
Alvin membawa Jordan dan Peter masuk kedalam Mansion.
Jeni yang melihat Mobil Alvin ketika sedang di balkon kamarnya dia langsung turun untuk menyambut suaminya.
Ketika turun ke bawah, Jeni mengernyitkan dahi saat melihat Jordan dan Peter yang masuk bersama Alvin.
Jeni sudah curiga jika Jordan dan Peter pasti memiliki rencana tersembunyi, karena dia sangat tahu watak licik mereka berdua.
" Sayang, kenapa mereka bisa bersama kamu ?" tanya Jeni sedikit berbisik.
Alvin tersenyum " mereka tadi di depan gerbang, jadi aku suruh masuk saja. kamu bisa minta Rudi untuk menyiapkan minuman untuk mereka sayang ?"
Jeni mengangguk " baiklah " Walaupun sebenarnya Jeni tidak mau melayani dua orang licik tersebut, tapi karena suaminya yang menyuruh mau bagaiamana lagi.
Jordan dan Peter yang menyaksikan kemesraan Alvin dan Jeni sangat jengkel, pasalnya pasangan tersebut dari dulu sangat mesra, walaupun kondisi mereka sulit.
" Mari duduk paman Jordan, kak Peter " ucap Alvin ramah.
Jordan dan Peter langsung duduk mengikuti Alvin yang duduk terlebih dahulu.
Peter sebenarnya merasakan jika Alvin sedikit berubah, tatapannya tenang dan juga karismanya sedikit terlihat.
Peter yakin jika ada yang salah dengan keramah tamahan Alvin, dia merasa jika Alvin terlalu tenang ketika menghadap mereka, tidak seperti dulu yang nyalinya langsung menciut.
" Jadi, paman dan kakak kemari ada urusan apa dengan menantu tidak berguna ini ?" Alvin membuka pembicaraan dengan panggilan yang biasa mereka berdua lontarkan padanya.
Jordan yang tadi masih menunjukkan senyum palsu, wajahnya langsung berubah saat Alvin melontarkan kata - kata tersebut.
" Sialan !, baru buka mulut saja sudah buat orang jengkel !. sabar Jordan sabar, kamu kesini untuk merayunya " gumam Jordan dalam hati.
Jordan menghela napas, dia pura - pura merayu " Alvin, jangan bilang begitu, kami tahu jika kami dulu salah menilai kamu, sekarang kami sadar jika tidak seharusnya kami memperlakukanmu buruk "
Alvin mengerutkan keningnya " Dasar rubah tua licik !, aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu !" gerutu Alvin dalam hati.
Jordan kemudian tersenyum dan mengeluarkan sebuah berkas kontrak " kami datang kemari untuk mengajak kamu bekerja sama, lihatlah ini " Jordan menyodorkan berkas tersebut.
__ADS_1
Alvin pura - pura membacanya, tawaran Jordan cukup menarik, mungkin jika Alvin belum mempunyai System dia akan tertarik pada tawaran tersebut.
Tapi Alvin tahu jika berkas tersebut pasti ada yang disembunyikan, karena akan sangat aneh jika Jordan akan memberikan uang begitu saja padanya.
Alvin meletakkan berkas di meja dan tersenyum " sebuah kerja sama yang sangat menggiurkan, aku cukup tertarik " Alvin pura - pura masuk dalam perangkap Jordan.
Jordan dan Peter tersenyum licik, mereka berdua pikir jika Alvin pasti akan langsung menandatangani berkas tersebut.
" Kalau begitu langsung tanda tangan saja !" Jordan memberikan Bolpoin dengan bersemangat.
Jeni tiba - tiba datang dan menegur " tunggu !" Jeni bergegas menghampiri Alvin, karena dia pikir jika Alvin akan tertipu oleh kakak orang tuanya.
Jeni menatap sinis Jordan dan Peter sebelum dia duduk dan mengambil berkas tersebut, Jeni membaca berkas tersebut dan menilitinya.
