System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Titik Terang !


__ADS_3

Sedetik kemudian Swan tersadar, ketika Krisdan akan membuka pintu, Swan menyingkirkannya, dengan buru - buru dia membuka pintu tersebut.


Benar saja ketika pintu di buka, mata Swan langsung membelalak lebar saat melihat tiga senyuman yang menyambutnya.


" Lama tidak bertemu Swan " ucap pak tua Moor santai.


Swan masih tertegun di pintu dengan tangan yang masih menggenggam gagang pintu, jantungnya seolah berhenti berdetak.


Penantian yang sangat lama, pencarian puluhan tahun, penyesalan yang dia pendam selama ini. Semuanya sirna, ketika melihat orang yang paling dia hormati ada dihadapannya.


Senang ?, tentu saja Swan merasakan hal itu, Sedih ?, tentu saja karena dia tidak bisa menemani orang yang membuatnya menjadi seperti sekarang selama puluhan tahun.


Semua rasa ada di hati Swan, jika ada yang bilang Swan hanyalah bawahan pak tua Moor itu salah, Swan adalah orang yang di anggap seorang adik oleh Pak tua Moor, dia Eksekutor satu - satunya yang bisa mengobrol bebas dengan pak tua Moor seperti seorang saudara.


karena dia juga Eksekutor Moor Family tidak bubar. Swan mempertahankannya untuk menghormati orang yang sudah dia anggap kakaknya itu.


Pak tua Moor berdiri, dia merentangkan tangannya, seolah tahu apa yang Swan inginkan.


Ya sebuah dekapan dari seorang kakak yang selama ini menghilang, untuk melepaskan sedikit bebannya yang selama ini dia pikul.


" Kemarilah, aku tahu kamu sudah berjuang keras Swan " ucapnya lembut sambil tersenyum.


Swan tersadar, tanpa terasa air matanya menetes, air mata yang selama puluhan tahun tidak pernah keluar, kini mengalir deras dan membasahi pipinya.

__ADS_1


Swan berjalan ke arah Pak tua Moor dengan perlahan " maafkan aku kakak " ucapnya sambil memeluk pak tua Moor dengan erat.


Sean, Darla dan Krisdan juga menitihkan air mata, mereka tidak bisa menahan haru yang ada dihadapannya.


Pak tua Moor menepuk punggung Swan " sudahlah, sekarang aku ada disini, mari kita rebut kembali yang seharusnya milik kita " ucapnya santai tapi ada sedikit nada kejam disana.


Beberapa saat berlalu hingga Swan sudah sedikit tenang, mereka kemudian melepaskan pelukannya masing-masing.


" Duduklah, kita bicara disini dulu " Pak tua Moor duduk ditempatnya kembali, Swan hanya mengangguk dan ikut duduk diseberang Pak tua Moor.


Darla menatap Krisdan untuk menutup pintu, Krisdanpun mengangguk mengerti dan segera menutup pintu.


Swan menatap dua orang yang ada di belakang Pak tua Moor " kenapa kalian tidak memberitahuku kalau tuan Besar bersama kalian bodoh !" dia membentak keduanya.


" Swan, mereka hanya ingin menyelamatkan aku saja, jangan salahkan mereka berdua " Pak tua Moor menegur Swan dengan lembut.


Pak tua Moor tersenyum " aku sudah tahu semuanya Swan, tapi sekarang Alvin sudah kalian lindungi dan kalian juga bisa membuatnya tumbuh dengan cepat mengelola bisnisnya bukan ?"


Swan menggelengkan kepalanya " Tuan Besar, tuan Muda sudah mapan ketika kami menemukannya, aku mengira kalau tuan muda memiliki kekuatan tersembunyi dibelakangnya "


Pak tua Moor mengerutkan keningnya " Apa maksudmu Swan ?"


