System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Pergi Ke Matrix Capital Bersama Istri


__ADS_3

Ke esokan harinya, Robert dengan semangat bangun pagi dan langsung bersiap - siap ke Matrix Capital.


Leni yang semalam di hajar habis - habisan oleh Robert di ranjang, dia bertanya dengan lemas " Kamu mau kemana sayang ?" nada suara Leni sekarang sangat lembut, selembut cinta Otor pada Readers setia Otor.


Semalam setelah mendapat teguran dari Alvin, Robert sudah tidak mau lagi di tindas istrinya. Sampai - sampai semalam dia mengajak Leni dengan paksa.


Walaupun Leni menolak tapi Robert tetep kekeh, hasilnya seperti sekarang. Leni luluh karena suaminya bisa membuat dia malas beranjak dari tempat tidurnya.


" Mau pergi bekerja ditempat menantuku !" Ia sangat bersemangat.


Leni membelalakan matanya, dia langsung duduk " Kamu serius sayang ?"


" Tentu saja " Robert mendekati Leni dan mengecup bibirnya.


" Aku berangkat dulu " Robert dengan gagahnya langsung berangkat.


Leni menatap punggung suaminya, dia bergumam " kenapa kamu dari dulu tidak seperti ini ?"


Leni sekarang sadar, seorang pria akan bangkit jika di picu oleh sesuatu yang membuatnya bahagia. Ia sekarang menyesal telah memperlakukan suami dan menantunya dengan sangat buruk.


Sementara itu Alvin juga sedang memakai Jasnya, Jeni membantunya dengan penuh perhatian.


" Sayang, aku ikut yah ?" Jeni masih khawatir dengan kedekatan Latisa dan Alvin.


Alvin tersenyum " kenapa ?, apa karena kamu khawatir dengan Latisa ?"


Jeni menggebungkan pipinya " habisnya kamu dekat banget dengan dia "


" Sekarang kamu jadi manja banget yah ?" Alvin mencubit hidung Jeni dengan gemas.


" Ih..sayang, aku kan cuma khawatir saja, memang tidak boleh ?" dia membalik badannya, merajuk manja.


Alvin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, dia membalik tubuh Jeni " dengar yah sayang, di hatiku cuma terukir namamu, dan itu untuk selamanya !"

__ADS_1


" Gombal !" Jeni mendengus kesal.


" Kamu ini ya.." Alvin sangat gemas dengan kelakuan istrinya.


" Ya sudah, ayo kalau mau ikut " ajak Alvin lembut.


Wajah Jeni langsung berbinar, dia langsung bergegas mengambil tas kecilnya yang biasa dia bawa jika keluar rumah.


" Ayo sayang, aku sudah siap " Jeni merangkul lengan Alvin.


Alvin tersenyum, mereka berdua langsung turun dari kamar mereka. Sopir yang sudah di beritahu jika keduanya akan pergi, dia sudah menyiapkan Mobil di depan pintu Mansion.


Melihat Alvin dan Jeni, Wiliam langsung membukakan pintu untuk mereka berdua. Alvin dan Jeni dengan senang hati masuk ke Mobil.


Mobil pun melaju meninggalkan Mansion. Sepanjang perjalanan Alvin dan Jeni sering bercanda.


Wiliam benar - benar di buat iri keduanya, karena dia tidak pernah melihat keduanya bertengkar sekalipun.


Hanya setengah jam perjalanan mereka sampai di Matrix Capital, Alvin dan Jeni langsung turun dari Mobil.


Jeni menatap Alvin sambil menggembungkan pipinya, Alvin yang sadar jika istrinya cemburu lagi dia menghela napas berat.


" Tuan, Nyonya Moor selamat datang " Keysa membungkuk hormat.


Alvin mengangguk " Apakah ada dua orang yang kemari Key ?" ia bertanya sambil berjalan masuk.


" Benar tuan Moor, mereka berdua sedang menunggu di ruang tunggu, sementara Geirge Weah sudah saya suruh ke ruangan anda " Keysa menjelaskan dengan detail.


" Suruh kedua tamuku keruanganku, panggil juga beberpa security kesana !" Alvin memberikan perintah.


" Baik Tuan !" Keysa langsung memberikan perintah pada Furi Lane yang dari tadi diam, untuk membawa Robert dan Latisa keruangan Alvin.


Furi Lane tidak berani membantah Keysa, karena mau bagaimanapun Keysa adalah Asisten pribadi Alvin, artinya Walaupun Furi CEO Keysa kedudukannya masih lebih tinggi, Pasalnya Keysa yang menerima perintah langsung dari Alvin.

__ADS_1


Alvin dan Jeni sampai diruangannya, George yang kebetulan membawa anaknya terkejut saat melihat Alvin. Pasalnya mereka berdua tidak pernah melihat Alvin sebelumnya.


Mata Joaquin berbinar saat melihat Alvin, karena Jeni memang benar - benar memikat denga tubuhnya yang sangat seksi dan wajah yang begitu cantik walau tanpa riasan tebal.


Alvin langsung tidak suka dengan Joaquin, dia yakin jika inilah penyebab Latisa di keluarkan. Padahal jelas - jelasa Joaquin yang mata keranjang.


George berbicara " Siapa kalian dan dimana Tuan Lane ?!" Ia berkata dengan angkuh.


Keysa mengerutkan keningnya " Jaga bicaramu !"


George yang tidak tahu pimpinan Matrix Capital yang sekarang mencibir " kamu hanyalah asisten pribadi !, pangkatmu lebih rendah dari tuan Lane, jangan sok berkuasa !"


Alvin menahan Keysa yang akan marah, awalnya Alvin mau bersabar.


" Cantik, lebih baik kamu ikut denganku !, kamu akan mendapatkan banyak kemewahan " Joaquin mulia merayu Jeni.


Wajah Alvin yang tadinya baik - baik saja, langsung menggelap saat melihat istrinya di goda di hadapannya.


Alvin berjalan mendekati Joaquin " Ceplaaaakkk !!"


Suara tamparan yang begitu renyah menggema diruangan tersebut, Joaquin sampai terhuyung dan jatuh ke lantai.


George yang melihat itu terkejut. Dia mau balik menampar Alvin, tapi Furi yanga baru datang langsung menghentikannya " Turunkan tangannmu George !"


George mau tidak mau menurunkan tangannya " Tuan Lane !, berani sekali dia menampar anakku !, aku mau minta ganti rugi padanya !" Ia menatap sengit Alvin.


" Diamlah George !" Furi membentak George.


Latisa dan Robert masuk kedalam ruangan tersebut. George dan Joaquin terkejut saat melihat Latisa.


Mereka berdua saling menatap, Sementara Alvin mengajak Jeni dan dia duduk di kursinya dan Jeni tanpa malu duduk di pangkuannya.


George dan anaknya mulai mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tidak percaya jika Furi tidak melarang Alvin yang duduk di kursinya.

__ADS_1


Bukan hanya George dan Anaknya, Latisa dan Robert juga terkejut, pasalnya mereka tidak tahu kalau Alvin pemilik Matrix Capital.


Hening !, ruangan tersebut menjadi hening, jika ada jarum jatuh saja suaranya bisa mengagetkan semua orang yang ada di tempat tersebut.


__ADS_2