Jeni mengerutkan kening ketika melihat tawaran berkas Kontrak yang sangat menjanjikan tersebut.
Jordan buka suara " Jeni, kami hanya ingin bekerja sama dengan suami kamu, apakah itu salah ?"
Jeni melatakkan berkas tersebut di meja dan menatap Curiga Jordan dan Peter " apa yang sebenarnya kalian inginkan ?!" tanya Jeni ketus.
Jordan mengangguk dan menimpali " Peter benar Jeni, kami hanya ingin bekerja sama dengan Alvin "
Jeni mau bicara lagi, tapi Alvin memegang tangan Jeni dan menggelengkan kepalanya.
" Tapi sayang.." Jeni merasa khawatir dengan Alvin.
" kamu tenang saja, aku tahu apa yang kamu khawatirkan " ucap Alvin lembut.
Alvin menatap Jordan dan Peter sambil menyeringai " Kalian lihatlah, Jeni yang masih memiliki hubungan darah dengan kalian saja dia tidak percaya dengan kalian "
Alvin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sambil mengambil berkas tersebut.
" Prepeeeeeeeetttt
Alvin merobek berkas kontrak dihadapan Jordan dan peter secara langsung.
__ADS_1
Sontak saja Jordan dan Peter terkejut, mereka yang tadinya menunjukkan wajah bersahabat, seketika wajah mereka berubah seolah membuka topeng saja.
" Alvin !, apa yang kamu lakukan !" Bentak Jordan sambil berdiri.
Alvin masih duduk dengan santai " Loh, bukannya kamu melihat sendiri apa yang telah aku lakukan ?" Alvin sudah tidak memanggil Jordan Paman lagi.
" Brengsek kamu Alvin !, sudah di kasih hati ma....."
" Plaaakkkk ! " Peter belum selesai bicara Alvin bangkit dan menamparnya dengan keras.
Jeni menutup mulutnya tidak percaya jika Alvin sekarang sangat berani.
Jordan juga terkejut karena dia baru oertama kali melihat Alvin yang seperti itu, biasanya dia ditindas bagaimanapun akan tetap diam, tapi kali ini mereka baru melontarkan beberapa kata, tapi Alvin sudah berani menampar anaknya.
Jordan sangat geram " Berani sekali kamu A..."
" Plaaaaaakkk ! " Jordan juga merasakan tamparan Alvin.
" Apa kalian pikir aku masih seperti yang dulu ?!, asal kalian tahu saja !, posisiku sekarang bisa saja membuat kalian bertekuk lutut untuk mencium kakiku !" Suara Alvin bagaikan petir yang menyambar kepala Jordan dan peter. mereka berdua tidak pernah menyangka jika Alvin akan seberani itu.
Jeni yang melihat suaminya seperti itu dia tersenyum " Kamu benar - benar sudah berubah Alvin, syukurlah aku tidak menuruti permintaan orang tuaku " gumam Jeni membatin.
Alvin mengangkat tangannya " Usir mereka dari sini !"
Dua orang entah darimana datangnya muncul, mereka langsung meringkus Jordan dan Peter " Baik Tuan moor !"
Jordan dan Peter terkejut, begitu juga dengan Jeni, karena dia tidak melihat kedua orang tersebut datang, tapi tiba - tiba mereka sudah muncul dan meringkus Jordan dan Peter.
" Jika kalian berdua berani mengganggu aku dan Jeni lagi !, aku pastikan kalian akan lebih memilih mati !" ucap Alvin ketus.
Jordan dan peter yang mau berontak, seketika mereka menundukkan kepalanya, mereka sekarang tahu jika Alvin bukanlah orang lemah seperti dulu lagi.
Jordan dan Peter langsung di seret keluar Mansion oleh kedua penjaga bayangan Alvin. mereka berdua tidak berani melawan sama sekali.
.
__ADS_1