
Ketika Alvin turun dari pesawat dan menghampiri Mobil yang sudah siap mengantar dirinya dan Jeni.
Alvin baru teringat kalau dirinya belum memastikan dia ingin tinggal dimana, tapi saat dia akan bertanya pada System.
Seorang Pria dengan tubuh tegap menghampiri Alvin dan Jeni " Tuan Moor maaf saya terlambat, jalanan sedikit ramai hari ini " ucapnya dengan sopan sambil membungkuk hormat.
Pria tersebut terlihat tidak seperti para Kloning System, tampaknya dia juga seorang Manusia sama seperti Alvin.
Alvin bertanya pada System di benaknya " *System, siapa dia ?"
[ Tuan, dia adalah Velas Riot orang yang akan memenuhi semua kebutuhan anda, dia memiliki kecerdasan di atas rata-rata, bisa di bilang semua perusahaan anda di Nerika dialah yang menghandle nya* ]
Alvin yang masih menggendong Jeni menganggukan kepalanya lirih " Velas Antar aku ke aset terbaik yang dimiliki Big Grown Investasi sekarang, karena mulai hari ini aku dan istri tercintaku ini akan tinggal di sini !"
" Tentu saja tuan Moor, silahkan !" Velas langsung berlari kecil ke arah pintu Mobil Roll's Royce yang sudah di siapkan dan membukakan nya untuk Alvin.
Alvin menurunkan Jeni perlahan dan menyuruhnya masuk ke Mobil dengan Lembut. Jeni hanya tersenyum manis sambil memasuki Mobil tersebut, Alvin pun ikut masuk setelah Jeni sudah masuk.
Sementara Velas duduk di depan bersama sopir yang merupakan Kloning System.
" Kita Ke Los Hard !" Velas memberi tahu tujuannya pada Sopir, si Sopir hanya menganggukkan kepalanya, karena dia sudah tahu Aset tersebut.
Velas sudah terbiasa bekerja dengan para Kloning System, walaupun dia tidak tahu kalau mereka Kloning, tapi Velas menyimpulkan kalau mereka semua adalah orang kompeten yang tidak banyak bicara, mereka hanya akan bergerak mengikuti perintah atasannya dan tentunya melindungi orang-orang yang penting bagi atasannya.
Velas sudah merasakan bagaimana dia di jaga oleh para Kloning System, tidak ada musuh Big Grown Investasi yang bisa menyentuhnya, untuk itulah Velas yakin kalau tuannya adalah orang yang hebat karena mampu mengumpulkan orang-orang seperti mereka.
__ADS_1
Ketika Velas di beritahu oleh System, jika Alvin akan datang, dia sangat bersemangat karena setelah beberapa bulan dia bekerja akhirnya akan bertemu dengan atasan yang dia kagumi itu.
Dalam perjalanan mereka hanya diam, Velas juga tidak berani buka suara, karena dia mengira kalau Alvin tidak suka dengan orang yang banyak bicara, dia berpikir seperti itu karena semua pengawal Alvin terlihat sangat pendiam.
" Velas, apa kamu bisa ceritakan kemajuan Big Grown Investasi beberapa bulan ini ?" Alvin tiba - tiba buka suara.
" Untuk kemajuan belum ada kemajuan pesat tuan Moor, mungkin kemajuan paling besar kita sudah membeli 85% saham semua perusahaan di Arnesia, sisanya sama saja seperti dulu " Velas mengeluarkan tabnya dan menyerahkan pada Alvin.
Jeni baru menyadari kalau Alvin ternyata serius dengan kata - katanya, kalau dia itu pemilik Big Grown Investasi, padahal tadi dia mengira kalau Alvin bukan membicarakan Big Grown Investasi perusahaan terbesar di dunia itu.
" Sayang kamu... !?" Jeni terkejut saat melihat data pengeluaran dan pemasukan Big Grown Investasi, tidak salah lagi kalau yang sedang di bicarakan suaminya adalah perusahaan terbesar di dunia, karena pemasukan dan pengeluaran nya mencapai ratusan juta dolar per hari, Artinya sebulan bisa mencapai Milyaran dolar.
Kepala Jeni berdengung, dia tidak tahu lagi harus berekspresi seperti apa, setiap dia melihat kekayaan Alvin, semakin hari semakin mengerikan saja.
