
Garin masih coba berdiri dengan tegap, walau darah sudah hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya.
Sera yang melihat Garin seperti itu tentu saja sangat tersentuh, dia meringkuk di pojokan sambil menangis menatap Garin.
" Cih !, bunuh sajalah Bos manusia idiot itu !" Tangan kanan Serdan sangat geram dengan Garin.
Serdan hanya tersenyum saja sambil menahan tangan kanannya itu, dia kemudian menyalakan cerutunya, asap mengepul keluar ketika Serdan menyerap cerutunya itu.
" Kita hargai sedikit keberanian nya itu sebelum dia mati " ucapnya santai, karena Serdan yakin kalau Garin pasti akan mati juga.
Tapi mereka terkejut, Garin tiba - tiba menerjang ke arah Serdan, dia mencabut Pisau yang ada di perutnya " Matilah kamu bajingan !"
" Tuan Awas !" tangan kanan Serdan mendorong Serdan.
" Clap
" Arghhh
Pisau menancap di kepala tangan kanan tersebut, Garin dengan membabi buta mengoyak kepala tangan kanan Serdan hingga kepalanya terbelah dan isinya keluar.
Serdan yang tadinya santai ketakutan melihat Garin yang seperti itu " Bu..bunuh dia !"
Para pengawal Serdan langsung maju dan menghajar Garin menggunakan apapun yang mereka bawa di tangannya.
Tapi Garin bagaikan iblis, dia menggenggam pisaunya dan mengoyak - ngotak seluruh pengawal Serdan yang menyerangnya.
Walaupun ratusan pukulan mengenai tubuh Garin, tapi dia tetap bertahan, kemauannya untuk menyelamatkan Sera lebih besar daripada rasa takutnya.
" Brengsek apakah dia monster !"
" Tuan lebih baik anda pergi dari sini !"
Melihat Garin yang tetap menyerang walau tubuhnya sudah bermandikan darah, membuat pengawal Serdan khawatir.
Serdanpun meninggalkan tempat tersebut dan melupakan Sera untuk saat ini, karena dia yakin Garin akan menyerang orang yang mendekati Sera.
Sera menutup mulutnya tidak percaya, orang yang sebelumnya dia anggap sebagai pengganggu karena terus menguntit nya, rela mempertaruhkan nyawa untuknya.
" Arghh
__ADS_1
" Arghhh
" Bag
" Bug
Suara jeritan, Suara pukulan menjadi satu, seolah menjadi lagu kematian yang indah di malam purnama waktu itu.
Darah berisimpah dimana-mana, mayat bergeletakan di sana, Garin yang seorang diri mampu mengalahkan mereka semua.
Rasa sakit yang Garin rasakan dia rubah menjadi kekuatan, Garin tidak peduli dengan tubuhnya yang sudah terkoyak-koyak oleh pedang dan berbagai senjata tajam yang mereka bawa.
Hingga akhirnya pertarungan tersebut berakhir ketika, Swan yang waktu itu masih belum memiliki saudara Eksekutor datang bersama anak buahnya dan menghabisi para bawahan Serdan.
" Bruug
" Tuan Muda !!" Swan langsung mendekati Garin, Sera juga langsung menghampiri Garin, Sera langsung memangku kepala Garin.
" Kenapa kamu begitu bodoh, harusnya kamu lari saja !, hiks..hiks... " Sera menangis melihat Garin yang yang sangat lemah itu.
Garin tersenyum, tangannya memegang pipi Sera " Syukurlah kamu baik - baik saja Sera Young " ucapnya terakhir kali sebelum dia pingsan.
" Garin, Garin !" Sera meneriaki Garin yang jatuh pingsan.
Suasana malam itu sangat mencekam, jika fisik Garin tidak kuat mungkin malam itu dia sudah mati, tapi karena dia memang sudah melatih fisiknya sejak kecil, Garin berhasil diselamatkan.
Tuan Moor yang waktu itu masih muda dia sangat geram, hingga akhirnya dia dengan kepandaiannya, menculik satu persatu bawahan Serdan yang kuat dan membunuh mereka.
Tuan Moor menggunakan strategi Gerilya untuk menghancurkan keluarga Clown di Hyaning, hingga mereka berhasil menaklukkan keluarga Clown di Hyaning.
