System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Keluarga Su Hancur !


__ADS_3

Keysa sudah sampai di perusahaan dengan di antar Ninja penjaga Alvin, lebih tepatnya para Bodyguard Alvin.


Para Asasin Alvin tidak ikut ke Arnesia karena Glard memberitahu atasan mereka agar tidak usah menjaganya, karena di sana ada Jeremy yang lebih kuat dan tentunya lebih sadis dari para Bodyguard Militer.


Jeremy Hu bergabung dengan Eksekutor ketika dia hampir di bunuh oleh Bosnya dulu saat gagal menjalankan Misi. Dia diselamatkan oleh Swan dan menjadi anak buahnya terlebih dahulu.


Hingga akhirnya Bisnis keluarga Moor meningkat sangat pesat dan setelah dia beberapa tahun menjadi bawahan Swan kudian di angkat menjadi Eksekutor nomor tiga.


Para Pemimpin Eksekutor di perbolehkan mencari anak buahnya sendiri dengan syarat para anak buah mereka juga harus mengikuti rules dari kontrak yang diterapkan oleh keluarga Moor sebagai bawahan. Jika mereka membangkang ketika masuk dalam kelompok Eksekutor, nyawa mereka dipastikan tidak akan terselamatkan.


Keysa di kantornya masih trauma dengan apa yang terjadi barusan, tapi dia juga penasaran kenapa tiba - tiba ada orang yang menyerangnya.


Keysa ingin mencari tahu siapa yang telah menghadangnya itu, tapi Asasin penjaga Alvin mengatakan jika dia tidak perlu melakukan hal itu, karena mereka yang akan menangani masalah tersebut.


Di perusahaan Bodyguard milik Alvin, dalam ruang bawah tanah.


Pemimpin Preman yang sudah di beri pertolongan pertama oleh Medis militer disana sedang meringkuk tidak berdaya di pojokan sebuah ruangan dengan hanya mengenakan ****** ***** saja.


Rundolf masuk kedalam ruangan tersebut dan membentak Pemimpin preman tersebut " Siapa yang menyuruhmu !!" tanyanya dengan ketus.


Pemimpin Preman diam, dia hanya meringkuk tanpa bicara sepatah katapun.


Ketika Rundolf mau marah, tiba - tiba pintu terbuka, Ia terkejut saat melihat Glard datang keruang penyekapan, bersama beberapa anak buahnya. Glard yang mendengar berita jika Asisten pribadi Alvin diserang dia langsung datang ketempat tersebut untuk mencari tahu langsung siapa dalang dibalik penyerangan.


Rundolf melangkah mundur, pasalnya dia sudah tahu bagaimana Glard dengan mudahnya membekuk mereka ketika dia tuan rapat.


Glard mengeluarkan pisau, dia menjambak rambut preman tersebut dan menancapkan pisau tersebut di paha Preman tanpa ekspresi secuil pun.


" Claap


" Arghhhh


" Siapa yang menyuruhmu !!" tanyanya dingin dan tajam.


Jelas saja si Preman langsung ketakutan, karena Glard seperti bukan manusia saja, datang - datang menancapkan pisau ke paha.


Rundolf juga terkejut dengan cara Glard yang terkesan sangat kejam itu, padahal dia tadi ingin bicara baik - baik terlebih dahulu, tapi nampaknya para Eksekutor tidak suka berbasa - basi.


" Jo..Jordan Su dan Jo..Jorah Su !" ucapnya terbata - bata karena menahan sakit.


" Bugg

__ADS_1


Glard menghempaskan kepala Preman itu ke dinding, hingga dia kembali meraung kesakitan.


" Arghhh


Preman berteriak kembali ketika pisau yang ditancapkan di pahanya dicabut dengan paksa oleh Glard, darah langsung merembes keluar dari luka yang di buat oleh Glar.


Glard menggunakan alat komunikasinya " Hancurkan keluarga Su, jangan sampai ada yang tersisa !" setelah mengatakan itu dia langsung mematikan ponselnya.


Ketika Glard mau pergi, Rundolf memberanikan diri untuk bertanya " Tuan Glard, keluarga Su adalah keluarga Istri tuan Moor a...."


" Terus apa masalahnya ?, Tuanku hanya tuan Moor, bukan keluarga istrinya, jika kamu tidak berani bertindak tegas, lebih baik mundur jadi pengawal tuan Moor !" ucapnya Sambil meninggalkan tempat tersebut.


