
Acara makan malam pun selesai, Alvin hanya memakan separuh makanan yang Sera ambilkan saja, karena dia sudah sangat kekenyangan, tapi Alvin sengaja tidak makan dengan acak, dia tidak menyentuh sama sekali separuh makanan yang ada di piringnya itu.
" Aku sudah selesai, sayang aku duluan di ruang keluarga yah " Alvin beranjak dari kursinya dan meninggalkan meja makan.
Jeni menanggapinya hanya dengan menganggukan kepala saja, karena dia masih fokus dengan makanan penutupnya.
" Aku juga selesai, terimakasih makanannya " Pak tua Moor mengejar Alvin yang ke ruang keluarga.
Selepas kepergian mereka, Sera langsung duduk di tempat Alvin, dia dengan senang hati memakan- makanan sisa milik Alvin.
Jeni langsung menahannya " Ibu apa yang kamu lakukan ? Masih banyak makanan lainnya, itu sisa Alvin "
Arisa menimpali " Kak Jeni benar Bu, masih banyak makanan yang lain "
Sera tersenyum " Alvin tidak menyentuh sama sekali makanan yang dia sisakan ini, ibu yakin dia sengaja memberikannya pada ibu, jadi Ibu akan memakannya "
" Tapi Bu.. " Jeni menggelengkan kepalanya.
Sera mengusap pipi Jeni " Kamu memang wanita yang baik nak, Alvin tidak salah memilih kamu, biarkan ibu merasakan bagaimana menikmati makan bersama Alvin walaupun tidak secara langsung "
Jeni sangat tersentuh dengan ucapan Sera, dia tidak menyangka kalau Sera sampai melakukan hal seperti itu, padahal masih banyak cara lain untuk menunjukkan kasih sayangnya pada Alvin.
Sera menyuapkan makanan sisa Alvin kemulutnya dengan sendok bekas Alvin tentunya.
Air mata Sera entah kenapa langsung menetes jatuh, dia seolah terhanyut dalam gejolak perasaan bahagia yang tidak bisa di ungkapkan kata - kata.
Mungkin bagi sebagian orang itu menjijikan, tapi faktanya seorang ibu yang sudah lama tidak pernah memberikan kasih sayang pada anaknya itu berpikiran lain.
Perasaannya sangat senang, ya air mata Sera bukanlah berasal dari kesedihan, melainkan sebuah kebahagiaan.
__ADS_1
Setelah sekian lama dia tidak kontak dengan anak lelaki yang sangat cintai, sekarang dia merasakan perasaan itu, ah... rasanya Sera seperti berada di batas kebahagiaan dan kesengsaraan yang dia alami.
Sudah sangat lama dia menginginkan itu, sudah sangat lama dia menantikan itu, walau hanya sebatas sentuhan secara tidak langsung, dia sangat menikmatinya.
Jeni yang melihat itu ikut meneteskan air mata, dia tidak tahu kalau hanya sebatas makanan sisa bisa membuat seseorang tersentuh hatinya.
Arisa juga tidak bisa berkata-kata, dia memandangi ibunya dengan tidak berdaya, dia baru tahu kalau selama ini ibunya hanya tersenyum palsu untuk menutupi kesedihan yang dia alami selama ini.
Di ruang keluarga, Alvin membuka Ponsel bututnya, dia melihat ada beberapa pesan dari Velas.
Sebenarnya Velas mau memberikan pesan lewat WA, tapi ketika dia mencari nomor Alvin di WA malah tidak ada, jadi dia terpaksa menulis pesan seperti orang dulu tanpa internet, dia juga sekarang mengisi pulsa juga di ponselnya saat tahu kalau Alvin tidak punya WA.
Velas memberitahu Alvin, kalau asisten pribadi Jeni akan datang besok, dia juga memberikan identitas Asisten Jeni.
Kenapa Alvin memilih Asisten manusia di bandingkan Klon System, karena dia tahu kalau Jeni tidak suka dengan orang yang tanpa ekspresi, di tambah Jeni juga suka bercerita, jadi kalau yang menjadi Asisten Klon System, pasti dia akan jenuh kalau sedang bercerita jawabannya hanya Iya dan tidak saja.
