System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Penyelamat


__ADS_3

Manki mengerutkan keningnya saat melihat pria yang berpakaian serba hitam sedang berdiri di sebuah tangkai pohon.


Badannya terlihat sangat ringan, tangkai pohon saja terlihat tidak bergeming sama sekali.


Manki melihat pria tersebut dengan tajam " Siapa kamu !"


Klon System tidak menjawab, dia malah dengan cepat melemparkan tiga pisau sekaligus.


Manki langsung melemparkan pisau juga dan menghindar, tapi Manki baru mau menoleh.


" Claap


Sebuah pisau menancap di lehernya, membuat dia langsung tidak bisa bergerak, karena bergerak sedikit saja pisau tersebut akan menggorok lehernya.


Di balik topengnya Manki terkejut, karena ternya ada orang yang bisa menandingi kelincahannya.


" Siapa kamu sebenarnya ?" tanya Manki sambil menahan posisinya.


Tapi Klon System memiringkan kepalanya sambil menatap Manki, sama persis apa yang dia lakukan pada Crewi barusan.


Manki Menggertakkan giginya, dia tahu kalau dirinya sedang di ejek oleh Klon System.


Dia mau menggerakkan badannya untuk melawan, tapi Klon System langsung menggerakkan pisaunya yang sangat tajam itu.


" Praall


" Bluk


Kepala Manki terlepas dari tubuhnya dan jatuh kebawah dengan menghadap ke arah Crewi yang dari tadi menyaksikan Pertarungan Klon System.


Darah mengucur deras dari leher Manki, sebelum akhirnya tubuh tersebut ikut ambruk di samping kepala Manki.


Klon System medis baru datang, karena dia tidak secepat gerakan Klon System yang melawan Manki. Dia langsung merawat Crewi.


Setelah itu mereka membawa Crewi ke tempat Ken dan Neil dirawat.


Sementara itu di tempat lain, Lori dan Finsmoke sudah berlumuran darah, kondisi mereka lebih memprihatinkan daripada Neil.


Mereka berdua menatap nanar musuhnya, Dogi dan Chiki, tersenyum di balik topengnya, mereka berdua terlihat menikmati penyiksaan terhadap mereka.


" Ternyata hanya segini kemampuan para Eksekutor Moor Family ?" Dogi buka suara.


Mereka berdua mengeluarkan sebuah pistol untuk membunuh keduanya, tapi saat mereka menodongkan pistol.


" Door


" Door


Tangan mereka langsung hancur saat Klon System datang dengan Shotgun dan langsung menembaknya saat sudah dekat.

__ADS_1


Dogi dan Chiki langsung meraung kesakitan karena tangan mereka yang memegang pistol hancur akibat tembakan Shotgun.


Dogi dan Chiki terlihat sedikit ketakutan saat melihat Klon System yang datang, karena mereka sudah kehilangan satu tangan masing - masing.


Klon System berjalan mendekat ke arah mereka dengan santai sambil membawa Shotgunnya.


Dogi menggertakkan giginya " Chiki kita serang bersamaan !" Serunya sambil mengumpulkan keberanian.


" Ba... "


" Duar


Baru Saja Chiki mau menjawab, kepalanya di tembak Shotgun oleh Klon System lainnya dari belakang sehingga langsung hancur.


" Bruug


Tubuh Chiki ambruk ke depan, sontak saja Dogi terkejut, karena tiba - tiba ada orang di belakang mereka, padahal dia tidak merasakan sama kedatangan Klon System.


Dogi berkeringat dingin, karena kali ini dia sendirian, dia menoleh ke arah para bawahannya mau meminta bantuan.


Tapi sayangnya bawahannya juga sudah bertumbangan oleh Klon System.


Dogi berjalan mundur ke belakang, dia berencana untuk kabur.


Tapi tiba - tiba Klon System sudah ada di belakangnya dan langsung menembak kakinya dengan Shotgun hingga hancur.


" Arghh


Dogi semakin ketakutan karena Klon System sangatlah kejam, dia akan memohon ampunan, tapi Klon System sudah menembak kepala dan dadanya hingga tewas seketika.


Klon System menyimpan Shotgunnya, dan dia mendekati Lori dan Finsmoke yang sudah tidak berdaya, mereka berdua langsung membawa pergi mereka berdua.


Pertempuran di hutan Loria sudah berakhir, walaupun banyak Eksekutor yang tumbang, tapi mereka memperoleh kemenangan berkat kedatangan Klon System.


