
Myura yang melihat para Eksekutor Turner dia teringat kejadian dua puluh tahun lalu ketika keluarga Moor merasakan hal yang sama dengan yang mereka rasakan.
Flash back.
Andalas, Waktu Alvin masih di kandungan.
" Cepat bawa Ayahku pergi dari sini !" Ucap Ayah Alvin.
" Tapi tuan Muda Moor, anda juga harus ikut dengan kami !" Eksekutor dua dan tiga sedang memapah pak tua Moor yang sedang pingsan, mereka enggan meninggalkan Ayah Alvin.
" Aku akan mengulur waktu disini, nyawa Ayah lebih berharga dariku, jika Ayah mati sekarang, Keluarga Moor akan hilang !, cepat pergi !" Teriak Garin Moor Ayah Alvin.
Garin Moor memang pewaris tunggal keluarga Moor, tapi dia orang yang sangat bodoh, Ototnya lebih besar dari Otaknya, berbeda dengan Pak tua Moor.
Garin sudah di ajari oleh beberapa guru profesional, tapi karena pikiran dia lambat, Garin tidak pernah lulus studi. Jangankan Universitas, SD saja dia tidak lulus.
Tapi jika bicara kekuatan ototnya, para Eksekutor yang Notabenya para ahli, merekapun akan berpikir dua kali jika di ajak berlatih tanding dengan Garin, karena di otak Garin memikirkan kekuatan saja.
Eksekutor dua dan tiga membawa pak tua Moor pergi dari sana dengan perasaan bersalah karena meninggalkan tuan muda mereka.
Tapi apa boleh buat, memang otak dari keluarga Moor memang pak tua Moor, jadi mereka mengerti keputusan Garin.
Jika di tanya kemana para Eksekutor lainnya, mereka semua berkumpul di Chinate, karena pewaris kedua keluarga Moor akan terlahir disana, ya Ibu Alvin, Sera Young sebentar lagi akan melahirkan, jadi semua Eksekutor berfokus menjaganya, itu juga karena perintah dari pak tua Moor.
Dan kenapa Pak tua Moor ada di Andalas, dia sedang melakukan perawatan untuk kesehatannya, tapi siapa yang menyangka jika Dokter pribadinya di Andalas membelot mendukung para musuhnya.
Eksekutor dua dan tiga dengan cepat membawa Pak tua Moor, karena mereka pikir tidak mungkin pulang ke Chinate lewat bandara, mereka berdua lebih memilih ke Pelabuhan saja dan membawa Kapal pribadi keluarga Moor.
Di tempat Garin, Hall dan ratusan Eksekutor para Taipan yang ingin meruntuhkan keluarga Moor sudah berada disana.
" Hahahaha... menyerah saja kamu Garin !, karena kamu tidak akan bisa lolos dari kami !" ucapnya merasa di atas angin.
Garin dan hanya beberapa Eksekutor yang tersisa menatap tajam mereka semua, tidak ada rasa takut sama sekali di sorot mata mereka.
__ADS_1
" Apa kalian pikir aku takut dengan kalian !?, jangan mimpi !!" Garin berkata dengan keras.
Para Eksekutor keluarga Moor yang tersisa juga bersiap untuk melakukan pertarungan, bagi mereka mati untuk menyelamatkan tuan besarnya lebih baik, daripada harus berlari ketakutan menghindari kematian.
" Cih !, sudah mau mati saja kau berlagak Garin !, Seraaang !!" Hall memerintahkan para Eksekutor menyerang.
" Serangg !!" Garin juga tidak mau kalah.
Bentrokan pun tidak terelakkan, walaupun Garin dan bawahannya kalah Jumlah, tapi mereka berhasil membunuh para anak buah Hal.
" Bag
" Bug
" Srat
" Srat
Anak buah Garin mulai bertumbangan satu persatu.
Tidak ada yang bisa membendung Garin, walaupun dia tangan kosong tapi gerakannya sangat gesit hingga di tidak terkena sayatan pedang yang di bawa anak buah Hall.
" Arghh
" Arghh
Jeritan - jeritan menjelang kematian terdengar, suara jeritan itu layaknya lagu pengiring kematian orang - orang yang sedang bertarung.
Garin semakin buas saja, hingga jumlah anak buah Hall berkurang dengan drastis, tapi sayangnya Garin masih tetap manusia biasa, staminanya pasti terkuras habis setelah pertarungan panjang.
Di Chinate, Ken dan anak buahnya langsung terbang ke Andalas dengan jet Pribadi milik Keluarga Moor, saat mereka mendengar jika disana Pak tua Moor diserang.
" Tuan Besar, tuan Muda bertahanlah " ucap Ken dalam Jet pribadi.
__ADS_1
Para Eksekutor lain juga tidak kalah khawatir, mereka ingin ikut juga kesana tapi mereka juga harus berjaga - jaga di Chinate, karena kelahiran pewaris kedua juga sangat penting untuk keluarga Moor.
" Brengsek !, kenapa semua ini bisa terjadi ?!, bajingan mana yang berani memberontak seperti ini !" Swan meraung marah.
" Tenanglah Senior Swan, Senior Ken pasti bisa menyelesaikan semua ini " Ucap Eksekutor empat dengan tidak berdaya.
" Tuan Gawat !!" Anak buah Hacker Eksekutor Empat membawa laptopnya dan langsung memperlihatkan sebuah Video siaran langsung di tempat Garin berada.
Mereka semua terkejut saat melihat Video tersebut " Tuan Muda !" Swan mengepalkan tangannya saat Melihat Garin yang terlihat bertarung seorang diri dengan darah yang sudah menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Garin terlihat terengah - engah sambil menatap Hall di depannya.
Saat mereka sedang serius menonton tiba - tiba Garin di hujani dengan berondongan tembakkan di tubuhnya.
" Tuan Mudaa !!!!! " Swan berteriak sangat keras.
" Tuan Muda !"
" Tuan Muda !"
Para Eksekutor lain juga terkejut dengan tembakan tersebut, mereka sangat yakin jika Garin yang ambruk tidak bisa berdiri lagi.
Tapi mereka terkejut ketika Garin dengan bersusah payah berdiri " Tuan Muda " Swan dan yang lainnya mulai menitihkan Air mata.
Garin terlihat berteriak dan berlari ke arah Hall, tapi dia langsung ambruk saat pria bertopeng menebas kepalanya hingga terlepas dari tubuhnya dan menggelinding ke tanah.
" Oaaaaaaaa
Bersamaan dengan itu Bayi Alvin terlahir, Ya hari lahir Alvin adalah hari kematian Ayahnya dan Hari kelam dimana keluarga Moor di bantai habis - habisan.
Ken dan anak buahnya yang sampai di Andalas mereka terlambat, Mereka hanya melihat Mayat yang berserakan disana dan Tentu saja Mayat Garin yang kepalanya terpotong.
Ken menghampiri mayat Garin dan mencari kepalanya " Cari semua keluarga kita dan bawa pulang ke Chinate "
__ADS_1
Myura yang waktu itu masih sangat muda langsung terjatuh lemas saat melihat saudaranya dan tuan Muda mereka di bantai habis disana, dia tidak tahu harus berbuat apa, hingga akhirnya dia tersadar saat Ken menegurnya.
" Bangunlah Myura !, ini bukan akhir dari segalanya, kita pasti akan menemukan pelaku utama dari kejadian ini !" ucapnya tegas.