
Ken sebenarnya sudah menjelaskan alasan kenapa dia datang ke Mansion Milick, semuanya karena perintah Alvin.
Dia juga sudah menyuruh Milick untuk ikut dengan Sera dan anaknya, tapi Milick menolak, dia lebih memilih pasrah pada Ken untuk mengakhiri hidupnya, karena dia tahu jika dia masih hidup para Eksekutor lain atau pengawal Alvin akan membunuhnya dan bisa membahayakan Sera dan Arisa.
Karena itulah Milick lebih memilih mati, dan sebelum kematiannya, dia berpesan pada Sera dan Arisa untuk hidup bahagia tanpanya, tidak lupa dia juga mengucapkan maaf sebesar-besarnya atas segala dosa yang diperbuat oleh keluarganya, Milick juga menyuruh agar Marga Arisa dirubah menjadi marga Young, sesuai marga Sera pada Ken, dan Ken pun berjanji memenuhi itu semua, sebelum akhirnya dia menebas kepala Milick dengan samurai nya.
...***...
Sementara itu di kediaman keluarga Turner, suara jeritan dan tembakan mulai terdengar, para Eksekutor bagaikan harimau yang kehilangan tuannya, mereka menerkam semua musuh yang ada di depannya tanpa rasa takut sedikitpun.
" Door
" Door
" Arghh
" Arghh
Satu persatu pengawal pribadi Turner bertumbangan, perbedaan kekuatan yang sangat besar membuat mereka tidak berdaya melawan para Eksekutor keluarga Moor.
" Ayah apa yang harus kita lakukan ?" anak Turner panik, karena suara tembakan terus mendekat ke ruangan mereka.
" Tenang lah, aku pasti akan menyelamatkan kalian, jalan satu-satunya adalah buka mulut siapa dalang di balik pembantaian keluarga Moor dulu !" ucap Turner yakin.
" Cyub
" Cyub
" Cyub
Tiba - tiba pria bertopeng muncul dan membunuh Turner dan Keluarga nya diruangan tersebut.
" Sayang sekali Turner, aku tidak akan membiarkan kamu membongkar rahasia itu " gumamnya sambil memasukkan kembali pistol dengan peredam suaranya kedalam balik Jasnya.
" Bruakkk
" Menyerahlah Turner !!" Glard mendobrak pintu hingga hancur berkeping-keping.
Tapi Glard tercengang saat melihat Turner dan keluarganya sudah tidak bernyawa lagi di ruangan itu dengan bekas luka tembak di kepala masing-masing.
" Brengsek !, aku terlambat !" Glard memukul dinding hingga dinding tersebut retak kecil.
Penyerangan Turner grup pun berakhir dengan lancar, tidak ada satu orangpun yang tersisa disana.
__ADS_1
Hanya ada mayat yang bergeletakan di seluruh kediaman Turner, tempat tersebut menjadi sangat kacau.
Sementara itu di keluarga Muse, Lois Muse dia sudah tertangkap dan berencana buka suara.
Tapi tiba - tiba Sniper menembak kepalanya dan Lois pun langsung mati ditempat, tentu saja Para Eksekutor yang melihat itu langsung mengejar ke arah Sniper tersebut, tapi sayangnya mereka kehilangan Jejak.
" Cih !, larinya cepat sekali ?, apa mereka takut denganku !?" Jeremy berkata dengan sombongnya.
" Jangan terlalu percaya diri anak muda !" Neil menegur Jeremy.
Seketika Jeremy langsung terdiam, karena dia tidak berani membantah perkataan seniornya. Neil menyuruh Anak buahnya untuk membereskan mayat - mayat tersebut.
Sementara itu di Kediaman keluarga Clown, Eksekutor tujuh dan delapan mereka sudah membantai habis keluarga Clown, hanya tersisa Murder yang melarikan diri dan sedang di kejar Ken.
Murder membawa sekoper uang dalam pelariannya, dia berniat membuka lembaran baru lagi dan mengabaikan keluarga nya yang sudah di bantai habis oleh para Eksekutor.
" Bodo amat mereka semua mati, sekarang aku hanya peduli dengan diriku sendiri !" ucapnya penuh percaya diri di dalam Mobilnya.
" Brakk
Tiba - tiba ada sesuatu yang jatuh di atas mobilnya, tentu saja Murder penasaran dan langsung menghentikan Mobilnya.
