
Perjalanan dari Paris menuju Swiss memakan waktu 10 jam, Merry bersama lima pria tampan dan satu pilot tampan juga k-pilot yang juga memiliki paras yang tampan dan rupawan. Berangkat dari Paris pukul 09:00 pagi sampai di Bandara Swiss pukul 17:00 waktu setempat.
Tiba mereka di Bandar Udara Internasional Zürich adalah bandara internasional di Zürich, Swiss dengan kode IATA ZRH dan kode ICAO LSZH. Sebagai salah satu bandara tersibuk di Negara ini, bandara ini mempunyai banyak fasilitas seperti Restoran sebagai contohnya.
Alih-alih memilih menginap di Hotel yang dekat dengan Bandara. Merry memilih menginap di Hotel Royal Savoy Lausanne adalah pilihan tepat untuk wisatawan yang mengunjungi Lausanne, karena menawarkan suasana yang mewah ditambah dengan fasilitas akan menyempurnakan masa menginap Anda.
Kamar di Hotel Royal Savoy Lausanne memiliki tv layar datar, minibar, dan penyejuk udara, dan para tamu tetap dapat menggunakan internet dengan tersedianya wi-fi gratis.
Anda juga dapat menikmati kolam renang dan sarapan selama menginap di Hotel Royal Savoy Lausanne. Butuh tempat parkir? Parkir tersedia di Hotel Royal Savoy Lausanne.
Jika ingin melihat tempat terkenal pada saat mengunjungi Lausanne, Hotel Royal Savoy Lausanne jaraknya berdekatan dengan Lausanne Opera (1,0 km) dan Place St-Francois (1,0 km).
Lausanne memiliki banyak restoran spanyol. Jadi pada saat Anda disini, jangan lupa mengunjungi tempat populer seperti Restaurant de la Radio, Creacion del Tata, dan Sabor Latino, yang menyajikan hidangan lezat.
Lausanne juga dikenal dengan beberapa taman menarik, termasuk diantaranya Parc Olympique, Parc de Mon Repos, dan Parc de Milan et crêt de Montriond, yang terletak tidak jauh dari Hotel Royal Savoy Lausanne. Begitulah kira-kira gambaran Hotel tempat Merry dan rombongan akan menginap selama beberapa hari.
"Aku sudah memesan kamar terpisah, jadi...kau... Keyzro Erdigo Guelinez jangan berharap bisa macam-macam dengan adikku! Mengerti!!!" Kata Jhony sembari memberikan kunci card Hotel pada Merry dan yang lainnya.
Keyzro hanya membuang nafas kasar memutar bola matanya.
"Jangan marah...kak Jhon hanya berusaha melindungi aku...adiknya..." hibur Merry membelai bahu kanan Keyzro.
Akhir dari perdebatan, mereka semua pergi ke kamar masing-masing. Mengingat esok akan menjadi hari yang panjang serta melelahkan, Merry memilih untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya, selepas mandi dan berganti pakaian Merry tertidur pulas.
Sementara di kamar lain, Jhony sudah mengantongi identitas pria yang menjiplak desain Liu Lim, ia segera mengambil tindakan dengan cara menculik pria tersebut, membawa pria itu ke hadapannya. Kini pria itu sudah terikat di kursi kayu.
Tidak butuh waktu lama bagi Thomas untuk menemukan pria tersebut, karena ia merupakan seorang sniper tentara bayaran dan juga hacker yang handal maka tak heran jika bagi dirinya mudah sekali menemukan kutu busuk macam pria ini.
"Kau Jason Wang...ck...ku kira pria hebat mana yang bisa melakukan trik kotor seperti ini...ternyata hanya seorang anak haram dari Tommy Page! Hehehe...ayahmu saja tidak berani berurusan dengan ku...dan kau...ck..." Jhony geleng-geleng kepala tersenyum smirk.
"Sial kau! Siapa kau hah!!!" Teriak pria asal China ini memaki Jhony.
Greeppp
Jhony mencengkram leher Jason Lee sampai siempunya memerah wajahnya.
"Dengarkan aku baik-baik! Kalau kau sayang akan nyawa mu...buat rekaman disini jika kau hanya seorang penjiplak! Jika kau masih ingin hidup! Mengerti!!!" Sentakan Jhony tepat di wajah Jason.
"Hukhhh...hukhhh...hukhhh..." Jason terbatuk setelah Jhony melepaskan cengkramannya.
"Kau tau...ibumu...Miranda Lambert...dia masih hidup...jika kau ingin tau dimana dia berada...maka lakukan apa yang ku minta tadi...bagaimana? Apa kau tertarik tentang ibumu yang sudah sepuluh tahun menghilang?" Jhony berkata sembari berjalan menuju single sofa.
"Huh...jangan kau pikir aku mudah tertipu oleh tipu muslihat mu!" Dengus Jason.
