
Empat orang tersebut ketakutan Karena Furi begitu mengintimidasi. Sampai - sampai seseorang dari mereka hampir mengompol di celana.
" Bereskan barang - barang kalian dan pergi dari Matrix Capital sekarang !" Ucap Furi tegas.
" Tuan Lane tapi .." Pemimpin mereka mencoba bernegosiasi tapi Furi langsung memotongnya.
" Pergi sekarang atau aku menyuruh security menyeret kalian pergi dari sini !" Furi menunjuk wajah pemimpin itu dengan geram.
Mereka semua seketika pergi dengan wajah tertunduk. Menyesal sudah pasti, tapi tidak ada yang bisa mereka perbuat lagi.
Sementara itu di Mobil, Alvin dan Jeni kemudian langsung pulang. Mereka berdua tidak berniat kemana - mana lagi karena urusannya sudah beres.
Tak berselang lama mereka sampai di Mansion. Alvin langsung duduk di ruang keluarga sementara Jeni mau berganti pakaian santai terlebih dahulu.
[ Host hari ini belum Cek in, Apakah Host ingin Cek in ?]
Alvin bingung mau minta apa lagi jadi dia langsung mengiyakan saja " System aku ingin Cek In !"
[ Host berhasil Cek in Pikiran, Selamat Host mendapat Pil kesuburan Pria/ Wanita dan Satu set pakaian lengkap untuk Bayi ]
Alvin tercengang saat mendapat Hadiah yang bisa dia beli dengan uangnya. Jika tahu seperti itu Alvin akan lebih fokus memikirkan sesuatu Lagi.
Pil kesuburan tersebut muncul saku Alvin, Sementara paket baju bayi lengkapnya belum terlihat.
[ Status ]
Nama : Alvin Moor
Umur : 29 tahun
Kemampuan : Pekerjaan Rumah / Bos
Kotak Hadiah : Gold
Misi Selesai : 3
__ADS_1
Penyimpanan : -
Aset : Matrix Capital/ Mansion Grand Luv / Perusahaan Body Guard / Club Sepak Bola Muldor City ]
Alvin terkejut saat melihat kemampuannya bertambah. Apa lagi Bos yang tertulis disana, tentunya dia sangat senang.
Dia juga melihat Asetnya yang ternyata masih sedikit. Alvin tidak tahu saja walaupun sedikit Nilai semuanya mencapai ratusan Milyar dolar.
Alvin menghela napas " Lain kali aku tidak boleh menyia - nyiakan kesempatan yang datang lagi !"
" Menyia - nyiakan apa !" Jeni tiba - tiba datang menegur.
Alvin mengelus dadanya karena terkejut " Astaga sayang, kamu bikin kaget saja "
" Tadi kamu bilang menyia - nyiakan apa coba ?" tanya Jeni penasaran.
" Bisnis sayang " jawab Alvin lembut.
Jeni tidak jadi marah karena dia yakin kalau Alvin tidak berbohong pada dirinya.
" Ini gara - gara Menantu tidak berguna itu !, Ayah jadi seperti ini !" Ucap Jordan memperkeruh keadaan.
" Kakak benar !, kita harus memberikan pelajaran padanya !. Paman Nolan apakah kamu punya ide untuk membalas perbuatan si babi sialan itu !" Jorah bertanya pada Adik Ayahnya.
" Jangan bertindak gegabah, dia sekarang bukan orang yang mudah di singgung, yang ada kalian malah nanti malah dipermalukan !" Nolan membentak Jorah.
Wajah Jorah berubah menjadi Jelek, Karena niatnya untuk menggerakan Nolan. Malah Nolan menentangnya.
Weliah yang tiba - tiba datang tertawa " Hahaha ... Padahal sudah aku ingatkan !, tapi idiot tetaplah idiot !, Lebih baik kalian tidak perlu mengganggu Jeni lagi kalau tidak ingin terluka !" Setelah mengatakan itu Weliah menenggak Birnya dan pergi dari tempat itu.
Jordan, Jorah dan Nolan menyipitkan matanya, Karena mereka Benci mengakui jika harus percaya omongan Weliah. Karena bagi mereka Weliah adalah manusia gagal dan tidak pantas untuk dipercaya ucapannya. Tapi kenyataan berkata lain semua ucapan Weliah itu benar adanya bukan hanya bualan saja.
" Nolan kemarilah !" Danil memanggil adiknya.
Nolan langsung menghampiri kakanya yang sedang terbaring lemah tersebut " Ada apa kak ?"
__ADS_1
" Besok kamu antar kakak ke tempat Alvin dan Jeni " jawab Danil singkat.
Nolan mengerutkan keningnya " untuk apa lagi kak ?, mereka berdua sudah bukan keluarga Su lagi karena telah mempermalukan keluarga Su kita !"
" Pletaak
Danil memukul Nolan menggunakan tongkatnya yang ada di dekatnya " Jangan berpikiran pendek seperti itu, kalau kita bisa mendapat ampunan dari mereka. Keluarga Su Akan tumbuh lagi "
Nolan yang memegangi kepalanya mengerti maksud kakaknya " Baiklah, besok aku yang akan mengantar kakak secara pribadi.
Danil pun tersenyum, beberapa hari ini dia berpikir kalau saja dulu memperlakukan Alvin dengan baik mungkin keluarga Su sudah bisa mendapatkan manfaatnya. Tapi harapan tersebut semakin menjauh. Jadi mau tidak mau dia harus menjemputnya sendiri.
...***...
Di perusahaan Body guard Alvin, terlihat Rundolf baru pulang dari misinya.
" Yo semuanya apa kabar kalian ?" sapa Rundolf dengan ciri khasnya yang cengengesan padahal dia seoarang pemimpin asasin.
" Kamu berhutang penjelasan pada kami Rundolf !, kenapa kamu tidak memberitahu tuan Moor jika dia sudah dilindungi oleh anak buah kita !?" Doras berkata dengan kesal.
" Hehehe... waktu itu aku buru - buru jadi hanya menunjukkan foto tuan Moor pada anak buah kita saja " Rundolf menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal.
" Kamu ini ya " Doras mau menyerang Rundolf. Tapi Rundolf langsung mau melepaskan katananya.
" Apakah perlu kita bertarung Doras !" Rundolf berubah Serius.
" Brakkkk !
" Hentikan kalian !, kita bekerja untuk orang yang sama !, apa kalian sudah lupa dengan sumpah kalian pada Tuan Besar Moor dulu !" Krager membentak mereka semua.
Rundolf menghela napas, Doras juga menjadi tenang. Mereka semua kemudian duduk dengan tenang di tempatnya masing - masing untuk membahas Tuan mereka sekarang.
" Rundolf kamu yang pertama kali melihat Tuan Moor, apakah benar dia cucunya ?" tanya Krager langsung.
Rundolf menggelengkan kepalanya " entahlah... Identitas masa lalunya sangat misterius dan hanya ada identitas 6 tahun kebelakang saja yang menunjukan jika dia hanya orang miskin biasa yang menikahi keluarga Su "
__ADS_1
Anggota yang lain terkejut saat mendengar informasi dari Rundolf. Pasalnya tuan Moor mereka sangatlah kaya dan tidak mungkin memiliki anak atau cucu yang miskin seperti Alvin.