Tapi sayangnya Serdan CLOWN dan beberapa anggota keluarga Clown lainnya berhasil melarikan diri entah kemana.
Tuan Moor pun mulai berjaya di Hyaning, hingga kemampuannya memimpin perusahaan dan pasukan bayangannya di kenal di Chinate.
Satu bulan berlalu setelah kejadian itu, Garin yang koma terbangun, dia mengerjapkan matanya dan membuka sepenuhnya setelah beberapa detik kemudian.
Orang yang pertama dia lihat adalah Sera Young, yang menemaninya sepanjang waktu saat dia koma.
Garin tersenyum saat melihat orang yang dicintainya itu " Apakah sekarang kamu mau menikah denganku Sera Young ?" ucapnya dengan suara Parau.
__ADS_1
Sera menangis sejadi - jadinya, dia tidak percaya kalau ada orang sebodoh Garin, bukannya mengkhawatirkan kondisinya sekarang, tapi dia masih menunggu jawaban dari Sera.
" Bodoh !, dasar bodoh kamu Garin !, kenapa kamu masih memikirkan itu ?!" tegur Sera sambil menangis dan menggenggam tangan Garin.
" Karena aku hanya ingin menikah denganmu " jawabnya singkat.
Tuan Moor dan Swan yang baru sampai disana menggelengkan kepalanya " dasar anak bodoh " Tuan Moor menghela napas berat.
Mereka sudah mengkhawatirkan Garin, tapi yang di Khawatirkan malah tidak peduli dengan peduli dengan nyawanya sendiri.
Mulai saat itulah Sera menjadi melunak, walau dia tidak bisa mendapatkan keromantisan seperti wanita lainnya karena Garin sangat kaku. Tapi setidaknya dia mendapatkan Pria yang bisa melindunginya.
Perasaan Sera semakin tumbuh dengan Garin, hingga akhirnya mereka menikah di saat umur mereka sudah 22 tahun, di saat bersamaan Pak tua Moor sudah berhasil menjadi orang nomor satu di Chinate.
Sementara itu di Andalas, Serdan sedang berada di rumah anak keduanya, Milick Clown yang memang sudah tinggal disana semenjak melanjutkan studinya di Andalas.
" Braakk
" Sialan !, kamu semakin berjaya saja Moor !, sedangkan aku disini menjadi seperti ini !" ucapnya geram sambil membanting ponselnya.
" Ayah kamu kenapa ?" tanya Milick yang waktu itu masih menjalankan bisnis kecil di kota Sentra.
" Tidak ada apa - apa, kamu tidak perlu ikut campur urusan Ayah, perbesar bisnismu Milick, agar kelak kamu lebih hebat dari Ayah " Serdan memberi semangat pada Milick.
Milick menghela napas " sudahlah Ayah, jangan terlalu membesarkan ambisi, kita sudah hidup seperti ini saja cukup bagiku "
Milick memang tidak seperti Ayah dan kakaknya yang mempunyai Ambisi besar, dia hanya ingin menikmati kehidupan saja.
" Kamu ini memang tidak bisa di andalkan !, Ayah akan tinggal bersama kakak mu, yang lebih mengerti Ayah !" Serdan langsung pergi dengan bersungut-sungut.
Milick menghela nafas lagi " Susah sekali menasehati orang tua " ucapnya malas dan membiarkan Ayahnya pergi.
Serdan pun pergi ke anak sulungnya, dia perlahan merayu anak sulungnya agar bisa menghancurkan keluarga Moor.
Anak sulung Serdanpun terpikat dengan ucapan manis Serdan hingga akhirnya perlahan menjalin komunikasi dengan para kenalannya.
Lambat lain bukannya Serdan bisa menghancurkan keluarga Moor, tapi Keluarga Moor makin berjaya, Andalas pun sudah di kuasai mereka, hingga akhirnya keluarga Clown tersisih kembali.
Pada saat Serdan sudah hilang akan dan menyerah, tiba - tiba Pria bertopeng memberikannya sebuah harapan, benar saja puncaknya keluarga Moor di serang dan mereka pun berhasil meruntuhkan keluarga Moor.
__ADS_1
Milick yang sedang menjalankan bisnis di Chinate, dia menemukan seorang wanita depresi yang terlihat cantik di matanya dan membawanya pulang. tentu saja itu Sera Young istri dari Garin Moor.
Flashback Off.