" Slaaas
Saat Murder baru turun dari Mobilnya, tangan kanannya sudah terlepas dari tubuhnya akibat sabetan pedang Ken.
Murder jatuh terduduk di jalan sambil memegangi tangannya yang putus, dia meringis kesakitan sambil menatap Ken yang ada di depannya.
" Tu..an to. .long ampuni aku " ucap Murder terbata.
" Katakan, siapa dalang di balik penyerangan dua puluh tahun silam !" Ken menatapnya dengan bengis.
Murder sudah tidak peduli lagi dengan sumpahnya dulu, yang dia inginkan sekarang hanya ingin hidup.
" A..Pakah kalau aku memberi tahu akan ada jaminan aku untuk hidup " Wajah Murder sudah mulai memucat karena kehilangan banyak darah.
Ken mengangguk, Murderpun langsung buka suara " Tuan ...
" Dorr
" Dorr
Suara Murder langsung hilang saat dua tembakan langsung menghujam ke kepalanya. dia pun Ambruk di tempatnya dan tewas seketika.
__ADS_1
Ken langsung menoleh ke arah orang yang menembak Murder, terlihat pria bertopeng dengan santainya memasukkan kembali senjatanya ke dalam Jas putihnya.
Ken menggertakkan giginya, padahal sebentar lagi akan mendapat informasi, tapi Murder keburu di habisi.
Ken langsung menerjang ke arah Pria bertopeng dengan sangat cepat.
" Wuzz
" Trang
Ken terkejut saat pedangnya ditangkis oleh tangan pria tersebut, dia langsung melompat mundur.
" Siapa kalian !?" tanya Ken tegas.
Pria bertopeng tidak menjawab sama sekali, dia hanya hanya hormat pada Ken dan kemudian menghilang bagaikan angin saja.
Tentu saja Ken tercengang, karena kecepatan nya tidak sebanding dengan pria bertopeng tersebut. Dia baru menyadari kalau di dunia ini ternyata masih ada manusia yang melebihi batas normal dunia.
Ken menyarungkan pedangnya kembali dan menghubungi bawahannya untuk membereskan semua keributan yang di buat olehnya, agar para warga tidak heboh dengan pembantaian yang terjadi di Arnesia.
Semua berita di tutup, tidak ada Media satupun yang berani mengorek atas menghilangnya tiga keluarga yang berpengaruh di Arnesia. Walaupun ada yang membicarakan, itu semua hanya sebatas rumor saja.
Sementara itu disebuah gedung pencakar langit, sekelompok orang bertopeng dengan berpakaian serba putih sedang menghadap Tuannya.
Terlihat Pria yang membelakangi para kelompok bertopeng tersebut sambil menikmati cerutunya, asap tebal mengepul di hadapannya.
" Apa semuanya berjalan lancar ?" tanya Pria tersebut.
" Tentu saja tuan, tidak ada di antara mereka yang buka suara, apakah kami perlu membungkam orang - orang yang dulu tahu keberadaan kita ?" tanya Pemimpin kelompok bertopeng itu.
" Tidak perlu, mereka juga tidak akan berani menghianati kita, kalian tetap waspadalah dengan Alvin Moor, tampaknya dia lebih kuat dari dugaanku !" ucapnya dengan tegas.
" Baik tuan !, kami permisi dulu " kelompok Pria bertopeng itu meninggalkan tempat tersebut dengan begitu cepat.
Selepas kepergian kelompok bertopeng, pria yang masih asyik dengan cerutunya bergumam " Alvin Moor, aku tidak menyangka jika kamu akan tumbuh secepat ini !"
...***...
Sementara itu di pesawat Alvin, dia baru sampai di Nerika, Jeni terlihat sangat loyo saat keluar dari pesawat, karena di pompa Alvin terus menerus dari berangkat hingga sampai, jadi dia terlihat sangat lemas.
" Sayang gendong " ucapnya manja pada Alvin.
Alvin tersenyum, diapun langsung menggendong Jeni turun dari pesawat, Jeni merangkul leher Alvin sambil menyenderkan kepalanya di dada Alvin.
__ADS_1
Para pramugari sangat iri dengan Jeni, pasalnya sudah kaya, Alvin juga sangat kuat di ranjang, di tambah dia juga sangat tampan, tentu saja mereka sangat iri pada Jeni.