Alvin membalas pesan Velas hanya dengan satu kata saja " Baik !" .
Sontak saja Alvin langsung menoleh ke arah Pak tua Moor dan menyimpan kembali ponsel antik itu ke dalam sakunya.
" Ada apa ?" tanya Alvin langsung. Karena dia tahu pasti Pak tua Moor ada keperluan dengannya.
Pak tua Moor memperlihatkan foto Gilian pada Alvin, dia menaruhnya di meja depan Alvin " dia salah satu orang yang melakukan pembantaian pada keluarga kita dua puluh tahun silam, aku mendapatkan nya dari bawahanku tadi siang "
Alvin mengerutkan keningnya " kenapa anda memperlihatkannya padaku ? Bukankah para Eksekutor anda bisa menyelesaikannya ?"
Pak tua Moor menghela napas " Alvin mereka sudah berkuasa puluhan tahun lamanya, kami tidak mungkin bisa mengimbangi mereka "
" Jadi kenapa anda memberitahu aku ?" tanya Alvin datar.
__ADS_1
" Aku tahu pengawal kamu sangatlah kuat, aku ingin menyerahkan ini semua pada kamu, para Eksekutor juga akan menuruti perintah kamu Alvin. "
Pak tua Moor diam sebentar kemudian melanjutkan " Masaku sudah habis Alvin, aku hanya ingin hidup bahagia bersama keluargaku disisa umurku ini, mungkin ini permintaan yang egois untukku, tapi demi pengorbanan Ayah kamu, tolong musnahkan mereka semua, agar tidak ada yang mengganggu keluarga Moor lagi "
" Kenapa anda sangat yakin kalau aku bisa melakukannya ?" Alvin sengaja memberikan pertanyaan terus agar pak Tua Moor jengkel.
Tapi Pak tua Moor adalah orang yang sudah sarat dengan pengalaman, pahit manisnya kehidupan dia sudah merasakan semuanya, jadi Pak tua Moor tidak terpancing dengan perkataan Alvin.
" Karena kamu adalah Pewaris Keluarga Moor !" jawabnya yakin dan tegas.
Alvin menghela napas " Aku hanya menyandang marga Moor bukan berarti aku mau jadi pewaris Keluarga Moor, kehidupanku yang sekarang sudah cukup untukku..."
Pak tua Moor terkesiap dengan perkataan Alvin, dia tidak menyangka kalau Alvin akan mengatakan Hal itu di depannya secara langsung.
" Tapi Alvin ka..."
" Aku belum selesai bicara Pak tua Moor " Alvin memotong ucapan Pak tua Moor.
" Maaf, silahkan lanjutkan " Pak tua Moor tidak masalah Alvin belum mau memnaggilnya seorang kakek.
" Aku juga ada urusan dengan mereka, jadi aku akan membantu Kalian, dimana lokasinya ?"tanya Alvin langsung.
Wajah pak Tua Moor langsung berbinar " Grivia !, lima kelompok Eksekutor sudah berada di negara tetangga Grivia, mereka hanya menunggu perintah saja "
" Baiklah, suruh mereka menunggu instruksi dariku, aku akan mengirim orang kesana, jangan ada yang bertindak gegabah sebelum aku memberikan perintah !" ucapnya tegas.
" Tentu saja, semua akan menuruti perkataan kamu !" pak Tua Moor sangat senang karena Alvin juga mau bergerak.
Pak tua Moor yakin, dengan bergeraknya Alvin, maka kekuatan Eksekutor di tambah pengawal Alvin pasti akan sangat kuat dan menakutkan, karena itulah dia yakin jika jika masalah ini akan cepat selesai.
__ADS_1
Pak tua Moor langsung meninggalkan Alvin, karena dia perlu menghubungi Ken dan yang lainnya agar tidak bergerak terlebih dahulu, sebelum Alvin memberikan sebuah perintah.