
Lukas Turner mengumpulkan para Trade saham terbaiknya di ruang rapat, dia berharap bisa langsung merebut saham Diamond Tower.
Para Trader kelihatan sibuk dengan laptopnya masing - masing, mereka menunggu saat pasar saham di buka dan menginvasi saham Diamond Tower.
" Tak
" Tik
" Tak
" Tik
Saat pasar saham di buka, para trader langsung sibuk dengan laptopnya masing - masing.
Mereka mengawali dengan saham Diamond Tower yang tercecer di pasar saham yang setidaknya ada 10%.
" Tuan Turner ada yang Aneh !" seorang trader buka suara.
" Apa maksudmu ?" Lukas berdiri dan melihat laptop trader tersebut.
" Saham Diamond Tower seolah di biarkan begitu saja dan yang mengejutkan harga sahamnya sangat tinggi " ketika Turner melihat saham Diamond Tower, dia juga terkejut.
" Brengsek !, apakah mereka tahu kalau kita akan bergerak ?!" Turner meraung marah saat melihat harga saham yang begitu tinggi tersebut.
" Beli semuanya !, aku tidak peduli semahal apapun saham Diamond Tower, aku hanya ingin menguasainya !" Turner memberikan perintah dengan tegas.
" Dimengerti Tuan !" Para trader langsung membeli saham yang tercecer di pasar saham tanpa pikir panjang.
Sementara itu di Diamond Tower, Molina dan Reiga yang sudah diberitahu para trader, kalau Turner mulai bergerak, mereka sedang memantau situasi disana.
" Nona Lu, sepertinya anda benar, Tidak Turner sudah menutup pikirannya kalau ini adalah jebakkan!" Trader senior milik para Eksekutor buka suara.
Molina mengulas sebuah senyum jahat di wajahnya " Biarkan mereka membeli beberapa saham Diamond Tower, Kalian Fokus melahap beberapa Aset milik Turner grup, selagi mereka sedang fokus dengan saham Diamond Tower !"
" Baik Nona Lu !" mereka semua langsung menginvasi beberapa Aset milik Turner grup yang ada di Arnesia.
Tentu saja mereka tidak asal mengambil Aset, karena Diamond Tower bergerak dalam bidang properti, Molina menyuruh mereka membeli saham yang berkaitan dengan Properti di Aset milik Turner grup.
Alasan mengapa Molina membiarkan Turner membeli beberapa saham Diamond Tower, karena dia tahu jika Diamond Tower hanya memiliki saham tunggal, yang artinya mau Turner membeli saham sebanyak apapun di Diamond Tower asal tidak melewati 50% dia akan tetap menjadi pemilik Nomor dua, dan suaranya bisa ditangguhkan oleh pemilik mayoritas saham.
__ADS_1
Turner tidak sadar jika saham Asetnya di bidang Properti mulai di kuasai oleh Moor grup.
Karena Trader ahlinya, semua berkumpul untuk menyerang Diamond Tower, otomatis trader yang menjaga perusahaan cabang Turner grup sangat lemah.
Beberapa cabang perusahaan Turner grup mulai dikuasai oleh Moor grup, karena uang bukanlah masalah untuk Moor Family, tentu saja Molina dengan yakin bisa menguasai beberapa perusahaan milik Turner.
" Nona Lu, mereka sudah hampir membeli 20 % saham Diamond Tower !" ucap Pemimpin trader.
Molina tersenyum " Bagiamana dengan kita, sudah berapa perusahaan yang sudah menjadi milik Moor Grup ?"
" Semuanya ada 10 perusahaan cabang Turner grup, kita sudah menghabiskan 150 Milyar dolar Nona Lu " seorang trade muda menjawab.
" Bagus, pertahankan pembelian saham Diamond Tower di angka 25%, kita akan lihat bagaimana dia menangani masalah ini " Molina menyeringai penuh arti.
Reiga yang menyaksikan itu begidik ngeri, pasalnya dia sudah mendengar kalau para Eksekutor bukanlah orang - orang biasa, mereka semua adalah orang - orang yang dilatih secara kusus, baik dalam pemikiran maupun kekuatan.
Eksekutor keluarga Moor terkenal sangatlah tegas dalam menjaga Aset milik tuannya, di tambah mereka juga bisa melakukan hal yang sadis kalau musuh bisnis tuannya bermain dengan cara kotor.
Turner sudah tahu akan hal itu, tapi dia mengira jika tanpa pak tua Moor, para Eksekutor keluarga Moor sudah melemah. Yang tidak Turner tahu adalah Para Eksekutor Keluarga Moor tidak pernah berubah, mereka selalu meregenerasi pengganti mereka dengan baik walaupun tanpa tuan mereka. Asalkan Aset keluarga Moor masih ada berarti mereka juga masih berdiri tegap dibelakang aset tersebut.
Di tempat Turner, Para trader mendapat pemberitahuan dari anak buah mereka yang menjaga Aset keluarga Moor.
