System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Bos Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Para penjaga Alvin yang notabennya pensiunan Militer, di buat tidak berdaya oleh sekelompok orang yang mengaku jika mereka adalah atasan dari para pensiunan Militer tersebut.


" Tuan York, jika anda tahu kenapa tidak memberitahu masalah seserius ini ?" Rundolf merasa sangat tertekan.


York menghela napas " aku juga sama seperti kalian yang buta dengan kekuatan Moor Family sekarang, aku mengira jika Tuan besar Moor sudah tidak mempekerjakan mereka lagi "


Ruang tersebut seolah terlihat sangat mencekam setelah kedatangan para Eksekutor. Para petinggi baru seperti Yilman, Dorothy dan Rundolf merasakan tekanan yang tinggi. Padahal di awal menerima pekerjaan tersebut mereka mengira akan sangat mudah menjaga seorang taipan saja.


Sementara itu Alvin sedang melihat Email yang diberikan Oleh Keysa dari perusahaan, karena dia meminta laporan Harian Matrix Kapital agar di kirim melalui Emailnya. Lebih tepatnya Email Jeni. Karena Alvin menggunakan Laptop Jeni.


" Sayang ini kopinya " Jeni menaruh kopi di meja dengan lembut, dia kemudian menarik kursi dan duduk di sebelah Alvin untuk melihat apa yang sedang dilakukan Alvin.


" Terimakasih sayang " ucapnya masih sambil menempelkan jari - jarinya di keyboard laptop.


Jeni terkejut saat melihat laporan keuangan Matrix Capital " Astaga sayang, itu data pengeluaran dan pemasukkan Matrix Capital?"


Alvin mengangguk " bisa di bilang begitu, kenapa kamu terkejut seperti itu, ini juga punyamu juga jadi mulai sekarang jangan terkejut lagi oke " jawab Alvin enteng.


Alvin bicara seperti itu hanya di luar saja, sebenarnya dia juga sangat terkejut saat melihat pemasukkan perhari di perusahaannya mencapai 200 juta dolar.


Jelas Jeni juga begitu, karena semenjak bersama Alvin dia tidak pernah melihat Suaminya memegang banyak uang, jangan kan ratusan juta dolar. Ribuan dolar saja paling kalau diberi uang belanja bulanan oleh Jeni.


" Apakah suamiku benar - benar sekaya ini ?, ya ampun kenapa aku merasa sangat kecil dihadapannya sekarang ?" Jeni membatin sambil menatap sendu Alvin yang selama ini diremehkan keluarganya.


" Sayang..., Sayang.... kamu kenapa hei !" Alvin menggoyang tubuh istrinya dengan lembut.


" Eh... aku tidak apa - apa kok " Jeni tersenyum kecut.

__ADS_1


Alvin menggeleng - gelengan kepalanya sambil tersenyum, Pasalnya dia sekarang sering melihat istrinya menatap dirinya dan melamun. Entah apa yang di pikirkan istrinya tersebut.


" Sayang aku mau keluar, kamu di rumah saja yah, aku ada bisnis " Ucapnya lembut.


" Pulangnya jangan malam - malam sayang " Jeni langsung memberikan ijin pada Alvin.


Jeni sadar jika suaminya sekarang sangatlah sibuk, kalau dia terus ikut kemanapun Alvin pergi takutnya Alvin malah risih dengannya dan menganggap kalau dia Wanita yang terlalu ikut campur dengan urusan suaminya. Jadi dia lebih memilih untuk percaya dengan Alvin.


Alvin tersenyum senang karena Jeni tidak melarangnya pergi. Karena biasanya dia akan menempel terus kaya perangko.


Alvin menyeruput kopinya sambil menutup Emailnya dan langsung bersiap untuk pergi ke suatu tempat.


" Memangnya kamu mau kemana sayang ?, kamu baru juga pulang dari Matrix Capital " tanya Jeni sambil merapikan baju suaminya.


" Menemui seseorang yang menjalankan Bisnisku " Jawabnya enteng.


" Club sepak bola " Alvin nyengir kuda.


Jeni menghela napas " mentang - mentang suka dengan sepak bola sekarang kamu terjun kesana juga ?"


Jeni memang sering melihat Alvin begadang nontong Club sepakbola kesayangannya. Dia bisa heboh sendirian kalau sedang menonton pertandingan tersebut.


Jeni tidak mempermasalahkan hal itu, karena baginya yang penting Alvin masih bisa mengurus pekerjaan rumahnya.


" Mau bagaimana lagi, dari pada aku nanti mati penasaran " Alvin menjawab sambil melenggang keluar dari kamar.


" Dah sayang " Alvin bergegas meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


" Hati - hati di jalan ! " Jeni berteriak sedikit karena Alvin sudah mau menuruni tangga.


Jeni mengulas sebuah senyum, dia membuka ponselnya. disana terlihat foto pernikahannya dengan Alvin menggunakan balutan pakaian sederhana. Jeni masih teringat jelas bagaimana pernikahan mereka hanya ada dia, Alvin, Robert dan petugas pernikahan kota tersebut.


Memang dulu Leni dan keluarga Su tidak ada yang datang di pernikahan Mereka. hanya Robert saja yang bersedia dan Sudi melihat pernikahan Alvin dengan Jeni pada saat itu.


Karena itu juga Alvin mau memaafkan Robert dan memberikannya sebuah pekerjaan. Alvin sangat yakin kalau Robert lebih kuat daripada istrinya. Dia pasti akan memperlakukannya dengan baik.


Jeni memeluk foto tersebut sambil tersenyum bahagia. Menurut dirinya kenangan itu sangat manis sehingga sulit untuk dilupakannya.


" Jika saja dulu keluargaku tahu siapa kamu Alvin, tentu pernikahan kita tidak akan semiris itu, tapi itu semua sudah terjadi. Sekarang kamu memiliki segalanya dan tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu lagi " gumam Jeni lirih.


Sementara itu Alvin sedang melakukan perjalanan menuju Club sepak bolanya. Wiliam dengan patuh mengikuti instruksi Alvin.


Mobil membelah jalanan kota Hyaning. hingga beberapa menit kemudian Alvin melihat bangunan Stadion yang merupakan kandang dari Club sepakbolanya Muldor City.


Alvin sangat kagum dengan desain dari stadion yang terlihat modern itu.


Wiliam memberanikan diri bertanya karena dia dari tadi penasaran kenapa Alvin mengajaknya ketempat tersebut.


" Tuan Moor, ngomong - ngomong anda penggemar sepak bola juga atau ada acara lain kemari ?" tanya Wiliam penasaran.


" Aku penggemar sepak bola, tapi aku kemari ingin melihat langsung investasi ku disini " Jawab Alvin santai.


Sontak saja Wiliam terkejut, karena dia pecinta sepak bola tentu tahu maksud Alvin. Jika pikirannya benar maka Alvin adalah pemilik Club Nomor satu di Negara tersebut.


Wiliam menatap takjub Alvin saat turun dari mobil. Karena dia berani berinvestasi dalam Club sepakbola yang notabenya memiliki banyak sekali staf dan jajarannya untuk di urus. Walaupun memang Club yang sudah mapan seperti Muldor City tidak mungkin akan kekurangan uang. Karena dari hasil iklan saja mereka meraup ratusan juta dolar pertahun. belum dari Merchandise, tiket penonton dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2