
Grivia Negara yang tertutup, tidak ada informasi apapun mengenai tentang penduduk dan pemimpinnya, tapi desas - desus mengatakan Grivia memiliki Militer yang kejam. Pemimpin mereka memaksa sebuah kedamaian dengan menekan para perusuh dari skala kecil hingga besar.
Grivia termasuk negara yang makmur, walaupun itu tadi, kemakmuran nya terkesan di paksakan, tidak ada organisasi masyarakat yang bisa berdiri disana, jika ada Militer akan langsung melenyapkannya, karena di anggap sebuah pemberontak.
bangunan - bangunan disana sangat Modern, hampir semuanya terlihat seperti negara dalam Animasi.
Berbagai gedung pencakar langit yang terlihat tinggi menjulang, hampir semua yang ada disana hanya terlihat gedung-gedung saja, tidak ada tumbuhan hijau di dekat bangunan, hanya taman ibukota saja yang terdapat tumbuhan hijau.
Seluruh perbatasan wilayah Grivia di kelilingi tembok lima meter, itu menandakan jika Grivia sangatlah ketat dalam memperbolehkan orang luar maupun dalam yang akan keluar masuk dari Negara tersebut.
Di sebuah rumah, lebih tepatnya mungkin istana, terlihat banyak kelompok bertopeng yang menjaga ketat istana tersebut, mereka semua ada di mana - mana seolah tidak membiarkan seekor nyamuk pun masuk kedalam.
Di dalam istana, aula tempat pertemuan mereka, terlihat ada dua belas orang yang duduk di tempatnya masing-masing.
" Tuan... sekarang Keluarga Moor sudah bangkit lagi, bukankah Anda bilang mereka tidak mungkin bangkit lagi dua puluh tahun silam ? " ucap Pria yang berwajah rusak yang di lihat pak tua Moor di dalam foto.
Pria yang merupakan pemimpin kelompok tersebut tersenyum tipis " keluarga Moor bukan bangkit lagi, mereka sebenarnya sudah habis jika tidak ada orang yang ikut campur dengan masalah ini "
Pria berwajah rusak mengerutkan keningnya " Apa maksud anda tuan ? Bukankah sudah jelas yang menguasai Andalas dan Nerika dalam beberapa hari saja itu keluarga Moor ?!" dia mengepalkan tangannya karena geram, pria tersebut seperti menaruh dendam yang sangat dalam pada keluarga Moor.
" Keluarga Moor yang dulu sudah tidak ada, Pak tua Moor menghilang, Garin tewas dan istrinya juga menghilang, di tambah anak dari Garin juga menghilang, itu semua sudah menandakan kalau aku berhasil memenuhi janjiku padamu dan kamu juga sempat bilang tidak perlu menguasai Chinate bukan ? Gilian "
Pemimpin kelompok itu berhenti sejenak, dia menatap Gilian dengan tajam " kalau saja waktu itu kita menguasai Chinate, mungkin para Eksekutor Moor Family tidak akan bergerak lagi Gilian Moor "
Gilian menundukkan kepalanya " tapi tuan, anda juga bilang padaku, kalau sekelompok serigala yang tidak memiliki pemimpin mereka akan saling memangsa satu sama lain bukan ?" jawabnya tidak mau di kalahkan.
__ADS_1
" Hahahaha... Kamu benar Gilian, aku juga tidak menyangka jika para Eksekutor akan bertahan walau tanpa pemimpin mereka, tapi sekarang mereka sudah bergerak, artinya salah satu dari keluarga Moor masih ada yang tersisa, Eagle perlihatkan sesuatu yang kamu temukan padanya !" Pemimpin kelompok bertopeng memberikan perintah.
Pria bertopeng yang di panggil Eagle itu mengangguk dan membuka laptopnya, dia kemudian memperlihatkan sebuah Video Alvin dan Jeni yang turun dari pesawat saat ada di bandara Nerika internasional.
Gilian terkejut saat melihat Alvin " tidak mungkin ! Jangan bilang dia anak Garin ?" dia menoleh ke arah kelompok bertopeng.
" Hahahaha " Pria tersebut tertawa lagi.
