System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Tikus Kantor


__ADS_3

Alvin kemudian menatap Robert " Ayah, apakah kamu membawa berkas lamaran kerja ?"


Pertanyaan tersebut membuat Robert yang tadi sumringah terhenyak, dia menggelengkan kepalanya seperti orang bodoh saja.


Alvin menepuk jidatnya sambil menghela napas, ia menatap Jeni dengan sendu, seolah bertanya apa yang harus dilakukannya.


Jeni tersenyum getir, ia kemudian buka suara " Sayang, biarkan Ayah menjadi karyawan biasa saja dulu sambil belajar dari awal, Ayah tidak keberatankan ?"


Robert langsung mengangguk " Ayah tidak keberatan, asal Ayah bekerja itu sudah cukup !" jawabnya yakin.


Alvin tersenyum " Furi, berikan pekerjaan yang cocok untuk mertua saya, dan kamu Keysa atur perubahan CEO di perusahaan cabang atas nama Latisa sekarang !"


" Baik Tuan Moor !"


Furi mengajak Robert untuk menempatkannya menjadi salah satu karyawan.


Sementara Keysa membawa Latisa langsung ke perusahaan cabang Matrix Capital untuk memberitahu langsung pergantian CEO yang baru.


Tersisa Alvin dan Jeni di ruangan itu, Jeni merangkul leher Alvin sambil duduk di pangkuannya " Aku tidak menyangka, kalau suamiku sangat tegas jika di kantor "


Alvin tersenyum sambil menatap wajah istrinya yang begitu dekat dengan wajahnya " Kamu saja yang tidak pernah memperhatikan aku selama ini, bukankah aku selalu tegas jika di ranjang " Ia menaik turunkan alisnya menggoda jeni.


" ih..mulai deh " Jeni memeluk suaminya dengan gemas.


" Kamu mau langsung pulang atau berkeliling perusahaan dulu ?" Alvin bertanya dengan lembut.


" Mumpung disini, aku mau lihat - lihat perusahaan suamiku " Jawabnya manja.


Alvin menganggukkan kepala, dia mengajak Jeni untuk berkeliling. Karena ini merupakan kedatangan keduanya jadi para karyawan kurang lebih sudah tahu siapa Alvin.


Alvin dan Jeni berkeliling melihat para karyawannya yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing.


Ratusan karyawan terlihat sibuk memandangi komputer di depan mereka sambil melihat - lihat berkas yang ada di meja mereka.


Saat mereka berdua sedang melihat lebih dekat, seorsng pria berkacamata sambil meegang tumpukan berkas tidak sengaja menabrak Alvin.


" Brak

__ADS_1


" Brugg


Semua berkas berhamburan kemana - mana, pria berkacamata terjatuh di lantai.


" Tidak berkasku " terlihat wajah sedih di pria berkacamata tersebut.


Pria berkacamata memunguti, kertas - kertas yang berhamburan, dia seperti sangat tergesa - gesa.


Semua orang menatap pria tersebut dengan sinis, Alvin yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya.


Alvin melepaskan rangkulan Jeni dengan lembut, dia jongkok dan membantu memunguti kertas yang berhamburan itu.


Alvin melihat berkas itu dengan seksama dan memberikannya pada Jeni, Karena berkas itu terlihat berbeda - beda " Sayang apa dulu kamu mengerjakan banyak pekerjaan seperti ini ?"


Jeni yang tadi menyilangkan tangannya di depan dada, dia menerima berkas pemberian Alvin dan membacanya, Jeni mengernyitkan dahinya.


Jeni menegur pria berkacamata " Kamu bekerja di Tim mana ?"


Alvin yang sedang membantu memunguti berkas - berkas tersebut, dia mendongak bersamaan dengan pria berkacamata.


" Nona bertanya padaku ?" Pria berkacamata menatap Jeni sampai tertegun, karena ia baru pertama kali melihat wanita secantik itu.


Alvin berdiri " ada apa sayang ?"


Jeni menyerahkan berkas itu pada Alvin " Apa kamu mengerjakan semua pekerjaan seluruh Timmu sendiri ?" ia bertanya pada pria berkacamata tanpa membalas ucapan Alvin.


Pria berkacamata terlihat ketakutan, dia tidak berani menjawab. Karyawan yang melihat hal itu semuanya juga ikut ketakutan.


Alvin menghela napas, dia tahu garis besarnya setelah Jeni bertanya seperti itu.


Alvin bertanya pada pria berkacamata " Beritahu seluruh tim kamu untuk keruangan Furi Lane !, ingat aku tunggu secepatnya !"


Setelah mengatakan itu Alvin menggandeng Jeni pergi dari tempat itu, mereka berdua kebetulan bertemu dengan Furi yang sudah menempatkan Robert untuk bekerja.


" Tuan, Nyonya Moor " Furi membungkuk Hormat.


Alvin menganggukkan kepalanya " Furi, nanti akan ada orang yang akan menemui kamu, pecat mereka semua selain dia !" Ia menunjuk Pria berkacamata yang tergesa - gesa memunguti berkas - berkas.

__ADS_1


Furi tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia tidak bisa menolak " Baik Tuan Moor !"


" Sayang kita pulang sajalah, aku tidak menyangka jika di Matrix Capital juga banyak tikus !, aku kira disini berbeda dengsn perusahaan kecil !" Ucap Jeni sarkasme sambil melirik Furi.


Furi mengepalkan tangannya, dia tahu jika istri bosnya sedang menyindir dirinya. Itu artinya dia tidak puas dengan kinerjanya.


Furi memaksakan senyum pada Jeni dan Alvin. Dia tidak bisa marah kepada istri Bosnya.


Alvin dan Jeni kemudian langsung pulang, karena mereka sudsh tidak punya keperluan lagi. Takutnya jika mereka terus disana nanti malah memecat seluruh karyawan yang ada.


Furi menghela napas lega setelah kepergian Alvin, dia langsung keruangannya dengan wajah menggelap.


Ketika dia keruangannya, sudah ada 7 orang yang menunggunya termasuk pria berkacamata, mereka semua langsung berdiri ketika melihat Furi memasuki ruangannya.


" Tuan Lane


" Tuan Lane


" Tuan Lane


Mereka semua membungkuk hormat pada Furi, tapi Furi tidak memperduliakannya dan langsung duduk dikursinya.


" Kalian tahu kenapa di panggil kemari ?" tanya Furi dingin.


Mereka semua saling menatap, kemudian menggeleng bersamaan.


Pria berkacamata berkeringat dingin, dia yang paling tahu kenapa mereka semua di panggil. Pria berkacamata tidak berani bergerak sedikitpun.


" Kamu pergilah dan kembali bekerja " Furi mengusir pria berkacamata.


Pria berkacamata menghela napas lega " baik Tuan Lane !"


Selepas kepergian Pria berkacamata, Furi menatap tajam ke empat orsng lainnya " Apa gaji dan Amodasi kalian kurang saat bekerja di Matrix Capital, sehingga kalian malas bekerja !?"


Suara Furi langsung berdengung di telinga mereka, seorang pemimpin tim bertanya " Tuan Lane, apa maksud anda ?"


" Braakk !! " Furi menggebrak meja dengan keras, membuat mereka semua langsung menunduk ketakutan.

__ADS_1


" Gara - gara kalian namaku di depan Pemilik Matrix Capital buruk lagi !, kalian memperkejakan satu orang untuk menghandle pekerjaan kalian semua !, apa kalian pikir aku tidak tahu hah !" Furi meraung marah pada mereka semua.


__ADS_2