Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {bagian 22}


__ADS_3

Korea Selatan 20 Juni 2026...


Perusahaan milik Kim Mi Rae sedang kedatangan tamu penting, ia adalah seorang pria paruh baya yang berjalan saja ia harus menggunakan tongkat penyanggah. Tapi...itu semua hanyalah penyamaran pria itu saja. Selama ini ia berpura-pura pincang untuk mengelabuhi para musuh-musuhnya agar dapat menyerang balik tanpa ketahuan.


Ketegangan nampak di ruangan luas bertuliskan "Presdir". Disana Georgio pria paruh baya itu duduk santai di singgahsana milik Mi-Rae.


"Mengenai putramu...aku tidak akan melarangnya untuk bersaing dengan Thomas dan juga Sean, ingat...Mrs.Kim, semua ini aku lakukan untuk putriku Merry..." ujar Georgio.


Jeddaaarrrr...


Bak petir di siang bolong Mi-Rae hampir terjatuh mendengar penuturan Georgio yang menyebut nama Merry, mengakui Merry sebagai putrinya.


"Merry? Bersaing??? Maksud Mr.Scott...wanita itu...dia..." Mi-Rae hampir terjatuh, melemas otot-otot kakinya.


"Wanita itu yang kau sebut simpananku adalah putriku! Aku memberitahu kebenaran ini agar kau tidak lagi merendahkan putriku lagi! Jika kebenaran ini sampai terbongkar, kau harus menanggung akibatnya dan...satu hal lagi...bukan putriku yang tak layak untuk putramu tapi sebaliknya..." kata Georgio berdiri dari duduknya berjalan dengan gagah menghampiri Mi-Rae.


"Mr.Scott...saya...-"


"Mrs.Kim...Thomas memiliki properti bisnis lebih banyak darimu, bahkan seluruh harta keluargamu jadi satu pun tidak akan bisa menyaingi harta kekayaan yang dimiliki oleh Thomas dan keluarganya, sedangkan Sean adalah pimpinan dunia bawah tanah, kau tentunya tau...berapa banyak penghasilannya dalam sebulan dibandingkan dengan putramu yang hanya seorang artis kecil disana!" Georgio tersenyum smirk meremehkan Mi-Rae.


Mi-Rae kehilangan kata-kata sehingga ia hanya bisa terdiam sampai Georgio pergi dari ruangannya, ia masih berdiri di tempat tak bergerak.


Flashback off...


Kembali ke ruang Perpustakaan. Keyzro menunduk mendengar tentang kebenaran siapa Merry Reynata, ia tidak menyangka jika wanita yang pernah mengisi hari-harinya selama satu tahun adalah seorang putri dari Pengusaha terkaya sejagat raya. Bagaimana mungkin wanita yang ia kenal bekerja sebagai Pembantu umum kini menjadi seorang putri raja?


"Kau pasti berbohong agar aku tidak mengejarnya lagi kan???" Keyzro melirik tajam pada sang ibu kandung yang terduduk lemas.


"Terserah kau mau percaya apa tidak? Yang jelas Thomas menjadi kandidat utama sebagai calon suami Merry, kau pikirkan baik-baik, jika masih sayang akan nyawamu...maka menyerahlah..." sahut Mi-Rae.


"Ck...hm...aku lebih menyayangi dia ketimbang nyawaku, jadi...aku akan tetap mengejar maaf dan cintanya!" Kata Keyzro berlalu meninggalkan sang ibu.


"Aku juga tidak menyangka akan berada di posisi serendah ini...dia yang ku rendahkan selama ini adalah sebuah mutiara di dalam lumpur..."


Sementara Mi-Rae bergelut dengan kenyataan yang menyakitkan, Merry justru mendapatkan perlakuan manis dan menyenangkan dari Hernandez dan juga Emelly, keduanya sangat menyayangi Merry, meski mereka belum mengetahui jika Merry sebenarnya adalah seorang putri dari Pengusaha Kontruksi terbesar di dunia dan satu-satunya Pengusaha yang tidak pernah mengumbar kehidupan pribadinya. Bahkan khal layak tak ada yang mengetahui, siapa itu istri Mr.Scott ataupun kedua anaknya tidak pernah ter-ekspos media.


"Mata kamu sembab sayang...kamu habis nangis ya..." Hernandez mengusap lembut kelopak mata kanan Merry.


"Hm...tidak bu Her...aku hanya terlalu lelah bekerja, jadi agak kurang tidur...hehe" Merry tersenyum tipis.


"Oh ya??? Masa gara-gara itu? Kakak pasti bohong kan? Jangan-jangan kakak...-" ekor mata Emelly menangkap keberadaan sang kakak sehingga ia tidak jadi melanjutkan apa yang ada ingin ia katakan.


