System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Masa Lalu dan Masa Sekarang


__ADS_3

Yilgard Croos orang yang memanipulasi Hari, dia sengaja mengirimnya masuk ke dalam keluarga Young untuk membuat kekacauan disana, lebih tepatnya membuat masalah dengan Garin dan Sera.


Tapi sayangnya Hari malah jatuh cinta dengan Sera. Akhirnya rencana Hari malah berantakan, karena bukannya dia fokus untuk menghancurkan keluarga Moor. Hari malah sibuk membuat Sera jatuh Cinta padanya.


Lambat laun Yilgard mengetahuinya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mempercepat rencananya.


Awalnya Hari menolak, karena dia tidak mau kalau Sera sampai terluka. Tapi Yilgard tidak bisa untuk di ajak kompromi.


Setelah di kompor-kompori oleh Yilgard. Hari langsung gelap mata dan Cintanya kepada Sera berubah menjadi kebencian.


...***...


Malam hari di kediaman Alvin, dia sedang bersantai di balkon rumahnya sambil merasakan semilir angin laut. Dia menyesap sebuah minuman kaleng dengan tubuhnya yang bertumpu pada pembatas balkon rumah.


Tiba - tiba entah dari mana datangnya, Klon System sudah ada dibelakang Alvin.


" Tuan Moor salam! " sapa Klon System memberikan salam.


Alvin yang terkejut sontak saja hampir terjatuh. Untung saja Klon System dengan sigap menangkapnya, walaupun minuman kaleng Alvin tidak bisa di selamatkan.


Jantung Alvin berdetak dengan kencang, dia mengusap-usap dadanya sambil melihat minuman kalengnya yang terjatuh dari lantai tiga itu.


" Apakah anda baik-baik saja tuan Moor?" tanya Klon System tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Alvin menyipitkan matanya " apa kamu berniat membunuhku?!" tanyanya ketus.


" Tidak tuan Moor " suaranya tetap datar tanpa ekspresi.


Alvin yang melihat itu hanya bisa menghela napas " ada apa? " tanyanya lagi.


Alvin sadar kalaupun dia marah dengan Klon System sama saja bohong, Karena mereka di matahari seperti apapun tidak akan terpengaruh sama sekali.


" Kami sudah tahu siapa yang ada di belakang Hari Young " jawabnya tanpa ekspresi.


Alvin menghampiri kursi yang ada di balkon dan duduk disana " kemarilah dan ceritakan padaku! "


Klon System mengangguk, dia menghampiri Alvin, kemudian berbicara lagi " Hari Young sebenarnya dari keluarga Croos. Bisa dikatakan selama ini Hari adalah mata-mata keluarga Croos, karena di balik pembantaian Keluarga Moor ada campur tangan dari Yilgard Croos. Jika anda ingin tahu masalah jelasnya, kakek anda lebih tahu dari kami "

__ADS_1


Alvin mengerutkan keningnya " apa maksud kamu? "


" Kakek anda ada hubungan dengan keluarga Croos, lebih tepatnya nenek anda bagian dari keluarga Croos" jawab Klon System.


Sontak saja Alvin terkejut, ternyata masalahnya malah muter-muter di keluarganya sendiri.


Tapi kenapa? Dan bagaimana bisa keluarganya bisa saling menyerang seperti itu?


Alvin menghela napas " Ya sudah kamu boleh pergi "


Klon System membungkuk hormat kemudian pergi menghilang entah kemana. Klon System menghilang bagaikan angin lalu saja.


Selepas kepergian Klon System Alvin bergumam " kenapa Kakek tidak cerita masalah ini denganku? "


Alvin memegang dagunya, dia berpikir keras kenapa bisa keluarga besarnya bentrok seperti itu, padahal seharusnya jika keluarga kuat bersatu, pasti tidak akan ada yang berani menyinggung mereka.


Alvin tidak tahu saja kalau dulu Keluarga Croos bukanlah Keluarga ternama mereka hanya keluarga nomor tiga di Kazar.


" Sayang, kamu gak masuk? Di luar dingin loh!" tegur Jeni pada suaminya itu.


Alvin yang sedang memikirkan masalah keluarganya kaget, karena tiba-tiba Jeni menegurnya.


Jeni tersenyum, dia menghampiri suaminya dan duduk dipangkuan nya sambil bergelayut manja.


Alvin juga langsung tersenyum padanya, dia menyibak rambut Jeni yang tertiup angin menutupi wajahnya ke atas telinga.


