System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Ken dan Neil Tumbang ?


__ADS_3

Pertempuran di istana Grivia sekarang berbalik menjadi berpihak pada bawahan Alvin.


Karena Klon System datang tepat waktu untuk menyelamatkan Helsing, walaupun sudah ada banyak bawahan Helsing yang bertumbangan tewas, tapi dengan masih hidupnya Helsing mereka akan tetap bertarung hingga akhir.


***


Para bawahannya di Grivia dan Lotara sedang berperang, Bos besar tetaplah Bos besar.


ya Alvin sedang duduk manis di pantai sambil melihat istrinya dan Arisa yang sedang asyik bermain air laut setelah pulang dari Mall.


Alvin mengenakan celana renang saja sehingga memperlihatkan tubuh petarungnya yang proporsional itu.


Banyak wanita yang di pantai melihat Alvin yang sedang bersantai disana sampai ngiler, mereka ingin meraba dan merasakan tubuh Alvin.


Tapi dengan Acuh tak acuh, Alvin tidak melihat mereka, walaupun mereka menyapa Alvin sekalipun.


Alvin Naif ? Mungkin saja, tapi bagi Alvin Jeni adalah wanita satu - satunya yang ingin dia bahagiakan.


Tidak semua pria bajingan, contohnya Alvin yang setia dengan pasangannya, di luar sana juga tentu masih banyak pria yang seperti Alvin. Tapi mereka yang cenderung seperti Alvin biasanya cuek dengan wanita, karena mereka sudah menargetkan wanita mana yang akan menjadi pendamping hidupnya.


Jangan mau hanya dengan kata Manis,


Jika akhirnya hanya akan membuat kalian menangis.


Jeni dan Arisa yang terlihat sudah lelah mendekati Alvin " Sayang... kamu kok cuma diam disini sih, gak ikut sama kami ?"


Alvin menyerahkan kelapa muda yang sudah dia belikan untuk istrinya dan Arisa " kamu kan tahu aku tidak suka main air "


" Oh..iya yah aku lupa, nanti kamu malah masuk angin kaya dulu, Hihihi... " Jeni terkikik geli saat teringat dia menyemprotkan selang air pada Alvin dan malam harinya Alvin langsung demam.


Alvin menyenderkan tubuhnya di kursi santai sambil menatap langit yang cerah " apa kamu betah tinggal disini sayang ?" tanya Alvin pada Jeni tanpa menoleh.


" Aku suka, malah suka banget, disini orangnya ramah - ramah dan juga karena ada Arisa yang menemani aku jadi sangat senang " terlihat wajah sumringah Jeni yang membuat Alvin terasa nyaman.


Terlihat wanita dengan mengenakan kacamata, sambil membawa beberapa potong baju menghampiri Jeni.


" Nyonya Moor, ini baju yang anda minta " Saria Walt, Asisten Jeni yang di Carikan Velas menyodorkan pakaian pada Jeni.


Saria Walt, wanita yang cerdas, setiap tindakannya selalu dengan penuh perhitungan, dia wanita yang baik juga ramah walau sedikit pemalu, hanya saja dia sedikit ceroboh.


" Terimakasih " Jeni mengambil pakaian tersebut yang ternyata piyama, Jeni memberikan satu untu Arisa.

__ADS_1


" Terimakasih kak " Arisa sekarang sudah bisa sedikit menerima kenyataan, karena Jeni sangat baik padanya, jadi tidak elok jika dia mengabaikan kebaikan Jeni.


Mereka berdua langsung memakai piyama tersebut, agar bagian tubuh mereka yang tadinya kelihatan karena hanya mengenakan pakaian renang tertutupi.


" Sayang... kamu tadi ke kantor kok cuma sebentar ?" tanya Jeni sambil menyedot kelapa muda yang sedang dia pegang.


Alvin menghela napas " Velas sudah menyelesaikan semuanya untukku, untuk apa berlama-lama disana, aku yakin mereka bekerja dengan baik "


" Oh.. " Jeni hanya menanggapinya dengan santai, karena dia juga tidak diperbolehkan terlibat dengan kerjaan oleh Alvin.


