
Jeni tertegun dengan kemunculan dua penjaga bayangan yang menyeret Jordan dan Peter.
Alvin menegur Jeni " Hei !, kamu kenapa sayang ?" dia melambai - lambaikan tangannya di depan wajah Jeni.
Jeni tersadar " Eh... Tidak apa - apa sayang "
Jeni menatap Suaminya dan bertanya dengan penasaran " Sayang, tadi itu siapa ?, kenapa mereka tiba - tiba muncul ?"
Alvin tersenyum " mereka penjaga bayangan kita, mulai sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi jika pergi keluar rumah "
" Penjaga bayangan ?" Beo Jeni.
" Sudah, sudah, kamu tidak usah pikirkan itu, aku punya sesuatu untuk kamu " Alvin merogoh sakunya. Dia kemudian memberikan perhiasan yang sudah dia beli dan terbungkus kertas kado.
Jeni yang diberi kado tersebut menatap Alvin " Apa ini sayang ?"
" Bukalah " Jawab Alvin lembut.
Jeni perlahan membuka kado tersebut, setelah kertas kado di buka, terlihat sebuah tempat perhiasan dengan bentuk hati.
Jeni membuka tempat perhiasan itu, dia terkejut saat melihat kalung yang sangat anggun.
Jeni langsung menoleh ke Alvin dan menatapnya " Sayang ini...." tangan Jeni bergetar.
Alvin tersenyum, dia menghampiri Jeni, merangkul pinggulnya dan mencium keninggnya " Cup !"
" Selama ini aku tidak pernah memberikan hadiah untuk istriku tercinta, aku harap kamu menyukainya sayang " Alvin menyibak rambut jeni ke atas telinganya agar bisa melihat wajah cantik istrinya dengan semakin jelas.
Mata Jeni berkaca - kaca, dia langsung memeluk Alvin " Terimakasih sayang "
Jeni memeluk erat suaminya, dia sangat terharu dengan pemberian Alvin, karena dia selama ini memang menginginkan hal tersebut, dia ingin di manja dibelikan sesuatu oleh suaminya, layaknya relasi bisnis sesama wanitanya yang begitu di puja suami mereka.
Kehidupan Jeni yang selama ini kelam, sekarang berubah menjadi cerah, suaminya yang dulunya pecundang sekarang menjelma menjadi seorang Taipan yang tidak kekurangan apapun.
Alvin memegang kedua bahu Jeni, dia menatap Jeni sambil tersenyum " mau aku pakaikan sayang ?"
Jeni langsung mengangguk tanpa ragu, Alvin mengambil kalung tersebut dan memakaikan ke leher Jeni.
" Kamu begitu cantik sayang " Puji Alvin pada istrinya.
Jeni tersipu, dia memegang kalung yang sudah bergelayut dilehernya, dia sangat menyukai kalung tersebut, apalagi kalung tersebut pemberian dari Alvin.
Alvin langsung membopong Jeni Ala Bridal, Jeni terkejut " Sayang apa yang kamu lakukan !"
__ADS_1
Alvin menyeringai " Malam ini aku ingin memuaskanmu !"
" Ih...sayang !!!" Jeni memukul - mukul lembut Alvin.
Alvin langsung membawa istrinya kekamar, walaupun dia harus melewati anak tangga, itu tidak masalah, karena tubuh Jeni sangat proposional jadi dia tidak terlalu berat untuk Alvin.
Alvin meletakkan istrinya diranjang, dia mengunci pintu dan bergegas menghampiri istrinya.
" Gak mandi dulu sayang ?" tanya Jeni manja.
" Mandinya nanti habis ini !" Alvin seolah sudah tidak sabar lagi memakan istrinya.
" Ihhhh..dasar kamu yah " Jeni berinisiatif membuka pakaiannya.
Alvin juga melakukan hal yang sama dengan istrinya, dan mereka berdua menikmati malam indah tersebut tanpa adanya beban sama sekali.
...***...
Sementara itu, Jordan dan Peter yang sudah sampai dirumah, mereka sangat marah karena perlakuan Alvin.
