System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Rencana Untuk Club sepakbola


__ADS_3

Alvin menghela napas berat melihat Maria Gravin yang menurutnya bisa disetarakan dengan istrinya.


Sementara wajah Maria merah merona, karena dia pikir kalau Alvin tertarik padanya melihat gelagatnya yang seperti itu. Padahal Alvin sedang mencoba bersabar menerima kenyataan yang sedang terjadi.


Maria menundukkan kepalanya karena dia malu, ia tidak berani mendongak menatap Alvin yang dikiranya menyukai dirinya.


Secantik dan setangguh apapun wanita karir, jika bertemu dengan Atasan yang kaya, mereka pasti akan punya ketertarikan sendiri, walau hanya secuil, rasa itu pasti muncul. Apalagi Alvin tergolong pria yang cukup tampan dengan tubuh yang proporsional ditambah dia baik dengan karyawannya, wanita mana yang bisa menolak pria seperti itu ?.


" Baiklah Maria, bisa kamu ajak aku berkeliling dan melihat seluruh fasilitas disini ?" Alvin buka suara setelah tadi terdiam beberapa detik.


" Tentu saja tuan Moor, silahkan !" Maria menyuruh Alvin berjalan didepan.


Alvin pun langsung melangkah kan kakinya, Maria mengikuti dari belakang, sementara Joe disuruh kembali ke tempatnya bekerja.


Alvin di bawa kesebuah penginapan para pemain muda FC MULDOR City, disana terlihat ratusan kamar disebuah bangunan tiga lantai yang tersedia untuk mereka. Tempat itu sangat bersih dan terawat, bisa dikatakan sekelas Akademi sepak bola di Eropa.


" Tuan ini adalah Akademi kita beserta Fasilitasnya, ini adalah kamar mereka yang belajar sepakbola sejak dini di MULDOR City " Ucapnya menjelaskan.


Alvin menyapu pandangannya melihat bangunan tiga lantai tersebut, mereka kemudian berjalan kembali dan memasuki bangunan tersebut.


Alvin terkejut saat melihat tempat GYM yang ada di lantai satu, GYM tersebut sangat lengkap ditambah tempatnya sangat luas karena mencakup seluruh lantai satu.


" Ini adalah tempat dimana mereka membentuk masa otot dan kebugaran mereka, sementara dua lantai yang adalah kamar mereka semua " Maria menjelaskan dengan bangga.


Alvin menganggukkan kepalanya mengerti, dia kemudian bertanya " kenapa tidak ada seorangpun disini ?"


Maria tersenyum " Jam segini mereka sedang berlatih di lapangan untuk mengasah teknik mereka, para pembimbing juga semuanya ada disana, kalau anda ingin melihatnya silahkan kesini tuan Moor "


Kali ini Maria yang berjalan di depan dan Alvin mengikutinya, benar saja saat Alvin semakin dekat dengan lapangan, dia mendengar teriakan dan suara tendangan orang bermain sepak bola.

__ADS_1


Sepuluh Lapangan yang terjejer rapi membuat Alvin melebarkan rahangnya, ternyata yang dia lihat di tv jika Akademi itu memiliki banyak lapangan latihan benar adanya, Padahal stadion yang digunakan tim Senior sudah sangat besar, ditambah luasnya sepuluh Lapangan tersebut membuat Akademi MULDOR City begitu sangat luas.


Alvin menggelengkan kepalanya agar tersadar kembali, dia tidak ingin terlihat seperti orang bodoh disana.


" Nona Gravin !" tegur seseorang yang dari belakang.


Sontak saja Alvin dan Maria menoleh, Maria tersenyum kemudian langsung mengenalkan orang itu " Pelatih Zizou perkenalkan dia Tuan Moor pemilik baru MULDOR City, tuan Moor dia pelati FC MULDOR City senior "


Alvin tersenyum dan mengulurkan tangannya " senang bertemu dengan anda tuan Zizou "


Zizou menjabat uluran tangan Alvin " senang juga bertemu dengan anda tuan Moor "


Zizou juga memperkenalkan asistennya Ruis pada Alvin, mereka kemudian bergabung dengan Alvin melihat para pemain muda yang sedang berlatih di lapangan dari balik penghalang yang sengaja dibuat agar tidak ada penggemar yang menonton latihan mereka masuk kelapangan.


Alvin bertanya pada Zizou " Apakah anda akan membawa beberapa pemain muda ini masuk ke tim senior ?"


