
Alvin kembali ke Mobilnya, saat dia baru masuk System berbunyi.
[ Host hari ini belum Cek ini, apakah Host akan Cek ini ? ]
Alvin mengangguk " Ya Cek in sekarang !"
Pikiran Alvin sekarang adalah menjadi pebisnis nomor satu dunia, jadi dia hanya memikirkan tentang bisnisnya saja.
[ Selamat Host mendapatkan Frostail Capital dan Parks Investasi, semua dokumen sudah berada di Brankas anda ]
Alvin tersenyum, dia masih ingat jelas saat Velas mengatakan kalau dua perusahaan tersebut adalah perusahaan terbesar di Nerika.
" Akhirnya aku menjadi orang nomor satu di Nerika " gumamnya Lirih.
Pak tua Moor dengan lesu memasuki Mobil Alvin, awal pertemuan nya dengan Gilian setelah sekian lama menjadi Akhir pertemuan nya juga.
Berbagai perasaan campur aduk yang di rasakan Pak tua Moor, dia tidak menyangka kalau Gilian masih hidup, di tambah dia juga yang membunuh Garin.
Pak tua Moor tidak bisa berbuat apa - apa, karena dia tahu kalau keputusan Alvin tidak bisa di ganggu gugat karena kekuatannya lebih besar darinya.
Pak tua Moor menatap kosong ke luar Jendela, dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa untuk menyikapi kondisi yang sedang terjadi sekarang.
" Jika penyesalan Kakek lebih besar terhadap kembaran Ayah, apa kakek juga tidak merasa bersalah pada Ayah ?" tiba - tiba Alvin buka suara, membuat lamunan Pak tua Moor tersadar.
Pak tua Moor menghela napas " bukan seperti itu Alvin, Kakek menyayangi mereka berdua, Kakek hanya ingin menebus kesalahan Kakek "
" Dengan mengabaikan yang telah terjadi pada keluarga kita ?" potong Alvin langsung.
Tentu saja Pak tua Moor tidak bisa menjawab, karena pertanyaan Alvin sangatlah menusuk dalam hatinya.
Alvin buka suara lagi " Walaupun Kakek menyayangi nya tapi Kakek juga harus melihat dari sisi yang berbeda juga, kalau dia tidak membelot memberikan informasi pada musuh keluarga kita, tentunya dia akan muncul seperti aku, sebenci - bencinya aku pada kalian, apa aku menaruh dendam pada kalian ? Sekarang aku berdiri sejajar denganmu kek, sangat mudah bagiku untuk menghancurkan kalian, tapi aku lebih memilih menerima kenyataan ini, buruknya kalian masih tetap keluargaku, itu yang menjadi pertimbangan ku mau menerima kalian !"
Pak tua Moor baru ingat kalau Alvin juga mengalami hal yang serupa dengan Gilian, malahan dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang secuil pun dari keluarganya.
Memikirkan hal itu saja Pak tua Moor langsung tersadar, orang yang harusnya lebih membenci dirinya adalah Alvin.
" Maaf Alvin, kamu benar Kakek terlalu naif " jawabnya tidak berdaya.
" Bagus kalau kakek menyadarinya " Alvin kemudian tidak bicara lagi.
Pak tua Moor melirik Alvin dan membatin " Garin andai kamu masih hidup dan melihat betapa kuatnya pendirian anakmu, Ayah saja tidak sebanding dengannya, dia Monster yang terlahir untuk membuat keluarga Moor berjaya lagi !"
Pak tua Moor sudah sepenuhnya yakin, dia juga tidak peduli dengan Gilian lagi karena perkataan Alvin.
Nyatanya Alvin memang benar, untuk apa memberi simpati pada orang yang telah menghancurkan seluruh keluarga Moor, bisa dikatakan Gilian hanyalah parasit dalam keluarga Moor.
__ADS_1
Mobil mereka sampai di kediaman Alvin, Pak tua Moor dan Alvin turun dari Mobil dan masuk kedalam rumah Alvin.
Pak tua Moor sekarang hanya seperti bawahan Alvin saja, dia tidak memiliki harga diri sama sekali jika di hadapan Alvin.
" Kalian dari mana sayang ?" tanya Jeni yang kebetulan berpapasan dengan Alvin dan Pak tua Moor di aula.
" Hanya ada urusan sebentar dengan kakek " jawabnya ringan.
