System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Gejolak


__ADS_3

Hingar bingar di Bar tersebut sangat terasa, Vibe musik yang kuat membuat orang-orang yang sudah berbau Alkohol seolah lupa dengan beban hidup yang mereka jalani.


Mereka semua begitu menikmati indahnya malam yang sangat menyenangkan tersebut.


" Bruakk


Tiba - tiba ada seseorang yang terlempar dan menghancurkan salah satu meja Bar, membuat semua orang yang melihatnya menyingkir.


Terlihat seorang pria yang sudah terkapar dengan kepala yang bocor, darah mengalir deras kepalanya.


Seorang pria kekar mengangkatnya, dia menyeret pria yang sudah lunglai itu seperti baju yang tidak terpakai.


" Hei bukankah itu Cris ?" tanya seseorang yang tahu pria yang sedang di hajar pengawal pria yang wajahnya tersayat.


" Gila, Cris saja petarung terkuat dijadikan samsak tinju olehnya, apa dia Monster ?" tanya pria lainnya.


" Jangan bodoh kamu, pengawal tuan xxx sangatlah kuat, mereka semua orang-orang terlatih !" jawab Pria lainnya.


Mereka semua menatap Cris yang diseret dengan darah bercucuran keluar dari kepalanya, dia bagaikan anjing yang ketahuan mencuri makanan dan dipukuli.


Cris di lemparkan keluar dari Bar, dia terkapar disana tanpa ada satu orangpun yang mau peduli dengannya, mereka mau menolong tapi tidak berani.


" Slaap


Cris tiba - tiba hilang dari sana, pengawal pria berwajah tersayat mengerutkan keningnya, di dapat melihat siapa orang yang membawa Cris, walaupun kecepatannya melebihi mata manusia biasa.


Pengawal tersebut tidak peduli siapa itu, dia langsung kembali masuk ke dalam Bar dan berjaga lagi di sana.


Sementara itu Cris yang di bawa orang tidak di kenal, ternyata Klon System yang membawanya.


Klon System tahu kalau Cris punya masalah dengan Hari jadi mereka akan membuat Cris menjadi bagian dari mereka, karena Cris pasti tahu seluk beluk tentang Hari.


" Selamatkan dia, tuan Moor pasti senang jika mendapatkan pion yang berguna " ucap Klon System yang menyelamatkan Cris, pada Klon System Medis.


Sambil mengobati Cris di dalam Mobil, mereka membawanya ke suatu tempat, karena mereka tidak ingin membuat masalah terlebih dahulu sebelum membuat rencana yang matang.

__ADS_1


...***...


Sementara itu di dalam Kamar Alvin, dia sedang mengerang, menikmati puncak saat dirinya menggauli istrinya.


Entah sudah berapa lama mereka bergelut, karena peluh sudah membasahi tubuh mereka berdua dengan sangat deras.


AC kamar seolah tidak berfungsi sama sekali karena betapa bergairahnya pasangan suami istri tersebut menikmati indahnya surga dunia.


Alvin ambruk di samping istrinya dengan nafas yang terengah-engah, dia tersenyum menatap istrinya yang masih belum bisa mengendalikan napasnya.


" Terimakasih sayang " ucapnya lembut sambil mengusap pipi halus istrinya itu.


Jeni menoleh ke arah suaminya, dia tersenyum kecut karena malam ini suaminya begitu perkasa.


Jeni masih belum bisa buka suara, karena dia masih mengendalikan napasnya yang tersengal - sengal.


Alvin hanya tersenyum menatap istrinya itu, dia mengecup keningnya dengan mesra, dia merasa sangat beruntung bisa memiliki istri yang begitu cantik dan perhatian seperti Jeni.


Setelah sedikit lebih teratur napasnya, Jeni buka suara " sayang, kenapa dulu kamu gak seperti ini ? satu ronde saja kamu sudah selesai, tapi akhir - akhir ini kamu membuat aku benar-benar puas " ucapnya genit.


" Ih.. kamu ini yah, aku serius .." tajuknya manja.


Alvin tersenyum " dulu kamu bekerja pulang kebanyakan sampai malam, aku tidak tega membuat kamu lelah di malam hari, sedangkan kamu ke esokan harinya harus bekerja, maaf kalau aku menahan diri, tapi aku melakukan itu karena tidak ingin menyakitimu sayang " ucapnya sambil mengecup bibir Jeni dengan lembut.