" Jujur kami tahu tuan Muda juga dari seseorang yang memberitahuku jika Alvin Moor katanya akan bangkit, saat aku bertanya siapa mereka, tidak ada jawaban yang pasti, saat kami mencaritahu siapa orang-orang itu, semuanya semakin terlihat tidak masuk akal, tidak ada jejak sedikitpun tentang orang-orang berpakaian serba hitam ini !, aku curiga jika tuan Alvin selama ini mbangun kekuatannya sendiri dengan sembunyi-sembunyi, karena saat kami mencaritahu selama ini tuan Alvin seperti apa, kehidupannya sangat sederhana, bisa di bilang malah kekurangan !"

__ADS_1


" Swan jangan bilang...?" Pak tua Moor terkejut mendengar informasi tersebut.


Swan menganggukan kepalanya " apa yang anda pikirkan kemungkinan benar, tuan Muda seperti anda, dia mampu berpikir jauh kedepan, Aku awalnya cuma menduga-duga, tapi setelah tuan Muda dengan mudahnya mengambil alih beberapa aset kita dulu di Andalas, itu semua menegaskan jika bawahan tuan Muda lebih cekatan dari pada kami, kami hanya menerima berkas yang sudah jadi dan disuruh menjaga perusahaan tersebut, di tambah ada sekelompok pensiunan Militer yang di kumpulkan dalam sebuah perusahaan Bodyguard untuk melatih para pengawal baru !"


Pak tua Moor tidak henti - hentinya terkejut saat mendengar penjelasan Swan, dia kemudian tertawa " Hahahaha... begitulah seharusnya keturunan Moor, anak bodohku ternyata mempunyai anak yang luar biasa !, Swan kita hanya perlu mendukungnya saja bukan ?"


Swan menganggukan kepalanya " Informasi terbaru yang aku dapat, Turner grup runtuh, walaupun kami yang mengambil alih proyek penghancuran tersebut, tapi tuan Muda sudah melangkah lebih jauh, Jasi ( Pemimpin Eksekutor 4 sang Hacker ) bilang padaku kalau hampir seluruh Aset semua pebisnis Andalas semuanya sudah milik tuan Muda dengan persentase saham mencapai 80% !, artinya tuan muda sudah menguasai Andalas sekarang, hanya dalam hitungan hari saja !"


" Apaa !, gila ini benar-benar gila ! " Pak tua Moor menggelengkan kepalanya tidak percaya, karena yang bisa melakukan itu hanyalah orang yang sangat kuat, apalagi Andalas sangatlah besar, dia saja hanya bisa menguasai 60% seluruh Aset Andalas, itupun memerlukan waktu beberapa tahun.


Sean dan Darla juga ikut terkejut, karena mereka terlalu fokus dengan Chinate, jadi tidak ada informan mereka yang berada di Andalas.


Sebenarnya itu hal yang wajar buat System, karena System sedang menyiapkan hadiah untuk Alvin setiap kali Cek in Pikiran dan yang pasti System sudah tahu apa yang ada dalam pikiran Alvin. Semuanya !.


Ya sebelum Alvin melakukan Cek in Pikiran, dia System sudah tahu arah Alvin akan mengembangkan kekayaannya, bisa dikatakan System bisa menebak beberapa langkah apa yang ada di otak Alvin.


" Alvin, apakah kamu setangguh itu ?, apa yang kamu lakukan setelah menghilang ?" gumam Pak tua Moor memikirkan perjalanan hidup Alvin sebelumnya.


Pak tua Moor menghela napas " kita abaikan itu dulu, bagaimana dengan dalang penyerangan keluarga Moor dulu, apakah kalian sudah memiliki titik terang ?"


Swan tersenyum kecut " pengawal tuan muda memberikan sedikit informasi padaku, semuanya berhubungan dengan masalalu tuan Garin, hanya itu saja yang mereka beritahu, entah itu apa kami masih mencari tahu tuan Besar " ucap Swan tidak berdaya.


Tubuh tua nan ringkih pak tua Moor bergetar, sampai - sampai tongkatnya ikut bergetar dan bersuara saat berdentangan dengan lantai.

__ADS_1


Pak tua Moor seolah mendapat petunjuk siapa dalang di balik penyerangan keluarga Moor pada saat itu.


" Serdan CLOWN !!" ucapnya geram.


__ADS_2