"Jangan-jangan apa???" Tanya Darrel langsung duduk di samping kanan Merry.


"Jangan-jangan...itu...kak Darrel terlalu memaksa kak Merry untuk bekerja lembur!" Jawab Emelly asal.


"Memang aku begitu Mer?" Tanya Darrel berubah sendu wajahnya menoleh pada Merry.

__ADS_1


"Eh...enggak kok..." jawab Merry tersenyum getir.


"Yuk ke kamar aku! Aku butuh bantuan kamu!" Ajak Darrel sembari menarik tangan kanan Merry.


"Oh...iya...bu Her...Emelly...aku pamit sebentar ya..." kata Merry setengah berteriak di akhir kalimat.


***Brak...


Brughhh***...


Darrel menutup pintu kamarnya dengan menggunakan punggung Merry.


"Ishhh...sakit Rel...lo kenapa sih?" Merry meringis kesakitan.


"Sakit kan? Lebih sakit perasaan aku Mer...kamu kenapa bisa datang bareng hyung Minhyuk? Sumpah demi apapun aku jealous..." kata Darrel menekan kuat dagu mungil milik Merry.


"Apa-apaan sih Rel? Lo kan udah ada Jess...-"


"Jessica bukan pacar aku Mer, kamu salah paham!"


"Mau dia pacar lo atau bukan, itu semua bukan urusan gue!" Sentak Merry.


"Aku udah lama putus dari dia! Kamu tau itu kan???"


"Rel...kalo lo masih ngomong ngaco kayak gini, gue berhenti jadi Asisten lo!" Merry mendelik marah.


"Hahhhh...hufff...maaf...aku cemburu...maaf ya..." Darrel menyandarkan kepala Merry ke dadanya yang bidang.


"Sumpah...aku enggak akan nyerah buat dapetin hati kamu Mer...enggak akan!!!"


***Tok


Tok


Tok***


"Ada yang dateng!" Ujar Merry lalu berbalik membuka pintu.


"Myzro..." desis Keyzro dengan linangan air mata.


"Eh...kamu kenapa???" Tanya Merry cemas langsung berjinjit dengan selembar tissu di tangan kanannya.


"Aku sadar...aku tidak bisa hidup tanpa kamu...hiks...maafkan aku Myzro...sekali saja...hiks...biarkan aku membuktikan kata-kataku, bahwa aku tidak akan pernah menyakiti kamu lagi..."


"Kita harus segera berangkat Mer!" Kata Darrel menarik paksa Merry dari sisi Keyzro.


Grepppp

__ADS_1


Keyzro menahan pergelangan tangan kiri Merry."Aku mohon...snfff..."


"Rel..." Merry menatap memohon pada Darrel.


"Tidak ada waktu lagi! Kita harus cepat!" Darrel kembali menarik Merry.


Tangan Keyzro terlepas dari pergelangan tangan Merry, ia memandangi Merry yang berjalan menoleh ke arahnya.


"Aku cinta kamu Merry...hiks..." gumam Keyzro lirih.


Di sepanjang perjalanan menuju lokasi syuting Merry terdiam menundukan kepala, ia merenungi air mata Keyzro yang tadi tumpah di hadapannya. Kini kebimbangan menyerang hati dan pikirannya.


***Greppp


Bruggghhh***...


"Di larang mikirin cowok lain kalau lagi sama aku!" Bisik Darrel begitu bokong Merry mendarat di pangkuannya.


Glekkk


"Ini semua cowok yang gue kenal ngapa pada seklek sih otaknya???"


"Rel...lo tau kan bakal sulit buat gue jelasin ke media kalo lo terlalu intim sama Asisten lo!" Komentar pedas datang dari bibir Joana yang geram melihat ke-intiman Merry dan Darrel.


"Urus aja jadwal gue! Masalah asmara gue yang urus bukan urusan lo gue mau dekat sama siapapun!" Tegur Darrel sarkas.


"Apa bagusnya sih nih ******???"


Begitu tiba di lokasi syuting, Darrel enggan melepaskan tangan Merry, dari mulai make up berganti pakaian ia lakukan dengan terus menggenggam tangan Merry. Hanya ketika memakai pakaian saja ia melepaskan genggaman tangannya sampai di ruang make up masih sama saja, ia terus menggengam tangan Merry.


"Rel...bisa lepas sebentar enggak?" Pinta Merry memelas.


"Enggak!!!" Sahut Darrel nge-bossy.


"Ishhh...gini amat sih..."


"Aku take dulu...kamu berdiri disini! Jangan kemana-mana!" Titah Darrel tegas.


Merry mengangguk lemah.


"Marry!!!" Panggil suara pria dari arah belakang Merry.


"Kamu???" Gumam Merry.


***


****

__ADS_1


******


See you next chapter...😘


__ADS_2