"Sean..." panggil Jhony memberi isyarat jari.
Sean mengangguk kemudian memutar sebuah video di layar televisi.
Di video tersebut ada seorang wanita yang sedang melakukan adegan syuting iklan, disana terlihat jelas wanita cantik itu sudah berumur akan tetapi wajahnya masih cantik dan awet muda.
"Ibumu bekerja di rumah produksi film milikku...sekarang nama dia bukan lagi Miranda tapi Shireena Gultom...ia sudah menikah lagi dengan Vicky Gultom" tutur Sean sembari memainkan pistol hitam di tangan kanan ia tersenyum ke arah Jason.
Jason menangis karena merasa telah dibohongi oleh ayah kandungnya.
"Hiks...pria tua sialan!" Maki Jason marah.
"Jadi...apa keputusan mu?" Tanya Jhony.
"Baik...akan aku lakukan semua permintaan mu tadi akan tetapi pertemukan aku dengan ibuku sekarang juga!" Jawab Jason sembari terus menangis.
__ADS_1
"Tenang saja...ibumu...ada disini...dan aku sudah menceritakan semua kejadian ini pada dia, kau pasti akan dimarahi habis-habisan...bersiaplah..." ungkap Jhony.
Seperti kesepakatan mereka, Jason merekam dirinya dan meminta maaf karena sudah mencuri hasil desain Liu Lim, masalah sudah terselesaikan dengan sangat mudah, dan...Jason pun diterima oleh ibunya juga ayah tirinya, Jhony menerbangkan Jason dan keluarga baru nya itu ke Paris-Prancis malam itu juga.
Matahari belum menunjukan sinarnya, tapi wanita manis bernama Merry Reynata ini sudah bangun dari tidur cantiknya, sekarang ini ia tengah berkomunikasi dengan Tuhan nya, ia merasa jika selama ini sudah mengabaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Setelah masuk ke Champ dunia hitam, ia sudah jarang sekali bersujud pada Sang Pencipta.
"Ya Allah...ampuni hamba-Mu ini...hamba sadar jika setelah Engkau menaikan derajat ku, aku hampir tidak pernah menemui-Mu dalam sujud ku...ku mohon Yang Maha Pengampun...ampunilah hamba-Mu yang penuh dengan kekeliruan ini... Aamiin ya robbal'alamin..." Merry mengusap lembut wajahnya begitu selesai memanjatkan doa.
Selesai mengadu pada Sang Khaliq, Merry menyiapkan materi untuk meeting pagi ini, dimana ia harus bisa menyakinkan pemilik tender agar memberi ia kelonggaran waktu untuk menyelesaikan masalah yang ada saat ini, ia belum mengetahui jika Jhony sudah membereskan permasalahan yang ditimbulkan oleh si penjiplak desain.
Tiba di ruangan super besar dengan meja tersusun berbentuk setengah lingkaran. Merry menduduki kursinya, disana banyak sekali tatapan tajam yang meragukan dirinya. Merry meneguk kasar slavinanya begitu giliran ia untuk berbicara.
"Tenang...putar saja video di flashdisk ini..." bisik Jhony.
Merry mengangguk.
"Selamat pagi semuanya...berdirinya saya disini untuk menjelaskan tentang kasus penjiplakan yang di klaim oleh pihak lawan Perusahaan ayah saya, saya sudah memastikannya pada arsitek saya, jika memang benar itu adalah desain miliknya sedangkan pihak lawan itu yang menjadi penjiplak bukan sebaliknya..." tutur Merry berdiri sembari menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Apa benar itu hah!!!" Teriak seorang pria paruh baya menyentak Merry.
"Sa...a...ya...bisa menunjukkan bukti jika hasil desain itu memang milik kami!" Merry berkeringat dingin akan tetapi berusaha tetap tenang, ia mengikuti instruksi dari kakaknya Jhony."Ini bukti kami ada di dalam flashdisk ini...silahkan diputar!" Titah Merry pada seorang pria yang berdiri tak jauh dari sisinya.
Pria itu adalah Tristan, ia segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Merry, dalam video berdurasi tiga menit empat puluh lima detik, seorang pria bernama Jason Wang meminta maaf karena sudah mencuri hasil desain milik kekasihnya dan mengklaim jika hasil desain itu adalah miliknya, dalam video dijelaskan secara detail bagaimana ia bisa mencuri hasil desain Liu Lim, setelah video berakhir semua orang yang hadir dalam meeting pagi ini, mereka semua berdiri membungkuk hormat pada Merry.
prok prok prok
Suara tepuk tangan dari para hadirin yang menghadiri meeting bergemah riuh menyambut keberhasilan Merry karena mampu mengatasi masalah dalam waktu singkat.
"Terima kasih..." ucap Merry menangis haru.