***


Sementara itu di tempat perawatan para Eksekutor yang terluka, Ken yang notabenya hanya mendapat luka dari potongan tangannya saja, dia melihat rekan - rekannya yang terluka.


Crewi buka suara " Ternyata kita memang sudah terlalu tua Ken "


Neil yang sudah sadar juga menimpali " aku juga tidak tahu apa jadinya jika mereka tidak datang menyelamatkan aku "


Ken menghela napas " pengawal tuan Muda memang layak menggantikan kita, aku juga sudah tidak bisa mengimbangi kekuatan musuh yang semakin tumbuh kuat " ucapnya tidak berdaya.


Mereka berdua tersenyum getir, karena sempat merasakan ada di dekat pintu akhirat, jika saja Klon System tidak datang mungkin mereka bertiga sudah kehilangan nyawa.


Tak berselang lama, Lori dan Finsmoke yang di gendong Klon System di baringkan di samping mereka bertiga.


Terlihat keduanya tidak sadarkan diri dengan luka tembak dan pukulan yang membuat mereka bermandikan darah.

__ADS_1


" Fins, Lori !" Ken mau menghampiri mereka berdua, tapi Klon System menahan nya.


" Biarkan para Medis merawat mereka !" ucapnya datar tanpa ekspresi.


Ken hanya bisa patuh dan kembali duduk di tempatnya sambil melihat kedua rekannya itu terkapar di tempat yang sudah di siapkan.


Klon System mengoperasi keduanya dengan sangat cepat, membuat Ken terkejut dengan kemampuan mereka.


Peluru yang bersarang di tubuh Lori dan Finsmoke satu - persatu di angkat keluar oleh para medis Klon System.


Pekerjaan mereka sangatlah profesional malah mungkin melebihi Profesional, karena semua Eksekutor yang terluka bisa di tangani oleh sepuluh Klon Medis System saja.


***


Di kediaman Alvin, dia sedang bercanda bersama istrinya, mereka berdua terlihat sangat bahagia.


" Sayang... Kok aku gak hamil - hamil sih yah?, apa kamu kurang subur ?" celetuk Jeni tiba - tiba.


Alvin mengerutka keningnya " Kamu ini yah, ayo kita buat lagi seharian full " seringai tipis muncul di sudut bibir Alvin.


" Ih... bukan begitu maksudnya " Jeni menggembungkan pipinya.


" Lah terus gimana dong ?" Alvin pura - pura bodoh.


" Konsumsi obat Herbal Nak, Ayah kamu juga dulu gitu, pasti nanti cepet hamil " Sera tiba - tiba muncul sambil membawa buah - buahan untuk Alvin dan Jeni.


Alvin terlihat tidak peduli, tapi Jeni berbeda dengan Alvin, dia langsung bersemangat saat mendengar ada cara untuk cepat Hamil.


" Obat Herbal apa Bu ? Apa resep ramuan turun temurun dari keluarga Ibu ?" tanya Jeni Bersemangat.


Sera meletakkan buah - buahan di meja depan Alvin dan Jeni, dia kemudian duduk dan menjawab " Bisa di bilang begitu, tapi bisa di bilang juga tidak, karena dulu banyak yang memakainya "


Mata Jeni berbinar " Benarkah Bu ? Tolong buatkan Bu "


Sera tersenyum " Kalau kalian mau, nanti ibu buatin, tapi harus rutin minumnya "


" Tentu saja Bu Tentu !" jawab Jeni mantap.


" Ya sudah, Ibu beli bahan - bahannya dulu yah " Sera beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka berdua.


Sebelum Sera menjauh, Alvin buka suara " Ajak sopir pribadiku !"


Walaupun ketus tapi Alvin terdengar perhatian, membuat perasaan Sera menghangat, karena akhirnya Alvin mulai peduli dengannya. Sera mengangguk kemudian langsung pergi.


Jeni yang melihat itu tersenyum " Ih... kamu ini yah, sama orang tua kok gitu "


" Aku kan memang begini orangnya sayang " keluh Alvin pada Jeni.


Jeni menghela napas " setidaknya hargai ibu sedikit sayang, dia juga sudah minta maaf padamu "

__ADS_1


Alvin hanya menggendikkan bahunya, dia tidak ingin membahas masalah itu lebih lanjut, karena untuk saat ini dirinya masih belum bisa menerima kenyataan tersebut.


__ADS_2