' Glek ' Rundolf menelan ludahnya karena Glard terlalu kejam dan sadis.


Di perusahaan Su grup, mereka semua panik ketika saham mereka merosot dengan tajam, jika hilang satu atau dua poin itu sudah biasa, tapi ini seperti Mobil yang ada turunan tajam tanpa rem, terus merosot hingga ke titik terendah.


" Apa yang terjadi ?!" Jordan kebingungan.


" Ini mustahil !" Jorah tidak percaya kalau saham Su grup merosot tajam.


" Tuan Danil apa yang harus kita lakukan ?"


Para petinggi Su grup kebingungan, Danil juga ambruk di kursinya karena perusahaan yang dia banggakan selama puluhan tahun harus hancur begitu saja.


" Tuan Danil !"


" Kakak !, cepat panggil ambulance !"


kepanikan terjadi di ruang rapat keluarga Su. Mereka semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Di tambah Danil juga pingsan disana, ruangan tersebut terasa mencekam.


Sementara itu Pesawat yang di naiki Alvin dan Jeni, mereka berdua belum tahu kalau para Eksekutor telah menghancurkan Su grup. Mereka masih bersantai menikmati perjalanan yang nyaman itu.


" Sayang aku ke kamar mandi dulu yah " Jeni berpamitan dengan genit.


Alvin Menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, karena semakin hari istrinya semakin bertambah Agresif.


[ Host belum melakukan Cek in hari ini, apakah Host akan melakukan Cek in ?]


Tiba - tiba suara System terdengar di benak Alvin. Ia pun menyunggingkan senyum.


Alvin memikirkan sebuah pusat Perbelanjaan di Arnesia, karena dia pikir akan lebih hemat kalau punya pusat perbelanjaan sendiri.

__ADS_1


" System Cek in sekarang !"


[ Host melakukan Cek In Pikiran :


Selamat Host mendapatkan Guardian Mall dan Sebuah Grown Mansion di distrik Gangnam Arnesia, Semua berkas telah di transfer di Mansion anda !]


Alvin tercengang, karena dia mendapatkan sebuah hadiah tambahan berupa Mansion lagi.


Distrik Gangnam Arnesia, merupakan tempat para Elite Bisnis tinggal disana, Mansion Alvin adalah Mansion terbesar dan termahal di Distrik tersebut.


[ Ding ]


Misi menjadikan Su grup sebagai Pion Gagal.


Hukuman : Sengatan Listrik 200 Volt ]


Alvin mengerutkan keningnya, apa maksudnya misi dia yang gagal, tapi ketika dia sedang berfikir apa yang sebenarnya terjadi, Sengatan Listrik 200 Volt mengenainya.


" Drrttt


" Arggggghhhhhhh !!!!!!!


Alvin berteriak sangat kencang, rambutnya yang tadi tertata rapi berubah menjadi jabrik, ia kejang - kejang di ranjang karena sengatan Listrik hukuman dari System.


Jeni bergegas keluar dari kamar mandi " Sayang apa yang ter.... , Astaga sayang !!!" Jeni bergegas mendekati suaminya yang sedang kejang - kejang di kamar.


" Sayang kamu kenapa, Tolooonnggg !!!" Jeni berteriak.


Seketika para pramugari mengetuk pintuk " Tok, tok, tok


" Nyonya ada apa, buka pintunya !" para pramugari berteriak di luar pintu kamar.


Jeni menghapus air matanya, dia bergegas membuka pintu kamar " Cepat tolong suamiku !"


Pramugari yang tahu tentang medis langsung masuk kedalam, di ikuti pramugari lainnya, mereka semua terkejut saat melihat Alvin yang pingsan dengan rambut jabriknya.


Pramugari menekan nadi Alvin, dia menghela napas " Tuan Moor baik - baik saja, dia hanya terkejut karena tersengat listrik "


" Tersengat Listrik ?" Beo Jeni bingung, pasalnya Alvin dari tadi tidak dekat dengan alat elektronik apapun.


" Iya Nona Moor, tapi ini aneh padahal tuan Moor tidak memegang alat elektronik apapun ?" Pramugari juga merasa kebingungan.

__ADS_1


" Aku tidak apa - apa " Alvin tiba - tiba bangun dengan asap yang keluar dari mulutnya.


Seketika Mereke semua yang ada di dalam kamar Alvin terkejut, karena dia tiba - tiba bangun dan berbicara.


__ADS_2