Pemimpin pria bertopeng kemudian terlihat sangat serius " Benar sekali Gilian, kemungkinan dia anak dari saudara kembarmu Garin Moor, itu juga sepertinya yang membuat para Eksekutor Keluarga Moor bergerak dan kekuatannya lebih besar dari keluarga Moor dahulu, Walaupun dia tidak menggunakan warisan keluarga Moor sama sekali "
" Apa maksud anda Tuan ?" Gilian terlihat kebingungan.
" Eagle keluarkan semua data Aset yang di milikinya " perintah Pemimpin pria bertopeng lagi pada bawahannya tersebut.
" Ba..bagaimana mungkin ini terjadi ? Kenapa kita baru mengetahuinya sekarang ?" tanya Gilian penasaran.
" Tuan Gilian, selama ini tampaknya Alvin Moor menyembunyikan identitasnya, semua Asetnya juga berubah menjadi namanya saat dia mulai muncul ke permukaan, bisa di katakan dia sepertinya sudah merencanakan ini semua " Eagle menjelaskan dengan detail.
' Cih ' seorang pria bertopeng yang terdengar arogan mendecih " untuk apa takut dengannya ? Dengan kekuatan kita yang sekarang, jangankan mereka para Eksekutor Keluarga Moor, kelompok sekuat apapun pasti bisa kita kalahkan !"
" Leo benar, untuk apa kita takut ? Kelompok kita bukanlah kelompok lemah ! Dengan pelatihan Ekstrim yang di lakukan anak buah kita, mereka saja sudah cukup untuk menaklukkan nya " Horse menimpali ucapan Leo.
Kelompok Bertopeng yang ada disana semuanya mengangguk mantap, karena mereka yakin tidak akan kalah dengan para bawahan Alvin.
Gilian menghela napas lega, walaupun dia tidak bisa mengendalikan Aset Keluarga Moor sepenuhnya lagi, setidaknya dia masih memiliki harapan untuk tetap bisa berjaya di beberapa Aset yang tersisa.
__ADS_1
" Kamu dengar sendiri mereka berkata apa Gilian? Tidak perlu ketakutan seperti itu, selama aku masih berdiri tegap disini, tidak ada yang akan berani mengusik kami !" ucapnya penuh dengan percaya diri.
Gilian mengangguk mengerti, dia tidak akan meragukan kemampuan tuan dan bawahannya itu, karena mereka juga dia berhasil membalaskan dendamnya dua puluh tahun silam.
...***...
Sementara itu di Lotara, negara yang bersebelahan dengan Grivia, tepatnya di sebuah pinggiran Kota dekat dengan hutan.
Para Eksekutor sudah tiba disana, mereka semua berkumpul di hutan agar tidak menarik perhatian dari Militer maupun Pemimpin wilayah disana.
Di sebuah goa jauh dalam hutan, Eksekutor sembilan ( Neil ) sedang duduk di dalam Goa membahas rencana apa yang akan mereka lakukan untuk memasuki wilayah Grivia bersama Pemimpin Eksekutor lainnya.
" Brengsek! Penjagaan mereka terlalu ketat, bagaimana bisa kita menembus penjagaan itu tanpa ketahuan ?" Eksekutor enam ( Lori ) menggerutu kesal.
" Tenanglah Lori, kita akan mencari cara untuk masuk kesana tanpa di ketahui " Eksekutor delapan ( Finsmoke ) buka suara.
" Kita sudah terlalu tua untuk melawan orang - orang itu, bawahan kita juga sepertinya tidak bisa berbuat banyak nantinya " Eksekutor tujuh ( Crewi ) memprediksi sambil menghela napas berat.
Neil menghela napas " Apa semangat kalian sudah sampai disini saja ? Mana kalian yang dulu ? orang yang sangat kuat tidak takut apapun sekarang ternyata sudah melunak, sungguh sangat menyedihkan !" cibir Neil pada rekan - rekannya.
" Neil, aku tahu kamu juga pasti memiliki perasaan yang sama dengan kita, tapi beginilah kondisi kita sekarang, mungkin kita bisa menghadapi mereka tapi apakah tubuh kita akan sanggup untuk melawan mereka semua ? Dan ingat kita ada di markas musuh " Crewi buka suara lagi.
" Sungguh kumpulan pak tua yang menyedihkan !" tiba - tiba terdengar suara orang yang masuk dalam goa.
Neil dan yang lainnya langsung menoleh, mereka semua penasaran siapa yang datang dan berani berbicara seperti itu pada mereka.
__ADS_1