Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {kembali ke tempat semula}


__ADS_3

Merry masih mengenakan kemeja Keyzro yang terlihat kebesaran menutupi tubuh di bagian atas yang mungil. Setelah menghapus kasar air mata yang mengalir deras tanpa permisi, ia kini sudah tidak menangis lagi.


Hanya kerutan di kening yang membuat wajahnya menjadi sendu. Merry berdiri di tepi jalan raya termenung karena kejadian yang baru saja terjadi itu begitu menyakitkan bagi dirinya. Lagi dan lagi...harus menelan pil pahit atas keberanian hatinya untuk memilih seseorang yang ia cintai masuk ke dalam hidupnya bukanlah suatu hal yang bisa dibanggakan kini. Akan tetapi badai percintaannya dengan Keyzro bukan perkara mudah, badai itu disebabkan oleh ibu kandung Keyzro sendiri.


Ckkkkkttttttt...


Seorang pengendara motor sport berwarna hitam berhenti tepat di hadapannya kini.


"Lo ngapain disini?" Tanya si pengendara motor sembari membuka helm.


"Hahhh..." lamunan Merry buyar lantas ia pun menongak melihat siapa yang bertanya."Eh...lo!" Seru Merry menunjuk wajah si pengendara motor.


"Darrel bukan *Lo*!" Kata si pengendara mengingatkan namanya pada Merry Reynata.


"Ohh...iya...maaf...gue orangnya lupaan...hehe" sahut Merry dengan wajah tanpa dosa ia pun hendak meninggalkan Darrel si pengendara motor yang pernah menolongnya.


Grepppppp...


Darrel mencengkram kuat pergelangan tangan kanan Merry.


"Pakai ini!" Titah Darrel sembari memasangkan helm ke kepala Merry.


"Gue bisa jalan sendiri!" Kata Merry enggan menerima bantuan dari Darrel.


"Pakai dan naik ke motor gue! Atau gue cium lo di depan banyak orang!" Darrel mengancam di akhir kalimat sembari melihat ke sekitar memang ramai orang.


"Hahhhh!!!" Merry memekik takut.


Darrel enggan berlama-lama di tempat itu, ia pun menarik pergelangan tangan kanan Merry lalu meminta Merry untuk duduk manis di atas motornya.


"Pegangan!" Titahnya kemudian.


Bruuuuummmmm...


Sepanjang perjalanan Darrel dan Merry sama-sama memilih untuk diam. Sampai tanpa sadar Merry sudah memeluk erat pinggang Darrel dan menangis.


***Tes


Tes


Tes***


Air mata kembali lolos tanpa persetujuan Merry, kini wajahnya yang mungil sudah basah penuh dengan air mata kesedihan. Ia menangis tanpa suara, hanya getaran tubuh Merry terasa sangat mengenai punggung Darrel.


Deg


"Apa-apaan gue? Sesak banget dada gue ya? Kenapa juga gue...aishhh..." Darrel memejamkan kedua matanya saat sudah sampai di lampu merah.


Sembari menunggu lampu lalulintas berubah warna, Darrel membelai punggung tangan Merry, entah sejak kapan ia jadi merasa iba pada wanita yang sudah ia kantongi identitasnya.


Flashback...


"Mom...Darrel pulang..." teriak Darrel begitu masuk ke dalam rumahnya yang bisa dibilang sangat-sangat megah dan mewah.


"Yes son..." sahut sang ibu sembari berjalan menghampiri Darrel.


"Gimana? Pertama kali syuting? Gugup enggak?" Tanya ibu Darrel yaitu Hernandez sang produser sekaligus pemilik dari Perusahaan HM Entertaiment.


"Hmm...enggaklah..." jawab Darrel tersenyum lebar.


"Ck...dasar sombong!" Hernandez mencubit gemas pipi putra sulungnya itu.


"Oh ya mom..." Darrel menghempaskan bokongnya di sofa empuk ruang keluarga seraya bertanya."Mommy kenal sama yang namanya...ck...siapa ya? Hahhh...Merry Reynata?"