" Tadi aku dengar kamu ngobrol dengan seseorang, siapa dia sayang? " tanya Jeni manja.


" Anak buahku memberi laporan " jawabnya singkat.


" ouh... kita masuk yuk sayang! " ajak Jeni lembut.


Alvin mengangguk, Jeni mau turun dari pangkuan Alvin, tapi Alvin langsung membopongnya-membuat Jeni sedikit terkejut dan mengeratkan rangkulannya pada Alvin.


Mereka berdua masuk kamar. Jendela dan pintu mereka kunci dan terjadilah hubungan pasangan suami istri yang sedang hangat-hangatnya.


...***...

__ADS_1


Chinate, tempat Robert dan Leni berada. Danil Kakek Jeni dan Daren adik Jeni sekarang tinggal bersama dengan Robert dan Leni.


Hanya Robert dan Leni saja sekarang yang memiliki tempat tinggal lumayan mewah di bandingkan Keluarga Su lainnya.


Robert di berikan fasilitas oleh Matrix Capital, karena itulah Robert memiliki kediaman dan Mobil yang cukup mewah sekarang.


Robert juga berbeda dengan dulu, dia yang sebelumnya sama seperti Alvin sering di hina Keluarga Su. Sekarang dirinya menjadi sosok yang di takuti Keluarga Su.


Alasannya cukup sederhana. Robert sudah memiliki pekerjaan tetap di Matrix Capital, di tambah dia juga sangat bekerja keras dalam bekerja. Jadi Furi memberikannya fasilitas yang cukup mewah.


" Sayang makan dulu! " teriak Leni pada Robert yang masih sibuk dengan laptopnya di ruang keluarga.


Leni sekarang sangat perhatian dengan Robert, jika Robert belum ada di meja makan, yang lainnya juga tidak boleh makan terlebih dahulu.


" Iya sebentar!" Robert menyaut, dia menutup laptopnya dan langsung ke menuju ruang makan.


Daren dan istrinya yang tinggal bersama dengan mereka bertanya pada Leni " Bu, kenapa kakak tidak mengajak kita hidup dengannya? Padahal kita ini Keluarganya, sungguh tidak berbakti sekali Kak Jeni!"


" Siapa yang kamu bilang tidak berbakti Danil!?" tegur Robert yang baru datang.


Robert duduk di kursinya " kalau bukan karena Jeni, kita sudah hidup luntang-lantung di jalan! Kamu seharusnya bersyukur kakakmu itu masih mau mengampuni kita, terlepas dari perbuatan kita selama ini padanya! " mengucapkan perkataan tersebut Robert sambil melirik Daren.


Tapi Daren tidak menanggapi nya, karena dia sadar memang dirinya sudah banyak berdosa pada Jeni.


Leni yang melihat suaminya marah, dia mencoba menenangkan nya " sudah, sudah... ayo makan dulu! Gak baik berdebat di depan meja makan " ucapnya lembut.


Danil menundukkan kepalan saat Leni memelototinya. Dia tidak bisa berkata apa-apa, karena sekarang Robert lah yang menjadi tulang punggung mereka.


Robert makan dengan lahap. Sementara Jeni melayani nya dengan penuh kasih sayang, bagi Leni sekarang Robert adalah Pria yang sangat sempurna.


" Ayah, kalau saja dulu kita tidak memperlakukan Alvin seperti orang asing, mungkin kehidupan kita tidak akan seperti sekarang " ucap Robert tiba-tiba di sela makannya.


Robert terlihat menghela napas " untung saja Alvin bisa memaafkan aku, kalau Alvin juga membuang aku. Entah bagaimana nasib kita? "


" Aku tidak ingin membahas itu Robert, aku juga tahu kalau kita telah salah menilai Alvin " jawab Daren tidak berdaya.


Robert buka suara lagi " Kalian semua harus tahu, sekarang Alvin bukan hanya menguasai Chinate saja. Arnesia, Nerika dan yang terbaru Grivia, dia sudah menguasai tiga Negara dalam kurun waktu sebulan ini. Tuan Furi bilang padaku kalau Alvin sekarang sosok yang sangat di takuti dalam dunia bisnis " ucapnya dengan bangga.

__ADS_1


Jelas saja semua orang yang ada di meja makan terkejut. Mereka semua tidak menyangka kalau pecundang yang dulunya mereka injak-injak harga dirinya, sekarang berubah menjadi orang yang sangat di takuti di dunia.


__ADS_2