
Selepas kepergian para Klon System membawa pemuda songong dan pengawalnya, Jeni yang tadi hanya diam dan menatap suaminya tidak percaya dia memberanikan diri bertanya.
" Sayang, jadi kamu sudah tahu kalau pengawal kamu ada disini ?" tanyanya penasaran.
Alvin mengangguk " mereka memang selalu bersamaku dan kamu, tapi mereka memang tidak akan menampakkan diri "
" Aku juga ?" Jeni menunjuk dirinya sendiri.
Alvin mengangguk lagi " yup, mereka juga selalu ada buat kamu, bukankah aku sudah pernah bilang padamu sayang, kalau perlu apa - apa tinggal panggil saja mereka, pasti muncul "
Jeni tidak tahu harus berekspresi seperti apa, karena suaminya selalu membuat kejutan terus menerus, hingga dia semakin bingung untuk mengartikan kejadian tersebut.
" Sudahlah jangan bahas itu, Oh iya... aku punya sesuatu untuk kamu " Alvin merogoh saku dalam jasnya. Untuk mengambil sesuatu disana.
" Ini buat kamu sayang " Alvin menyerahkan kotak perhiasan berbentuk Love pada Jeni.
" Sayang ini apa ?" Jeni menerima pemberian Alvin.
" Bukalah " jawab Alvin sambil tersenyum.
Jeni pun membuka kotak tersebut, dia terkejut sampai tangannya bergetar saat melihat kalung berlian di dalamnya.
" Sayang ini... " Jeni menatap Alvin dengan tidak berdaya.
Alvin berdiri, dia mengambil kalung berlian tersebut dan memakaikannya ke leher Jeni " Bagiku hanya kamulah sumber kebahagiaanku sayang "
Jeni melihat kalung berlian tersebut yang menimpa kalung emas miliknya, dia melihat begitu cantiknya desain kalung tersebut.
" Sayang terimakasih " Jeni mendongak menatap Alvin dengan mata berkaca-kaca.
" Seharusnya aku yang berterimakasih padamu sayang, karena selama ini kamu sudah mau menemaniku hingga sampai di titik ini " ucapnya lembut sambil mengecup kening istrinya itu.
Jeni sangat tersentuh dengan perlakuan Alvin, akhir - akhir ini dia begitu sangat romantis, membuat dirinya semakin menyayanginya.
Alvin kembali duduk di tempatnya, dia melihat istrinya yang mengenakan dua kalung pemberiannya itu, Jeni terlihat semakin cantik di mata Alvin.
" Kamu boleh memakai nya bergantian, kalau mau pakai keduanya juga gak papa " ucap Alvin lembut.
" Ih... sayang masa pake langsung dua, nanti aku di katain norak sama orang lain, nanti aku pakai satu - satu saja yah " jawabnya dengan manja.
" Iyah terserah kamu saja " Alvin tidak mempermasalahkan hal tersebut, yang penting istrinya senang, itu sudah cukup untuknya.
Mereka berdua kemudian melanjutkan berkeliling di distrik perbelanjaan tersebut, karena dia belum puas melihat semuanya.
__ADS_1
Alvin tentu saja tidak keberatan, dia menuruti kemanapun Jeni akan membawanya.
***
Sementara itu Ken dan para pemimpin Eksekutor yang terluka sudah pulang ke Chinate, mereka semua langsung di antar ke tempat pelatihan Eksekutor.
Ken dan yang lainnya sudah menerima kalau mereka di berhentikan, tapi mereka meminta agar bisa melatih para Eksekutor muda agar ikatan mereka tidak terlepas dari keluarga Moor.
Pak tua Moor hanya bisa memenuhi keinginan mereka saja, walaupun sebenarnya beliau ingin mereka menikmati masa tuanya dengan keluarga mereka.
" Sudah lama aku tidak kesini " ucap Neil yang duduk di kursi roda.
" Ya, kita memang selalu bepergian jadi mau gimana lagi " timpal Lori yang juga duduk di kursi roda.
" Senior !" Fluvi pemimpin Eksekutor 4 dengan tergopoh-gopoh menghampiri mereka.
Usia Fluvi memang yang termuda di bandingkan mereka dan dia juga memang bertugas di markas untuk menjaga ke amanan markas dan memberikan informasi pada yang lain.
' Hoss...Hos.. Maaf senior karena aku tidak bisa memberikan informasi yang tepat kalian jadi seperti ini " ucapnya sambil terengah-engah.
" Bicara omong kosong apa kamu ini ? Atau kamu memang mau mengolok-olok kami ?!" bentak Ken langsung pada Fluvi.
" Mana berani aku begitu senior " jawabnya ketakutan karena Ken memelototinya.