"Oh...si PU lesung!" Hernandez ber-oh ria sembari duduk di sisi kanan Darrel.


"Lesung?" Darrel mengkerenyitkan kening bingung.


"Iya...janda yang punya lesung pipi kalau lagi ngomong sama ketawa atau senyum manis banget! Mommy suka deh sama dia, dia tuh sopan,baik,pekerja keras dan lagi satu, dia tanggung jawab banget sama anak-anaknya sampai sekarang dia belum nikah lagi karena enggak mau kasih ayah tiri buat anak-anaknya" Hernandez meracau menceritakan tentang Merry dengan penuh rasa kagum.

__ADS_1


"Mom...serius dia kan janda, banyak anak lagi, mommy mau gitu punya menantu janda punya anak banyak lagi?" Tanya Darrel beruntun.


"Emang kenapa? Salah? Eh Darrel anak mommy yang ganteng, dengerin mommy ya..." Hernandez menghadapkan dirinya pada Darrel lalu kembali berkata dengan lantang."Mommy lebih memilih punya menantu perempuan yang tegar dan hebat seperti Merry walaupun dia janda tapi dia enggak manja kayak pacar kamu tuh si Jessica, ishhh...ogah deh...mau dikasih makan apa anak mommy? Masak telur aja enggak bisa!" Omel Hernandez.


"Ck...mommy mulai lagi..." decak Darrel memutar bola mata malas.


Flashback off...


"Setegar apapun seorang wanita pasti adakalanya ia juga bisa menemui kesedihan yang ingin ia bagi kepada seseorang...jadi...menangislah...Merry Reynata..." kata Darrel menoleh ke belakang.


Merry mengkerutkan alis hanya dapat menatap mata Darrel karena wajahnya tertutup helm full face.


"Hiks...hm...hiks..." Merry mengangguk lirih.


"Kita jangan ke lokasi syuting ya...aku akan bawa kamu ke tempat yang bagus!" Kata Darrel lembut membelai punggung tangan Merry.


"Hm...hiks...hiks..." Merry mengangguk lemah.


Brummmmm...


Darrel memaju motor sport miliknya itu dengan kecepatan sedang, lebih dari 2 jam perjalanan mereka sampai di puncak Bogor Jawa-Barat.


"Gue enggak mau Rel!" Rengek Merry ketakutan saat Darrel memintanya untuk melakukan terjun payung.


"Ada gue...lo tenang aja!" Sahut Darrel sembari memasang alat keselamatan pada tubuh mungil Merry.


"Gue takut ketinggian Rel..." kata Merry dengan tatapan memohon pada Darrel.


"Ck...tinggi lo berapa sih? Lo lebih cocok jadi adek gue kayaknya dengan tinggi badan lo yang segini...hehehe" kata Darrel meledek Merry disertai tawa renyah.


"Bodo mamat lah...mau gue pendek juga bukan urusan lu dul!" Sentak Merry menekuk wajah cemberut.


"Aishhhh...gemes gue liatnya..." batin Darrel tanpa sadar ia mencubit gemas kedua pipi Merry.


"Eh iya...maaf..." ucap Darrel memblushing.


"Gue ngerti sekarang, kenapa hyung gue sama kakak seangkatan gue suka sama lo!" Kata Darrel lembut membelai pipi kanan Merry.


Patssss...


"Apaan sih!" Merry menepis tangan kiri Darrel.


"Sudah...yuk kita bersiap!" Kata Darrel sembari menggandeng tangan kiri Merry.


"Semua sudah ready bos!" Kata seorang instruktur pada Darrel.


"Okay..." sahut Darrel sembari memeluk pinggang ramping Merry.


"Rel...please..." Merry mencoba mohon pengampunan dari Darrel.


"Tutup mata kamu...dan...begitu kita sudah berada di atas baru kamu buka...tenang...ada aku..." kata Darrel lembut membelai sayang pucuk kepala Merry.


Merry menggeleng...


