
Flashback on
Di sebuah Sekolah Menengah Pertama, seorang gadis Asia nampak tengah kebingungan, ia sesekali mengkerutkan kening. Tiba ia di dalam lorong sekolah, ia menepuk perlahan pundak seseorang.
"Permisi...boleh saya bertanya?" Katanya dengan menggunakan bahasa Perancis seadanya.
"Iya..." seorang anak laki-laki tampan menoleh pada gadis itu.
"Siapa gadis ini? Wajahnya imut sekali..." gumam anak laki-laki tersebut.
"Dimana ruang kepala sekolah?" Tanya gadis cantik itu tersenyum tipis.
Deg Deg Deg
Jantung anak laki-laki tadi bertalu-talu melihat senyuman manis yang diberikan gadis cantik yang ada di hadapannya kini.
"Hey Geo! Dia bertanya padamu!" Kejut sosok anak laki-laki yang satu lagi tak kalah tampan dari anak laki-laki yang kini terpanah akan kecantikan sosok gadis cantik.
"Hah...oh...iya...di...disana!" Gugup anak laki-laki itu menunjuk lorong yang tak jauh dari mereka bertiga berdiri.
"Terima kasih..." ucap gadis cantik kemudian berlalu pergi.
"Hey Geo! Tutup mulut mu! Hehe..." kekeh anak laki-laki satunya.
"Sial kau! Mengganggu saja!" Sentak anak laki-laki yang bernama Georgio itu sembari beranjak pergi.
"Hey!!! Tunggu!!!"
"Abraham Veth! Bisakah kau tidak berisik!" Bentak Georgio.
"Hehehe...rupanya ada yang sedang jatuh cinta ya..." ejek teman Georgio yang ia panggil dengan nama Abraham.
"Braham...sekali lagi kau mengejek ku, akan ku buat adonan kue di wajahmu!" Ancam Georgio sembari terus berjalan.
"Alah...kau ini Ge...terlalu sangat serius...hehehe" kekeh Abraham.
Flashback off
"Nah...sejak pertemuan pertama antara paman Georgio dan ibumu itu mereka menjadi dekat, sampai di bangku kuliah barulah ibumu menerima paman Georgio menjadi kekasihnya..." kata Charles mengakhiri ceritanya.
"Kisah cinta ibu ku... lebih indah daripada kisah cinta ku...hm..." tersenyum miris Merry memandang keluar jendela.
"Queen...akan ku buat kisah cinta yang mengharukan juga indah untukmu...asal kamu mau menerima lamaran ku..." Charles menggenggam erat kedua tangan Merry.
"Char...aku..."
"Biarkan tiga bulan saja kamu menjadi istri ku... setelah itu aku akan meninggal dengan tenang...snff..." Charles menitikan air mata.
"Sttt..." Merry menutup mulut Charles dengan tangan kanannya.
"Permintaan terakhir ibu ku adalah kamu menikah dengan ku, itu juga permintaan terakhir dari ku...setidaknya jika aku mati nanti...aku mati sebagai suami mu..."
__ADS_1
"Sesak sekali dada ini Ya Allah...pria ini...mudah sekali mengatakan mati..."
"Ku mohon...hmm..." Charles menangkup kedua tangan memohon.
Brakkkk
"Tidak!!! Kau tidak boleh menikahi dia! Myzro hanya bisa menikah dengan ku!" Keyzro membuka pintu BANGSAL cukup kencang.
Merry terperanjat duduk tegak memandang lurus ke depan.
"Oppa..." cicit Merry.
"Myzro...aku...-"
"Ikut dengan ku!" Jhony datang langsung menarik pergelangan tangan kiri Keyzro.
"Kau mau bawa saya kemana?" Tanya Keyzro geram.
"Ikut saja!" Sentak Jhony.
Brakkkk
Keyzro menggebrak meja begitu tiba di kantin rumah sakit.
"Apa maksudmu hyung? Bukan kah kau sudah berjanji akan memberi ku kesempatan untuk mendapatkan hati adik mu?" Cecar Keyzro marah.
"Charles menderita penyakit kanker Keyz... umurnya tak kurang dari tiga bulan lagi..." ungkap Jhony.
"Jadi...bersabarlah...hanya tiga bulan saja, kau saja bisa membuat adik ku menunggu satu tahun, masa kau tidak bisa menunggu tiga bulan saja?"
"Hyung..." desis Keyzro menjambak rambut nya frustasi.
"Dengarkan aku...aku kenal adik ku, Keyra...ah...maksud ku Merry... dia tidak akan bisa mengabaikan permintaan orang yang sedang sekarat, dia pasti setuju menikah dengan Charles meskipun ia tak mencintainya..."
