
Arisa terpaksa pulang kembali ke Mansionnya dengan kecewa, dia membawa kembali rantang yang isinya masakannya sendiri.
Saat dia ke Mansionnya, dia mengerutkan kening saat melihat puluhan Mobil anak buah Ayahnya yang ada di halaman Mansion.
" Nona Muda, Nyonya dan Tuan Besar sudah di dalam menunggu anda " ucap salah seorang pengawal Ayahnya.
" Ibu kesini ?" Arisa langsung bergegas masuk kedalam Mansion.
Benar saja saat dia masuk ke dalam Mansion, Ibu dan Ayahnya sedang mengobrol di ruang keluarga.
" Ibu..." Larisa langsung ambruk dihadapan ibunya yang sedang duduk di sofa.
Ibu Arisa adalah Sera Young, ya dia ibu kandung Alvin yang di nikahi oleh Milick Clown pada saat dia menghilang dari keluarga Moor.
Sera tersenyum sambil mengusap puncak kepala anaknya itu " kata Ayah, kamu memiliki orang yang kamu suka, ibu ingin melihatnya "
Arisa menatap tajam Ayahnya, Milick memalingkan muka seolah tidak tahu apa - apa.
Larisa menghela napas " Aku menyukainya, tapi dia tidak menyukai aku dan juga dia sudah memiliki seorang istri Bu "
Sera masih mengusap puncak kepala Arisa " kalau dia pria yang baik kenapa harus ragu, daripada kamu menikahi pria yang hanya mengandalkan kekuatan keluarganya saja, lagipula dia katanya sudah menyelamatkan keluarga Clown kita ?"
Sera sebenarnya jarang sekali menampakkan diri, waktu pertemuan dengan keluarga Muse saja dia sangat malas menemui mereka, karena Sera tahu mereka semua penyebab keluarga nya hancur.
Alasan kenapa Sera tidak menaruh dendam pada keluarga Clown, karena Milick memperlakukannya dengan baik, apalagi dia juga mendengar kalau keluarga Clown sebenarnya tidak ikut waktu invasi keluarga Moor dulu.
Karena itulah Sera menerima Milick, mau bagaimanapun dialah yang menghapus kesedihannya waktu itu. Tapi Sera belum tahu kalau yang sedang di incar anaknya adalah kakak kandungnya sendiri meski beda Ayah.
" Ibu sama seperti Ayah saja, apa ibu juga menyuruh aku telanjang di depannya juga agar mendapatkan dirinya ?" tanya Arisa dengan sigap.
__ADS_1
Sera mengerutkan keningnya, dia menatap Milick dengan tajam, Sontak saja Milick langsung tersenyum getir, saat istrinya menatapnya seperti itu.
" Kamu ini mengajarkan anak tidak benar saja, walaupun kita sedang dalam kondisi yang kurang baik, tapi setidaknya beri solusi yang benar !" ucapnya Sinis.
Milick tersenyum kecut sambil menggaruk telinganya yang tidak gatal " maaf sayang, aku sempat kalut soalnya "
Arisa menatap lucu Ayahnya, walaupun dia sangat tegas, tapi nyatanya jika dihadapan ibunya dia hanyalah Harimau yang menjadi anak kucing, dia sangat jinak dan penurut.
Sera menghela napas " ya sudahlah, ngomong - ngomong siapa nama pria itu sayang ?" ucapnya lembut pada Arisa.
" Namanya Alvin Moor Bu, dia pria yang sangat tampan, baik dan juga...." Larisa menjelaskan semua tentang Alvin, dia tidak menyadari jika ibunya sedang tertegun disana.
Sera sangat terkejut saat mendengar nama Alvin Moor, bagaimana dia tidak terkejut karena nama itu sangat familiar dengan ingatan masa lampaunya.
Sera masih mengingat jelas bagaimana dia memberikan nama pada anak pertamanya, Alvin adalah nama yang dia sepakati dengan Garin, sementara Moor jelas mengambil nama keluarga Garin.
" Ibu, ibu.. ibu kenapa ?" Arisa menggoyang - goyangkan tangan ibunya yang sedang dia genggam.
Arisa menggelengkan kepalanya dan menghela napas " tidak bisa Bu, penjagaannya sangat ketat, tidak bisa sembarangan orang bisa bertemu dengannya, aku saja habis di usir dari sana " ucapnya tidak berdaya.