Fluvi hanya tersenyum getir, karena dia memang penakut, selain keahliannya sebagai hacker, dia tidak bisa bertarung sama sekali, itu juga salah satu alasan kenapa dia selalu berada di markas, atau tempat pelatihan Eksekutor.
" Tuan Lebih baik kita masuk dulu " tangan kanan Neil buka suara.
Neil mengangguk, mereka semua kemudian masuk ke dalam markas besar para Eksekutor.
Suara gaduh para Eksekutor muda terdengar, mereka semua terdengar berlatih dengan keras agar bisa cepat bertugas menjaga tuannya.
Di ruang santai pemimpin Eksekutor, mereka semua kembali mengobrol kembali.
" Tempat ini sudah berkembang pesat " ucap Crewi membuka pembicaraan.
" Ini semua berkat tuan Swan yang selalu memperhatikan tempat ini, fasilitas disini juga sudah bertambah, bukan tidak mungkin para Eksekutor nanti tidak ada tandingannya "jawab Fluvi percaya diri.
Ken dan yang lainnya saling menatap, mereka semua kemudian tertawa terbahak-bahak bersamaan.
" Hahahaha
" Hahahaha
__ADS_1
" Hahahaha
Tentu saja Fluvi bingung kenapa tiba - tiba mereka tertawa seperti itu, padahal kata - katanya tidak ada yang lucu sama sekali menurut nya.
" Maaf senior, apa yang lucu yah ?" tanya Fluvi sambil menggaruk kepalanya dengan satu jari.
" Hahahaha.... maaf, maaf Fluvi, sepertinya mimpimu itu ketinggian " ucap Neil sambil masih tertawa lirih.
" Mimpi ? Apa maksudnya mimpiku ketinggian ?" tanya Fluvi lagi seperti orang bodoh.
" Kamu lihat tangan aku yang menghilang ?" Ken menunjuk tangannya yang buntung.
Fluvi hanya mengangguk saja, dia masih bingung dengan apa yang dikatakan para seniornya itu.
Walaupun Fluvi sangat cerdas dalam masalah data dalam internet, tapi jika dalam pembicaraan dia akan cenderung lama menangkap maksud dari lawan bicaranya.
Ken menghela napas " kamu tahukan kalau terpotong oleh musuh kami ?"
" Ya aku dengar itu " Fluvi mengangguk.
" Jika begitu berarti kawanku lebih hebat dariku bukan ?" Ken sengaja bicara perlahan agar Fluvi cepat menangkapnya.
" Benar " angguk Fluvi lagi.
" Jadi kalau lawanku yang bisa memotong tanganku terus kalah, menurutmu bagaimana ?" tanya Ken memastikan ekspresi Fluvi.
Benar saja Fluvi yang langsung menangkap arah pembicaraan, karena Ken bicara perlahan dia sangat terkejut.
" Ma..maksud senior ada orang yang lebih hebat dari anda dua kali lipat senior ?" jawabnya dengan ekspresi aneh.
" Bukan dua kali lipat, tapi sepuluh kali lipat mungkin " Ken berkata dengan tidak berdaya.
" Apaa ! tidak, tidak mungkin, kalau pun ada itu bukan manusia ! Senior jangan bercanda " Fluvi tidak percaya adanya manusia dengan kekuatan seperti itu.
Karena menurut datanya, Ken saja sudah termasuk dalam salah satu manusia terkuat di Chinate, jika ada yang lebih kuat sepuluh kali lipat, Fluvi yakin itu bukanlah manusia.
Fluvi orang yang realistis, semua anilisnya jarang meleset, hanya dalam pertarungan di Loria saja yang meleset, karena dia belum sepenuhnya mendapatkan data akurat kekuatan lawan.
Neil buka suara " Tapi faktanya itu ada Fluvi dan mereka adalah pengawal tuan muda, kekuatan mereka di luar nalar manusia "
" Benar, aku juga menyaksikan sendiri bagaimana mereka mengalahkan para kelompok bertopeng dengan mudahnya, ekspresi mereka juga sangat dingin, mereka semua tidak memiliki belas kasihan sama sekali " ucap Crewi yang menyaksikan ketika lawannya di bunuh dengan brutal.
Lori, Finsmoke dan Ken mengangguk setuju, karena pengawal tuan muda mereka sangatlah menakutkan, Untung saja mereka berada di sisi yang sama, kalau tidak entah mereka mau menghadapinya dengan cara apa.
__ADS_1
Sementara Fluvi hanya bisa tercengang saat mendengar penjelasan para seniornya, mereka orang - orang hebat saja mau mengakui pengawal tuan mudanya, jadi Fluvi yakin kalau itu semua benar adanya.