System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Rencana Penghabisan


__ADS_3

Alvin menghampiri kakeknya yang sedang bersama Sean dan Darla " Kek, tolong ikut denganku! " tegur Alvin tiba-tiba pada Kakeknya.


Pak tua Moor langsung menoleh ke arah Alvin " kita mau kemana Alvin?"


" Ikut saja, nanti aku ceritakan di jalan" jawabnya sambil melangkah ke arah Mobil.


Pak tua Moor menghela napas " kita lanjutkan nanti! " ucapnya sambil mengikuti Alvin.


Sean dan Darla mengangguk mengerti, karena mereka tahu kalau tuan Besar dan tuan mudanya sedang menghadapi masalah yang rumit.


Alvin dan Kakeknya pergi bersama, di dalam Mobil Alvin buka suara pada sopir " Bawa kami ke kafe dekat Parks industri! "


" Baik tuan!" jawab Klon System langsung.


Di dalam Mobil mereka berdua tidak berbicara sepatah katapun. Pak tua Moor juga tidak membuka pembicaraan karena dia tidak tahu harus berbicara apa pada Alvin.


Tak berselang lama Mobil sampai di kafe dekat Parks industri yang kini telah menjadi milik Alvin.


Keduanya turun dari Mobil setelah dua Klon System membuka pintu Mobil. Alvin dan Pak tua Moor langsung masuk ke dalam Kafe tersebut.

__ADS_1


Alvin mengambil tempat duduk di dekat jendela sambil memandang bangunan Park Industri yang tingginya menjulang ke langit.


Setelah beberapa saat dia baru buka suara " apa Kakek tahu Keluarga Croos?"


Walaupun Alvin kurang lebih sudah tahu cerita masalalu keluarganya, tapi dia ingin memastikan sendiri dari mulut kakeknya.


Pak tua Moor terkejut " kamu tahu tentang Keluarga Croos Alvin?"


Alvin mengangguk, dia menoleh ke arah Pak tua Moor dan berbicara lagi " semua masalah kita berawal dari kecerobohan kakek yang tidak bisa menyelesaikan-nya!" Sorot mata Alvin berubah sangat tajam, dia seolah-olah ingin membunuh seseorang.


" Apa maksudmu Alvin? " tanya Pak tua Moor yang merasa tidak memiliki masalah dengan keluarga Croos.


" Tidak, tidak mungkin Alvin, aku tidak pernah memiliki masalah dengan keluarga Croos!" elaknya yakin.


Alvin tersenyum " kakek memang tidak merasa memiliki masalah dengan mereka, tapi asal Kakek tahu saja mereka selalu mempermasalahkan kematian Cecilia Croos! "


Sontak saja tubuh Pak tua Moor langsung bergetar saat mendengar nama istrinya yang sudah lama dia coba untuk lupakan. malah di ungkapkan kembali oleh Alvin.


Tubuh tua Pak tua Moor langsung melemas, dia mental Alvin dengan tidak berdaya kemudian berbicara.

__ADS_1


" Kakek dulu sebisa mungkin untuk menyelesaikan masalah ini. Walaupun Kakek sadar kalau Ayah Nenek kamu tidak menerima ke satuan anaknya "


Pak tua Moor menghela napas, dia kemudian melanjutkan " Sebenarnya Keluarga Croos bukanlah keluarga yang kuat, kakek menganggap kalau mereka tidak akan melakukan apapun pada keluarga kita "


" Di situlah kesalahan Kakek, sekarang keluarga Croos menguasai Kazar! Mereka adalah keluarga yang cukup kuat! " Alvin memotong ucapan Pak tua Moor.


Pak tua Moor terkejut dengan perkataan Alvin " Apa maksudmu Alvin?"


Alvin menatap kembali bangunan Parks industri " mereka sekarang memiliki kekuatan yang bisa mengendalikan orang lain, contohnya keluarga Clown, Muse dan keluarga lain yang ada di Arnesia untuk menghancurkan keluarga kita. Di Kazar juga kemungkinan besar mereka menguasai seluruh Negara tersebut. Aku ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya Kek, Agar Ayah dan yang lainnya beristirahat dengan tenang "


Pak tua Moor hanya bisa merutuki kebodohannya karena dulu dia tidak tegas dengan keluarga Croos. Andaikan saja dulu dia tidak naif, mungkin keluarga Moor tidak akan hancur.


Tak berselang lama pelayan kafe membawa pesanan mereka berdua. Menyela pembicaraan Serius kedua orang tersebut.


Setelah pelayan tersebut pergi, Alvin menyeruput kopinya dan buka suara lagi " Besok aku akan menyerang habis-habisan mereka. Aku tidak peduli mereka adalah bagian keluarga kita! yang aku pedulikan saat ini, ingin membunuh mereka semua!" sebuah kilatan kejam terlihat dari sorot mata Alvin. Sehingga membuat Pak tua Moor merinding ketakutan.


Pak tua Moor hanya bisa tertegun sambil menatap betapa berbahayanya, anak dari Garin itu.


Pak tua Moor berharap kekejaman Alvin tidak akan menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri. Karena Pak tua Moor tahu di luar sana masih banyak orang yang lebih kejam daripada Alvin.

__ADS_1


__ADS_2