Dan...


"Kyaaaaaaa...arggghhhhh...dasar gila! Sinting! Enggak waras!!!" Teriakan Merry melengking namun tak terdengar karena hembusan angin terlalu kencang.


"Tenang! Ada aku!!! Merryyyy...lihat ke bawah sana...lihaaaatttt!!!" Darrel berteriak memberi arahan pada Merry yang masih memejamkan mata.


Merry mengintip sedikit ke bawah."Arghhhh...Darrelll...tinggi banget...hiks...aaarrrggghhhhhh..." Merry mencengkram kuat pegaman yang melingkar di pinggangnya.


***Zrassssss...


Brruuggghhhhh***...


Darrel dan Merry mendarat tepat di coretan berwarna putih berbentuk bulat.


"Hahhh...hoshhh...hoshhh..." nafas Merry terengah-engah begitu juga dengan Darrel.

__ADS_1


Dengan kesal Merry melepaskan secara kasar pengaman yang menempel padanya.


"Mau kemana? Hah...hoshh..." Tanya Darrel.


"Pulang!" Sentak Merry melotot galak.


"Hahahahaha...hosh...hahhh...kamu lucu banget ya...hoshh..." Darrel tertawa lepas walau sesekali ia mengatur nafas.


Merry memiringkan kepala ke kanan bingung.


"Bentar..." kata Darrel mengerti arti wajah kebingungan dari Merry.


Darrel meminta ponselnya pada seorang pria lalu membuka aplikasi kamera depan.


"Nah...lihat..." kata Darrel membuat ponsel pintar miliknya menjadi sebuah kaca.


"Eh...ini...hehehe" Merry nyengir kuda melihat tampilan dirinya yang acak-acakan.


"Rapihkan dulu rambut kamu..." Darrel melepaskan karet gelang yang mengikat rambut panjang Merry. Ia juga merapihkan rambut Merry tampak sangat ia memperlakukan Merry layaknya seorang Ratu.


"Makasih..." ucap Merry mengulum senyum di bibirnya.


"Hm..." Darrel mengangguk senang.


Merry kembali mengikat rambutnya, ia lantas berbalik memunggungi Darrel hendak mengambil langkah.


***Grepppp...


Bruggghhh***...


Darrel menarik lengan kanan Merry karena Merry hampir saja terjatuh ke tanah tapi imbasnya justru ia malah jatuh ke pangkuan Darrel.


Dua pasang mata saling bertemu, hembusan nafas Darrel membelai wajah mungil Merry. Darrel menyibakan anak rambut Merry ke belakang telinga, ia memiringkan sedikit kepalanya lalu mendekatkan bibirnya pada bibir Merry.


Happp...


Merry langsung menutup mulut Darrel dengan tangan kanannya.


"Hm...maaf..." ucap Darrel tersipu malu.


"Gue mau pulang!" Kata Merry sembari berdiri dari pangkuan Darrel.


"Arggghhh...udah gila ya lo Rel! Main nyosor aja!" Runtuk Darrel dalam hati.


Setelah melakukan olahraga berbahaya itu. Darrel membawa Merry ke rumahnya. Disana mereka berdua bertemu dengan seseorang yang tak ingin lagi untuk Merry lihat wajahnya.


"Kamu memang janda murahan ya...baru saja putus dengan Keyzro sudah menggandeng pria lain!" Kata ibu Keyzro memandang remeh ke arah Merry.


"Bukan murahan! Aku hanya kembali ke tempat semula..." sahut Merry menampilkan mimik wajah dingin bak adegan sinetron Indosiram.😆


Gimana kelanjutan dari kisah cinta Merry dan Keyzro ya???


Apakah Merry akan berpaling ke Darrel atau justru ia berpaling ke Vero???


Penisirin kan???


Yuk jangan pelit jempolnya buat Athour yang caemnya kayak marmut...hehehe...


Like...


Coment...


Vote...


😊😊😊


See you...


Next episode...😊

__ADS_1


__ADS_2