Sera terlihat sangat gelisah, dia ingin memastikan jika Alvin adalah anaknya atau bukan, walaupun yang dia tahu keluarga Moor sudah hancur, tapi nalurinya sebagai seorang ibu merasakan jika ada sesuatu dengan nama itu.
Malam harinya, Sera tidak bisa tidur nyenyak, wajah gelisahnya sangat kentara sama sekali, sehingga membuat Milick bertanya " Sayang kamu kenapa ?"
" Milick, aku dulu pernah cerita padamu bukan kalau aku pernah mempunyai anak ?" Sera malah balik bertanya.
Milick mengerutkan keningnya " Apa maksudmu sayang ?"
Sera menghela napas, dia sudah memutuskan untuk membuka masalalunya yang selama ini dia tutupi untuk hidup bersama dengan keluarga Clown.
__ADS_1
" Milick, aku telah berbohong padamu selama ini, namaku bukan Seila Hu, aku Sera Young istri dari Garin Moor yang telah kalian bunuh dulu " ucapnya sedih.
Kepala Milick bagaikan terkena Bom waktu saja, dia langsung terdiam dan kehilangan kata - kata, siapa yang menyangka jika dia telah menikahi istri dari musuhnya, walaupun bukan musuh pribadinya.
" Milick, aku sungguh minta maaf dengan semua ini, tapi aku sungguh berterimakasih karena kamu telah membuat hidupku kembali berarti dengan kelahiran putri kita, tapi aku juga ingin melihat putraku yang selama ini tidak pernah aku rawat dengan baik, tolong izinkan aku bertemu dengannya Milick hiks..hiks..." Air mata menetes keluar dari pelupuk mata Sera.
Milick kemudian tersadar, dia menghapus air mata istrinya itu dan langsung memeluknya " Kamu tidak perlu meminta maaf, selama hampir tiga puluh tahun kita menikah, kamu sudah menjadi bagian dari hidupku sayang, aku pasti akan mengijinkan kamu bertemu dengannya, walaupun nantinya mungkin dia tidak bisa memaafkan aku "
Milick sangat sadar jika nyawanya benar - benar di ujung tanduk, bukan hanya keluarganya termasuk dalam invasi keluarga Moor, dia juga akan di anggap menculik Nyonya Moor selama ini.
Hanya Pasrah dan menerima hukuman mungkin yang pantas dia dapat, jalan satu-satunya dia hanya bisa memohon agar Arisa dan Sera tidak terlibat dalam pertikaian masalalu tersebut.
Milick dan Sera langsung menuju Mansion Alvin hanya dua orang saja, karena Milick menyuruh pengawalnya jangan ikut, kalau mereka ikut bisa - bisa malah bentrok dengan pengawal keluarga Moor.
Saat sampai di depan gerbang, Sera langsung menghampiri pengawal tanpa ragu " Tuan bilang pada pemimpin kalian, ini masalah darurat, suruh dia menemui aku disini "
Sera sudah tahu prosedur untuk para bawahan menghubungi pemimpinnya jadi dia tidak ragu untuk mengatakan itu.
Sementara Milick hanya menemani istrinya dari samping sambil menggenggam tangannya.
" Apa maksud anda Nona ?" tanya pengawal menyelidik.
" Pemimpin kamu disini Swan atau Ken ?" tanya Sera langsung mengungkap dua nama Eksekutor yang berpengaruh.
Jelas saja penjaga gerbang langsung ketakutan saat mendengar itu, pasalnya Sera bisa tahu tentang atasan tertinggi mereka.
" Baiklah Nona, saya akan memanggil tuan Ken kemari !" ucapnya langsung menggunakan Walkie talkienya.
" Tuan Myura, disini Nomor satu, ada seorang wanita yang mengenal tuan Ken dan ingin menemuinya !" ucap penjaga gerbang sambil menatap Sera dan Milick dengan seksama.
__ADS_1
" Mengenal tuan Ken ?, baiklah aku akan kesana untuk mengecek terlebih dahulu !" Myura langsung bergegas ke luar gerbang.
Tak berselang lama Myura datang " Apa mereka ora....." Suara Myura tercekat di tenggorokan setelah dia mendekat dan melihat sosok Familiar di hadapannya.