Keyzro memejamkan kedua mata, mengalir dari pelupuk mata bulir-bulir bening tanpa diminta.
"Hyung... bagaimana bisa kau meminta ku menyaksikan cinta ku dimiliki pria lain? Hiks...tidak kah ini sangat kejam bagi diriku? Hiks..."
"Saat kau menikah di Paris kala itu...Merry menyaksikan pernikahan mu dari balik layar televisi...kau tidak tau bukan betapa hancur hatinya saat itu?" Kata Jhony menepuk bahu kiri Keyzro.
"Apaa???" Pekik Keyzro.
"Anggap sekarang ini adalah karma kecil untuk mu... mengerti?"
"Hufff...hahh...snff...aku mengerti...hiks..." sahut Keyzro lirih.
Satu minggu kemudian pernikahan Merry dan Charles berlangsung di sebuah masjid yang tak jauh dari komplek perumahan tempat Merry tinggal bersama keempat anak-anaknya.
Merry memandangi dirinya dari pantulan cermin besar, ia tersenyum miris mengingat siapa yang menikahi nya bukan lah Keyzro melainkan pria lain. Pria yang selama ini ia impikan menjadi suami nya justru tengah menangis dalam hati menyaksikan Pak Penghulu mengatakan kata SAH dengan iringan suara para tamu undangan.
Merry keluar dari ruangan tempat ia bersembunyi karena pernikahan diselenggarakan dengan menggunakan adat timur tengah yang mengharuskan pengantin wanita bersembunyi sampai ijab qobul selesai dibacakan.
__ADS_1
Merry berjalan perlahan menghampiri sang suami Charles yang sudah menunggu dengan gagah mengenakan jas berwarna putih. Sedangkan Merry mengenakan kebaya dengan warna senada dengan Charles.
Sesampainya ia di hadapan Charles, ia mengecup tangan kanan Charles, setelah itu giliran Charles mencium kening Merry.
"Apa keputusanku sudah benar?"
Merry tersenyum tipis pada Charles yang nampak sangat bahagia.
Seluruh tamu undangan bertepuk tangan menyaksikan dua pasangan pengantin baru ini.
Berganti para tamu undangan menyalami Merry, sosok yang membuat Merry menangis dalam hati turut hadir di antara para tamu, siapa lagi kalau bukan Keyzro?
"Selamat Myzro..." ucap Keyzro lirih.
"Hm...snff..." Merry mengangguk menahan tangis.
"Selamat!" Keyzro beralih merangkul Charles sekilas.
"Setelah aku tiada...ia bisa menjadi milikmu selamanya...bersabarlah..." bisik Charles.
Keyzro mengangguk."Hiks...hiks...iya..."
Dian terenyuh mendengar tangisan Keyzro, dengan cepat Dian membawa Keyzro meninggalkan acara pernikahan menyakitkan itu.
"Lo yakin nggak pa-pa Keyz?" Tanya Dian sembari memandangi Merry dan Charles dari kejauhan.
"Hm...snff...Ian...ini yang dirasakan Myzro saat menyaksikan pernikahan ku saat itu...hiks...sekarang aku tau rasanya...sakit...disini...hiks..." Keyzro mencengkram dadanya kuat.
"Sabar Keyz... jika jodoh nggak akan kemana...hm..." Dian menepuk-nepuk punggung Keyzro.
"Hiks...hiks...hiks...sakit Ian...hiks...gue nggak sanggup...hiks..."
"Hm...sabar...snfff..." Dian menahan tangis terus mencoba menghibur sahabatnya itu.
Hotel bintang lima menjadi tempat bulan madu bagi pasangan pengantin baru yaitu Merry dan Charles. Merry masih mengenakan kebaya putih, ia terdiam duduk di depan meja rias. Sedangkan Charles baru saja keluar dari kamar mandi selesai ritual bersih-bersih, ia duduk di sisi kanan Merry, memeluk Merry yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Ia menyandarkan kepalanya di bahu kiri Merry.
"Maaf...aku tau kamu terpaksa menikah dengan ku..." ucap Charles lirih.
"Ehemm...tidak perlu minta maaf...kita tidak perlu membahas yang tidak penting..." Merry beranjak dari duduknya berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku tau... sekarang ini aku menjadi manusia Paling serakah...tapi...aku sungguh ingin mati dengan gelar suami Merry Reynata..."
***
**
*
Kok Keyzro gak nikah sama Merry sih Thour???
Sabar ya guys...episode ini memang sengaja dibuat berlinangan air mata.
__ADS_1
See you chapter...❤️🤗