" Tuan Turner gawat, Sepuluh cabang Turner grup berhasil di makan Moor Grup !" ucap pemimpin Trade.
" Pembelian saham Diamond Tower kita berhenti di angka 22%, sial apa yang terjadi ini ?!"
" Kita terpancing dengan mudahnya pembelian saham Diamond Tower, lihat ini saham Turner grup merosot !"
Laporan - laporan tentang serangan balik yang dilakukan oleh Moor grup, membuat para trader panik.
Kepala Lukas juga berdengung karena dia tidak menyangka kalau Moor grup diam - diam mempermainkannya.
" Selamatkan saham Turner grup sebisa mungkin !" Lukas Langsung mentransfer uang dengan jumlah banyak ke rekening Turner Grup agar mengendalikan saham yang terus turun beberapa poin.
Untungnya Molina hanya mempermainkan mereka saja, setelah semuanya sudah berhasil Molina akuisisi beberapa cabang Turner grup. Dia menyuruh para tradernya untuk menarik diri dari pasar saham.
" Hahahaha... aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Tuan Turner disana ?"
" Kamu benar, dia pasti sedang mengamuk para anak buahnya "
__ADS_1
" Ya itu pasti !"
Setelah pasar saham di tutup, Para Trader Moor grup tertawa bersama di tempat mereka melakukan Trader, karena mereka berhasil membodohi Lukas.
" Kalian boleh bersuka cita karena ini kemenangan kita dan aku yakin Turner juga tidak akan bertindak gegabah, untuk berjaga - jaga tetaplah waspada terhadapnya !" Molina menegur mereka yang sedang merayakan kemenangan nya.
" Tentu saja Nona Lu " jawab mereka serempak.
Molina kemudian beranjak dari kursinya dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang senang.
Molina mengambil telepon nya dari saku dan menghubungi seseorang, setelah beberapa saat telepon itu di angkat orang diseberang telepon.
" Ada apa Molina " Suara serak dan berat terdengar di seberang telepon.
" Jeremy, aku sudah menyelesaikan semua tugasku, aku akan mengirimkan semua perusahaan yang telah di akusisi dan kamu urus sisanya !" Setelah mengatakan Itu Molina langsung menutup telepon.
Di tempat Jeremy dia menurunkan teleponnya dari telinga dan meletakkannya di meja.
" Ada apa sayang " Seorang wanita dengan bentuk tubuh yang sangat seksi bertanya dengan genit.
" Ada tugas penting, Su Lin kamu siapkan orang - orang kita untuk mengganti beberapa orang di beberapa perusahaan yang sudah di akusisi tuan Moor, kita akan berangkat setelah Molina mengirimkan lokasinya " Ucap Jeremy sambil menyalakan rokoknya.
Jeremy Hu, Eksekutor nomor tiga, dia dan orangnya yang biasa melakukan tugas pembersihan ataupun mengganti beberapa orang yang tidak kompeten di perusahaan yang baru di akusisi oleh tuannya.
Jeremy Hu terkenal dengan kebengisannya, dia tidak pernah pandang bulu dalam menerapkan kebijakan, salah ya salah, benar ya benar itulah moto hidupnya. Untuk itu dia ditempatkan dalam tim yang isinya para pembunuh bayaran.
Para Eksekutor Keluarga Moor sudah mulai bergerak satu - persatu, tetapi Alvin tidak mengetahui akan hal itu, yang dia tahu hanyalah mendapatkan Mukjizat dari System saja.
**
Ditempatnya, Alvin sedang bersantai dengan membaca sebuah Novel yang ceritanya sangat mirip dengan dirinya. Alvin senyum - senyum sendiri karena menurutnya Novel " System Cek In Pikiran " karya Author Alveandra berbeda dengan yang lainnya.
Jika Biasanya Novel System berhubungan dengan Harem, tapi Novel tersebut sama sekali tidak dan MC juga menunjukkan kekuasaan nya langsung tanpa bertele - tele terlebih dahulu agar Istrinya tidak terjerat oleh pria lain.
" Serius amat Sayang " Jeni datang dengan membawakan segelas Jus jeruk untuk Alvin.
" Ah.. hanya iseng - iseng membaca cerita saja " ucap Alvin sambil menutup buku Novelnya.
" Sayang, apa kamu yakin akan bekerja sama dengan keluarga Su ?" Jeni terlihat masih khawatir jika Keluarga SU hanya akan memanfaatkannya saja.
__ADS_1
" Kamu tenang saja, Semua pasti baik - baik saja " Jawabnya yakin.
Jeni hanya bisa menghela napas berat, Walaupun dia takut Alvin dimanfaatkan keluarganya, tapi dia juga sadar tidak mungkin jika Alvin bisa disentuh oleh keluarganya, Jadi Jeni berusaha untuk tetap tenang dan percaya pada suaminya.