
Alvin sudah sampai di ruangan CEO berkat panduan dari System.
Sekretaris Velas yang sudah berada di ruangannya terkejut saat Alvin menerobos masuk kedalam ruangan CEO. Dia ingin menghentikannya tapi melihat para pengawal Alvin nyalinya langsung menciut.
Enam pengawal Alvin berjaga di depan Pintu, sementara Alvin langsung masuk keruangan Velas tanpa permisi.
Alvin langsung duduk di kursi Velas, dia menyilangkan kakinya sambil melihat-lihat isi ruangan tersebut.
Alvin memutar kursinya dan terlihatlah pemandangan Kota Los Hard dari sana, karena bangunan Big Grown investasi tinggi menjulang, jadi pemandangan kota Los Hard terlihat begitu menakjubkan.
Velas yang tadi berlari dia sampai di lantai ruangannya, Asisten dia Lili, langsung menghampiri Velas.
" Tuan Riot, tadi ada orang yang menerobos masuk ke ruangan anda " ucapnya berbisik.
Velas terlihat menyetabilkan napasnya " Lili ingat baik - baik wajah orang itu, belia adalah pemiliknya Big Grown Investasi, jangan sampai kamu salah bicara dengannya !" setelah mengatakan itu pada anak buahnya Velas langsung ke ruangannya.
Sementara Lili tertegun di tempatnya, dia masih mencerna perkataan Velas barusan, dia baru terkejut saat Velas pergi, Lili menutup mulutnya tidak percaya.
" Astaga ! Jadi dia tuan Moor ?" gumamnya lirih.
Para pengawal Alvin yang notabenya Klon System, tentu mereka tahu siapa Velas, jadi mereka membiarkan Velas masuk ke ruangan Alvin.
Velas tersenyum saat pengawal Alvin membukakan pintu " Terimakasih tuan - tuan " ucapnya sopan sambil melangkahkan kakinya masuk ke ruangannya.
Pengawal Alvin langsung menutup pintu saat Velas sudah memasuki ruangannya.
" Tuan Moor !" Velas memberikan salam hormat.
Alvin membalik kursinya " duduklah Velas " ucapnya datar.
__ADS_1
Velas mengangguk dan langsung duduk, dia menarik napas panjang dan membuangnya, agar kegugupannya sedikit mereda.
" Velas penghasilan perusahaan kita nomor berapa di Nerika ?" tanya Alvin tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.
Velas buru - buru membuka Tab-nya, dan buka suara " Menurut data Forbes kita ada di urutan kelima tuan Moor, tapi ada kemungkinan akhir tahun pendapatan kita akan naik dua tingkat dan menjadi nomor tiga di Nerika "
Alvin menganggukkan kepalanya seolah mengerti " Aku ingin agar kita menjadi nomor satu di Nerika, berapapun dana yang kamu inginkan aku akan memberikannya, asalkan perusahaan ku bisa menjadi nomor satu di Nerika !" sorot mata Alvin terlihat sangat dingin, membuat Velas sedikit ketakutan.
" Tu..tuan Moor, sepertinya itu akan sulit terwujud, saingan kita Frostail Capital dan Parks Investasi, mereka punya dukungan dana yang kuat !" jawab Velas tidak berdaya.
" Apa kamu tidak sanggup ?" tanya Alvin tanpa ekspresi.
" Tu..an Mo.."
" Aku bilang, apa kamu tidak Sanggup ? Jika kamu tidak sanggup, aku akan mencari orang lain yang bisa mewujudkan impianku !" ekspresi Alvin tidak berubah sama sekali.
Velas dalam dilema, dia ingin bilang tidak sanggup, tapi kerja di Big Grown investasi adalah mimpinya sedari dulu, dia tidak mungkin menyerah begitu saja.
Velas menggertakkan giginya " Saya sanggup tuan Moor ! Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk menjadikan Big Grown investasi menjadi perusahaan nomor satu di Nerika !"
Alvin tersenyum, dia beranjak dari duduknya, kemudian berjalan meninggalkan ruangan tersebut " pengawalku akan membantu kamu, jangan khawatir dengan jalan yang kamu ambil, mereka akan membantu kamu, agar jalan kamu lebih mudah, aku percaya denganmu Velas Riot !"
Alvin membuka pintu dan keluar dari ruangan Velas, dia kesana memang ingin menyampaikan pesan tersebut secara langsung. Karena ambisinya sekarang sangatlah besar, bukan hanya menjadi orang kaya saja, tapi dia ingin dunia mengakuinya.
Selepas kepergian Alvin dia menghela napas lega, tapi dia juga bingung " apa yang harus aku lakukan sekarang ? Semantara aku saja tidak tahu seluk beluk dua perusahaan raksasa itu ?" Velas menyenderkan tubuhnya di kursi sambil memijat pelipisnya.
[ Kluning ]
Tiba - tiba ponselnya berbunyi, terlihat sebuah email yang masuk kedalam ponsel Velas.
__ADS_1
Velas dengan malas membukanya, tapi saat dia membuka email tersebut isinya beberapa dokumen.
Betapa terkejutnya Velas saat melihat data - data perusahaan raksasa tersebut, yang seharusnya tidak diketahui orang lain, selain pemilik perusahaan dan para pemegang saham saja.
" Astaga ini... !" mata Velas membelalak saat melihat data tersebut.
Velas langsung membalik badannya, terlihat Alvin yang sudah mulai meninggalkan lantai tersebut " anda memang menakutkan tuan Moor !" gumamnya sambil begidik ngeri.
Velas yakin dengan data tersebut, dia bisa perlahan meruntuhkan dua perusahaan raksasa yang sudah berdiri kokoh selama puluhan tahun itu.
Velas langsung mengadakan rapat dengan para petinggi, membahas rencananya untuk menyabotase dua perusahaan tersebut.
***
Sementara itu di Loria, anak buah Neil dengan tergesa-gesa masuk kedalam Goa tempat Neil dan yang lainnya sedang menunggu perintah.
" Tu..tuan Neil gawat !" ucapnya dengan napas tersengal-sengal.
" Ada apa !?" tanya Neil dengan nada tinggi.
" Para kelompok bertopeng sepertinya tahu tempat persembunyian kita, informan kita di perbatasan Loria mendengar kalau mereka sedang menuju kemari !" ucapnya cemas.
" Kenapa kamu begitu khawatir, kita disini banyak orang bukan, kita juga sudah tahu betul hutan ini !" bentak Neil pada bawahannya.
" Tuan Neil, masalahnya mereka datang dengan ratusan orang, tidak mungkin lebih ! Kita kalah jumlah !" anak buah Neil berkata dengan tidak berdaya.
" Brengsek ! Kenapa bisa seperti ini ?" gerutunya Neil kesal.
Ken berdiri " suruh semuanya untuk bersiap, kita tidak mungkin bisa meninggalkan tempat ini, kita akan bertarung sampai titik darah penghabisan disini !" terlihat kilat cahaya di mata Ken, itu menandakan jika Ken tidak bermain-main dengan ucapannya.
__ADS_1
" Kamu dengar itu ! Cepat beritahu yang lain !" Neil memberikan perintah.
" Baik Tuan Neil !" bawahan Neil langsung memberikan informasi pada rekan - rekannya, sontak saja mereka semua langsung bersiap di tempatnya masing-masing.