Lagi - lagi Jeni memikirkan Alvin yang dulu, Jeni seolah tidak percaya kenapa suaminya itu hanya diam saja ketika di injak-injak harga dirinya oleh keluarganya. Memikirkan hal itu saja membuat Jeni semakin tidak berdaya menafsirkan apa yang ada dalam pikiran Alvin.
" Sayang..., apa aku boleh bertanya ?"suara Jeni begitu lembut, membuat Alvin yang sedang melihat data perusahaannya langsung menoleh ke arahnya.
Alvin mengangguk " tanya saja "
" Kenapa kamu dulu menyembunyikan semua ini ?, kenapa kamu tidak membuka identitas kamu dari awal ?, apakah kamu tidak percaya denganku ?" Jeni bertanya dengan raut wajah sedih.
Velas yang mendengar pertanyaan itu dia hanya menundukkan kepala, dia tidak berani mendengarkan pembicaraan pribadi tuannya itu.
Alvin memberikan tab Velas kembali " Velas, kalau kita sampai di kediamanku, kamu Carikan istriku asisten pribadi yang bisa membuatnya menerima kenyataan kalau suaminya adalah orang paling hebat di dunia " goda Alvin pada Jeni.
__ADS_1
" Ih... apaan sih sayang, memangnya aku tidak boleh bertanya seperti itu " Jeni mengerucutkan bibirnya, sambil membuang wajahnya ke arah berlawanan dari Alvin.
Alvin tersenyum, dia memegang pipi Jeni dan menghadapkan ke arahnya, Alvin menempelkan keningnya dengan kening Jeni.
" Jika aku membuka identitas ku dari Awal, apakah aku akan menemui wanita secantik dirimu ?, se sabar dirimu ?, se pengertian seperti dirimu ?. banyak wanita cantik di luar sana mungkin akan berbondong-bondong melemparkan dirinya padaku, tapi mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan wanita sempurna seperti kamu sayang. Jadi jangan tanya kenapa dan mengapa aku berbuat seperti itu, karena semuanya demi mendapatkan orang seperti kamu "
Alvin hanya melontarkan omong kosong saja, walaupun ada kebenaran di dalam kata - katanya, karena jika dia sudah kaya dari awal, tidak mungkin bisa menemukan wanita seperti Jeni dari awal, mungkin hanya para Hold Diger yang akan mendekatinya demi sebuah harta.
Wajah Jeni langsung berbinar, Air mata kebahagiaan menetes, entah kenapa dia merasa sangat senang saat Alvin bicara seperti itu, rasanya dunia berpihak padanya.
Dia yang awalnya hanya kebetulan mencintai pria miskin, siapa yang menyangka kalau sekarang jadi Ratu.
Jeni langsung memeluk Alvin " Kamu ini memang pandai merangkai kata - kata manis "
" Loh.., aku kan bicara apa adanya " jawabnya sambil mengusap - usap puncak kepala istrinya yang sedang memeluknya erat itu.
Velas yang niatnya tidak ingin mendengarkan percakapan tuannya, dia jadi ikut terharu, karena Velas tidak menyangka Kalau Alvin pura - pura miskin dulu untuk mendapatkan seorang wanita impiannya.
Velas juga ikut percaya dengan kata - kata Alvin, padahal Alvin memang real dulu orang miskin, Walaupun mang keluarganya kaya, tapi nyatanya dia bangkit karena System, bukan karena Keluarganya.
Setelah setengah jam perjalanan, Mobil sampai di kota Los Hard. Mobil mengambil arah ke pinggiran kota Los Hard, tepatnya di pinggir Lautan.
Walaupun tempatnya di pinggiran, tapi tempat tersebut sangat ramai, karena dekat dengan Pantai Los Hard.
Terlihat sebuah bangunan megah di atas bukit yang ada di dekat pantai Los Hard, Jeni yang melihat bangunan tersebut sangat terpukau kagum.
__ADS_1
" Sayang, lihatlah itu ..., andai saja kita akan tinggal disana " ucap Jeni sambil memandanginya terus.
" Nyonya Moor, anda memang akan tinggal disana " tiba - tiba Velias buka suara.