System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Ingin mengungkap Kebenaran


__ADS_3

Ke esokan paginya, Pelayan yang menemani Alvin terbangun dari mabuknya, ketika sinar mentari telah membumbung tinggi.


Dia mengerjapkan matanya dan saat matanya terbuka sepenuhnya dia terkejut saat melihat ada lima botol Lafite kosong tergeletak di atas meja Bar.


" Astag ?!, apa yang aku lakukan ?!" dia memegangi kepalanya karena panik.


" Gawat, gawat, gawat, aku bisa di bunuh oleh tuan Velas !" Pelayan tersebut bergegas membereskan botol minuman yang dia habiskan bersama Alvin, lebih tepatnya dia sendiri yang menghabiskan empat botol lebih dan Alvin hanya minum dua gelas saja, karena dia peminum yang hebat.


Pelayan tersebut langsung bergegas membuang botol minuman tersebut dengan tubuh yang masih sempoyongan karena masih terasa efek dari minuman semalam.


Sementara itu Alvin masih tertidur di samping istrinya, karena dia bukan peminum yang handal seperti pelayannya, jadi dua gelas saja sudah cukup membuatnya malas bangun pagi ini.


Jeni yang sudah bangun hanya tersenyum saja melihat suaminya yang masih terlelap di sampingnya, dia memeluk Alvin sambil memejamkan matanya kembali.


Sementara itu Pak tua Moor dan Sera sudah sampai di Nerika, tentu saja dengan Sean dan Molina yang setia mengikutinya.


Para Eksekutor lain juga terbang ke Nerika lebih dulu, jadi mereka langsung menyambut Pak tua Moor bersama.


" Apa kalian tahu tempat tinggal Alvin ?" tanya Pak tua Moor sambil masuk ke dalam Mobil. Sementara Sera dan Arisa masuk ke Mobil satunya.


" Kami sudah tahu tuan Besar, Los Hard bungalow, tuan Muda tinggal disana " Neil Eksekutor 9 buka suara.


" Baguslah, kita langsung berangkat kesana !" perintah Pak tua Moor langsung.


Pak tua Moor ingin segera meluruskan masalah ini, karena dia sudah mendengar kalau Alvin ingin memutuskan hubungan masalalu nya dengan siapapun itu.


Pak tua Moor tidak ingin pewaris satu - satunya itu mengambil jalan yang salah, dia khawatir Alvin akan menyesal nantinya.


Karena seburuk apapun keluarganya, Alvin seharusnya mencari tahu kebenaran tentang mereka, tapi nampaknya Alvin tidak mau ambil pusing, dia lebih memilih untuk menjadi orang yang kejam.


" Jangan gegabah Alvin, aku tahu kamu marah pada kami, karena telah menelantarkan kamu, tapi percayalah kami masih sayang denganmu " gumam pak tua Moor Lirih di dalam mobil.


Neil yang satu mobil dengan pak tua Moor, dia mendengar gumamannya, hatinya merasa terenyuh, setelah sekian lama terpisah, malah akhirnya jadi seperti itu.

__ADS_1


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, hingga akhirnya tiba di Los Hard setelah satu jam perjalanan.


Sampailah iring - iringan Mobil tersebut di kediaman Alvin, Klon System langsung mengidentifikasi mereka semua, saat mengetahui yang datang pak tua Moor, Klon System mempersilahkan mereka masuk ke rumah mewah Alvin.


.


Pak tua Moor menghela napas saat melihat Penjagaan disana sangatlah ketat, dia tidak pernah menyangka kalau Cucunya akan sekuat itu.


Pak tua Moor dan para Eksekutor turun saat mobil sampai di depan rumah Alvin.


Sera dan Arisa menghampiri pak tua Moor dan masuk bersama ke dalam rumah tersebut.


Sera dan Arisa menatap kagum Rumah Alvin yang sangat besar, para pelayan juga sangat ramah dan sopan.


" Tuan silahkan " Kepala pelayan menyambut kedatangan Pak tua Moor dan Sera, karena dia sudah di beritahu Klon System, jika mereka adalah keluarga tuannya.


" Tuan dan Nyonya silahkan tunggu disini dulu, tuan Besar masih istirahat di kamarnya " kepala pelayan berkata dengan sopan.


Pak tua Moor melihat jam tangannya " Jam segini tuanmu belum bangun ?"


" Kenapa kamu tidak bangunkan saja tuanmu, bilang padanya Ibu dan kakeknya datang " Arisa tiba - tiba buka suara.


" Maaf Nona, kami tidak berani, kami disini untuk memberikan kenyamanan untuk tuan kami, walaupun anda semua keluarganya, prioritas kami cuma tuan besar " kepala pelayan menjawab dengan blak - blakan.


Tentu saja Sera dan Arisa tercengang, ternyata Alvin benar - benar tidak menganggap mereka.


Pak tua Moor menghela napas " Kalau dia sudah bangun beritahu padanya, kami menunggu disini "


" Baik tuan " tak berselang lama jamuan untuk mereka datang dan langsung di sajikan ke meja depan mereka.


Setelah itu pelayan langsung meninggalkan mereka di ruang tamu, untuk menunggu tuannya bangun dari tidurnya.


Tengah hari kemudian, Alvin baru bangun dari tidurnya, Pak tua Moor dan Sera sudah menunggu selama dua jam lebih di ruang tamu, sementara dirinya dengan santai baru bangun tidur.

__ADS_1


" Selamat Siang sayang " Jeni yang sudah bangun terlebih dahulu, menyambutnya dengan suara lembutnya.


Alvin tersenyum " Kenapa tidak selamat pagi ?"


" Orang ini sudah jam 12 siang " ucap Jeni sambil menunjukkan jam.


Alvin melihat jam, dan benar saja ucapan Jeni, ternyata sudah tengah hari.


Alvin langsung duduk, dia memegangi kepalanya karena masih sedikit pusing karena minum semalam.


" Kamu kenapa sayang ?" tanya Jeni khawatir.


" Karena kamu, semalaman nguras tenaga aku, jadi begini deh " goda Alvin pada Jeni.


" Ih...sayang.. kan kamu yang mau terus - terusan " Jeni memeluk Alvin dengan manja.


" Apa kamu mau lagi ?" goda Alvin.


" Apaan sih, tar malam sajalah sayang, aku masih capek " jawab Jeni jujur.


Mendengar Alvin dan istrinya yang sudah bangun, kepala pelayan yang dari tadi berdiri di samping pintu, dia langsung mengetuk pintu.


" Tok


" Tok


" Tok


" Tuan Moor, ada tamu untuk anda !" ucapnya sedikit berteriak, dia tidak berani masuk karena takut melihat pemandangan yang bukan miliknya.


Alvin dan Jeni saling menatap, mereka bertanya - tanya siapa tamu yang datang, sedangkan mereka orang baru di sana.


Tapi Alvin lekas beranjak dari tempat tidurnya, begitupun Jeni, mereka berdua mandi bersama dan akhirnya malah main satu Ronde. Karena Alvin tidak tahan melihat tubuh basah Jeni.

__ADS_1


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian, mereka berdua pun langsung turun dan menemui orang yang bertamu ke rumahnya.


__ADS_2