Arisa hanya sesekali melirik Alvin dan Jeni yang sedang mengobrol sambil meminum kelapa mudanya.


***


Di hutan Lotara, terlihat pertarungan sengit antara Ken, Neil, Leon dan Tiger.


Mereka berdua saling beradu serangan satu sama lain, terlihat jubah Leon yang sudah mulai robek - robek walau dia belum terluka sama sekali.


Sementara Ken sudah terlihat berdarah di pipi dan lengannya, tapi Ken masih terlihat serius sambil menggenggam pedangnya dengan erat.


" Kamu lumayan juga pak tua ! Baiklah aku akan mulai serius !" Leon melepaskan Jubahnya.


Terlihat tubuh kekar Leon yang tercetak di baju putihnya, Leon menghunuskan pedangnya kedepan " bersiaplah pak tua !"


" Swuzz


Suara dentingan pedang terdengar sangat berisik, akibat gesekan pedang mereka, percikan api kecil muncul menghiasi pertarungan mereka.


" Hora..Hora.. Kenapa pak tua ! Apa kamu sudah lelah ?" ejek Leon sambil terus menyerang Ken tanpa jeda sedetikpun.


Ken masih tetap tenang, kilatan cahaya terlihat dari mata Ken, dia menahan serangan Leon dengan satu pedangnya, tangan satunya mengayunkan pedang lainnya.


" Swuzz


Untung saja Leon melompat mundur, tapi baju dibagian perutnya robek dan terlihat goresan kecil yang membuat darah Leon mengalir.


" Cih ! Kamu memang lawan yang tangguh Pak tua !" Raung Leon marah.


" Bruak


" Arghhh

__ADS_1


Ken terkejut saat mendengar jeritan Neil, dia menoleh dan terkejut saat Neil tumbang menabrak pohon.


" Neil !" Ken berteriak khawatir.


" Jangan alihkan pandanganmu pak Tua !" Leon menyerang Ken yang sedang tidak fokus.


Ken terkejut, dia berusaha sebisa mungkin untuk menahan serangan Leon, tapi karena konsentrasinya pecah, dia tidak bisa menahan serangan Leon.


" Sraas


Tangan kanan Ken terpotong, dia langsung di tendang oleh Leon.


" Wuzz


" Duakk


" Hoek !" Ken terhempas dan menabrak pohon, dia memuntahkan seteguk darah, Ken menyeka darah yang ada di mulutnya, dia dengan bersusah payah bangun dengan pedang di tangan kirinya sebagai tumpuan.


Tapi Leon sudah menghampirinya " tampaknya Eksekutor Keluarga Moor yang ditakuti dulu, sekarang mereka hanyalah segerombolan pria tua yang sudah kehilangan instingnya " Ejek Leon sambil menghampiri Ken.


Tiger juga sudah ada di depan Neil yang sudah tidak berdaya, dia hanya bisa menatap Tiger dengan senyum getir.


" Tuan Besar, nampaknya saya hanya bisa menemani anda sampai disini saja " Neil menatap langit siang itu yang begitu cerah.


Leon juga sudah bersiap untuk menebas Ken yang sedang mendongak sambil menatapnya dengan tajam.


" Hoi.. hoi.. jangan menatapku seperti itu pak tua ! Tapi tak apalah itu sebagai kenang - kenangan terakhirmu !" Leon mengangkat pedangnya untuk menebas kepala Ken.


Tiger juga sudah mengayunkan pukulannya, tapi ketika mereka akan mengakhiri dua Pemimpin Eksekutor tersebut.


" Craangg


Pedang Leon patah karena tebasan pedang besar milik Klon System. Leon yang terkejut langsung melompat mundur.


Di sisi Neil pukulan Tiger beradu dengan pukulan Klon System.


" Duakkk


" Arghhh


Pergelangan tangan Tiger patah akibat beradu pukulan dengan Klon System, dia juga melangkah mundur sama seperti Leon.

__ADS_1


Neil dan Ken secara bersamaan melihat pria dengan setelan serba hitam berdiri didepan mereka. Keduanya seperti melihat malaikat penyelamat yang datang untuk mereka berdua.


__ADS_2