"Baik...Mr.Mary...selamat atas kerjasamanya dengan LinkedIn Group!" Ucap seorang wanita cantik seraya mengulurkan tangan ia tersenyum simpul pada Merry.
"Hufff..." Merry terduduk lemas selepas kepergian semua orang.
"Sudah ku katakan bukan? Aku akan selalu melindungi mu...adikku sayang..." Jhony membelai pucuk kepala Merry.
"Terima kasih kak...dan...aku ingin berhenti...apakah boleh? Aku tidak lagi bekerja di Perusahaan daddy?" Merry menongak menatap sayu Jhony.
"Hm...tentu..." Jhony mengiyakan apa yang diminta oleh adiknya itu.
Merry melompat kegirangan, ia kini sudah digendong oleh Jhony seperti anak kecil yang tengah digendong oleh ayahnya.
"Aku sayang kakak...muachh..." Merry mencium kening Jhony.
"Hehehe...dasar kau!" Jhony menyatukan hidung mancung miliknya pada hidung mungil Merry.
"Sebagai gantinya...kau harus mendengarkan kabar buruk, kau sudah siap adikku?" Jhony menurunkan perlahan tubuh mungil Merry.
Dalam perjalanan kembali ke Hotel, Merry terngiang perkataan sang kakak, bahwa dibalik keputusannya untuk mundur dari jabatannya saat ini maka ada konsekuensi kabar buruk yang harus ia terima.
Sesampainya ia di kamar Hotel tempat ia menginap. Dalam kamar Merry sudah ada satu pria tampan yang lain menunggu dengan kegelisan di wajah tampannya.
"Bright...kau..." cicit Merry.
"Hm...nona..." Bright menundukkan kepala.
"Ada apa ini? Kenapa dengan wajah kalian?" Merry memandangi satu persatu wajah lima pria yang berdiri di hadapannya.
"Sini..." Jhony mendudukkan Merry di single sofa.
__ADS_1
"Ada masalah apa kak?" Tanya Merry.
"Huff...Bright akan menggantikan kamu mengelolah Perusahaan milik almarhum suamimu Charles Veth!" Jhony membuang nafas kasar.
"Lalu...Bright akan berhenti menjadi supir pribadi ku? Benar?" Mata Merry berkaca-kaca.
"Hm..." Jhony mengangguk.
Merry menggigit bibir bawah menahan tangis.
"Sebenarnya Bright adalah saudara satu bapak lain ibu dengan Charles, ibu Bright bunuh diri setelah melahirkan Bright karena depresi setelah kesuciannya direnggut paksa oleh Abraham Veth" ungkap Sean.
"Hm...jadi...secara otomatis ia berhak atas warisan peninggalan Charles dan Abraham" timpal Thomas.
Merry beranjak berdiri berjalan perlahan menghampiri Bright.
"Maaf..." ucap Merry.
"Maaf untuk apa nona?" Tanya Bright.
"Maaf karena selama tiga tahun kita saling mengenal aku sama sekali tidak mengetahui kisah pilu hidupmu Bright...snfff..." Merry menjawab dengan deraian air mata.
"Nona...apakah aku boleh memelukmu?" Pinta Bright.
"Snff...hm..." Merry mengangguk cepat.
Bright memeluk erat wanita yang diam-diam ia cintai. Selama tiga tahun berada di samping Merry, ia merasa sangat bahagia meskipun Merry tidak pernah memandang dirinya sebagai seorang pria dewasa.
"Aku mencintaimu nona...sadar ku tak bisa memaksa mu untuk membalas cintaku maka ini bukti cintaku padamu...aku akan mengangkat beban berat dari punggung mu...yang ku tau, selama ini kau pasti sangat menderita..." tutur Bright.
"Hiks...snff...dasar bodoh! Hiks...hiks...hiks...aku benci kamu! Hiks...hiks...snff..." Merry menangis sesenggukan.
Keyzro hanya terdiam menyaksikan adegan romantis antara kekasihnya bersama pria lain.
"Ini...pakailah..." titah Bright sembari memakaikan gelang emas putih pada pergelangan tangan kiri Merry."Gelang ini akan mengingatkan dirimu, betapa aku sangat mencintaimu..." imbuh Bright.
"Snff...iya...hiks..." Merry terus menangis.
Flashback on
"Hallo...kau Bright...ada apa?" Tanya Jhony begitu mengangkat panggilan dari Bright.
"Aku mau menggantikan nona sebagai CEO di Perusahaan milik Charles" kata Bright penuh keyakinan.
"Kau serius? Kau tidak akan menyesal?" Jhony merangkul Akbar Bright Twilight.
"Baik...jika itu keputusan mu...akan ku urus semuanya..." ujar Jhony.
"Terima kasih Mr.Jhony..."
Flashback end
***
***
***
See you next chapter 💜💜🤗💜
__ADS_1