" Iiihhh.... " Jeni membenamkan wajahnya di dada bidang Alvin, bau keringat Alvin membuatnya merasa nyaman, inilah bau prianya, inilah bau keperkasaan prianya, perasaan Jeni menghangat di kala Alvin selalu melontarkan kata - kata romantis.


" Maaf yah sayang " ucap Jeni tiba - tiba.


Alvin mengerutkan keningnya " maaf untuk apa ?" tanyanya sambil mendekap istrinya yang masih polos seperti bayi itu.


Jeni mendongak, menatap wajah maskulin suaminya " dulu aku tidak memperhatikan kamu, aku merasa bersa...."


' Ssstt ' Alvin menaruh jarinya di bibir Jeni, menyuruhnya agar tidak bicara lagi.


" Dulu hanyalah masa lalu, sekarang kita sudah seperti ini, jangan ungkit - ungkit masalah dulu lagi oke !" tegurnya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Jeni hanya mengangguk lirih, di membenamkan kembali kepalanya dalam pelukan suami tercintanya.


Kehidupan dulu yang penuh dengan penghinaan, sekarang terbayar lunas dengan bangkitnya seorang Alvin.


...***...


Sementara Alvin dan Jeni sedang menikmati keintiman hubungan rumah tangganya, Arisa sedang uring-uringan di dalam kamarnya.


" Ah..sebel, sebel ! Kenapa Alvin begitu bodoh ! Padahal aku sudah memberikan kode padanya, apa aku perlu lebih agresif lagi ?" Arisa bermonolog sendiri.


Arisa yang sejatinya sudah terlanjur jatuh cinta dengan Alvin, dia benar-benar ingin mendapatkan Alvin.


Arisa sudah tidak peduli lagi, kalau dirinya sudah menjadi orang yang bodoh, padahal dia tidak kalah cantik dengan Jeni. Jikalau mencari pria lain tentu akan sangat mudah baginya.


Tapi peribahasa Cinta itu buta mungkin sudah melekat dalam diri Arisa, karena itulah dia bertindak tidak sesuai dengan norma yang harus dia jalani.


...***...


Sedangkan Pak tua Moor sedang ngobrol bersama dengan Sean dan Darla di teras sambil menatap anak buah Alvin yang berdiri tegap di depan rumah tanpa bergerak sedikitpun.


Pak tua Moor sampai heran, kenapa ada orang yang begitu sangat patuh pada tuannya, padahal jika mereka lelah bisa istirahat, tapi anak buah Alvin seolah tidak lelah sama sekali, mereka hanya sesekali bergantian jaga saja.


System memang mengatur para Klonnya agar bergantian jaga, tujuannya sudah jelas agar mereka tidak di curigai bukan manusia.


" Tuan besar, apa mereka tidak capek yah terus berdiri disana sepanjang waktu tanpa bergerak sedikitpun ?" tanya Sean yang juga ikut penasaran.


Darla menimpali " saya juga heran tuan besar, pengawal tuan muda sepertinya siap siaga dua puluh empat jam penuh, sebenarnya seberapa banyak jumlah mereka ?"


Pak tua Moor menghela napas " jangan tanyakan itu padaku, aku saja tidak tahu mereka itu seperti apa, tapi yang jelas jumlah mereka sangat banyak, Swan mengatakan padaku kalau anak buah Alvin di Chinate juga sudah menyebar luas dan hampir menguasai seluruh Chinate, di Arnesia juga sama, memang sungguh mengerikan cucuku ini "


Sean dan Darla mengangguk setuju dengan perkataan pak tua Moor, pasalnya anak buah Alvin seolah - olah ada di manapun, mereka seperti sudah punya rencana sebelum bertindak, jika Alvin memberikan perintah pasti mereka sudah berada disana.


" Kabar terbaru yang saya dengar, Grivia yang Notabenya Negara tertutup saja sangat mudah dikuasi tuan muda, di tambah para mafia bawah tanah disana ternyata orang - orang tuan muda, otak saya tidak sampai dengan pencapaian tuan muda yang di luar nalar ini " Sean menghela napas berat.


" Sudahlah jangan bahas itu, lebih baik kalian fokus dengan kondisi Ken dan yang lainnya, mereka akan aku pensiun kan, kalian carilah orang yang tepat untuk menggantikan posisi mereka !" Seru pak tua Moor memberikan perintah.

__ADS_1


__ADS_2