" Ohh... Sayang kita nonton bioskop yuk, hari ini ada film yang baru rilis !" Jeni terlihat bersemangat.
" Terserah kamu saja, hari ini aku juga tidak ada acara " Alvin dan Jeni meninggalkan pak tua Moor seorang diri.
Pak tua Moor menghela napas " lebih baik aku bermain golf saja di belakang bersama dengan Sean dan Darla "
Pak tua Moor menghubungi dua Eksekutor nya itu yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi, Sean dan Darla langsung ke halaman belakang memenuhi panggilan Pak tua Moor.
...***...
Sementara itu di gudang tempat penyekapan Gilian.
" Arghhhh
Gilian berteriak histeris ketika kuku terakhir di kakinya di cabut Klon System.
" Apa kamu masih tidak ingin bicara ?" tanya Klon System sambil memegang sebuah pisau.
Gilian menggertakkan giginya " dalam mimpimu bajingan !"
" Clap
" Clap
" Arghh
Klon System menancapkan pisau tersebut di kaki Gilian, mencabutnya dan menancapkan lagi.
Tubuh Gilian semakin tidak karuan, kaki kanannya yang ditusuk Pisau mulai mati rasa, karena darah mengalir deras dari tusukan tersebut.
Klon System mengeluarkan pisau lagi dia menempelkannya di mata Gilian " Apa kamu masih kekeh mau bungkam !"
Klon System tidak berekspresi sama sekali saat menyiksa Gilian, dia selalu berekspresi dingin sama seperti biasanya.
Rasa takut mulai tersirat dari wajah Gilian, dia berkali-kali menelan ludah karena saking takutnya terhadap Klon System yang tidak berperasaan seperti itu.
Ujung pisau mulai menelusup masuk ke mata Gilian " Tu.. tunggu dulu aku akan buka suara !" Gilian akhirnya menyerah.
__ADS_1
Klon System menarik pisaunya yang sudah sedikit mengiris kelopak mata Julian " Katakanlah sekarang !"
Gilian terlihat terengah-engah, dia kemudian tertawa " Hahahaha... tidak akan pernah !"
" Clap
" Pral
" Arghhh
Bola mata Gilian langsung keluar dari tempatnya, Gilian tidak tahu saja kalau orang yang menyiksanya itu bukanlah manusia, jadi dia tidak punya belas kasihan sama sekali.
" Arghh
" Arghhh
Gilian masih berteriak-teriak histeris menahan sakit yang teramat itu, Klon System tidak sampai di situ saja, dia menyayat pakaian Gilian dan sedikit menelusupkan ujung pisau di sela - sela tulang rusuk Gilian.
Dinginnya ujung pisau membuat Gilian semakin ketakutan, mentalnya sudah benar - benar hancur sekarang.
Air mata menetes di mata yang masih utuh, ya Gilian mulai menangis karena saking takutnya " Tuan cepat bunuh aku saja " suaranya mulai parau. Nyali yang tadinya sangat besar sudah menguap entah kemana, sekarang hanya ada rasa takut di benaknya saja.
" Kalau kamu bicara aku akan segera membunuhmu, kalau tidak..."
" Clapp
" Arghhh
Paha satu Gilian di tusuk pisau lagi, membuatnya semakin tidak berdaya, sekarang wajahnya sudah pucat pasi.
Gilian sudah tidak berniat hidup lagi, kalau bisa dia ingin cepat mati saja.
" Jadi bagaimana ?" tanya Klon System masih dengan ekspresi datar.
" Hari Young ! Dia yang membantuku menghabisi keluarga Moor, tuan tolong bunuh aku sekarang " Gilian sudah tidak bisa menahan sakit lagi.
Mungkin bukan hanya Gilian saja, jika musuh - musuh keluarga Moor di perlakukan seperti itu juga mereka tidak akan bisa bertahan lama, Mental Gilian termasuk sudah kuat, dia bertahan sampai matanya hilang satu, jika Otor ada di posisi Gilian kuku satu mau di cabut saja sudah menjawab langsung.
Klon System mengangguk, dia mengambil pistol di balik jas Hitamnya.
" Dor
" Dor
Klon System menembak kepala dan jantung Gilian dan diapun langsung tewas seketika, Klon System langsung membawa mayat Gilian untuk di kubur, karena mau bagaimanapun dia masih bagian dari keluarga Moor, setidaknya dia akan diberi penghormatan terakhir oleh Alvin.
__ADS_1