_1
*
See you next chapter guys...😊