
Alvin langsung menuju kantor manajemen Club Sepak bolanya yang bediri di dekat stadion. terlihat bangunan 10 lantai dengan papan Nama yang sangat besar ' FC MULDOR CITY '.
Alvin mengulas sebuah senyum ketika melihat papan nama tersebut, dia sangat senang karena akhirnya bisa memiliki Club Sepak bola sendiri.
" Dengan begini aku bisa menikmati kehidupan layaknya para investor Club sepakbola pada umumnya. tunggu saja aku akan membawa L. Messi kemari !" Alvin berangan - angan seolah membawa pemain Mega bintang ke Club sepak bolanya itu sangat mudah. Padahal dia butuh banyak proses untuk mewujudkan hal itu.
Alvin dengan percaya dirinya masuk ke dalam kantor manajemen, disana terlihat para staf sedang bekerja di bidangnya masing - masing. Dia dengan berjalan masuk.
Saat Alvin sedang mengedarkan pandangannya untuk melihat dengan jelas dekorasi kantor Manajemen.
Seorang Security menegurnya " Maaf tuan, ini bukan tempat umum. Jika anda tidak ada memiliki janji lebih baik anda pergi dari sini !" ucapnya tegas.
Alvin mengerutkan keningnya " bilang pada atasan kamu, katakan padanya kalau Alvin Moor ingin menemuinya !" ucapnya dengan nada dingin.
saat Alvin berkata seperti itu, Security langsung memperhatikan Alvin dari atas sampai bawah dan dia pun melihat Alvin layaknya seorang yang memiliki wibawa seorang Bos.
Security bukanlah orang yang bodoh, walaupun Alvin baru datang ketempat tersebut tapi dia tidak langsung mengusirnya seperti cerita Novel yang dia baca. Setelah di usir eh ternyata dia orang penting kemudian dia langsung dipecat deh.
" Kalau begitu silahkan tuan tunggu disana " Security menunjukkan tempat duduk pada Alvin.
" Oke " Alvin tidak mau banyak berdebat, Walupun seorang Bos, dia sadar kalau dirinya baru pertama kali datang ke tempat itu dan belum ada yang mengenalnya.
Security bergegas ke ruangan Asisten CEO, karena Asisten CEO lah yang sekarang memegang kendali di Manajemen Club MULDOR City.
" Tok
" Tok
" Tok
__ADS_1
Seorang wanita yang sedang sibuk mengurus berkas mendongakkan kepala ketika pintu di ketuk dan sedikit berteriak " Masuk !"
Pintu pun langsung terbuka, terlihat Security yang tadi menegur Alvin masuk ke dalam ruangan Wanita itu.
" Ada apa ?" tanyanya langsung ketika mendengar orang yang membuka pintu sambil masih mengecek berkas - berkas yang sedang dia kerjakan.
" Nona Gravin, dibawah ada orang yang bernama Alvin Moor katanya ingin bertemu dengan anda " Ucap Security sopan.
Seketika Wanita yang di panggil Gravin itu berdiri " Alvin Moor katamu ?, apa kamu tidak salah dengar ?!" tanyanya lagi dengan panik.
Melihat ekspresi Atasannya, Security yakin kalau Orang yang dia tahan di bawah bukanlah orang sembarangan.
Security menghela napas lega karena dia tidak bertindak terlalu jauh pada Alvin ketika menegurnya.
" Benar Nona, karena saya tidak tahu siapa dia jadi saya menyuruhnya menunggu di bawah " Security berkata dengan nada selembut mungkin.
Security terkejut karena tindakan tiba - tiba atasannya itu, dia pun langsung mengikuti wanita itu.
Mereka berdua masuk dalam Lift, Wanita itu terlihat sangat panik saat di dalam Lift, membuat Security juga ikut panik.
Security memberanikan diri untuk bertanya pada Wanita itu " Nona Gravin, kalau boleh tahu siapa orang yang bernama Alvin Moor itu ?"
" Joe, kamu tidak bertindak berlebihan padanya kan ?" tanya Wanita itu dingin.
Joe atau Security langsung menggelengkan kepalanya " Saya tidak berani Nona, saya hanya mengikuti prosedur saja " ucapnya khawatir.
" Baguslah kalau begitu, beliau pemilik baru MULDOR City, lain kali jika melihatnya langsung antar dia ke ruangan CEO " Wanita itu memberikan peringatan pada Joe.
' Glek ' Joe langsung menelan ludah ketika mendengar jawaban Atasannya itu. Dia kaget karena ternyata orang yang hampir di usirnya itu adalah pemilik MULDOR City, yang artinya dia adalah Atasannya juga.
__ADS_1
Kening Joe langsung berkeringat dingin, perasaannya campur aduk, antara senang karena tidak langsung mengambil tindakan dan cemas akibat dia berbicara dingin dengan Alvin.
Tak berselang lama Lift sampai di lantai bawah, Wanita itu dan Joe langsung bergegas ke ruang tunggu dimana Alvin sedang menunggu.
Sesampainya disana Alvin terlihat sedang mengobrol dengan seorang OB yang memberinya minuman dengan ramah.
Melihat kedatangan Security dan atasannya, OB tersebut langsung berdiri dan membungkuk hormat, sementara Alvin dengan santai menyeruput minumannya sambil menyilangkan satu kakinya.
" Tuan Moor maaf saya telat menyambut Anda " Wanita itu langsung membungkuk hormat. Security juga mengikuti apa yang di lakukan Atasannya itu.
Sementara OB seketika melebarkan rahangnya sambil menatap Alvin. Ia tidak menyangka kalau orang yang di ajaknya ngobrol adalah orang yang berkuasa di tempat itu.
OB panik , dia langsung tersadar dan membungkuk hormat juga " Tu..an maafkan atas kelancangan saya karena berani berbicara dengan anda "
Alvin meletakkan minumannya di meja dan berdiri " sudahlah jangan di ambil pusing, aku malah senang melihat karyawan yang memperlakukan semua orang dengan baik, mulai bulan depan kamu akan mendapat kenaikan gaji " Ia menepuk pundak OB tersebut.
" Terimakasih tuan Moor ! dan saya permisi untuk kembali bekerja lagi " OB itu terlihat sangat senang dan bersemangat.
Alvin tersenyum " silahkan "
OB pun meninggalkan tempat itu dengan tergesa - gesa, Security merasa iri dengan OB tersebut yang mendapat kenaikan gaji. Ia merutuki dirinya sendiri karena tidak memperlakukan Alvin dengan baik.
Alvin kemudian bertanya pada Wanita yang tadi membungkuk hormat padanya " Jadi kamu yang memegang kendali disini ?"
" Benar Tuan Moor, saya Maria Gravin Asisten pribadi anda yang memegang kendali sementara karena anda belum sempat mengunjungi tempat ini " Maria memperkenalkan dirinya dengan sopan.
Alvin menatap Maria dari atas sampai kebawah, penampilan khas seorang wanita karir, wajah cantik dan gunung kembar seukuran milik Jeni, membuatnya bisa disandingkan dengan istrinya itu.
Alvin membatin " kenapa selalu wanita semua asisten pribadiku, ditambah kecantikan mereka hampir sama seperti Jeni, oh Tuhan apakah engkau sedang menguji hambamu ini ?"
__ADS_1