Alvin melihat permainan mereka dan menganggukkan kepalanya mengerti " sepertinya tipikal permainan gelandang serang itu seperti L.Messi ya walau masih tidak bisa dibandingkan dengannya " celetuk Alvin tiba - tiba.


Zizou tertawa " Hahahaha.... mata anda ternyata tajam juga, bisa dibilang seperti itu, saya sebenarnya sudah memperhatikan dia selama ini, cuma sayangnya dia tidak bisa menjaga konsistensinya, kalau bisa mungkin dia otomatis akan masuk dalam starting Line up saya "


Alvin mengangguk mengerti, karena pelatih tidak bisa memasukkan sembarangan pemain dalam starting Line upnya, dia harus memilih pemain yang benar - benar bisa berkonstribusi untuk tim.


" Apakah ada pemain bintang yang kamu inginkan ?" Alvin bertanya dengan santai sambil memandangi para pemain muda sedang berlatih.


Sontak saja Zizou, Maria dan Asisten Zizou terkejut saat Alvin mengatakan hal tersebut, pasalnya pemilik yang dulu tidak mungkin menawarkan hal itu, Pemilik yang dulu memiliki moto mengembangkan pemain muda didikan mereka sendiri. walaupun itu bagus tapi di sepakbola Modern juga butuh pemain yang bisa mendongkrak kebutuhan Club dan membawa para pemain muda Akademi berkembang bersama pemain bintang yang direkrut.


" Kenapa diam ?, apa tawaranku ada yang salah ?" tanya Alvin lagi.


" Tentu saja tidak tuan Moor " Zizou bergegas menjawab. Dia kemudian melanjutkan " Sebenarnya ada pemain bintang yang saya inginkan, tapi anda tahu sendiri pemain bintang sekarang harga pasarannya di luar logika da..."

__ADS_1


" Seratus atau dua ratus Juta dolar cukup untuk membeli pemain incaran anda ?" Alvin langsung memotong ucapan Zizou dengan tegas.


Jelas saja Zizou, Maria dan Asistennya melebarkan rahang, jika Alvin mampu mengeluarkan uang sebanyak itu artinya mereka bisa berbelanja kebutuhan tim dengan sangat baik.


" Tuan Moor tapi moto kita untuk mengembangkan pemain muda " Maria menyela ucapan Alvin.


Alvin menoleh ke arah Maria dan yang lainnya " Apa salahnya membeli satu, dua pemain bintang ?, toh dengan begitu pemain muda kita bisa menimba ilmu dari mereka, asalkan jangan semuanya pemain bintang agar nanti tidak merusak keharmonisan tim, benarkan pelatih Zizou ?"


" Benar, anda benar sekali tuan Moor " Zizou sangat bersemangat.


" Maria nanti kamu turuti permintaan Pelatih Zizou, pemain bintang mana yang akan dia rekrut, jika keuangan Club kurang aku akan menutupinya secara pribadi !" ucap Alvin tanpa ragu.


" Pelatih Zou, aku berikan kebebasan untukmu memilih pemain, jangan kecewakan aku " Alvin menepuk pelatih Zizou dan meninggalkannya, Maria berpamitan dengan pelatih Zizou dan mengejar Alvin yang sudah berjalan lebih dulu.


" Ini Presiden yang aku mau " Ucap pelatih Zizou selepas kepergian Alvin.


" Tuan Zou, sepertinya kita sekarang bisa masuk ke Champions league dan berbicara banyak nantinya disana " Asisten pelatih juga bersemangat.


" Kamu benar, kita harus menyerahkan daftar pemain incaran kita pada manajemen Club !" Mereka berdua kembali memantau para pemain muda dan membawa mereka yang sudah di incar dan segera membuat laporan untuk merekrut pemain incaran mereka.


Alvin di antar Maria sampai ke Mobilnya " Terimakasih Maria, oh ya bilang pada ke semua staf jika kalian bisa juara akan ada bonus menanti kalian " ucap Alvin saat sudah didalam Mobil.


" Tentu saja tuan Moor " Maria jelas sangat senang dengan pengaturan Alvin tersebut.


" Wiliam kita langsung pulang !" Alvin menegur sopirnya.


" Baik tuan Moor " Wiliam langsung menginjak pedal gas dan meninggalkan tempat tersebut.


Sepanjang perjalanan Alvin menatap stadion Kebanggan kota MULDOR itu, dia sangat yakin ditangannya Club sepakbola tersebut akan menjadi tim yang akan disegani di seluruh dunia sepakbola.

__ADS_1


__ADS_2