" Ayah !, ini tidak bisa di biarkan !, kita harus memberi pelajaran Alvin !" Peter memberikan saran pada Jordan.
Jordan mengangguk " kamu benar !, kita harus memberikan pelajaran padanya !"
Mereka seperti itu karena belum pernah bertemu dengan anggota pasukan kusus !, yang mereka tahu orang tersebut adalah orang bayaran yang didapatkan Alvin dijalanan, seperti mereka yang meminta bantuan pada kelompok bawah tanah.
Jordan dan Peter langsung menghubungi orang yang mereka kenal dan meminta bantuannnya.
" Aku akan kirimkan uangnya jika misi selesai !" Jordan mematikan ponselnya sambil tersenyum.
Peter langsung bertanya " bagaimana Ayah ?"
" Kita hanya tinggal tunggu dia menghajar Alvin saja !" Jordan menyeringai jahat.
" Baguslah kalau begitu " Peter juga ikut menyeringai.
Sementara itu, Jorah sedang membuat rencana untuk membuat Alvin mau bekerja sama dengannya.
Kurang lebih rencana Jorah hampir mirip dengan Jordan, dia akan mengiming - imingi Alvin uang jutaan dolar.
Jorah tidak tahu jika Jordan sudah di usir Alvin dari Mansionnya.
" Bagaimana sayang rencanaku ?" Jorah bertanya pada istrinya.
__ADS_1
Wenti tersenyum bahagia " Kamu memang cerdas sayang "
" hehehe... Jelas dong " Jorah sangat percaya diri dengan rencananya.
...***...
Ke esokan harinya, Alvin bangun dari ranjangnya ketika jam sudah menunjukan pukul 6.30.
Entah kenapa sekarang dia jadi terlambat bangun, padahal dia dulu bangun pukul 4 atau 5, mungkin karena dia sekarang sudah tidak pergi memasak sarapan pagi, jadi dia tidak bangun pagi lagi.
Alvin bangun ketika Jeni membuka jendela kamar, Alvin melihat istrinya yang masih mengenakan baju tidur, menandakan jika Jeni juga baru bangun, karena mereka bergelut hingga larut, sampai - sampai Pusaka dan Goa mereka lecet - lecet.
" Pagi sayang " Sapa Alvin pada Jeni sambil duduk dan menguap.
Jeni tersenyum " pagi juga sayang, sudah hampir jam 7, kamu gak ke kantor ?"
Alvin menggeleng, dia berkilah " Aku sudah bilang sama Asistenku, hari ini aku tidak akan ke kantor "
Alvin beranjak dari tempat tidurnya, dia langsung menuju kamar mandi hanya tanpa sehelai benangpun.
Ketika di kamar Mandi, Alvin melihat tubuhnya yang kurus tidak gemuk juga tidak, lempeng saja kaya balok kayu.
Alvin menghela napas " andai tubuhku Sixpack !, pasti Jeni semakin terpesona denganku, huh ..!
[ Host belum Cek in hari ini, apakah Host mau Cek in ? ]
System langsung memberikan permberitaguan pada Alvin. Tanpa pimir panjang Alvin langsung meminta Cek in, dia lupa jika harus memikirkan sesuatu terlebih dahulu.
" System aku ingin Cek in ! "
[ Host melakukan Cek in pikiran !. Selamat anda akan mendapatkan tubuh petarung jarak dekat dan sebuah Club Sepak Bola Muldor City ]
" Eh...apa maksudnya ini...."
Alvin belum selesai bicara, tiba - tiba tubuhnya terasa sakit, Alvin langsung menjerit " Argggghhhhh ! "
[ Mulai menerapkan Tubuh Petarung Beladiri ...10%..20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100%....]
" Arghhhhhhh ! " Keringat membasahi seluruh tubuh Alvin, tubuh Alvin perlahan berubah menjadi bentuk tubuh idaman para pria.
[ Menerapkan Tubuh Petarung berhasil ! ]
Alvin jatuh pingsan, karena rasa sakit yang diterimanaya sungguh terlalu !.
__ADS_1
.